[A Book of Sacrifice] Introduction

SUM

A Book of Sacrifice: Introduction

Author: azeleza

Cast : Seo Jisoo [Lovelyz] || Kim Namjoon [BTS] || Lee Mijoo [Lovelyz] || Jung Hoseok [BTS]

Genre : School Life – Friendship – Drama – Angst

Length : ~ 2600 words

Rating : PG-17 (for cursing, SARA, mian._.v)

◊◊◊ Genre Summary ◊◊◊

◊◊◊ I ◊◊◊

Namjoon hanya bisa menggeleng kala Hoseok kembali menerjangnya dengan pertanyaan. Tanpa perlu dijelaskan, Namjoon yakin Hoseok sudah tahu bahwa bekas darah yang menempel pada seragam SMPnya pastilah bukan milik orang lain. Terlebih ketika sampai sekarang Namjoon belum berminat membersihkan luka pun lebam yang menghiasi wajahnya.

“Baiklah. Aku…hm, setidaknya bersihkan lukamu,” ucap Hoseok, menyodorkan buntalan kapas dan pembersih luka. “Bisa sendiri, kan? Omong-omong, kemarin aku membaca manhwa  Jiwoo noona dan melihat adegan perempuan yang mengobati luka pacarnya. Kau tahu,” Hoseok menyentuh dahinya, kemudian menggeleng kuat-kuat, “mereka berakhir dengan berciuman dan aku tidak mau ki-”

Aish, iya, iya aku akan membersihkan lukaku,” potong Namjoon, bangkit berdiri menuju kamar mandi sambil meraih kapas dan cairan pembersih. Sampai sekarang, ia masih bergidik atas asumsinya terhadap apa yang bisa saja laki-laki Jung itu lakukan. Namun sejatinya, Namjoon bersyukur karena tungkainya mampu membawanya berakhir di depan rumah Jung Hoseok.

Namjoon tidak mengerti. Mengapa membuat sepenggal puisi di halaman belakang buku tulis dikatakan hal yang gila? Lalu, apa sebutan yang pantas untuk perlakuan Ayahnya ketika laki-laki berpendidikan tinggi itu memukul Namjoon dan mengumpat ketika yang Namjoon lakukan hanyalah mengharapkan sebuah pengertian?

Ketika Namjoon keluar dari kamar mandi, Lee Mijoo sudah duduk bersila di atas kasur Hoseok bersama dengan chip madu favoritnya –sedang booming, katanya. Sedangkan sosok Hoseok lenyap dari ruangan. Mengambil beberapa kaleng cola, duga Namjoon –yang selalu akurat.

“Hai. Jarang melihatmu datang lebih dulu dariku, Namjoonie,” ucap Mijoo sambil mengulurkan bungkusan Honey Butter Chips.

“Ya, aku tidak bisa mengatur kapan Ayahku menggeledah kamar.” Namjoon memutuskan duduk di lantai, bersandar pada kasur dan akhirnya meraup beberapa potong chip. Ingatkan Namjoon untuk tidak tertular Honey Butter Craze karena ia sudah cukup gila dengan semua kelas tambahan yang dirancang untuknya.

“Sama seperti aku yang tidak bisa mengatur kapan mereka berdua pulang ke rumah pada waktu yang sama, huh?”

“Lagi?” tanya Namjoon tidak percaya.

“Ini yang ketiga.”

You okay?”

Tidak ada balasan. Sehingga Namjoon memutuskan menoleh ke belakang untuk melihat cekungan ke atas sempurna di wajah Mijoo yang telah basah oleh air mata.

“Lupakan. We both know we are not.

“Kalau memang mau bunuh diri, kenapa kau memilih lompat di atas gedung sekolah ketika sedang jam istirahat? Attention whore.”

Mijoo mengempalkan kedua tangan. Setelah menghantui hidup keluarga dan teman-teman palsunya, menghabisi perempuan itu adalah hal berikutnya yang akan Mijoo lakukan setelah kematian.

“Jangan bertingkah seperti anak balita yang merajuk minta dibelikan gulali, deh. Kau berlebihan. A typical spoiled rich kid.

Atau sekarang saja?

“Kau tahu apa, hah, Anak Baru?” teriak Mijoo.

“Kau bicara dengan siapa? Aku sudah hampir satu semester jadi murid di sini dan kalau kau bilang itu masih ‘baru’-”

“Kau. Seo Jisoo. Anak Baru tukang ngadu. Heh, kau bahkan tidak tahan digencet sedikit saja oleh senior,” ucap Mijoo tambah kencang.

Mata Jisoo membelalak. “Whoaa, aku tidak tahu kalau aku setenar itu. Selain fakta kalau aku ini anak baru, sih ya. Ada lagi?” balas Jisoo sambil tersenyum sinis. “Lagipula, aku tahu kau, Lee Mijoo. Siapa sih yang tidak tahu dirimu? Anak satu-satunya dari Komisaris Lee dan Hakim Park Minah. Kaya raya. Cantik. Populer. Cewek paling ramah di gang paling famous  satu sekolah. Makanya, aku rasa kau tidak perlu membuat drama bunuh diri murahan untuk menambah reputasimu.”

Well, itu berarti kau tidak tahu apapun tentangku, Seo Jisoo.” Mijoo turun dari atas dinding pembatas. Berjalan mendekati Jisoo dengan tangan di pinggang. Seo Jisoo harus tahu bahwa perempuan itu kali ini telah salah memilih lawan.

“Oh ya? Kau sering ke sini untuk merokok bersama si murid paling pintar Kim Namjoon aka Rapmonster –rapper misterius di Hongdae itu. Atau sering pura-pura sakit dan berakhir di toilet untuk menghisap benda itu lagi. Jangan-jangan kau juga mengkonsumsi nar-“

Ya, k-“

“Kau tahu dari mana?” potong Jisoo sambil tersenyum puas. “Kau bahkan tidak mengelak, Cerdas.”

Mijoo menggigit bagian dalam mulutnya. Sial.

“Kau menguntit kami berdua?” selidik Mijoo. Toh, untuk apa menghindar jika hari ini ia akan menghabisi nyawanya sendiri.

“’Ya’ bukan jawaban yang tepat. Tapi ‘tidak’ juga salah. Aku menguntit Rapmonster, Kim Namjoon, lebih tepatnya. Laki-laki itu menarik. Lebih menarik lagi ketika aku tahu kalau kalian berteman sejak kecil,” papar Jisoo sekenanya.

