The Popular Girls [Chapter 1]

tpg2

poster by puppyyeol © Poster Channel

The Popular Girls

By Fanita

Main Cast : Lovelyz’ Sujeong – Seventeen’s Mingyu

Cast : April’s Chaewon – Actress’ Kim Sohyun – etc

OC : Kim Youngjun – Lee Hanna

Genre : School Life – Romance – Fantasy || Type : Chapter || Rating : Teeneger

..

Note : Cetak tebal adalah Mingyu POV

..

 

Hai perkenalkan namaku adalah Kim Mingyu, kalian bisa memanggilku Mingyu. Aku hanyalah remaja 18 tahun yang sangat menggilai buku-buku tebal. Keseharianku juga hanya aku habiskan di dalam kamar kecuali seseorang memanggilku untuk keluar dari sarangku ini…

“Mingyu-ya!”

Mingyu buru-buru keluar dari kamarnya dan berjalan ke sumber suara yaitu dapur. Sampai di dapur dia dikagetkan dengan keadaan dapur yang begitu berantakan!

“Ayah apa yang kau lakukan?” tanya Mingyu heran.

“Mingyu-ya bantu ayah memanaskan oven ini. Ayah sama sekali tidak mengerti bagaimana kegunaan barang tersebut,” oceh Youngjun, ayah Mingyu.

Mingyu menggelengkan kepalanya heran kemudian langsung membantu ayahnya untuk memanaskan oven. Terlihat dari sebuah loyang yang berisikan adonan kue itu ayahnya kini sedang mencoba untuk membuat kue bolu.

“Ayah untuk apa kau membuat ini? kau ingin memberikan pada rekan kerjamu itu eoh?” goda Mingyu.

Muka Youngjun memerah. Benar ucapan anaknya dia berusaha membuat ini semua untuk kekasihnya yang merupakan rekan kerjanya itu. kehidupan keluarga Kim betul-betul sederhana mereka hanya tinggal berdua karena Youngjun sudah bercerai dari ibu Mingyu sejak umur anaknya itu 2 tahun. Sampai sekarang Youngjun menyembunyikan identitas mantan istrinya dari Mingyu bahkan semua foto masa kecil Mingyu bersama keluarga lengkapnya saat itu telah dia bakar sehingga tak ada sedikitpun memori tentang sosok ibunya yang bisa Mingyu ketahui.

.

“Ayah kau tidak ingin menikahi bibi Boyoung?” tanya Mingyu sambil mengiris kue yang baru saja keluar dari oven itu.

“Memangnya kau boleh?” tanya balik Youngjun.

“Kenapa tidak? Mana boleh kau berhubungan dengan bibi Boyoung hanya untuk mengatasi rasa sepimu bertahun-tahun itu,” oceh Mingyu.

“Daripada mengurusi tentang percintaan ayahmu ini lebih baik kau membenahi percintaanmu itu. Kau sudah pernah berpacaran dengan berapa perempuan eoh?” tanya Youngjun.

“Tidak pernah sekalipun. Mana mungkin ada orang yang menyukaiku dengan penampilan anehku ini,” gumam Mingyu.

Youngjun terdiam sejenak kemudian menatap penampilan anaknya dari atas hingga ujung kaki. Jika anak seumuran Mingyu sudah bisa tampil modis bahkan menjadi bintang terkenal di Korea berbeda dengan anak satu ini, jarang sekali memperhatikan tampilannya jika berpakaian. Youngjun tidak dapat membayangkan apa yang terjadi jika anaknya memakai kacamata. Dia bisa menghela nafas legah untuk hal itu karena Mingyu sama sekali tidak memiliki gangguan pada matanya walaupun hobi membaca sejak kecil. Mingyu jauh berbeda dengan ibunya, batin Youngjun.

“Kau harus mengerti modis dari sekarang tahun depan kau sudah kuliah. Siapa yang akan menjadi kekasihmu jika kau seperti ini terus?” oceh Youngjun.

“Mana kutahu..” kata Mingyu pasrah.

“Lalu.. jika tidak ada orang yang menyukaimu bagaimana dengan orang yang kau sukai?”

Blush~

Pipi Mingyu langsung merona merah mendengar pertanyaan ayahnya. Dia hanya bisa tersenyum sambil membayangkan sosok seseorang yang dia sukai di sekolah, salah satu gadis populer.

“Duh! Pasti kau punya. Siapa sih? Kenalkan pada ayah!” desak Youngjun.

“Tidak mungkin aku bisa mengenalkannya padamu walaupun kami sekelas tapi aku dan dia tidak pernah teguran,” lirih Mingyu.

