Persimpangan [Chapter 2]

Poster_Phynz20_Persimpangan_by_Phynz20[1]

Persimpangan

A long-fiction by Phynz20 (@putriines) spesial Challenge-Fic

.

Starring: Lovelyz‘ Magnae Lines || Rated: Teen || Genre: Drama, Slice of Life, Hurt/Comfort, Romance, Friendship and many more || Length:  Multi-Chapter

.

Saya sarankan membaca Who, What, How – [1] terlebih dahulu

.

Notes: Saya tidak tahu kurikulum dan kehidupan sekolah di Korea, jadi harap maklum dengan keabsurdan cerita ini.

.

Kamu pilih yang mana, sahabat jadi cinta atau benci jadi cinta?

.

Dua Tahun Kemudian

“Yein, pergilah duluan, aku akan naik bus kedua nanti!” perintah Sujeong yang baru saja turun dari kamarnya dan masih mengenakan piyama.

“Loh, tapi kak….”

“Kamu lihat kan aku belum ngapa-ngapain? Nanti kamu telat kalau menunggu aku,” jawabnya sambil lalu dengan kecepatan mengambil roti – mengoles selai – meminum susu, super. Ia malah kini sudah ada di puncak tangga lagi untuk mandi.

“Ingat ya, pergi duluan! Kamu belum jadi senior jadi jangan macam-macam Jung Yein!”

Yein mendengus. Padahal ia sudah kelas dua tapi Sujeong seakan masih menganggapnya anak baru masuk SMA. Dia kan juga tahun ini memiliki junior. Ya walaupun memang bukan di tahun akhir tapi ya dia bisa kan sedikit nakal?

Misalnya terlambat saat upacara pembukaan?

Tapi ia kan tidak segila itu. Ia masuk ke sekolahnya ini dengan perjuangan hebat. Belum lagi guru-guru yang akan mencibir dirinya kalau ketahuan. Masa iya Jung Yein yang tidak pernah tercatat di buku bimbingan konseling tiba-tiba masuk hanya karena terlambat masuk sekolah?

Sungguh tidak lucu.

Apalagi niatnya sudah rapih sepagi ini juga karena ingin dapat barisan paling depan. Selain ia tak akan kena curiga guru kesiswaan, ia juga bisa melihat ke arah barisan OSIS. Uh, pokoknya tahun ini ia harus masuk kepengurusan OSIS.

Maka dari itu ia bergegas mengambil tasnya dan memasang sepatunya tak lupa mengucapkan, “Aku pergi dulu, paman, bibi!” Lantas keluar.

Beberapa detik kemudian ia kembali dan mendekati tangga. Sepertinya menyadari sesuatu yang ganjal, “Kak Sujeong bukannya tidak boleh terlambat? Nanti kan kakak baris di depan! Oh iya, memang kakak nggak pidato?”

Yein mendengar bunyi grasak-grusuk dari atas sampai pintu kamar Sujeong terbuka sedikit dan mengeluarkan suara yang sungguh mengherankan dengan celah sebegitu kecil, “KETUA OSISNYA KAN BELUM MATI YEIN! SUDAH SANA NANTI KAMU TERLAMBAT!”

Iya sih Ketua OSIS sekolah mereka belum meninggal. Ya tapi kenapa? Memangnya Sujeong baru mau tidak terlambat kalau Ketua OSIS mereka meninggal? Ada ada saja.

“Yasudah aku pergi duluan ya kak! Jangan telat loh, siapa tahu kakak dapat jodoh adik kelas!” Yein berlari sebelum Kakaknya itu membalas gurauannya.

“AKU NGGAK SUKA BERONDONG HEH!”

Tapi Yein sudah diluar rumah dan tertawa terbahak-bahak mendengar bantahan Sujeong. Setelah beberapa meter dari rumah, ia baru menghentikan tawanya dan merapikan rambut, wajah dan pakaiannya. Walau bisa iseng sama kakaknya yang lumayan galak itu, dia masih tak akrab dengan tetangganya.

Yah mana mungkin dia bisa cepat akrab, tiga tahun tinggal disini pergi pagi pulang malam, libur pun masih dipenuhi tugas dan harus belajar.

Jadi dia tak pernah punya teman untuk pergi ke sekolah. Selama ini dia selalu pergi dengan Sujeong. Atau kalau Sujeong dijemput dengan salah satu sahabatnya, pasti malah dia yang disuruh naik ke motor mereka. Sujeong malah akan pergi dengan teman seangkatannya yang di kompleks sebelah, namanya….

“Eh itu kan Kak Jiho?” gumam Yein saat melewati suatu rumah bercat cokelat tua. Disana memang ada gadis yang kurang lebih seumuran Yein dengan rambut panjang lurus dan seragam yang persis sama.

“Tegur nggak ya? Eh, tapi aku sudah lama nggak bertemu Kak Jiho, kalau dia lupa denganku kan nggak lucu.” Yein masih asik bermonolog sampai ia melewati rumah itu dengan tak melakukan apa-apa.