“Hah? Menarik dalam artian apa?” tanya Mijoo. “Kau akan mengadukan Namjoon? Kalau kau sampai-”

“Duh, tidak, lah. Aku tidak mengadu dan bukan pengadu. Para senior itu yang kelewat pintar karena melabrakku di lorong depan ruang olahraga yang sudah dipasangi CCTV. Lagipula, kisah senior yang menggencet juniornya sudah terlalu mainstream. Bukankah kisah romansa lebih menarik? Sama-sama mainstream sih, tapi, siapa coba yang tidak suka kalimat-kalimat manis dan beberapa kali adegan ciuman yang panas?”

Mijoo mengernyit, lantas melipat tangan di depan dada. Ada yang kurang benar dengan otak Seo Jisoo dan ia tidak tahu apa. Kalimat yang keluar dari bibir perempuan itu penuh sarkasme dengan ekspresi wajah yang sarat Mijoo artikan. Oh, lagipula, Mijoo memang tidak ahli menilai orang.

Terbukti dari beberapa ‘teman’ yang ia miliki sekarang. Bodoh, Mijoo tahu itu.

“Kau aneh.”

“Tepat. Dan kau tidak benar-benar ingin bunuh diri, Lee Mijoo.”

Hati Mijoo mencelos. Setelah melihat laki-laki tua yang harus ia panggil Ayah tiap hari bergandengan tangan dengan seorang gadis seumurannya masuk ke dalam hotel, Ibunya yang minum-minum tiap malam untuk memulai pertengkaran keseribu kali dengan sang suami, diiringi suara perabotan yang pecah bersama teriakan, Lee Mijoo yakin ia sudah lelah dengan ini semua.

Ia anak yang tidak pernah cari masalah. Selalu dapat dibanggakan ke kumpulan kolega ketika ia harus ikut ke pertemuan di hotel-hotel mewah. Tapi, setelah mereka sampai di rumah…

Apa?

Eksistensinya diacuhkan oleh orangtua. Keduanya hanya bertengkar seakan kegiatan itu adalah tindakan paling benar untuk dilakukan. Dan itu membuat Mijoo kesal. Kesal sampai rasanya ia tidak bisa bernapas dan sakit jiwa. Ia tidak bisa melakukan apa-apa.

Mijoo tidak ingin jadi gila. Bukankah lebih baik mati ketika ia masih menjadi…manusia?

“Kau pintar bicara, ya, Seo Jisoo? Kau bisa bicara seperti itu karena kau tidak mengalami apa yang aku rasakan,” Mijoo berhenti untuk menarik napas, kepalanya mulai berkunang-kunang sekarang.

Hei, sudah berapa lama Mijoo tidak menghisap benda itu?

“Kau…bitch.” Mijoo berbalik. Tidak ada gunanya membicarakan perasaan, toh Mijoo tahu tidak akan ada yang mengerti dan memahaminya. Bahkan dirinya sendiri.

“Semua itu juga tepat, Lee Mijoo,” suara itu masuk ke pendengaran tepat sebelum tangannya ditarik paksa untuk berlari ke depan. “Dan perempuan jalang ini akan mendukungmu.”

YA!!” teriak Mijoo ketika tubuhnya terdorong hingga menabrak dinding.

“Lompat saja. Kau mau lompat, kan?”

“Kau gila, Seo Jisoo,” desis Mijoo, menutupi nyeri yang menyerang punggungnya.

Senyum miring kembali tercipta di wajah Jisoo ketika langkah kakinya semakin mendekat. “Kali ini kau salah, Lee Mijoo. Yang gila itu bukan aku, atau kau. Tapi dunia ini.”

Hoseok nyaris mengumpat ketika cola dingin yang baru ia buka langsung berpindah tempat dari genggaman tangannya.

“Lee Yeji. Kau tahu apa kebiasaan buruk perempuan jalang itu?” ucap Jisoo setelah membasahi tenggorokannya dengan air cola dingin –yang baru saja ia rebut dari Hoseok, tentu saja.

Hoseok mengangkat kedua bahu, lantas tersenyum ketika ia berhasil mengambil kembali colanya, “Menjual rokok berbahan dasar kanabis?”

“Bernapas,” ucap Jisoo sambil mendesis. “Eh, Si Cerdas, sudah berapa lama kau dan Mijoo mendapatkan benda-benda surga fana itu darinya?” tanya Jisoo pada Namjoon dan telinganya yang tersumpal earphone. Sejatinya, Hoseok paham betul bahwa Namjoon sedang malas menanggapi celotehan Seo Jisoo yang dipenuhi sarkasme.

Please do me a favor. Jangan ganggu aku ketika aku sedang mengabaikanmu, Seo Jisoo.” Pun Hoseok juga paham Kim Namjoon belum sepenuhnya setuju atas kehadiran Seo Jisoo dalam pertemanan mereka.

“Whoa, nyalakan ACnya, Hoseokie. Panas sekali di sini,” suara Mijoo muncul setelah ia keluar dari kamar mandi.

Well, haruskah aku keluar?” Jisoo mengangkat setengah tubuhnya dari sofa.

Sarkasme lagi dan “For everybody’s sake, please fucking do,” Namjoon benar-benar kepanasan dengan tingkah menyebalkan itu. Biarpun demikian, ia masih memaku pandangan pada ponsel pintar yang berhasil membuatnya bisa tenang tidak melempar Seo Jisoo keluar dari kamar Hoseok.

“Terima kasih atas sambutan manisnya, Kim Namjoon. Glad to know that you finally acknowledge my sacred hotness. Do you love me now?” ucap Jisoo, lantas tersenyum lebar pada Namjoon.

“Termometer tidak bisa bicara, Nona Seo. Kau beruntung karena benda itu juga tidak bisa tertawa.”

“Ini remot ACnya,” interupsi Hoseok, berdiri di antara Jisoo dan Namjoon untuk mencegah terjadinya Perang Dunia Ketiga. Hm, kamarnya baru selesai direnovasi dan kerusakan parah yang bisa membuatnya tidak dapat uang jajan tiga bulan untuk biaya perbaikan bukanlah ide yang bisa ia akomodasi saat ini. “Jadi, kalian sudah berhenti berhubungan dengan perempuan itu, kan?”

Hoseok mengernyit ketika ia tidak mendapatkan balasan. “Tok, tok, tok. Ada orang di rumah?”

“Sudah belum, ya?” ucap Mijoo sambil menjulurkan lidah.