Youngjun menepuk pundak anaknya itu dengan prihatin, “kau harus berjuang, mengerti? Kalau dilihat kau ini juga tampan tidak kalah dengan visual boygroup yang ada,” kata Youngjun.

“Huh.. aku mau membaca buku lagi. Lebih baik ayah bungkus saja semua kue ini dan pergilah berkencan dengan bibi Lee. Dah yah…”  pamit Mingyu. Youngjun hanya menggelengkan kepalanya. Baca, baca, dan baca. Anaknya selalu saja membaca.

.

Lorong sekolah pada pagi hari ini begitu sesak. Aku yakin pasti ada sesuatu yang orang-orang ini sedang pertontonkan dan bolehkan aku menebak kalau yang mereka perlihatkan adalah satu dari dua gadis terkenal di sekolahan ini. Semua orang kini menggeser posisinya untuk tak menghalangi jalan namun aku masih saja diam di tempatku. Gadis populer itu berjalan ke arahku dan saat berada di hadapanku dia menghentikan langkah kakinya dan menatapku datar. Heh.. pandangan yang aku rasakan setiap kali bertemunya mau di manapun itu.

“Ya! Kau menghalangi jalanku,” oceh gadis itu.

Aku kadang berpikir apa yang orang sukai dari gadis ini? Dia begitu kasar dan juga cerewet. Berbeda dengan gadis populer lainnya, gadis yang sudah memikat hatiku.

“Geser!” kesalnya.

“Iya Chaewon-ssi,” kataku pada akhirnya. Aku memberikan jalannya untuk segera beranjak dari hadapanku. Dan aku pun juga kembali melanjutkan perjalananku ke kelas tanpa memperdulikan cibiran orang-orang kepadaku.

.

“Ah aku belum mengerjakan pekerjaan rumahku. Gimana nih?” racau seorang gadis. Semua mata kini memandang kearahnya.

“Sujeong-ssi kau mau aku perlihatkan PR-ku?” kata seorang murid lelaki.

“Hmm tidak usah. Maaf ya soalnya aku kurang yakin dengan pekerjaanmu. Maaf Seokmin-ssi,” kata Sujeong.

Ryu Sujeong nama lengkapnya. Gadis itu adalah gadis populer lainnya yang juga disukai oleh Mingyu. Sikapnya yang terbuka, jujur, dan baik pada teman-teman membuat semua orang menyukainya. Namun karenanya juga puluhan bahkan ratusan anak di sekolah patah hati karena Ryu Sujeong sudah memiliki seorang kekasih sejak dia kelas 10 SMA ini.

            Sujeong terus memperhatikan satu persatu teman sekelasnya berusaha mencari seseorang yang bisa membantunya untuk menyelesaikan PR-nya ketika suara pintu kelas mereka terbuka Sujeong langsung menjentikan jarinya dan menghampiri orang yang baru saja masuk kedalam kelas itu.

“Mingyu-ssi bisa kau membantuku?” tanya Sujeong to the point.

Dia baru saja meminta bantuanku? Ini kali pertamanya dia meminta bantuan dariku secara langsung. Mimpi apa aku semalam? Apa aku terlihat baik dihadapannya saat ini? penampilanku tidak buruk, kan?

“Helo Mingyu-ssi.. boleh—“

“Y-ya tentu Sujeong-ssi,” kataku dengan cepat.

“Mingyu-ssi tolong ajarkan aku PR matematika, ya? Mengajariku bukan hanya membantuku menyalin pr-mu kok. Kau maukan? Kita masih ada waktu 30 menit lagi sebelum pelajaran dimulai,” ucap Sujeong.

Dapat aku tebak kini semua orang memandang iri padaku karena bisa dekat dengan Sujeong dengan jarak yang begitu dekat. Saat Sujeong sedang memperhatikan soal-soal yang aku ajarkan padanya sesekali aku melirik dirinya. Mimpi apa aku? Jantungku bahkan tidak bisa berdetak dengan normal saat ini. Ryu Sujeong… kau benar-benar seperti racun bagiku namun racun yang begitu mencandukan untuk diri ini.

.

“Hei.. Kim Mingyu-ssi pasti kau begitu bahagiakan hari ini,” celetuk seseorang. Mingyu yang semulanya hendak berbaring di kursi-kursi yang tidak terpakai lagi di atas atap gedung sekolahan langsung mengurungkan niatnya. Dia mendesah pelan ketika melihat gadis yang sudah beberapa hari ini tidak dia temui mendadak muncul di hadapannya.