Iya, gadis tadi namanya Kim Jiho. Akhir-akhir ini sih dia tidak terlihat bersama Sujeong. Entah sudah berapa bulan yang lalu terakhir kali Yein melihat Sujeong bersama Jiho. Atau mungkin karena sahabatnya tak pernah menjemputnya, dan sekalinya menjemput selalu ada dua motor yang datang atau bahkan mobil, jadi Sujeong masih bisa pergi bersama Yein.

Ah sudahlah, terlalu banyak yang Yein pikirkan pagi ini. Ia seharusnya fokus dengan perjalanannya. Ah iya, memangnya sudah jam berapa ya?

Yein melongok ke pergelangan tangannya dan mendengus sebal. Ternyata sudah jam setengah delalapan dan upacara dimulai jam delapan.

Oh bagus kamu ya Jung Yein.

Akhirnya Yein harus berlari secepat mungkin untuk sampai di halte bus. Ia tak menyangka kalau apa yang ia pikirkan tadi bisa membawa dirinya lebih lama seperempat jam dari kecepatan ia berjalan biasanya.

Untungnya saat ia sampai di halte, busnya belum pergi. Kakinya dengan lincah menaiki tangga dan menyelinap duduk di bagian kiri yang masih kosong. Ia masih bisa mengambil napas sebentar sebelum lari maraton lagi.

Tapi sepertinya dewi fortuna tidak berpihak pada Yein.

Busnya berhenti di dua halte sebelum halte sekolahnya. Dan ini sudah lima menit busnya belum juga beranjak. Yein sudah menggigit bibirnya, takut ia benar-benar terlambat.

Ah, tidak ada cara lain. Ia akan menunggu sangat lama dan berakhir terlambat atau dia harus turun dan berlari sampai ke sekolahnya.

Namun jarak ia sekarang ke sekolahnya sesungguhnya sangat jauh untuk berjalan kaki. Catat, sangat jauh.

Toh ia benar-benar keluar dari bus itu dan sedetik kemudian ia bersyukur punya mata yang tajam. Kini dirinya berdiri menantang angin (dan sosok seratus meter di hadapannya).

Mengakibatkan pemilik motor sport merah mau tak mau menggunakan rem tangan dan kakinya semaksimal mungkin. Sumpah serapah sudah tertahan di bibirnya, siap ia lontarkan setelah melepas helmnya, “Heh kau gila?! Kalau mau mati jangan disini! Lompat gedung saja sana! Jangan merepotkan orang.”

Yein merotasikan bola matanya. Kalau saja ini bukan hal mendesak, ia tak akan mau melakukannya. Ia berjalan pelan mendekati orang itu, “Kamu murid Seoul Science High School kan? Aku nggak mungkin salah karena kamu pakai seragam yang sama sepertiku. Aku nggak mau basa-basi, upacara pembukaan lima menit lagi dimulai, aku mau nebeng.”

Lelaki itu malah melongo. Entah mimpi apa ia semalam bisa bertemu gadis senekad di hadapannya.

Toh ia tetap mengendikkan kepala ke jok belakang motornya dan bergegas memakai helm. Yein hanya tersenyum tipis, walau dalam hati bersorak girang karena ia tak akan terlambat kali ini.

Orang itu segera menggas motornya tanpa bertanya apa Yein sudah siap atau belum. Mana sekarang juga kecepatannya gila-gilaan. Untung saja Yein sudah terbiasa diboncengi Bambam yang memang tak pernah tidak mengebut dan mengajari Dahyun yang baru bisa menggas dengan kekuatan ekstrem tapi tak konstan.

Yein menarik napas panjang dan menghembuskannya. Kini dirinya hanya bisa mencengkeram rok sekolahnya dan menatap punggung didepannya dengan berapi-api.

Tidak, ia tidak akan memeluk bahkan memegang satu ujung pun tubuh dihadapannya. Ia bahkan berencana membakar hidup-hidup makhluk tidak sopan ini kalau dia punya kesempatan.

Ia bisa bernapas lega karena hanya dengan satu menit ia bisa sampai di sekolahnya.

Dengan sigap Yein turun dari motor itu. Walau sudah dongkol setengah mati pada orang ini, ia toh masih punya sopan santun, “Terima kasih atas tumpangannya ya. Kamu Jung Chanwoo kan? Salam kenal dan semoga kita bisa bertemu lagi ya.”

Bohong. Asli itu seratus persen bohong.

Dan makin gondoklah Yein ketika uluran tangannya hanya dipandang dingin oleh lelaki ini. Rasa-rasanya Yein ingin mengganti tujuannya menulurkan tangan dari menjabat menjadi menampar.

“Aku rasa kamu nggak mau bertemu denganku lagi.”

Sudah. Ia meninggalkan Yein dengan tangan masih terulur.

Keluarlah sumpah serapah dan kata-kata yang tak pernah Yein ucapkan sebelumnya. Ia tak habis pikir ada makhluk seperti yang ditemuinya pagi ini. Ia masih mengutuk sampai bel sekolah berbunyi dan Yein baru sadar….

“Astaga aku kan harus berdiri di barisan depan!”

.

Sujeong berjalan santai. Tadinya ia memang tak berencana terlambat hari ini, sayangnya ia lupa untuk menghidupkan alarm dan kerja otaknya sudah memprogram setiap hari bangun jam tujuh karena libur.

