[Graduation Party] Palaver

image

Palaver
By Fanita
Main Cast: Lovelyz’ Yein & Ikon’s Chanwoo
Genre : Angst – School Life – AU || Rating : PG-17 || Type : Ficlet

Auditorium SMA Sevit telah ramai dikunjungi oleh siswa-siswi seluruh angkatan. Hari ini anak-anak kelas 12 akan menjalankan perpisahan setelah dinyatakan lulus oleh sekolahan.

.

Seorang gadis duduk termenung di salah satu kursi sambil menatap layar ponselnya dengan pandangan kosong. Sejak mendekati hari perpisahan Jeong Yein yang akrab disapa Yein ini selalu memandangi ponselnya kapanpun dan di manapun ia berada.
“Yein matiin hapemu! Sudah mau mulai ni acaranya, gak asik kalau sibuk dengan urusan sendiri..”
Yein tersenyum tipis kepada Eunseo yang baru saja menegurnya. Iapun meletakkan kembali ponselnya di kantong dan mengikut acara pelepasan angkatannya dari sekolah ini.

.

Setelah acara selesai Yein kembali membuka hapenya. Ia membaca kembali sebuah pesan yang sejak lama sudah masuk ke dalam kotak masuknya.
‘Yein-ah saat perpisahan nanti kalau acara sudah selesai temui aku di atap gedung sekolah ya!’
Buru-buru langkah kaki Yein bergerak menuju tempat yang dimaksud. Tetapi baru saja dia mau keluar dari ruang auditorium seseorang menahan lengannya.
“Yein ayo foto dulu sama Eunseo untuk kenang-kenangan kita,” ajak Hyunjoo.
“Nanti saja aku harus buru-buru nemui seseorang,” tolak Yein.
“Siapa?” Heran Hyunjoo.
“Kau mengenalnya kok Hyunjoo. Salah satu teman dekat kita juga,” celetuk Yein. Setelah itu di melepas cengkeraman tangan Hyunjoo dari lengannya lalu pergi meninggalkan Hyunjoo yang terbengong.
“Siapa? Eunseo kan ada di sana..” gumam Hyunjoo.

.

Ckrek..

Pintu akses menuju atap sekolah terbuka lebar begitu Yein mendorongnya. Dari sini Yein dapat melihat orang yang dia rindukan berada di sana. Lelaki bertubuh tinggi itu sedang berdiri di pinggiran sambil memandang ke bawah.
“Jeong Chanwoo?? Benar itu kau?”
Lelaki itu merasa terpanggil. Ia membalikkan badannya dan kemudian tersenyum ke arah Yein.
“Lama tidak berjumpa, Yein-ah..” sapa Chanwoo.
Mata Yein berkaca-kaca melihat senyuman itu kembali mengisi harinya. Buru-buru Yein berlari menghampiri Chanwoo. Dia rindu Chanwoo, amat sangat merindukan sosok yang selama ini dia sayangi.
“Chanwoo-ya aku merindukanmu bodoh!” Pekik Yein.
Chanwoo hanya menyengir dan memamerkan deretan gigi putihnya. Tangannya terulur untuk membantu Yein naik ke atas.
“Aku rindu sekali hiks. Bodoh, aku pikir kita tidak bisa bertemu lagi,” isak Yein.
Chanwoo membawa Yein ke dalam pelukannya. Dia juga merindukan Jeong Yein, sama seperti perempuan itu merindukannya.
“Aku juga rindu. Maaf ya aku baru sempat melihatmu,” maaf Chanwoo.
Yein menganggukkan kepalanya. Dia memaafkan dan menerima permintaan maafnya Chanwoo.
“Yein-ah kau janji mau pergi denganku,  iya kan?” Tanya Chanwoo setelah pelukan mereka terlepas.
Dengan demikian Yein mengangguk, “Kita mau ke mana? Asalkan pergi denganmu aku akan ikut,” ujar Yein menggebu-gebu.
“Kita ke bawah dulu ya, baru kemudian akan kutunjukkan ke mana kita kita pergi,” kata Chanwoo sembari melihat orang yang berlalu lalang di bawah.
“Baiklah!” Kata Yein. Chanwoo pun tersenyum melihatnya dan mengajak Yein untuk segera pergi ke bawah.

.

“Eh Chanwoo ada apa sih di sana? Ke sana dulu yuk!” Ajak Yein yang penasaran dengan orang-orang yang sedang mengerumuni sesuatu. Chanwoo memandang Yein dengan seksama, “Kau yakin?” Tanyanya. Yein menganggukkan kepala bahkan tersenyum manis kepada Chanwoo. Tak kuasa menolak ajakan Yein, Chanwoo akhirnya menuruti apa yang Yein mau yaitu melihat kerumunan orang-orang di sana.
“Yein-ah genggam tanganku!” Pinta Chanwoo sebelum mereka pergi ke sana.
“Kenapa sih? Aku tidak akan hilang kok, yang ada kau Chanwoo yang akan pergi meninggalkanku lagi,” kekeh Yein.
“Kau tidak mau menggenggam erat tanganku?” Gurau Chanwoo sambil menawarkan tangannya ke Yein.
Yein mana mungkin menolak tawaran Chanwoo. Iapun menggenggam tangan dingin Chanwoo dengan sangat erat dan barulah mereka pergi ke sana.