“Hei, aku serius. Kalian hampir tamat ketika kemarin ada razia tiba-tiba di sekolah. Ini bukan hanya rokok, lho. Kalian bisa dibawa ke penjara karena membawa narkotika. Dan…benda itu pasti akan memberikan efek samping yang luar biasa…kan?”

Tidak ada yang suara lagi. Kecuali kicauan Jisoo yang meminta Mijoo untuk mengepang rambutnya. Mijoo langsung tertawa kecil, berkata bahwa ia suka rambut Jisoo yang hitam lebat dan mulus lantas mengambil sisir dari dalam tasnya.

Wah, ini kamar Hoseok, lho. Tapi, ia seakan disingkirkan. Secara keseluruhan, kehadiran Seo Jisoo memang benar-benar membuat Hoseok asing.

Asing atas keceriaan alami milik Lee Mijoo. Pun dengan amarah Kim Namjoon karena…ya, Namjoon itu mati rasa. Laki-laki yang berhasil mengabaikan berbagai emosi.

“Cukup.”

Hoseok terlambat menyadari gerakan Namjoon. Kini laki-laki itu sudah menarik Jisoo bangun dari sofa dan menariknya ke pintu keluar.

“Sakit!”

What the fuck you want?” tanya Namjoon dengan nada tinggi. Oh, dan umpatan yang tidak lolos persetujuan badan sensor negara. Well, Namjoon sudah meledak. Sedangkan Jisoo berhasil menepis tangannya keluar dari kuasa Namjoon. Keduanya saling melontarkan tatapan menyalak.

“Jika ‘membuat Kim Namjoon dan Lee Mijoo merasa seperti di neraka karena harus mengikuti terapi pengguna ganja dan berhenti bersikap bahwa hidup mereka baik-baik saja ketika setiap hari mereka sedang menyusun skenario bunuh diri’ itu bisa dikatakan sebagai rencana, wow, judul rencana yang panjang, tapi ya,” Jisoo menggumam bangga, “Itu rencanaku.”

Bullshit, telling us to do this or that. Apa yang kau tahu tentang kami?”

Entah mengapa Hoseok bisa sedikit memahami amarah yang dialami Namjoon. Seo Jisoo bertindak layaknya ia telah mengetahui semua masalah dan perasaan Namjoon, pun Mijoo. Yang artinya, perempuan itu merupakan orang pertama yang Namjoon benci –setelah keluarga dan orang dewasa.

“Tidak banyak tentangmu. But, please do me a favor. Jangan memulai skenario bertema ‘kau tidak akan mengerti perasaanku karena kau tidak mengalami apa yang aku alami‘. Karena tentu saja aku tidak akan mengerti perasaan milikmu, karena itu milikmu. Dan aku juga tidak mengalami apa yang kau alami, karena, ya aku memang bukan Rapmonster yang sedang dalam masa pelarian. Let’s not state the obvious, ‘kay?” ucap Jisoo cepat, tanpa jeda hingga ketiganya hanya bisa terdiam kemudian.

I will stop if I were you. Kau pengganggu yang banyak omong. Kehidupanmu pasti kelewat sempurna sampai kau merasa bosan dan perlu untuk mengasihani orang-orang, huh, Seo Jesus? Good news, I’ve got no times in playing along because you are annoying and stupid as fuck. Ooooh,” Namjoon tertawa, sinis, berhasil membuat Hoseok meringis karena ia dapat menerka hal buruk- “Apa kau tidak punya teman lain? Tidak ada yang sudi berteman dengan Miss Bussy Body sepertimu, ya? That makes sense, you hypocrite loner.”

Hoseok bergegas ingin menghentikan Namjoon, namun tarikan tangan Mijoo berhasil mengagalkannya. “Aku sudah mendaftarkan diriku di pusat rehabilitasi. Pertemuan pertamanya besok,” kata Mijoo pelan. Dan Hoseok paham bahwa ketakutan jelas bersarang pada kedua bola mata perempuan itu.

“Temani aku, Hoseokie. Ya?” Kendati demikian, Lee Mijoo masih ingin melakukannya?

Apparently, I’m not as smart as fuck as you. But I do the fuck I want. Sejak kapan ‘ingin menyelamatkan nyawa orang’ butuh alasan?” Jisoo berjalan cepat ke dalam kamar untuk mengambil ranselnya.

“Aku akan menemanimu besok,” ucap Jisoo pada Mijoo sebelum ia kembali berdiri di hadapan Namjoon.

Do you do the fuck you want?” tanya Jisoo sinis. Dan tatapan…ingin menangis? Hei?

“Agh!” Namjoon berteriak. Tepat setelah Jisoo menendang kedua tulang kering laki-laki itu, lalu berlari keluar kamar.

Stupid coward dickhead rapper.

Dan stupid Hoseok karena ia pun merasa asing dengan dentuman tak teratur yang berasal dari jantungnya. Tadi semua itu apa?

Mau tahu sesuatu yang lucu?

We are doomed,” ucap Jisoo lemah.

I always am doomed after you came into my life,” respon Namjoon santai. Jemarinya menari cepat bagaikan sedang memainkan sebuah partitur di atas tuts piano. Kepalanya bergerak mengikuti irama dan kadang ada suara sumbang keluar dari mulutnya.

Penampakan yang aneh tapi Jisoo suka. Cinta memang buta. Dan malapetaka.

“Sejak kapan kau tahu Mijoo suka Hoseok dan Hoseok…menyukaiku?” Carut marut semuanya, hatinya sama sekali tidak tenang ketika perlakukan Hoseok akhir-akhir ini begitu manis dan menyenangkan.

Oh, tentu karena laki-laki yang Jisoo sukai adalah laki-laki bernama Kim Namjoon dengan perangai sekeras batu dan sama sekali tidak romantis. Yang terakhir bisa diralat jika kumpulan puisi cinta bertepuk sebelah tangan buatan Namjoon dapat dianggap sebagai indikasi bahwa laki-laki berbibir seksi itu masuk ke dalam kategori romantis.

“Ya Tuhan berhenti mengeluarkan lesung pipit itu, Kim Namjoon, dan dengarkan aku!” teriak Jisoo, lantas memukul paha Namjoon dengan buku kumpulan soal ujian akhir –yang terpaksa ia beli, karena, hei, walaupun belum tahu mau jurusan apa, Jisoo juga ingin menjadi anak kuliahan.