Tadinya ia pikir kalau mandi hanya lima menit tanpa dandan dan makan semenit ia tidak akan terlambat, tapi kalau ia pikir lagi, mana bisa pergi dengan naik bus mematokkan waktu. Ia kan tak akan tahu kendala apa yang ada di jalan sana. Menghubungi orang-orang idiot itu pun rasanya percuma. Mereka pasti sudah pergi dari jam tujuh silam. Keenamnya anggota OSIS dan memang harus baris di depan podium jadi tak mungkin masih ada di rumah atau dalam perjalanan ketika Sujeong baru saja menyelesaikan segala sesuatunya di rumah.

Otaknya berpikir nakal, “Kalau sudah basah ya mending basah sekalian.”

Makanya, sudah jam setengah sepuluh dirinya baru sampai di kawasan sekolah. Bukan karena macet, tapi ia berleha-leha dulu di rumah sampai jam delapan lewat.

Lalu bagaimana gadis ini bisa masuk? Ia kan tidak mungkin lewat gerbang, satpam pasti mencegatnya dan kemungkinan terburuk adalah membawa dia ke ruang kesiswaan dan gelarnya sebagai siswa teladan akan kandas seketika dihadapan guru.

Salahkan Bambam atas semua ini. Kalau ia tak tahu cara ini juga mana mungkin Sujeong berani terlambat.

Kini dirinya sudah ada di tenggara bagian sekolah dan sibuk mengetatkan tali tasnya. Kakinya pun ia putar-putar dan menarik napas.

Lalu dirinya memanjat pagar.

Iya pagar.

Bagian pojok tenggara sekolahnya memang taman, jadi banyak pepohonan yang menjulur hingga keluar pagar, juga ada beberapa pijakan kecil yang dibuat siswa-siswa terdahulu agar mereka bisa menghirup udara luar sekolah (bahasa awamnya cabut). Entahlah, padahal lingkungan ini sudah ada sejak Sujeong masuk sekolah tapi sekolah tak pernah memperhatikannya. Mungkin kepala sekolahnya terlalu percaya diri bahwa murid-murid Seoul Science High School adalah remaja terdidik yang tak akan berpikir kabur dari sekolah. Tapi pikirannya salah.

Dulu selain Bambam, seniornya pernah menunjukkan tempat ini untuk mengajak Sujeong cabut, tapi ditolak mentah-mentah. Waktu itu dia masih kelas sepuluh, masih jadi junior polos yang taat aturan dan kandidat pengurus OSIS sekaligus Ketuanya. Jadi tak mungkin ia mengikuti ajakan seniornya.

Mengingat itu Sujeong hanya tersenyum miris.

Ia memanjat seakan itu hanyalah tangga. Toh ia tak mungkin khawatir, ia sudah melewati jalan ini beberapa kali (bahkan Jungkook pernah melewati ini) dan keadaan saat itu sedang sepi. Ia juga sudah memakai celana pendek di dalam roknya, jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Sujeong mendarat mulus. Kakinya segera saja memimpin ke lantai tiga, dimana kelas tingkat atas berada. Terlebih dahulu mengecek mading untuk mengetahui dimana kelasnya.

Koridor sudah ramai. Kalau Sujeong tidak salah, upacara telah selesai sepuluh menit yang lalu. Ia mengendikkan bahu. Tidak merasa khawatir kalau-kalau mendapat bangku yang tidak strategis dan teman yang tidak asyik. Ia sangat yakin kelima sahabatnya masih menempati kelas yang sama dengannya (untuk sekadar informasi, Ayah Solbin adalah Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum). Lagi pula ia kenal dengan hampir seluruh angkatannya. Tidak masalah, itu bukan sesuatu yang mengkhawatirkan.

Sampai ia benar-benar melihat papan pengumuman, ia segera mencari namanya diantara ratusan murid lainnya. Memang tidak perlu repot-repot. Namanya ada di kelas 3-A, bersama Ahn Solbin, Choi Yuju, Jeon Jungkook, Kim Mingyu dan Kunpimook Bhuwakul. Tapi tunggu dulu….

“Kenapa nama orang itu ada disini?”

Sujeong tak mau berpikir lama-lama. Ia segera mengeluarkan ponselnya mencari nama Jungkook kemudian meneleponnya, tapi yang menjawab malah operator.

“Sial.”

Gadis itu segera berlari menuju kelasnya. Ia tak perlu bertanya atau mencari lagi, dulu waktu kelas sepuluh dirinya sering sekali ke ruang kelas 3-A, jadi ia sudah hapal luar kepala.

Dan segera saja ketika ia sampai di depan kelas, ia membuka pintu dan berseru, “Jeon Jungkook!”

Syukurlah, orang yang dicarinya ada di barisan paling belakang. Baru saja memunculkan seujung rambut namun Sujeong sudah terlalu mengenalnya bahkan kalau ujung kuku kakinya saja yang terlihat. Ia segera menghampiri lelaki itu dan menyeretnya pelan keluar kelas.

“Hei hei Sujeong…. Ada apa?”

Bibir itu bungkam. Tangannya masih saja menyeret Jungkook menjauhi kelas. Ketika ia mendapat tempat yang bagus (yang tidak ada satu pun orang lewat) baru tubuhnya menghadap ke arah Jungkook.