.

“Permisi..” Tak ada seorangpun yang menggubris permintaan Yein. Mereka semua sibuk berbisik-bisik satu sama lain. Mau tak mau Yein memilih untuk menerobos masuk ke dalam kerumunan itu bersama dengan Chanwoo. Setelah bersusah payah akhirnya Yein berhasil mendapatkan tempat paling depan dan di saat itu juga perempuan berambut lurus tersebut berteriak histeris melihat darah bercucuran di tanah.
“Ya Tuhan! Ada apa ini?” Pekik Yein.
“Yein-ah sudah lihatkan? Ayo pulang..” ajak Chanwoo.
Chanwoo menarik Yein keluar dari kerumunan tapi Yein bersikeras untuk tetap di sana. Sampai akhirnya dua orang yang Yein kenali datang menghampiri seorang guru yang tengah menangis tersedu di dekat ambulan.

.

“Hiks bu aku sudah menghubungi orangtua Yein mereka akan segera ke sini,” isak Eunseo.
“Eunseo-ya.. Hyunjoo-ya apa kalian tahu kenapa Yein bisa nekad meloncat dari atas sana?”
Deg! Detik itu juga Yein merasa tubuhnya menegang. Kedua sahabatnya menangis di sana dan gurunya bertanya hal yang sama sekali tidak Yein pikirkan.
“Chanwoo pasti mereka salah sebut namakan? Bagaimana bisa mereka mengatakan itu? Apa mereka tidak lihat aku di sini??” Pekik Yein histeris.
Yein hendak berlari menghampiri sahabatnya tetapi Chanwoo menahan tubuhnya sehingga Yein tidak bisa berpindah walaupun hanya satu sentimeter.
“Kau bilang mau ikut aku? Kau bilang ingin bersamaku? Kau bilang kau rindu aku tapi kenapa malah merengek dan mau menghampiri mereka?” Bentak Chanwoo.
“Ch..an..”
“Kalau kau memilih untuk bertemu denganku itu artinya kau telah menyerahkan nyawamu, Yein-ah..” lanjut Chanwoo.
“Hah..”
Dada Yein terasa begitu sesak mendengarnya. Jadi dia sudah membunuh dirinya sendiri hanya karena bertemu Chanwoo yang mati 4 bulan yang lalu?
“Ini sudah perjanjian Yein. Kau memilih untuk bertemu denganku sebagai imbalannya kau harus menyerahkan nyawamu. Dengan begitu kita bisa bersama kembalikan di dalam kematian kita? Hahaha..”
Sial, Yein tak menduga memiliki memiliki dengan orang mati akan menyebabkan kematian juga untuknya. Tapi tak apalah dengan begitu dia tidak akan pernah lagi merasa sesak ketika ia memikirkan Chanwoo setiap harinya. Toh kini ia kembali dipertemukan dengan orang terkasih setelah melalui proses kematian sebagai imbalannya.

.fin.

Anjaaayyyy… Saya dapat angst tapi kok malah jadi horor? Eh horor? Gataulah gimana genre ini wkwkw mix ajalah :”) Oh haiii.. Saya jarang update sekarang ini dikarenakan efek hiatus + stres + malas ngetik + laptop rusak. Jadi mohon tetap rindukan author Fanita ya^_^
Advertisements

9 thoughts on “[Graduation Party] Palaver

  1. Ini ga horor sih kalo kataku, angst kok. Tapi begimana ini Yein bisa jatoh dari atap sedangkan dia ga jatuh pas ama si Chanwoo?

    Terus aku cuma pengen ralat aja, kata ‘hape’nya di ganti sama ‘ponsel’ soalnya agak kurang enak sih kalo dibacanya. Tapi sebelumnya maafkan aku yang tetiba begini, dateng langsung kasih ralat T.T dan overall aku suka. Angstnya dapet/lapingus/……^^

    Liked by 1 person

    • Yaa ceritanya yang diajak chanu hanya arwah yein sementara pas chanu ngajak turun tubuh yein jatuh ke bawah. Gitu deh wkwkw (dasar malas ngetik jd diabaikan aja point itu xD)
      Iya.. makasih koreksinya, sebenarnya agak aneh kalau hape tapi takut monoton sih kalau ponsel melulu xD

      Like

  2. Awalnya sih masih dapet angstnya, akhir akhir malah dibikin merinding. Chanwoo nakutin, masak ngajak mati. Ih, psyco. Kesian kan mbak Yein nya, dan teman teman nya yang lain, dan keluarganya.

    Liked by 1 person

  3. kak fani haloooo. aku rasanya pernah baca manga yang serupa gini, yang cowoknya udah mati trs ‘ngerjain’ ceweknya biar ikut dia ke dunia lain. btw koreksi deh, ini kan bahasanya nyantai gt ya, tapi imo kata ‘hape’ bakalan lebih baik kalo diganti ‘ponsel’ aja. soalnya hape itu kan singkatan dari handphone. kalo pake kata ‘ponsel’ lebih tepat aja dan masih kerasa kok nyantainya. anyway aku suka judulnya. ‘palaver’ sounds pretty and unique tho. semangat nulisnya kak fani ❤ ❤

    Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s