Posted in Fanita, Ficlet, Fluff, LFI FANFICTION, Romance, Teenager / Teen

[Ficlet-Mix] Oppa? Oppa!

image

Oppa? Oppa!
By Fanita
Main Cast : Lovelyz’ Jin & Yein
Genre : Fluff – Romance || Type : Ficlet-Mix || Rating : Teenager

Special for Yein and Myungeun birthday♥~

<Yein’s Story> 1 Wish = 1 Gift

Ya bodoh! Ngerjain MTK aja gabisa!” Yein tanpa segan terus memarahi seorang laki-laki yang ada di depannya. Cukup bagi Yein untuk bersabar apalagi orang ini sudah menganggu acaranya hari ini. Huft kalau bukan setia kawan mana mungkin Yein membatalkan janji kencan bersama Jeong Chanwoo hanya karena orang seperti Jungkook.
“Yein ini sulit. Aduh kau ini! Aku kan minta untuk mengajari aku bukannya memarahi aku karena tidak bisa,” rutuk Jeon Jungkook.
“Jungkook-ah kau menyita banyak waktuku tahu!” Rengek Yein.
Hiks 3 jam berada di rumah Jungkook tapi tidak ada kemajuan laki-laki ini dapat mengerti apa yang telah dia ajarkan.
“Kenapa? Karena kau mau jalan dengan Chanwoo?” Celetuk Jungkook.
Yein menutup rapat kedua belah bibirnya saat Jungkook tiba-tiba saja mengatakan hal itu. Dia tidak pernah mengatakan masalah ini kepada siapapun kecuali Lee Suji. Gadis bermarga Jeong ini bersumpah akan balas dendam kepada sahabatnya itu karena sudah membocorkan jadwalnya. “Untuk apa sih menghabiskan waktu ultahmu dengan dia dibandingkan aku? Kita kenal sudah lama loh..” lanjut Jungkook.
“Untuk apa merayakan ultahku dengan orang yang hanya bisa merepotkan? Apalagi kau, Jeon Jungkook, kau tidak pernah ngasih aku kado lagi!” Ujar Yein pada akhirnya.
Mendengar ucapan Yein membuat Jeon Jungkook terkekeh pelan.
Aigoo mengharapkan kado ye..” godanya. Yein memutar bola matanya karena kesal, “Aku akan berikan kau kado tahun ini tapi ada 1 syarat,”
“Apa?” Ketusnya.
“1 harapan 1 kado. Kalau kau mengabulkan hadapanku, aku akan memberikan kau kado..”
“Ayo sebutkan harapanmu apa,” kata Yein yang cukup tertarik dengan tawaran Jungkook.
Jungkook tersenyum seorang diri seperti orang gila. Ada satu hal yang Jungkook inginkan dari Yein sejak dulu.
“Kalau kau memanggilku ‘Jungkook oppa‘ mulai dari sekarang aku janji akan memberikan apapun yang kau mau,”
Tampaknya Yein berpikir keras dengan tawaran Jungkook. Memanggilnya oppa? Gadis kelahiran tahun 1998 ini tidak tahu bisa melakukannya atau tidak. Sudah sejak dia berumur 12 tahun dia memanggil Jungkook seperti ini walaupun pernah dimarahi oleh orangtuanya. Alasan dia memanggil Jungkook secara informal karena mereka berada di tingkatan yang sama saat sekolah. Berhubung dulu Jungkook selalu pindah-pindah keluar jadinya dia telat untuk masuk ke sekolah dasar yang harusnya dia masuk satu tahun lebih awal dari Jeong Yein.
“Baiklah kalau gitu oppa turuti permintaanku, oke?” Kata Yein dengan manisnya.

