The Popular Girls [Chapter 2]

Standard
tpg2
POSTER BY PUPPYYEOL © POSTER CHANNEL

The Popular Girls

By Fanita

Main Cast : Lovelyz’ Sujeong – Seventeen’s Mingyu

Cast : April’s Chaewon – Actress’ Kim Sohyun – etc

OC : Kim Youngjun – Gongpal

Genre : School Life – Romance  Fantasy || Type : Chapter || Rating : Teeneger

..

Note : Cetak tebal adalah Mingyu POV

..

Sepulang sekolah aku langsung buru-buru berjalan menuju perpustakaan sekolah untuk mengembalikan buku-buku yang aku pinjam. Ketika aku melihat librarian sekolahku hendak mengunci pintu perpustakaan aku segera berlari kencang untuk menghampirinya.

Bu tunggu sebentar! Aku mau mengembalikan buku,” ucapku.

Ia menghentikan aksinya. Melihatku berlari menuju ke arahnya librarian sekolahku hanya menggelengkan kepalanya.

Aigoo Mingyussi kenapa tidak dari tadi? Hm… Aku ada urusan lebih baik kau mengembalikannya sendiri dan kembalikan kuncinya padaku esok hari. Bagaimana?” tanya orang perpustakaan tersebut.

“Baik bu,” jawabku.

Ibu itu memberikan kuncinya padaku dan dia langsung pergi tergesah-gesah meninggalkanku sendiri sementara aku melangkah masuk ke dalam perpustakaan. Saat di dalam aku mengeluarkan semua buku yang ada di dalam tasku dan mengembalikannya ke rak seperti semula. Berhubung aku bebas sendiri di perpustakaan ini lebih baik aku mencari buku lain untuk aku baca, kekeke..

.

Rak demi rak aku telusuri, hari ini aku ingin sekali membaca buku yang berhubungan dengan negara-negara lain. Aku cari sampai dapat dan saat menemukan buku sejarah kemerdekaan negara Indonesia aku mengulurkan tanganku dan….

Hikshikshiks

Mingyu mengurungkan niatnya untuk mengambil buku saat mendengar suara isakan tangis. Bulu kuduk Mingyu berdiri ia menelan salivanya dengan berat hati.

“Siapa itu?” ucap Mingyu bergetar. Ia sangat takut saat ini.

“Hiks jahat,”

Suara ini begitu familiar di telinga Mingyu. Mingyu lantas buru-buru mencari asal sumber suara sampai akhirnya dia melihat seorang perempuan kini sedang berjongkok membelakanginya. Hati Mingyu teriris perih melihat Sujeong yang sedang menangis. Tanpa banyak pikir lagi Mingyu lantas menghampiri Sujeong.

“Sujeong-ssi apa yang kau lakukan saat ini?” tanya Mingyu prihatin.

Sujeong lantas menoleh pada Mingyu dan spontan langsung memeluk tubuh kurusnya. Jantung Mingyu kini berdegup sungguh kencang. Sujeong memeluknya? A..apa yang dia mimpikan semalam?!!

“Dia jahat… Setelah memutuskanku seperti itu dia malah mengirim gambarnya bersama cewek lain. Hikshiks…”

Mingyu kembali mengingat jam pelajaran di kelas tadi. Sujeong di hari ini begitu lesuh dan murung. Ternyata ada udang dibalik batu.

“Jadi apa Taehyung sunbae selingkuh darimu?” tanya Mingyu lembut. Ia ikut terluka dengan apa yang dialami oleh Sujeong.

Sujeong melepaskan pelukannya dari Mingyu dan menganggukan kepalanya dengan pasrah. “Baru saja dia mengirimkan gambar dia dan kekasihnya ke emailku. Dia bilang aku tidak boleh mengganggu hidupnya lagi. Apa yang harus aku lakukan Mingyu-ssi?” lirih Sujeong.

“Kau tidak perlu menangis.. Aku ada disini untukmu..” kata Mingyu.

.

Omo.. Apa yang baru saja aku katakan padanya? Aigoo Mingyu mulutmu sungguh berbahaya Kenapa sih kata-kata itu keluar dari mulutku? Kalau Sujeong menganggapku aneh bagaimana?!

Tentu. Bukankah kau temanku?” kata Sujeong.

Teman… Haruskah aku bersyukur kalau seorang Ryu Sujeong menganggapku temannya? Aku tidak boleh berharap lebih, bukan? Banyak puluhan lelaki tampan disekolah ini yang bisa menggantikan posisi Taehyung sunbae di hati Sujeong.. Bukan aku…

“Sujeongssi lebih baik kau pulang. Kau tahu? Kalau aku tidak pergi ke sini mungkin kau akan terkunci disini,” kataku.