“Sejak kapan?” ulang Jisoo gigih. Ia bahkan siap melepaskan earphone Namjoon dari telinga laki-laki itu ketika Namjoon malah menangkap pergelangan tangannya.

“Entahlah. Setelah masa rehabku dan Mijoo selesai? Atau selama masa rehab?” Namjoon mendorong tangan Jisoo, membuat perempuan itu menjauh setidaknya lima senti darinya. Membuat Jisoo tersadar bahwa adegan tumbuhnya kisah cinta di atap gedung sekolah yang dimulai dari tidak sengaja berpegangan tangan –atau apapun itu- tidak akan terjadi di antara dirinya dan Kim Namjoon.

Jisoo menyandarkan punggungnya di dinding, lalu menghela napas. “Yang benar saja…itu sudah hampir setahun. Well, tidak sebanding denganku yang sudah suka padamu sejak pertama kali bertemu, sih.”

Dan tidak sebanding dengan Kim Namjoon yang menyukai Lee Mijoo sejak kecil. Dengar suara retakan? Itu suara hati Jisoo yang baru saja pecah, omong-omong.

Lalu Jisoo menyipit pada sosok Namjoon yang masih asik menggoyangkan kepala. “Aku tidak mendengarmu,” kata Namjoon akhirnya.

“Aku harap kau kena  karma dan jadi tuli sungguhan.”

Helaan napas panjang sebelum akhirnya Jisoo benar-benar menarik earphone  Namjoon agar terlepas dari telinga sang pemilik. “Lalu kita harus apa?” tanya Jisoo, tangan menarik kemeja Namjoon agar atensi laki-laki itu fokus pada dirinya.

Dan ini bukan salah satu tindakan yang masuk dalam daftar ‘1001 Cara untuk Membuat Namjoon Jatuh Cinta Kepadaku’. Kali ini Jisoo benar-benar bingung. Ia hanya bisa membayangkan bagaimana persahabatan mereka akan hancur berantakan.

Damn, kenapa Hoseok menyukainya? Seakan semua belum cukup nestapa ketika Jisoo menyukai Namjoon, namun Namjoon menyukai Mijoo, tapi Mijoo menyukai Hoseok. Padahal membuat Namjoon menyukainya saja sudah begitu sulit… Oh, ingatkan Jisoo untuk berterima kasih pada Hoseok karena telah menyukai dirinya, yang berarti Jisoo masih punya daya tarik. Memang laki-laki batu di depannya ini saja yang masih terlalu-

“Bukannya itu tugasmu?”

“Hah?”

Namjoon mencoba melepaskan cengkraman Jisoo, namun gagal dan hanya dibalas dengan tatapan bulat. “Seo Jesus-”

“Panggil itu sekali lagi dan aku benar-benar akan-” kedua jemari Jisoo merangkak naik ke kerah baju Namjoon, kemudian menggerutu, “Untung kau orang yang aku suka.”

“Memberitahu orang lain apa yang sebaiknya dilakukan adalah urusanmu, Seo Jisoo. Ingat kita pernah saling mengumpat -yang berujung kau menendang tulang keringku sampai sakitnya dua minggu- karena sikapmu yang suka ikut campur urusan orang lain itu benar-benar sudah kelewatan?”

Jisoo menggumam, panjang, semerta memikirkan kebenaran dari ucapan Kim Namjoon. Lalu menggeleng kuat-kuat sekaligus menggoncangkan kerah leher Namjoon. “Aku tidak yakin. Masa iya kita saling mengatakan cinta. Lalu apa? Kita ini empat orang yang sama-sama kena cinta bertepuk sebelah tangan, lho. Bagaimana jika kita semua jadi canggung satu sama lain?”

“Sebelum sempat melakukannya, aku bisa mati duluan di tanganmu,” keluh Namjoon, lalu mencoba melepas cengkraman tangan Jisoo lagi. Yang kali ini berhasil. Alih-alih tatapan kesal, kedua bola mata Jisoo yang mulai berkaca-kaca menghentikan Namjoon untuk melepas genggamannya.

“Pengorbanan.” Jisoo akhirnya kembali bicara. “Persahabatan atau cinta?”

Semilir angin membuat Jisoo semakin kedinginan. Suhu tubuhnya selalu lebih rendah dari normal ketika ia sedang berada di bawah tekanan. Lagipula, pertanyaan tadi sama sekali tidak perlu mengudara karena-

“Kau tahu jawabanku, Seo Jisoo.”

◊◊◊ a Book of Sacrifice ◊◊◊

◊◊◊ tentang Introduction ◊◊◊

  • Buku butuh kata pengantar, kan? Eheh
  • Pertama, Pain, mau nunjukin kenapa mereka broken. Tapi….aku lg gak dapet feelnya (mau nyalahin WEBE dan semua fancam konser Bangtan di Taipei rasanaya…), dan ya, gagal mau nunjukin alasan Namjoon dan Mijoo jadi broken gitu. Huf. Jadinya cuma setaraf, kapan awalnya mereka jadi orang yang “i’m alright but dying inside” gituh.
  • Kedua, Encounter, ini pertemuan pertama Misoo. Mijoo mau bunuh diri trus Jisoo iseng-iseng berhadiah (?) lagi ada di atap juga.
  • Ketiga, Love, karena yg terakhir kali nyadar dirinya lg suka seseorang itu, ya, Hoseok.
  • Keempat, Decision, ini awal-awal Jisoo tau kalo persahabatan mereka kena cinta segiempat (ugh). Jisoo tau gitu harus ada yang dikorbanin, makanya dia nanya ke Namjoon…mbanya sendiri masih bingung mau gmn T.T. Oh, Namjoon milih persahabatan, jadi dia ngorbanin cinta btw.
  • Dan ini semua kejadiannya sebelum Genre
  • Maafkan sekali lagi kalo itu semua gak disensor, karena, apa gunanya rating kalo akhirnya harus disensor? /EH/ ya walopun pasti gak diturutin jg sih /EH LAGI/
  • Di bagian ketiga, umpatan-umpatan yang dipake itu ada yang dianut dari lirik mixtapenya Rapmonster yg Do You. Ugh, favorit.
  • Intinya, di bagian ini cerita mereka emang belum banyak berjalan. /dikemplang/
  • Oh iya, Jisoo emang gitu. Jujur banget tapi diacuhin mulu sama Namjoon. T_T