Oppa!!! Mana hadiahku?” Pekik Yein. Raut wajahnya begitu bahagia melihat Jungkook berjalan menghampirinya sambil membawa bungkusan tas berwarna putih. Setelah dia berada di hadapan Yein tanpa mempedulikan apapun lagi Jungkook melempar tas itu dihadapannya. Ingin sekali Yein memarahi Jungkook saat ini karena tingkah laku kurang ajarnya, tapi melihat kado ultah pemberian Jungkook ia memilih untuk mengurungkan niatnya. Marah dengan Jungkook bisa nanti saja, pikirnya.
Daebak! Kau benaran membeli topi baseball impianku. Assa! Koleksiku nambah!” Pekik Yein riang.
“Dasar cewek menyebalkan. Isi dompetku habis tak tersisa isinya karena topi itu, untung aku masih bisa naik bus karena punya kartu,” rutuk Jungkook.
Kalau tahu uangnya akan terkuras karena Yein seharusnya dia membatalkan niatnya dipanggil oppa sama cewek ini.
“1 topi ini bukan apa-apa sih dibandingkan topi dari Chanwoo yang tiga kali lipat lebih mahal dari pembelianmu, tapi tetap saja makasi ya oppa,” ucap Yein dengan tingkah imut yang dibuat-buat.
Huek! Rasanya Jungkook ingin muntah karena disamakan Jeong Chanwoo itu. Awas saja kalau dia bertemu Chanwoo di sekolah. Jungkook bersumpah akan membalaskan dendamnya kepada Yein dan menjadikan Chanwoo sebagai korbannya agar dia tidak lagi macam-macam menguras dompet serta atmnya.


<Myungeun’s Day> Teacher & Student

Glek! Melihat restaurant mewah tempat dia berdiri membuat Park Myungeun jadi gugup sendiri. Restaurant ini menjadi daftar nomor 1 yang tidak akan pernah dikunjungi oleh keluarga Park karena makanannya begitu mahal. Harga 1 nasi goreng saja bisa menjadi harga untuk belanjaan ibunya selama satu minggu,”Oh ayolah Myungeun beranikan diri untuk masuk dan jangan terlihat kampungan,” batinnya. Dan setelah hatinya mantap ia mulai melangkah masuk ke dalam pintu restauran mewah bagi kalangan konglomerat.

“Pe..permisi apa ada reservasi atas nama….” Seorang pelayan yang bertugas menjaga mengecek nama yang disebutkan oleh Myungeun dan tak lama kemudian ia mengatakan memang ada. Dengan ramah wanita itu tersenyum kepada Myungeun dan menyuruh seseorang untuk mengantarkannya ke meja yang telah dipesan.

Saat mengikuti pelayanan yang hendak mengantarnya ke meja pesanan, Myungeun terkagum-kagum dengan interior design dari restauran ini. Bahkan para pelanggan yang datang ke tempat ini bergaya dengan sangat mewah, menandakan bahwa mereka kaum bangsawan. Berpakaian dress selutut serta ditambah dengan tas selempang dan juga flat shoes membuat Myungeun jadi minder jika dibandingkan dengan mereka.
“Ini meja yang sudah dipesan. Apa makanannya saya siapkan sekarang atau nanti?” Tanya pelayanan itu.
“O..oh nanti saja tunggu temanku datang,” jawab Myungeun kikuk.
“Baiklah,”
Setelah pelayan pergi Myungeun langsung duduk di tempatnya dan menunggu seseorang itu datang.

“Park Myungeun?” Mendengar namanya dipanggil Myungeun langsung menoleh dan tersenyum lebar melihat kehadirannya. Sudah 10 menit dia sendiri dan akhirnya orang itu juga datang juga. Buru-buru Myungeun berdiri dan memberikan hormat kepada.
Annyeonghassyo Lee songsaengnim,” sapa Myungeun sambil membungkukan badan 45°.
Annyeong. Duduk saja Myungeun-ah..” katanya mempersilakan.
Orang yang dipanggil guru Lee oleh Myungeun memanggil pelayan untuk menyiapkan makanan yang sudah dia pesan. Setelah urusan itu selesai barulah beliau menatap Myungeun yang ada di depannya.
“Kenapa begitu tegang?” Tanyanya.
“Howon saem tempat ini mahal, iyakan?” Tanya balik Myungeun tak enakan.
“Hahaha tidak masalah kok. Aku juga dapat vocer diskon 50% dari Park songsaeng,”
“Uhmm tetap saja rasanya aneh,”
Myungeun menundukkan kepalanya karena tidak enak hati.
“Dasar anak aneh. Terakhir aku mengajakmu makan di warung pinggir jalan kau menyuruhku untuk mentraktir di restauran mahal, sekarang malah bertingkah seperti ini setelah diajak makan di tempat mewah,” rutuk guru olahraga bernama Lee Howon ini.
“Akukan bergurau,” oceh Myungeun.