“Jungkook-ah, batalkan perjanjian kita.”

Jungkook hanya mengerutkan alis.

“Itu…. Aku tidak jadi bosan denganmu.”

Mendengar kalimat Sujeong membuat Jungkook terbahak-bahak sampai Sujeong harus susah payah membungkam mulutnya.

“Sudah jauh-jauh ke tempat sepi harusnya mulutmu itu diam!” bisiknya geram.

Tapi dengan satu tangannya, Jungkook berhasil menyingkirkan kedua tangan Sujeong dari mulutnya, “Ya habis kamu itu lucu. Nggak ingat kemarin bilang sudah bosan denganku? Kan kamu sendiri yang bilang, aku sih terserah.”

“Iya aku salah. Puas?”

Jungkook tersenyum tapi menggeleng, “Tidak. Untuk apa puas? Sekarang yang bosan itu aku. Masa tiga tahun berturut-turut ketemunya kamu lagi kamu lagi. Lagipula Im Ssaem pasti maunya aku dan kamu dipisahkan. Kita itu rival Sujeong-ah.”

Sayang sekali, tapi Sujeong benar-benar harus menjauh dari orang itu.

“Persetan dengan Im Ssaem dan perjanjian kita! Kali ini kamu harus membantuku Jungkook-ah….”

Jungkook terkekeh lagi, “Memangnya kenapa?”

“Ah sudahlah kamu nggak perlu tahu.”

“Kalau begitu aku nggak akan membantumu.”

“Ya Jeon Jungkook!”

“Apa?”

Please…. Sekali ini saja ya?”

“Alasannya apa dulu?”

Sujeong berpikir, menimang-nimang apakah informasi ini berharga untuk Jungkook ketahui atau tidak. Ah toh nanti Jungkook juga tahu kalau dikelas kan?

“Yah, cewek itu sekelas dengan kita.”

Alis itu kembali mengerut, “Siapa?”

“Itu…. Ah masa kamu nggak ngerti?!”

“Cewek di angkatan kita banyak Ryu Sujeong. Memangnya aku peramal bisa baca otakmu?” dengus Jungkook. Ini yang Jungkook tidak suka dari perempuan. Memberitahu hanya setengah-setengah. Ia bukan peramal atau scanner. Jadi, kenapa ia harus tahu apa yang tidak diberi tahu perempuan?

“Kamu nanti juga tahu. Pokoknya aku sama kamu ya?”

Sekali lagi ia menggeleng, “Tidak sebelum kamu kasih tahu penyebabnya.”

“Ah bodo amat! Aku menyesal minta bantuanmu!”

Dan Sujeong pergi dengan sumpah serapah.

“Sama-sama penyihir!”

Jungkook hanya terkekeh melihat respon dari Sujeong, “Anak itu makin kesini makin galak, atau brutal ya hahaha. Dasar bodoh. Kalau bukan karena dia juga kamu nggak akan separah ini. Sujeong, Sujeong kapan kamu bisa kembali seperti dulu sih?”

Kakinya mengikuti kaki gadis itu hingga sampai ke kelasnya. Tadinya dia ingin segera menduduki bangkunya di deretan belakang bersama Junhoe, tapi ia berhenti mendadak.

Dan sepertinya ia tahu alasan Sujeong meminta bantuannya.

“Ma-maaf Jiho-ya aku sudah duduk dengan Jungkook, kamu tahu kan aku… ehm… selalu duduk dengannya?”

“Ah sayang sekali. Kupikir gosip yang beredar salah, ternyata benar ya,” ujar gadis berambut lurus panjang itu.

Jungkook sebenarnya tidak peduli ia harus duduk dengan siapa. Sama tidak pedulinya dengan urusan cewek didepannya.

Yah, sayangnya cewek itu Ryu Sujeong, orang yang sudah bersama-sama dengan dia dari Sekolah Dasar.

Terpaksa ia menghampiri Junhoe dan berkata, “Sorry bro, aku duduk dengan Sujeong lagi.” Kemudian mengambil tasnya.

“Hah payah. Sudahlah, jadian saja sana.”

“Sialan kau,” balas Jungkook dengan jotosan kecil di lengan Junhoe. Ia segera berlalu dan menghampiri Sujeong.

“Heh penyihir, gara-gara kamu kita jadi duduk di depan.”

Sujeong tertawa alih-alih menggerutu. Padahal tahun lalu ia akan mengorbankan apa saja demi duduk di belakang. Alasannya cuma satu, kalau di depan ia tak akan bisa curi-curi kuap, tidur, dan menyuapkan makanan kalau dia lapar.

“Seokmin dan Jaehyun sudah sepakat untuk tukar tempat duduk dengan kita,” jelas Sujeong sembari segera menempati tempat duduk yang tadinya dihuni dua lelaki yang disebutkannya.

Jungkook mau tak mau bingung dan ragu-ragu meletakkan tasnya,”Seorang Seokmin dan Jaehyun?! Kamu kasih mereka apa?”