◊◊◊ curhatan azel ◊◊◊

  • 94z banglyz yang selalu membuat galau menentukan kapal akhirnya hadir kembali T_T
  • kabar baik! aku udah libur kuliah~ *tebar confeti*
  • kabar buruk! aku kena WEBE~ :”D rasanya susah banget ngetik satu paragraf doang kzl. jadi, maafkan karena ini ya hasilnya begitu hiks
  • rasa-rasanya perlu banget nonton banyak serial luar yang isinya sarkasme untuk ngebentuk karakter Jisoo dan Namjoon di sini :”D
  • jisoo cantik banget gak siiih /iya ini curhat soalnya capek aku tuh ngeliatin foto2 mbaknya, bikin silau/
  • wah baru ngeh kalo aku menghilang 3 minggu~
  • seperti biasa, makasih untuk semua yang mau baca dan mengapresiasi ini dalam bentuk apapun ❤
  • hearteu ❤
Advertisements

41 thoughts on “[A Book of Sacrifice] Introduction

  1. Aaaaaakkkkk azel is back 😄 yaampun
    kangen banget sama (ff) azelnya ih *digetok
    ini apa yaaa? aku kayanya harus baca berulang2 dulu baru masuk ke otak wkwk
    tapi yaaaaa ff Mijoo ini lumayan bikin kekangenan aku sama Mijoo (dan azel juga dong) kesampean.. kangen Mijoo yg lagi hiatus karena cedera huhu sedih 😢

    Sehat selalu azeeelll 😙

    Liked by 1 person

    • Imeeel! Aku udah libur kuliah huhuhu :”) Kamu gimanaaan?

      Huaa aku jg kangen oppaaaa /itu mah tiap hari…/ getok diri sendiri T^T

      Ini…ini 94z banglyz kecintaankuh yg bikin galau :”)

      SAMA AKU JG KANGEN MIJUH! HUAAA SUKA NYES SENDIRI GITU AKU TUH LIAT MEREKA CUMA BERTUJUH :”(

      sehat selalu juga imeeeel 😘😘😘 makasih udah mampir ♡♡♡

      Like

      • Aku malah lagi sibuk2nya sama kerjaan huff. Mau lebaran aja ribet amat ihiks 😢
        Eh azel btw ada akun IG namanya azelezazel, itu kamu? Yg suka ngelike postingan minyoonae93? Itu kamu bukan siiiiihh? Akun minyoonae93 itu punya aku btw wkwkwk
        Oh iya btw/lagi/ kmrn pas hunting komik di grmd, aku nemu komik yg ceritanya YoonAe bgt lah. Steping stone bgt siusann.. jadi makin rindu kamu deh 😮

        Liked by 1 person

      • Imel udah kerja? :O Huaaa semangat kamuu. Aku jg liburan ini kkn gitu sih gak sepenuhnya libur. Untungnya tmpt kknya gak ketat2 amat wkwkwk.

        IYAA! HUAA IMEL TERNYATA!! parah sih itu sumber YoonJi banget itu ih manipan kamu kusuka :”D suka bikin squealing ngeliatnya huhuhu gemes sama YoonJi.

        WAAAAH APA JUDULNYA? HUAA UDAH LAMA GAK BACA KOMIK KURINDU JUGAAA. Wkwkwk rindu aku ato rindu stepping stone, Mel? wkwkwkwk XD

        Like

  2. Apa? aku mau apa? Aku ga tau mau apa… Mau komen sih yang jelas/dikemplang/ ehe

    ih giliran udah lari ke box komen aja semua isi kepala langsung buyar, tapi aku merasa berterima kasih karena kakzel udah bawa mereka kembali….habis aku kangen mereka. Dan konflik cinta segi-perseginya makin ruwet aja, terus agak aneh karena kok ini ga nyambung sama part sebetulnya dan aku baru nyadar ini adalah series/aku pelupa sih orangnya/ dan/lagi/ alurnya yang ga ketebak seperti di series Suga-Jiae juga bikin aku gereget, khususnya Jisoo. Mba Jisoo ini paling menonjol ya di ff 94liner nya kakzel sama Namjoon juga sih. Dan keliatan banget kalo sebenernya kisah cinta segi-segian mereka mungkin bertumpu sama Jisoo yang stress banget/eh bener gak? Sok tau banget sih aku/

    dan ini komen udah panjang sekali, tapi eh ada satu yang ga boleh dilewatkan…..kalo libur rata-rata yang suka nulis kena WEBE sama selamat buat libur nya kakzel, aku menunggu kisah cinta yang ruwet lainnya juga….Semangat^^

    Liked by 1 person

    • Halo Ani 😍

      94z banglyz tuh…aneh :’]

      Wkwkwk iyaah series gitu de~ BENER KOK KAMU. Emng erm, Jisoo sih yg ngebuat ceritanya jalan. Padahal dia mah emng gak punya urusan sama miju namjun hosok :”)

      huaaaa jgn sampe webenya kelamaan deh ini T^T

      aagh~ makasih Ani udh mau nunggu dan semangatnya jugaa :3 ♡♡♡ Semangat jg kamu~

      Like

  3. welcome back kak zel!!

    duh kak terlalu banyak kata kasar yak tak kumengerti. secara aku masih terlalu kecil u/ memahaminya/heol–“/

    btw aku suka sama karakternya jisoo yang liar/? gitu. /iya gak sih? gatau ah/yang jelas jisoo keren di sini. cewe langka/?

    oke abaikan komen sampah tak bermutu ini. yang jelas ff kak azel selalu bagus2 banget.\^0^/sekian.

    keep writing,kak. ditunggu ff selanjutnya. Fighting!!