Sungguh?” kata Sujeong kaget. Aku menganggukan kepalaku membenarkannya, “Kau benar-benar malaikat penjagaku Mingyussi kau selalu membantuku disaat aku kesusahan,” lanjutnya.

Malaikat penjaga? Kekeke.. Biasanya aku yang di lindungi oleh malaikat sekarang aku yang terlihat seperti malaikat di hadapan Sujeong pula. Apa ini efek 6 tahun bergaul dengan Sohyun? Hahaha..

.

Mingyu melambaikan tangannya ketika mobil Sujeong bergerak untukpergi meninggalkan gedung sekolah. Kim Mingyu sendiri hanya bisa tersenyum melihatnya setelah itu berjalan juga untuk segera pulang ke rumahnya.

“Malaikat penjaga?” goda Sohyun yang tiba-tiba saja muncul dihadapan Mingyu.

“Apa..” desis Mingyu.

“Cie.. Dia sudah putus ya pantasan hatimu kini berbunga-bunga? Tapi kenapa kau juga terlihat sedih?” heran Sohyun.

“Aku senang dia putus dengan Kim Taehyung itu tapi… Percuma saja,” lirih Mingyu.

“Heii.. Kau harus berjuang…!” kata Sohyun sambil mengepalkan tangannya.

“Iya iya. Kau sudah menghiburku jadi aku ingin membelikanmu es krim. Hari ini kau mau rasa apa?”

“Stawberry?”

“Ayo!”

.

“Nona apa terjadi sesuatu yang buruk pada Anda?” tanya Gongpal, asisten pribadi keluarga Ryu.

“Masalah anak muda. Aku putus sama Taehyung oppa,” jawab Sujeong jujur.

Gongpal yang sudah paham dengan maksud dari Sujeong pun menganggukan kepalanya. Dia sudah tahu betul bahwa anak majikannya itu tidak ingin urusan pribadinya diikut campurkan dengan orang lain walaupun itu sendiri ayah atau ibunya. Jadi lebih baik dia memberikan waktu luang untuk nonanya agar bisa meredahkan emosinya sendiri.

“Paman ayah dan ibu belum pulang minggu ini?” tanya Sujeong.

“Belum mereka masih ada urusan di Paris,”

“Urusan pribadi heol..”

Gongpal menahan tawanya sementara Sujeong masuk kedalam kamarnya untuk segera bersiap-siap pergi les.

.

Di dalam kamar Sujeong langsung mencuci mukanya agar tidak terlihat begitu sembab. Setelahnya dia langsung memakai baju yang sudah disiapkan oleh pembantunya dan membenahi diri sejenak. Sujeong kini duduk dihadapan cermin sambil melihat wajah cantiknya.

“Apa aku kurang cantik dihadapan Taehyung oppa?” gumam Sujeong.

Sujeong langsung menggelengkan kepalanya dan langsung memoleskan wajahnya dengan bedak, ia tidak ingin mengingat tentang Taehyung saat ini.

.

Setelah selesai Sujeong langsung menghampiri supirnya yang sudah menunggunya sejak tadi. Inilah kebiasannya, sepulang sekolah dia langsung mengganti pakaian untuk pergi kebimbingan belajar tambahan tanpa beristirahat sedikit pun.

.

“Kau tidak mau es krim ini? kau akan menyesal jika tidak memakannya,” kata Sohyun. Sesekali dia menggoda Mingyu dengan memperlihatkan es krim berwarna merah muda itu ke wajah Mingyu. Namun itu sama sekali tidak membuat perhatian Mingyu teralihkan pada buku yang dia baca.

“Ya! Kau selalu menghabiskan waktu dengan membaca. Kau bilang tanpa aku di kamarmu kau kesepian?” oceh Sohyun.

Mingyu akhirnya menutup novel tebal yang sejak tadi menjadi pusat perhatiannya. Dia memperhatikan malaikat imut dihadapannya ini yang sedang memasang tampang kesal dan cemberut tentunya.

“Memang betul tanpa kau aku kesepian di kamar. Ocehanmu itu yang membuatku tidak kesepian. Selama 6 tahun ini celotehanmu itu bagaikan lagu untuk ku,” jawab Mingyu enteng.

“Dasar!” cibir Sohyun.

Sohyun mengambil buku yang tadi dibaca oleh Mingyu dan melihat sampul novel tersebut. Novel yang begitu seram, pikir Sohyun. 6 tahun bersama dengan Mingyu dia tidak tahu alasan Mingyu menggemari buku saat dia bertanya Mingyu hanya akan menjawab ‘entahlah’, ‘buku adalah sumber ilmu’ dan lain-lain.