“Jaehyun bilang ia ingin lebih giat belajar dan fokus makanya mau ke depan. Dan Seokmin….” Sujeong sengaja memberi jeda untuk kekehannya, “Dia itu suka dengan Yuju tahu! Aku yakin seratus persen Jaehyun hanya memberi alasan, padahal pasti Seokmin yang memaksa mereka untuk pindah. Tempat kita kan tadi di depan Yuju dan Solbin.”

“Nggak masuk akal, tempat ini kan di belakang Yuju juga.”

“Tapi ia jadi hanya bisa memandangi punggung Yuju kan? Mana seru lagi! Kan kalau di depan dia bisa mengganggu sambil melihat wajah Yuju. Ah lucu sekali.” Kemudian kedua lengan Sujeong ditaruh diatas meja dan kepalanya bertumpu.

Jungkook tidak menanggapi. Galak-galak begitu Sujeong juga perempuan yang suka cerita melankolis dan bisa menangis karena drama. Dan Jungkook masih tidak mengerti dimana keseruan cerita melankolis yang lebih sering tidak masuk akal itu.

Menit-menit berlalu hanya diisi dengan Jungkook yang membaca buku dan Sujeong yang melamun. Pikirannya pergi kemana-mana. Ke cerita dua tahun silam, ke masalah tadi pagi, sampai ke kesalahpahaman yang diterimanya.

“Jungkook-ah.”

“Hmm?”

“Kamu nggak risih apa dengan omongan yang lain?”

Jungkook masih terfokus pada bukunya dan menjawab seadanya, “Apa?”

“Itu, gosip antara kamu dan aku?”

“Yang pacaran?”

Sujeong mendengus. Sebal karena Jungkook terlalu terang-terangan.

“Memang kenapa?”

“Kok tanya kenapa? Memangnya kamu nggak risih?”

“Risih. Siapa juga yang mau pacaran dengan penyihir kayak kamu.”

“Sialan,” dengus Sujeong. Sahabatnya memang tidak pernah tahu etika.

Ya, Sujeong juga sih.

Mereka berdua diam lagi.

“Eh, tapi kamu nggak pernah suka sama aku kan?”

Akhirnya Jungkook melepaskan pandangan pada bukunya dan beralih ke Sujeong, “Kok ada ya orang yang terlalu percaya diri seperti kamu, Jeong.”

Kalimat itu menghasilkan cubitan ringan di lengan Jungkook, “Tinggal jawab saja kenapa harus mengolok segala sih?!”

“Mana mungkin sih Jeon Jungkook yang keren ini bisa suka dengan penyihir kayak kamu.”

Sujeong melempar buku tulisnya ke arah Jungkook, “Makan nih buku!”

Tapi Jungkook terkekeh. Bukan, alasannya bukan karena apa yang diucapkan dia tadi, tapi ia tak mungkin bisa suka dengan Sujeong.

Jeon Jungkook dan Ryu Sujeong itu sudah ditakdirkan bersahabat, bukan menjalin kisah roman picisan yang menjijikan itu. Dari dulu juga kedua insan itu sudah tahu arah takdirnya.

Lagipula Jeon Jungkook bukan tipe orang yang menganut sahabat jadi cinta dan teman makan teman.

.

Kita kembali lagi ke Jung Yein dan lingkungan barunya.

Dulu ketika di Incheon, dirinya memiliki banyak teman, bahkan lumayan famous. Tapi sudah tiga tahun di Seoul, ia masih susah menyesuaikan diri. Bukannya kuper, dulu waktu kelas sepuluh ia termasuk teman yang paling diandalkan dan disukai dengan teman sekelasnya.

Tapi tetap saja, ia tak akrab dengan teman seangkatannya.

Contohnya sekarang, dari nama-nama yang ia lihat di mading tadi, tak ada satu pun yang dikenal. Benar-benar kenal ya maksudnya, bukan anak-anak famous yang pasti satu sekolah tahu namanya. Itu bukan kenal namanya, itu hanya tahu.

Makanya Yein senang sekali ketika gadis disampingnya ini berinisiatif memperkenalkan diri dan mengajaknya berteman. Namanya Lee Suji, tapi gadis itu lebih senang dipanggil Halla. Katanya kalau ia dipanggil Suji akan mengingatkannya dengan salah satu K-Idol, dan Halla tipikal gadis yang tidak suka disama-samakan.

Dan ia termasuk gadis yang famous.

Satu orang saja sudah Yein kenal. Ia dan Halla juga tadi sudah berjanji untuk sebangku, jadi dia tak perlu repot-repot mencari teman lagi.

“Oh iya Halla, memang nggak apa-apa kalau aku sebangku denganmu? Kan temanmu banyak?”

Halla tertawa. Ia tak sampai pikir kenapa Yein bisa bertanya seperti itu. Sudah jelas kan?

“Temanku waktu kelas sepuluh kan hanya Elkie dan Shannon. Dan sekarang kami beda kelas.”

Yein mendengus, “Kamu jangan merendah seperti itu Halla. Kamu kan salah satu anak famous, masa tidak punya teman?”