    Liked by 1 person

    • Hello again Jeon’s ^^
      Ugh iya gak usah dicari tau ya :”)

      Iya dia liar gitu. Mulutnya susah dijaga mana kek cabe rawit gitu omongannya :”)

      Huaaa engga…aku msh harus banyak baca karya keren2 yg lain nih huhuhu tp makasih Jeon’s ♡♡♡ maaci jg kedatangannya di kolom komen hihihi~ fighting! 🙌

      Like

  4. salahkah ka, if I’m saying “hurray!” or something like that pas liat swearing mereka :3 DAN AKU JUGA SUKA RAPP-NYA RAPMON YANG ‘DO YOU’ ITU JEMPOL ABIS👍👍👍👍👍
    /jadi… diam2 night sudah tidak polos?😐/

    teringat genre dan summary, kukira mijoo sehat2 aja lho kak :” ga nyangka ternyata dia ketularan unhealthy attitude-nya namjoon u,u terus, mb jisoo! ucapanmu ke mijoo itu lho, pedes banget😭 dan hebatnya, itu yang bikin jisoo ‘diundang’ masuk ke lingkar persahabatan 94liners
    /somehow komen bagian ini rada ga ‘make sense’, tapi ini yg nempel di otakku jadi ya, maklumin aja yah ^^/

    also, ngeliat percakapan namjoon-jisoo di bagian akhir… bikin aku agak ‘gimana’ gitu sama keduanya. mungkin sepele, tapi jujur aku agak baper ngeliat jisoo yg udah milih namjoon, tapi namjoon-nya malah milih orang lain, meski org itu yaa sahabatnya sendiri (indirectly, it means he chooses mijoo, no?)
    /jadi ini sebab ff-mu angst semua, night? karena hal sepele aja dibaperin?/ /hwa/

    seperti judulnya yang ‘introduction’, perjalanan pasti masih panjang, bukan? semangat terus kakzel! jangan maksain diri. santai aja, kakzel gapunya deadline kok utk nyelesaiin semuanya😉

    Liked by 1 person

    • wah…night…kamu liar :”D IYA GAK SIH DO YOU TUH WARBYASAH MANA RAMBUT EKOR AYAM JANTAN SI RAPMON DI MVNYA ITU BIKIN HILANG KATA-KATA :”D wqwqwqwqwq

      di Summary emng baru sedikit keselip ‘penyakitan’nya si Mijoo wqwqwq. Jisoo, tbh, emng sok heroik gitu dan a lil bit hipokrit jg kok /AKU SEPEMIKIRAN SAMA MAS NAMJUN KOK KALO MBA JISU INI NGESELIN GEGARA SUKA IKUT CAMPUR WQ/ huaaa apapun yg nempel di otak kamu setelah baca ini selalu ku tampung kok Night~ maaci waktunya buat ngeluarin :3

      tbh aku baper karena mrk tuh kek lagi duduk manis di atap, bukannya menikmati hidup ato apa tapi malah stress mikirin gituan /dan ujian akhir..ga wq/ jawabannya namjun itu bisa diliat dari di genre jg night. kek gimana dia minta jisu buat gak ngebahas rasa suka si mas namjun ke miju. yg berarti namjun milih persahabatan (agak nyaru sih zel curhatannya….), dengan ngorbanin cintanya gituh T.T (ugh, jujur aja aku tuh masih suka ambigu) /le me menanti ff freelancemu mampi lagi di mari dan membuatku mengais2 baper/

      masih…karena aku…belum tau harus gmn untuk mutusin segiempat mereka :”D huhuhu maaci celalu night semangatyaaah :* ❤ ❤

      Liked by 1 person

      • SETUJU BGT KA YAAMPUN mana liriknya TOP BGT udah gt beatnya enak didenger hwa as expected-lah rapmon :3

        meski mb jisoonya rada hipokrit dan kebnykan ikut campur, secara ga lgsg dia udah ngebatalin niat mijoo utk bunuh diri :” yagaksih? :/

        tapi ka, rapmon main piano kan di bagian ini… kok di atap? :/ [jadi bingung ndiri si night /?] hwaaa ka aku jd ngga tega sm mb jisoo :((( tapi kuyakin kakzel punya cara tersendiri buat nyelesaiin kerumitan cinta empat sudut ini :’)
        ((btw aku ikut event graduation party kaa, keep expecting yah😀))

        yha aku mah apa atuh ka hanya bisa kasih semangat :’)

        Liked by 1 person

      • IYA. BEATNYA PUN ASDFGHJKL :’D

        Iyaa kok :3

        Engga kok~. Masnya lagi dengerin lagu doang, trus dia jd bersenandung dan pura2 main piano aja saking ngejammingnya sama lagu yg dia denger…or…dia emang gak mau diganggu sama Jisoo aja…sih. /DICAKAR JISU/ I HOPE SO NIGHT. Aku gak mau ngebuat mrk tetiba happy ending semudah ucapan abracadabra, tapi ya kalo sad ending akunya yang gak rela /SALAH SENDIRI BUAT PLOT AWALNYA CINTA SEGIEMPAT!/

        WHOAAAA, KUTUNGGU SANGAT IH~ huhuhuh kangen tulisan kamu aku tuh!

        Heuheu, gapapa iih, walo kadang ucapan semangat kesannya udah terlalu mainstream atopun sekedar ‘cuma’, kamu ya gak bakal tau aja kapan dan seberapa besar ucapan itu bakal ngaruh ke orang lain yg kamu ucapin 😀 ❤ ❤

        MUCH LUVS ❤

        Liked by 1 person

  5. Yep aku suka ini. Setelah lama kutunggu hasilnya gak mengecewakan. Kayaknya membiarkan namjoon-jisoo berantem itu nyeremin ya? Dan pertemuan MiSoo itu sesuatu bgt. Kukira si mijoo emang udah deket sama jisoo dari awal ternyata malah berantem dulu awalnya. Kayaknya kalo ketemu jisoo itu bawaannya berantem mulu pas awal-awal.

    Semoga webe-nya kakak cepet sembuh dan bisa menghibur kami semua . Harteu jugak kak azel ❤

    Like

    • Hai, Ungu~ Makasih udah mampir lagih :3 Makasih jg udah nungguin :”D

      Sama2 batu soalnya T_T. Iyaah~ yg temenan dari kecil itu Namjun Hosok Miju doangan nih. DAN IYA LAGI, MBA JISU TUH NYEBELIN /digorok mba jisu/ TAPI CAPEK BANGET :”D Duh aku lagi kesemsem bgt sama Jisu akhir2 ini huhuhuhu

      whaaa aamiin~ makasih Ungu~ huhuhu senang bisa menghibur dengan ngelakuin yg aku senengin jugaak ❤ ❤ ❤

      Liked by 1 person

      • Huaaa, makasih Ungu selalu nungguin. Semoga cerita yg aku tulis makin ‘menggugah’ gitu ya kayak ta’jil buat iftar /HAH KETAUAN UDAH LAPER/

        Nah itu…aku gak tau 😦 Huhuhu percaya deh aku jg gak suka sad ending…

        MAKASIH SELALU UNGU ❤

        Liked by 1 person

  6. Azel,kamu udah libur??Aku iriii T^T Lagi ngadep proposal skripsi terus nemu FFmu ini,langsung baca dulu xD
    Entah kenapa aku kasian ama mas Hoseok,itu udah pada pake kamarnya dia,dicuekin pula tiap ngomong x’D Dan ini bener-bener cinta segi empat -_- waow…mana mbak Jisoo gampang banget bilang suka ama Namjoon…
    Khekhe…aku kudu fokus baca cerita ini soalnya complicated banget :’3