“Sohyun-ssi kau dari mana saja? Apa kau tidak tahu aku merindukanmu? Sendirian di dalam kamar begitu membosankan,”

Kim Sohyun, seorang malaikat yang selalu setia di samping Mingyu. Tepat saat umur Mingyu 12 tahun dia bersama dengan Mingyu. Saat itu mereka masih memiliki tinggi badan yang sama namun sekarang semua berbeda, Mingyu terus tumbuh dan berkembang sementara sosok Sohyun tetap seperti sediakala.

“Aku sedang ada pertemuan dengan teman-temanku. Kau tahukan aku lepas tugas selama di sampingmu itu hanya beberapa hari dalam satu tahun,” oceh Sohyun.

“Pasti teman-temanmu itu Yoojung dan Jingoo, ya kan?”

Sohyun mengaggukan kepalanya dengan semangat. Malaikat kecil itu kini duduk di samping Mingyu kemudian Sohyun pun menatap Mingyu dengan tajam untuk mengetahui apa yang terjadi pada dirinya. Saat mengetahui apa yang sedang Mingyu rasakan Sohyun langsung tersenyum penuh arti.

“Hahahah.. kau sedang berbahagia karena Sujeong menegurmu. Betulkan?”

Daebak kemampuan meramalmu selalu benar!” ucap Mingyu berdecak kagum.

“Sudah aku bilang itu bukan ramalan, aku mengetahui apapun tentang dirimu dan apa saja yang kau rasakan hanya dengan memperhatikan wajah tampanmu itu,” oceh Sohyun tak terima.

“Kau selalu mengatakan bahwa aku tampan tapi tidak ada juga yang menyukaiku. Sohyun-ssi aku letih dan kurang tidur karena menyelesaikan buku baru yang diberikan ayah. Bolehkan aku meminjam pahamu sebagai bantal untukku tidur?”

“Dengan senang hati.”

Ketika Sohyun sudah duduk dengan posisi benar Mingyu langsung berbaring di paha malaikat itu. Sohyun terasa begitu nyata, Mingyu dapat menyentuh dan memegangnya namun itu hanya berlaku jika mereka hanya berdua saja. Jika ada orang yang mendekat otomatis Sohyun akan menghilang atau meredup.

“Uhuk..uhuk…”

.

Au! Kepalaku terantuk kursi keras itu karena Sohyun mendadak menghilang karena mendengar suara seseorang terbatuk berada di dekat kami. Aku langsung membenarkan posisi duduk sambil mengusap kepalaku yang mungkin saja kini membengkak!

“Siapa ya?”Tanya seseorang. Dari suaranya dapat aku pastikan bahwa orang itu adalah seorang perempuan dan suara ini terasa familiar….

.

“Kau! Ikh kenapa aku bisa berada ditempat yang sama denganmu?” pekik Chaewon histeris. Dia tidak memprediksi bahwa di atap gedung sekolahan ini ada Mingyu yang sedang melihatnya dengan heran dan polosnya.

“Aku? Aku biasa di sini harusnya aku yang bertanya padamu,” kata Mingyu.

Seketika Mingyu merasa kerongkongannya terasa gatal dan diapun juga terbatuk layaknya Chaewon tadi. Walaupun merasa sedikit jijik kepada Mingyu, Chaewon tetap berjalan mendekatinya bahkan duduk di samping Mingyu. Chaewon mengamati Mingyu yang kini mengeluarkan sesuatu seperti permen kemudian memakannya.

“Apa yang kau makan?”tanya Chaewon penasaran.

“Aku merasa tenggorokanku gatal sepertinya mau batuk. Kau sepertinya juga sedang ada masalah dengan kesehatanmu. Makanlah..” jawab Mingyu.

Mingyu memberikan obat itu pada Chaewon. Selama beberapa detik gadis itu hanya melihatnya, tapi pada akhirnya Chaewon menerima obat berbentuk permen itu dan memakannya.

“Kau harusnya mengucapkan terima kasih padaku,” celetuk Mingyu.

“Ogah. Berterima kasih pada orang sepertimu? Tidak akan pernah!” ketus Chaewon.

Karena merasa ucapan itu tidak terlalu penting Mingyu hanya diam dan menatap langit-langit yang siang hari ini begitu cerah. Chaewon begitu aneh, dia benci Mingyu tapi kenapa juga masih berada di tempat ini bersama dengannya?

 .

            Semua orang tidak memperkirakan bahwa sore hari ini akan terjadi hujan padahal tadi cuaca begitu terang dan cerah. Mingyu meletakan semua buku-bukunya di dalam loker kemudian dia langsung pergi untuk segera pulang. Untung saja dia memiliki payung yang selalu dia letakan di dalam loker untuk berjaga-jaga di saat-saat seperti ini.