Setelah menunggu selama 20 menit makanan telah dihidangkan di atas meja. Makanan yang betul-betul bergizi dan juga enak dipandang. Melihat tampilannya saja kalian bisa tahu kalau ini makanan mahal yang harganya pasti fantastis.
“Aku membawamu ke sini ada alasan loh,” celetuk Howon.
“Alasan apa saem?” Heran Myungeun.
“Aku ingin memberikan sesuatu yang lezat kepadamu berhubungan hari ini ulang tahunmu,” aku Howon.
Myungeun berhenti menggunakan pisaunya yang digunakan untuk memotong daging setelah Howon mengatakan hal tersebut. Karena terlalu gugup pergi ke restauran ini Myungeun jadi lupa kalau hari ini ulang tahunnya setelah sampai ke tempat ini.
“Untuk apa saem melakukan hal ini kepadaku? Kan bisa saja mentraktir sup rumput laut di depan SMA,” kata Myungeun.
“Hmm itu terlalu biasa, aku ingin memberikan hal tidak biasa untukmu,”
Deg..deg..deg.. Detak jantung Myungeun berdetak tak karuan. Suatu yang tidak biasa? Kenapa hati Myungeun jadi berbunga-bunga?
“Hmm Myungeun-ah apa boleh aku minta sesuatu?”
Myungeun memandang Howon dengan serius, “Apa?”
“Mulai dari sekarang jangan panggil aku saem lagi,” jawab Howon.
“Ye? Jadi harus panggil apa?” Kaget Mgungeun.
Oppa,” balas Howon dengan penuh keseriusan.
Oppa?” Ucap Myungeun malu-malu.
Howon menganggukkan kepalanya, “Sudah 3 tahun sejak kau lulus dari SMA jadi kupikir lebih baik kita memulai hubungan dekat bukan sebagai guru dan murid lagi. Lagi pula kita hanya berbeda 5 tahun. Apa kau keberatan dengan permintaanku?”
Dengan semangat Myungeun menggelengkan kepalanya, “Tidak sama sekali! Sudah lama aku menanti ini,” riang Myungeun.
Eh?! Setelah beberapa detik kemudian Myungeun tersadar kalau dia keceplosan tentang rahasianya sendiri. Ah, bodoh! Mana rambutnya sudah pendek jadi tidak bisa dia menyembunyikan wajah memalukannya dari Lee Howon.
“Hahaha sama. Oppa juga begitu,” celetuk Howon.
Aaaaa ucapan Howon membuat pipinya memerah. Dengan malu-malu Myungeun tersenyum kepadanya dan berterimakasih, “Oppa makasi sudah mentraktir aku di tempat ini. Gomawo!” Ungkap Myungeun.
“Untukmu ini tidak seberapa kok,”
Blush~ Di hari ulang tahunnya Myungeun merasa inilah kado terindah yang pernah dia dapatkan. Menjadi lebih lebih dengan Lee Howon benar-benar hal terindah yang pernah dia rasakan. Semoga saja ini jadi awalan agar hubungannya bisa menjadi lebih istimewa, bukan sekedar hubungan antara guru dan murid seperti sebelumnya.

.fin.

Oh… haiii~~~ Saya muncul untuk ngepost ff garing ini. Ultah Yein sudah lewat, ultah Myungeun belum harinya, jadi aku memutuskan ngepost di tengah-tengah sesudah dan sebelum ultah mereka saja :v Hahaha..
Advertisements

Author:

wattpad @lovefinite87

3 thoughts on “[Ficlet-Mix] Oppa? Oppa!

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s