    Liked by 1 person

    • Udah seminggu :”D Tp aku jg lagi KKN gitu sih ihiks, apalah arti libur huhu. Huaaa kamu lulus tahun ini? eh..wait, proposal? o_O maksudnya apa tuh Rai? /eak, mulai lagi semena2 manggil orangnya/ Heu, maaci udah nyempetin baca duluk~

      Iya…kesian aku jg tuh lama2 sama masnya XD IYA! JISU GITU BGT SIH. mungkin itu jg yg ngebuat namjun jd ngerasa jisu malah cuma main2…ya gak sih? T~T

      Semoga aku bisa ngebuat bahasanya mudah dimengerti tapi yah :”D MAKASIH RAI UDAH MAMPIR LAGIH ❤

      Like

      • Hehehe…semangat yaw Azel~~ ^^ lulus sih masih tahun depan ._. Semoga tahun depan bisa lulus cepet aamiin… Yaa semacem ngusulin judul buat skripsi gitu,bikin proposalnya dulu T^T
        Kalo ngomongnya sama aku pasti ga dicuekin 😀 *maunya
        ya beda kali ya jatuh cintanya orang yang gampang ceplas ceplos sama yang malu-malu meong,jadi meskipun ga main-main sekalipun,gampang banget ngomongnya ^^::
        Khekhe…semangat KKN dan semangat nulis ya Azel~~ ^^)9

        Liked by 1 person

      • AAMIIN semoga tahun depan kita udah dapet deh tuh gelar ‘S’-sesuatu T^T Wah, jadi persiapan skripsinya pun 1 tahun ya hm hm keren jg wkwkwk jadi kedorong buat nyicil ngerjain skripsinya dari sekarang~

        Aku mungkin bakal nyuekin sih, soalnya akunya…grogi hilang kata gitu di depan mas hosoknya :”D wkwkwk. TAU TUH JISU. AGH, GAK TAU2 LAGI SIH SUKA2 JISU NAMJUN AJA HUHUHUHU.

        HUAAA MAKASIH RAI! Semangat jg semua urusan kamu di sana :3 ❤

        Like

  7. Kak Azel ! diriku jadi lupa sama alurnya hehehe..harus baca mulai genre lagi •﹏•

    di pikir-pikir Jisoo sama Yein mirip ya? sama-sama ceplas ceplos ga punya rasa takut sama sekali…
    bedanya Jisoo kalo suka langsung ngomong, kalo Yein sembunyi-sembunyi..
    btw gimana kabar Yein sama Jungkook ya? apa baik?

    Pdahal baru aja kemarin, aku baca A War punya kak Azel
    . eh malemnya nongol ini huhuhu aku bahagia kak..

    kangen sama kakak :*

    Liked by 1 person

    • ADA ADEL! :3 iya parah sih Summary dipostnya bulan februari padahal hua hua.

      IYA. MEREKA SEPUPUAN. Aku sentil sedikit hubungan mereka di Violation pas Yein mau nendang perut orang /eh yg diinget giniannya wqwq/ Yein mah mendem gitu orangnya T_T

      Doakan saja demikian :”D aku pun berharap demikian duh duh Jungin kuh kapal emas tersohor sepanjang masa hidup banglyzkuh :”D

      MAACI UDAH BACA A WAR WKWKWK. DUH KU JADI KANGEN KEIMIN :3

      HUAAA AKU NGANGENIN BANGET KAYAK OPPA YHAAA /dilempar tomat/ Makasih Adel huhuhu :* ❤ ❤ ❤

      Like

  8. Udah bisa nebak kalau kak azel bales komentarku pasti bakal ada ff baru 😂😂
    Ini apa sih kak? Aku kan suka yang ada gula”nyaaa,, tp ini malah hmmm cinta segiempat..
    Pengen marah aku baca perkataan namjoon,, gila kasar banget sama cewek.. Untuk mbak jisoo nya udah tahan banting ya
    Aku baca curhatanmu,, kuberi saran kak.. Pokoknya kapal keimin harus berlabuh di happy ending (titik) yaaaaa,, pleaseeeeee 😍😍

    Liked by 1 person

    • Jarak umur kita jauh juga ya kak,, haha.. Sama” libur kita
      Bedanya kak azel dikejar tuntutan readers,sedangkan aku dikejar pr les matematikaku yang super duper bikin pala pening
      Semangat ngelanjutin kakkk,, kusaranin liat dramkor yang kongshim itu loh biar gak webe.. Ceritanya lucu *duh bacot 😆

      Liked by 1 person

      • huhuhu iya nich~ 8 tahun bukan? eh iya bukan sih Sooin 03L? :O lupa mianhaeeee
        YA AMPUN BARU INGET KALO ANAK SEKOLAH LIBURAN PUN MASIH ADA PR YA HUHUH KANGEEEEN /dikit/ T~T

        iyaaaaa ini lg hunting2 dan donlot dramkor loh XD Maaci Sooin bacotannya bikin seneng kok XD Jgn lupa dikerjain PRnya yhaaa :* wkwkwk

        Liked by 1 person

      • Haha,, aku 01 line kak
        Wihh,,demi apa sabar donlot dramkor? Kalau aku sih prefer streaming di viki ato dramafever kak,,habis gak sabar nunggu kalau donlot..
        Yesshh,,siap bos udah dikerjain kok haha

        Liked by 1 person

      • NAH. 3 smp..dong ya? Eh?