.

Koridor sekolah begitu sepi karena semua orang sudah dijemput oleh orangtua atau supir masing-masing. Namun ketika Mingyu keluar dari lobi dia menatap seorang gadis berambut panjang yang kini sedang membelakanginya. Walaupun hanya rambut dia sudah tahu bahwa gadis itu adalah Sujeong dan dengan penuh tekat Mingyu langsung menghampirinya dan menepuk pundak Sujeong dari belakang.

“Hai…” sapa Mingyu.

“Hai Mingyu-ssi,” sapa balik Sujeong. Senyumnya kini mengembang dengan tulis hanya untuk Mingyu.

“Kau menunggu jemputan ya?” tebak Mingyu.

“Tidak sih. Aku ingin keluar dari sekolah karena seseorang menyuruhku menghampirinya ke depan tapi kau tahu sendirikan dari sini keluar gerbang itu 60 meter lebih,” kata Sujeong.

“Ini…”

Dapat aku lihat ekspresi wajahnya kini begitu kaget ketika aku memberikan payung hitamku padanya. Aku terus memberikan payung itu dengan penuh keberanian aku letakan payung itu di atas telapak tangannya.

“Pergilah menggunakan payungku,” kataku.

“Tapi kau bagaimana?” tanyanya dengan nada tidak enak.

“Aku? Aku dijemput oleh ayahku jadi tenang saja,” dustaku.

“Sungguh? Makasih banyak Mingyu-ssi!” serunya.

Sujeong langsung membuka payung lipat itu kemudian berlari segera keluar gerbang setelah mengucapkan terima kasih padaku. Saat sedang melihat Sujeong yang semakin jauh dari pandanganku, terdengar suara Sohyun yang  membuatku memandang ke arahnya.

“Sejak kapan ayahmu menjemputmu di sekolah? Aish memang dasar pemikiranmu itu Mingyu-ssi,” kata Sohyun.

“Loh kenapa? Ayah bilang aku harus berusaha mendapatkannya,” ujarku.

“Kau yakin bisa membuatnya berpaling dari Taehyun? Bukannya hubungan mereka sudah hampir 3 tahun ya?” kata Sohyun.

“Aku tahu aku tidak setampan Kim Taehyun itu,” ketus ku.

“Jangan marah, aku hanya bercanda. Heh… seandainya saja aku bisa membaca pikirannya kenapa aku hanya ditakdirkan membaca pikiranmu saja si?”oceh Sohyun.

“Itu tidak penting. Ayo pulang..” ajak ku.

“Hujan-hujanan?” heran Sohyun.

Aku menganggukan kepalanya dan kini dia berlari di bawah derasnya hujan sambil menutupi diriku hanya dengan tas sekolah. Demi Ryu Sujeong aku rela kehujanan asalkan dirinya baik-baik saja, kekeke~

.

TBC

.

Haiii~ Ini fanficku. Untuk yang kedua kalinya aku ngeposting ff chapter couplenya MinJeong.. Hahaha tapi ini ff remake yang mengendap di laptopku jadinya aku ganti cast dan post aja deh :3 Hope you like it! Ceritanya gaje? Yaa maklum ini ff-ku 2 tahun yang lalu jadi yaaa.. aku dulu masih aneh (dan sekarang juga sama anehnya) 😛 Sekalian sih aku mau ngepromosiin mbak Chaewon dari April :3 btw dia dekat sama Sujeong tuh. Aprilyz jaya!>_<

Advertisements

4 thoughts on “The Popular Girls [Chapter 1]

  1. Wah seru banget kenapa ga dari dulu di post sih????!!!!!!
    Aku suka banget MinJeong! Mingyu disini lugu-lugu gimana gitu ih emesh akutu. Sujeongnya cewek populer agak weird gitu soalnya biasanya Mingyu yg populer tapi gpp sih boleh juga wkwkwkwkwkw. Ga sabar sama kemunculan bwi oppa penasaran gimana sifatnya dia??? Aku juga suka April karena mereka deket sama Lovelyz hehe kita sama >_<

    Jgn kelamaan ok?! akutu pembaca setia ff MinJeong di blog ini¿ #maksadeh cuma terkadang jarang comment karena kadang gabisa gatau kenapa #yah_ketauan_deh maapkeun aku yaa 😦
    Keep writing ya aku tunggu loh fanita¿ :”D

    Liked by 1 person

    • Baru kepikiran mau ngepost 😛
      Alhamdulillah banyak pencinta Minjeong ㅠㅠ aku terhura padahal dulu isengiseng buat dan gak ada yang read karena orang pada milih taejeong :”)

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s