Entah sudah berapa kali Yein membuat Halla tertawa, “Mana ada famous-nya? Mungkin beberapa anak kenal aku karena aku berteman dengan Elkie dan Shannon yang orang bule kali ya? Aku sih nggak famous. Contohnya yang famous di kelas itu seperti,” Halla memberi jeda sedikit untuk mencari barang bukti, “Vernon itu!” Sambil menunjuk lelaki bertampang bule, “Pinky cewek yang disana,” Jarinya kini menunjuk perempuan berambut bergelombang, sepertinya bukan orang Korea juga, “Ada juga Moonbin,” Oh itu teman sekelas Yein tahun lalu! “Dan hmm…. Chanwoo! Dia sepertinya yang paling tampan di angkatan kita ya?”

Yein memandang Halla dengan tatapan apa-kamu-serius nya ketika menyebut nama terakhir. Darimana tampannya? Kalau orang paling menyebalkan yang tidak punya sopan santun memang iya! Begitu kira-kira pemikiran Yein.

“Kenapa Yein?”

“Ah tidak.”

“Eh sebentar….” Sepertinya Yein baru sadar apa yang akan dihadapannya setahun kedepan, “Jung Chanwoo itu sekelas dengan kita?”

“Ya aku kan tadi menyebutkan nama anak famous yang dikelas kita Yein-ah. Memang kenapa?”

Wajah Yein mengeras. Sungguh sial dirinya hari ini. Tahu begitu, dirinya tidak akan mengucapkan ‘Semoga kita bertemu lagi ya’ yang sangat dipaksakan itu pada makhluk kurang ajar itu. Ia sungguh menyesal sekarang bersikap ramah seperti tadi pagi.

“Yein-ah, kamu nggak suka dengan Chanwoo kan?”

“Kamu gila?!” gertak Yein. Dan sedetik kemudian ia merasa ada yang salah, “Eh, maaf Halla-ya, maksudku, aku kan nggak kenal dengan Jung Chanwoo itu, jadi mana mungkin aku suka padanya.”

“Ya banyak kan yang seperti itu? Secret admirer? Yah seperti itulah. Chanwoo dingin sih, tapi banyak juga yang suka dengan dia, heran. Eh tapi omong-omong siswa famous, kamu tahu Jeon Jungkook sunbae? Dia itu sudah tampan, pintar, ketua OSIS pula. Ada ya orang seperti itu? Astaga, kalau bisa aku mau deh jadi pacarnya.”

“Eh?” Dendrit-dendrit Yein rasanya terputus di beberapa tempat. Ia tiba-tiba merasa kosong dan hatinya terasa dicubit tangan tak terlihat.

“Oiya, kamu itu sebenarnya famous loh, Yein-ah banyak yang tahu kamu dan suka kamu loh. Contohnya si….”

“Selamat pagi anak-anak!”

Halla menghentikan celotehnya dan segera menghadap ke depan seperti gadis di sebelahnya. Yein memang menyampaikan salam dan terlihat memperhatikan. Tapi dalam hatinya, entahlah, kok tiba-tiba sakit?

To Be Continued-

Aloha! Persimpangan balik lagi nih hehe. Semoga gabosen nunggunya ya! Gimana gimana? Itu udah agak ketebak ya ceritanya Sujeong sama Yein? Ada beberapa petunjuk di chapter ini huahahahaha. Dan jelas, di chapter selanjutnya pasti lebih banyak yang kebongkar dan lebih banyak cast yang bakal mampang disini, entah mampang nama aja atau ya emang jadi salah satu tokoh yang ambil peran besar ehehehe.

Oiya, aku pengen minta maaf kalo updatenya kayak siput, yah maklum otak belom pro nih. Aku juga masih sibuk sibuk nyari universitas jadi maafkan TT (Tapi kalo ada yang mau doain aku dapet universitasnya juga dipersilakan! Hehehe). Ditunggu chapter 3 nya!^^

Dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak (Komentar dan Likes diterima dengan senang hati)!

Phynz20’s signing off~

Advertisements

25 thoughts on “Persimpangan [Chapter 2]

  1. aku doain ines semoga cepet dapet univ ya 😀 semangat!!
    btw aku langsung cabut dari chap 1 ke sini setelah kamu promosiin ehehe~

    jujur aku mau nguquq ngebayangin yein yg penampilannya anggun itu tau2 lompat ke motor chanwoo😂 also… aku jd kepo nih dgn sujeong-jiho, kedua idol yg paling pengen kuliat momennya, apa yg terjadi pada mereka? pernah musuhan kah? kalo bener pernah, untung yein ga nyapa pas dia berangkat ehehe /sok tau bgt dah u,u/

    btw lagi, aku kepo kamu bgt bakal pasangin yein sama siapa; jungkook, yg juga disukai halla;atau chanwoo, yg baru pertama ketemu tp udah ribut duluan😂😂 dan satu lagi: V dimana… ‘-‘

    semangat terus ines~ tak masalah meski kamu update selambat siput, asal ffnya engga berhenti di tempat!💪

    Like

    • Ulfaaaaa uh makasih udah jadi first comment! XD Kamu gerak cepet banget XD
      Trus makasih juga semangatnyaaa! Amin aminnnnn XD
      Jadi gagal kayak cewek cewek kalem gitu ya si Yein yaampun :”) Kebanyakan main sama mbak Sujeong sih disini haha XD
      Gimana ya Sujeong-Jiho itu….. complicated deh._.
      Ribet ya Chanwoo apa Jungkook heu, apa kalo ga dua duanya buat aku aja…… (Nggak gini nes…..)
      V-nya masih keramas Faaaaa (makin ganyambungXD)
      Hehehe, iya semoga otakku bisa lancar jaya (?) buat ide fic ini biar cepet rampung :”)
      Makasih udah baca dan komentar Faaaa ❤