        Iya sih…kadang lama gitu. Tp karena di kampus ada wifi cepet…makanya…dipergunakan wkwkwk. Nontonnya kalo lagi minat nonton doangan heuheu. Mantap sih dramafever tuh dari dulu sampe skrng emng tempatnya streaming drama yak XD

        Pokoknya semangat kamu di sana :3

        Liked by 1 person

    • WAH, JANGAN-JANGAN ABIS INI ADA FF BARU JUGA? /hah jangan sok kode wqwqwq/
      iya ini tuh…jus lemon? asem-asem menyegarkan? /EH LAGI PUASAK/

      bagus, bagus, berarti namjun berhasil jadi cowok nyebelin :”D tahan banting sih, tp abis digituin mba jisunya mewek jg sih :”D LOH KOK JADI KEIMIN? TAPI IYA SIH MEREKA KUDU BERLAYAR LAMA DAN KALO AKHIRNYA BERLABUH JUGA DI PULAU YANG PENUH KEBAHAGIAAN huhuhuhu :”3

      Liked by 1 person

  9. FINALLY FF INI UPDATED. aku sudah menantikan nya sejak lama..
    ff 94z buatan kak azel emang fav aku banget deh! sukaaaa banget♡

    karakter nya jisoo namjoon tuh cocok banget!! apalagi pas mereka cursing gitu hahaha

    dan cinta segi empat nya makin rumit ajaㅠㅠ

    keep sailing ya 94z banglyz, my fav banget mereka tuh♡
    ku tunggu kelanjutan nya ehehe fighting!!

    Liked by 1 person

    • Hai kamu yang berDP Sungyeol (eh bener bukan siiii)
      MAKASIH UDAH NUNGGUIN DAN SUKAK 94Z YANG BISANYA BIKIN GALAU :”D

      Jisu mukanya antagonis gak sih..ato aku doang yg nganggep gitu XD yaa tp aku kesel jg sama namjun huhuhu

      FIGHTING!! ❤ MAKASIH UDAH MAMPIR KAMU DAN NUNGGUIN KELANJUTANNYA LAGIH

      Like

  10. YAELAH 94 BANGLYZ INI TAMBAH BIKIN BINGUNG :”((
    mau dukung mijoo x jhope, tapi mau dukung jisoo x jhope. mau dukung jisoo x rapmon tapi juga mau dukung mijoo x rapmon :”((
    daku masih baper abisbacanya, soalnya segiempat gitu ceritanya
    tau gaksih kakzel aku berasa lagi nonton anime xD mengingatkan aku sama anime anohana & kokoro connect

    CONGRATS UDAH LIBUR KAKZEL /tebar bunga/

    Liked by 1 person

    • UGH TAMBAH BINGUNG MENENTUKAN KAPAL YHA~
      huhuhu jgn baper cukup mereka berempat aja yg baper2an :”D
      whaaa seru gak tuh? bisa jadi referensi iiih maaci anaas :*

      /tebar bunga/ tapi…aku lagi KKN…wkwkwk magang gitu /gak jadi tebar bunga/ tapi cuma 3 hari seminggu sih paling /tebar bunga lagi/ huhuhuhuh

      Like

  11. HAI AZELL! YA AMPUN SENENG BGT AKHIRNYA KAMU POSTING LAGI FANFIC, OH MY GOD! KANGEN TAUUKK! 😀 Oke, jd sbenernya aku tuh baca ini kemarin malem, cuma ya karena aku udh ngantuk bgt jd aku baru bisa komen sekarang wkwkwk Tentang ff ini, apa ya? kayaknya aku harus baca ulang deh ahahaha tapi emang aku suka sih baca ulang gitu, biar lebih paham jg 😀 jadi disini latar belakangnya mijoo namjoon udh mulai terungkap, trus gimana jisoo masuk kedlm prsahabatan mereka jg udah. Aku tuh selalu mikirin gimana nanti endingnya /eh jgn cepet ending dulu lah/ itu soalnya kisah cinta mereka tuh ruwet bgt kek mie, tapi menarik banget. Sama2 dicintai seseorang tapi sama2 sakit hati jg karena cinta bertepuk sebelah tangan itu. Impas jadinya. Pokoknya aku selalu menunggu karya2mu zel 🙂 ❤ Eh ia selamat berlibur. Ih iri, aku msih lama liburnya nanti tgl 30 /syedih 😦 /

    Liked by 1 person

    • Hernaaaa ih baru sempet komen aku tuuu :”D
      Iya ribet ya mereka…untung indomie enak /loooh?/ Kek penasaran sih aku, sebenernya ada yg kek gini gak di dunia asli wkwkwk. Kalo cinta segitiga kan lumayan banyak ihiks. Endingnya aku pastikan bahagia kok :”D aku mah apa dikasih video kucing kelaperan aja bisa mewek…

      MAKASIH HERNA UDAH MAU NUNGGU. SEMANGAT JUGA URUSAN KERJANYA ❤ EMPAT HARI LAGI LIBUR KAMU ~~

      Liked by 1 person

  12. eh ia zel, kasih tau sama siapa sih tadi, imel ya? aku td gak sengaja baca komenan dia, jd dia yg punya akun minyoonae93? ih aku udah follow loh. aku suka editan2nya bagus2! 😀 apalagi kan YoonAe duh couple favorite bgt ❤ Pengennya langsung reply ke si imel sih zel tapi gak tau kenapa suka malah jd komenan baru lagi jd y udh nitip pesan ke kamu aja hahaha 😀

    Liked by 1 person

  13. Maaf banget kak Azel, ini aku bacanya udah dari kapan baru comment sekarang T_T
    Aku kehilangan mood baca ff akhir-akhir ini :’) kebetulan sibuk nonton drama wkwk
    Ah, ga heran kalo pertemuan Jisoo sama Mijoo kaya gitu dan juga awal mula Jisoo gabung di persahabatannya mijoo-hoseok-namjoon
    Suka sama sifatnya Jisoo, kaya cocok banget gitu ah elah asal ceplos XD
    kenyataan bahwa mereka itu cinta segiempat bikin pen ngakak
    segitiga aja rumit apalagi segiempat? /berapakaliakubilangini._./
    tapi di sini bagusnya, ngorbanin cinta demi persahabatan
    salut lah (Y)
    makasih banget udah bikin kata pengantarnya kak =D

    Lagi sibuk kah?
    Kutunggu series-series yang lainnya 😀

    Liked by 1 person

    • Huhuhu bebas tau kamu mau baca kapan, mau komen kapan jugak mah T_T
      IH DRAMA APA? aku pun lagi WB trus nonton series amrik gitu deee.
      JISOO MUKANYA ANTAGONIS CANTIK GITU SOALNYA KESAL. wkwkwk iya, doakan aja mereka selamat sampe pelaminan deh gak pake adegan bacok2an :”D
      HUAA MAKASIH JUGA AI UDAH BACAK DAN NYEMPETIN KOMEN ❤

      Engga terlalu…cuma lagi sibuk berguling-guling diculik WB /ah, ketika WB dijadikan kambing hitam, kasihan WB…/
      MAKASIH AI UDAH MAU NUNGGU ❤

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s