      Liked by 1 person

  2. Asiik update juga akhirnya.. ehe..

    Kusuka sama pikiran Sujeong yang “Kalau sudah basah ya mending basah sekalian.”
    aku juga sering banget mikir gitu..;v malah kadang aku suka mikir Kalo udah telat ngapain masuk.. muehehe.. /ditendang

    trus disini belom keliatan ya main cast cowok nya siapa.. tpi klo dari kutipan “Kamu pilih yang mana, sahabat jadi cinta atau benci jadi cinta?” Berarti kandidat/? Cowok buat Sujeong ya Mingyu..;v buat Yein Chanwoo yah.. /soktau

    Btw kusuka interaksi JungkookSujeong disini.. ehe.. kusuka kalo ada bumbu2 friendzone gini..;;)) /apa

    Tapi ada kata2 yang Jungkook bilang dia gk bakal jadi temen yang makan temen.. udah fix Mingyu suka Sujeong.. lah Bambam.? Gk bisa pasangin dia sama Sujeong..;v /ditabokbam
    Apakah ntar mereka bakal memperebutkan satu cinta..? Dan akhirnya fic ini berubah genre jadi kek sinetron abal2..:”)) /gak
    .
    .
    .
    .
    .
    Tpi tapi tapi.. need Taehyuuunngg.. sumpah maksa.. ngehe..;v jadiin Taehyung cowok brengseknya peliss/? ;v

    Udah lah ini mah aku nyampah gk jelas.. btw abaikan aja kalimat yang akhir kaka..:”v itumah cuma omongan gaje diriku saja.. muehehe..

    Ditunggu aja lanjutannya..

    Like

    • Seneng banget kamu balik lagi trus komentarnya panjang lagi XD
      Ehehehe, maaf lama banget ya? TT
      Hahaha, harusnya jangan ditiru, soalnya Sujeong lagi bandel XD
      Mingyu Chanwoo bukan ya? Ahahaha nanti di cek di part part selanjutnya yaaa (malah bikin penasaran) hahaha XD
      Friendzone?! Wah sakit tuh….. (Yha)
      Hahaha kasian amat mas Bam nggak diitung jadi kandidat XD
      Tapi emang ini kayak sinetron kok…….. :”)
      Mas Taehyungnya lagi dibujuk buat ikutan main nih, gatau deh dia mau atau nggak huhu (Inesnya lagi kesambet maaf…………..)
      Tapi tapi……. Brengsek yaampun :”)
      Siap siapppp ditunggu aja yaaa ❤
      Makasih udah baca dan komentarrrrrrrr ❤

      Like

  3. Ini tuh salah satu yg aku tunggu-tungguh loh :’D

    Sebenernya aku ga bisa tebak ini semuaa, ini membuatku bingung. antara Jiho(mungkin)- Sujeong. atau Jungkook-Yein. ada apa gerangan mereka ? atau Sujeong-Yein ??

    wahhh serius.. fast update dong/maksa/ hehehe..

    Semangat buat author yg lagi nyari Univ.. kamu 98Line?

    SEMANGAT 😀

    Like

    • Halo adelllll
      Wah ditunggu tunggu jadi seneng XD
      Mereka semua ada hubungannya kok yang pasti._.
      Semoga bisa cepet berkembang ya idenya biar cepet update juga hehehe XD
      Makasihhhh ❤ Nggak kok, aku 97lines cuma emang ya angkatan tahun ini._.
      MAKASIH BANYAK LOH ❤

      Like

  4. Dan juga aku menunggu V agar ikut andil di sini..

    btw hatinya Yein ngilu kenapa ya?
    Aku suka ke Jungkook-Yein thor.. soalnya Canu buat aku/abaikan!/

    Like

  5. jungkook ngasih kode kalau diantara sahabat sahabatnya ada yg suka sama sujeong
    yein ada rasa sama jungkook
    sujeong punya masalah di masa lalu dan ada kaitannya sama jiho
    ada yang suka sama yein tapi masih dirahasiain :p

    berasa jadi conan setelah baca fanfic kak ines :’D YA POKOKNYA DITUNGGU KELANJUTANNYA DAN SEMOGA DAPAT UNIV YANG DIHARAPKAN YEAY ♡

    Like

  6. Rasa-rasanya si Yein suka sama Jungkook ya? Aku sih udah nyadar pas chapter 1, disitu ada kode dari Sujeong kalo Yein suka sama Jungkook.
    Kayanya seru nih kalo Chanwoo suka sama Yein, hohoho.. Yein bakalan bingung mau pilih siapa..
    Iya, eon. Taehyung jadiin cinta pertamanya Sujeong ya? Ya?
    Sebenernya kalo Sujeong jadinya sama Bambam atau Jungkookpun aku gak masalah. Karena aku nge ship Ryuvely sama siapa aja..
    Oh iya, kenapa Sujeong menghindari Jiho ya? Ada apa ya? Aku tunggu next chapter, eonni..
    Jangan lama-lama ya.. ^^

    Like

    • Halo Khilda~
      Sepertinya gitu ya? Wkwkwkwk
      Wah, kurang ahli nih Yein nyembunyiin perasaannya wkwkwk
      Ini dalam tahap ngebujuk Taehyung biar jadi cast disini kok (lah ngaco hahahaXD)
      Wah, emang ya kamu fans nya Ryuvely XDb
      Cek di part part selanjutnya aja ya~~~~
      (Semoga aku bisa cepet dapet ilham buat chapter selanjutnya biar cepet di posting hehe)
      Makasih udah mau baca dan komentar ❤

      Like

  7. Sukses cari unniv nya ya semoga dapet amin, ku juga sedang cari tapi malah menyempatkan diri membaca ff coba kau pikirkan coba kau renungkan tanya bintang-bintang hanya mingyu yang ku sayang /plak :’v

    btw sujeong sama mingyu sj yes kalo misalnya cinta pertamanya taehyung ya masa lalu lah….. biarlah masa lalu :v kan sujeong maunya sama yang sekarang dan aku juga Minjeong shipper tapi Taejeong juga yah labil deh wgwgwgw. Kalo yein sama jungkook ajadeh itu kan cinta pertamanya (lho kok sotau bgt). Kalo sama chanwoo kurang aja feelnya (anjayy)

    Ditunggu kelanjutannya ya. Keep writing :’v

    Like

    • Halo Lovelinus ehehehehe
      AMINNNNNN semoga kita sama sama dapet univ yang diinginkan ya TT (Jangan pantang menyerah buat nyari univ! Masih ada poltek sama jalur mandiri kok hehehe)
      Hahaha jadi nyanyi XD
      Sujeong masih labil heu sama kayak Dek Yein juga masih polos heu hahaha XD
      Wah, jadi kamu #TimMinJeong atau #TimTaeJeong nih? XD
      Siappppp Ditunggu aja ya, sepertinya aku lagi on fire nih sama persimpangan hahahaXD
      Makasih udah baca dan berkomentar ❤

      Like

  8. ‘Bukan menganut sahabat jadi cinta dan teman makan teman’
    Siapa sih kook ‘teman’ yg gamau kamu makan itu(?)😝
    .
    Aak halla yein jadi chairmate~
    Yein-jk yha bikin penasarann huhu
    .
    Gasabar baca chap lanjutannyaa>< good luck juga yaa buat nyarii univnyaa semoga diberi yg terbaikk😃

    Like

    • Halo dwin hahahaXD
      Wah, masih (sok) rahasia nih Jungkooknya sama temennya sendiri hahahaXD
      Iyaaaa aku suka geregetan sama Yein-Halla XD
      Ditunggu aja yaaaaaa hihihihi XD
      AMIN AMINNNN Makasih doanya yaaaa huhu TT
      Makasih juga udah mau baca dan berkomentar hehehe

      Like

  9. Yein suka jungkook sepertinya(?) Dan chanu mungkin yang bakal ngejar” yein.. yehet my fav couple akhirnyaa
    Entah yah menurutku sujeong-jiho ada kaitannya sama si mingyu(?) Kebanyakan baca ff sujeong-mingyu-jiho maafkan 🙊..
    Jungkook ama sujeong pikirannya sama gak bakal nganut sahabat jadi cinta soalnya mereka udah punya cinta nya sendiri” hihi

    Btw semoga bisa keterima di universitas yang diinginkan, fighting 💪..

    Like

    • Halo Emmalyana25! Dengan Ines, 97lines disini! Salam kenal yaaa hehehe
      Hayo siapa yang suka Yein siapa yang disukai Yein? Wkwkwkwkwk
      Wah aku seringnya nemu FF Sujeong-Mingyu atau Jiho-Mingyu, gapernah di satuin._.
      Hahaha, soalnya Jungkook udah punya aku, jadinya dia gangelirik Sujeong (oke abaikan yang satu ini)
      AMINNNNNNN!!!!!!! Terimakasih doanya huhuhuhu TT
      Terimakasih sudah membaca dan berkomentar juga yaaaaa ❤

      Like

  10. Sujeong anak OSIS tapi berani juga ya kaya gitu, hebat hebat XD
    Untung aja Yein ngga nyapa Jiho ya, soalnya kalo orang berteman biasa bareng tapi tiba-tiba udah ngga barengan lagi pasti kan ada apa-apanya wkwk
    Dan meskipun belum tau masalahnya, tapi jelas Sujeong ngehindarin Jiho
    Btw itu Jungkook sama Sujeong friendzone banget deh :’)
    Di sini ada tanda-tanda Yein suka sama Jungkook
    Tapi mungkin aja kedepannya dia lebih berurusan sama Chanwoo kan? hehe

    Like

    • Halo Aiharaaaa
      Dia cover doang anak OSIS, otaknya nggak OSIS dia mah :”) hahahaha
      Nah poin nya emang disitu sih ehehe._.
      Mereka nggak friendzone kok tenang aja :”)
      Mereka bakal sama sama berurusan kok huehuehue
      Btw, makasih udah berkomentar ya! ^^

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s