“Mingyu-ssi aku memperhatikan manusia lain akan berjalan-jalan dengan temannya kenapa kau hanya berdiam diri di rumah?” kini Sohyun tertopang dagu sambil menanti jawaban dari Mingyu.

“Aku akan menjawabnya tapi harus ada syarat,” balas Mingyu.

“Syarat?” ulang Sohyun.

Mingyu menganggukan kepalanya, “Kau harus memanggilku oppa.” katanya enteng.

“H-hah? Oppa? Ih! Shireo! Yang boleh aku panggil oppa hanya Jingoo oppa saja bukan kau,” oceh Sohyun.

“Tapi kau lebih muda dariku jika dilihat secara visual. Kita sudah berteman 6 tahunan tapi memanggil satu sama lain dengan sebutan formal. Terkadang aku bingung kenapa bisa ditemukan oleh malaikat sepertimu kenapa tidak dengan Yoojung temanmu itu,” gumam Mingyu.

“Huh menyamakanku dengan Yoojung pula! Oppa, Mingyu oppa! Kau puas?!”

Dengan polosnya Mingyu menganggukan kepalanya dan itu membuat Sohyun mengendus kesal.

“Jadi begini… alasan aku tidak memiliki teman ya karena…”

.

“Mingyu-ya!” panggil seorang bocah berumur 9 tahun. Mingyu kecil lantas menoleh pada temannya itu dan langsung menangkap bola basket yang dilambungkan padanya. Jaehyun –anak yang memanggil Mingyu—menghampiri temannya dan langsung merangkulkan lengannya pada Mingyu.

“ada apa?” tanya Mingyu.

“tidak ada aku hanya ingin mengajakmu makan. Ibuku membuatkan begitu banyak makanan untuk bekal makan siangku,” ucap Jaehyun.

“ah begitu.. ibumu masih sempat membuatkan makanan untukmu ya? Padahal kitakan sudah dikasih makan oleh sekolahan,” balas Mingyu.

“Tentu. Ibuku yang terhebat!” ujar Jaehyun.

“Ya ibumu yang terbaik,” ucap Mingyu tersenyum tipis.

“bagaimana denganmu? Kenapa ibumu tidak pernah memasakan sesuatu untukmu? Dia juga tidak pernah mengantar atau menjemputmu,” oceh Jaehyun.

“aku… tidak punya ibu,” lirih Mingyu.

Tawa Jaehyun meledak mendengar pengakuan temannya itu sementara Mingyu hanya bisa menatap heran Jaehyun kenapa mentertawakan ucapannya.

“kau tidak punya ibu?” tanya Jaehyun. Dia masih berusaha menghentikan tawanya saat ini lalu Mingyu menganggukan kepalanya. Dia memang benar tidak mempunyai ibu, kan?

“Chingudeul Mingyu tidak punya ibu!” pekik Jaehyun.

Semua teman sekelas langsung memandang ke arah Mingyu dan mereka tertawa. bola basket yang sejak tadi masih dipegang Mingyu langsung terjadi dan ia menundukan kepalanya.

“Mingyu tidak punya ibu.. Mingyu tidak punya ibu!!” sorak semua teman sekelasnya. Kini semua anak melihat Mingyu dengan tatapan penuh ejek. Tak tahan mendengar perkataan teman-temannya Mingyu pun langsung berlari dari kelas.

.

“Ah jadi karena itu kau tidak punya teman,” lirih Sohyun.

“ya.. aku pernah berdoa pada Tuhan agar memiliki teman abadi diumurku ke-12 tahun, dan harapanku terkabul,” ujar Mingyu sambil menatap Sohyun.

“aku bahkan masih ingat dengan dirimu yang terkejut melihatku,” kekeh Sohyun.

.

Jam sudah menunjukan pukul 1 malam selepas merayakan ulang tahun anaknya Youngjae langsung kembali ke kamarnya karena begitu mengantuk. Sama halnya dengan Mingyu dia langsung masuk ke dalam kamarnya untuk segera terlelap tanpa banyak perbuatan dia langsung berbaring diatas ranjang dan memejamkan matanya. Tak di ketahui olehnya sedari tadi dipojok ruangan ada yang menatap kearahnya dengan pandangan yang tak dapat diartikan.

.

Pagi harinya saat merasakan sinar matahari menerpa wajahnya Mingyu langsung mengeliat dalam selimutnya. Selimut?! Mingyu langsung bangun dan ketika membuka matanya lebar-lebar dia begitu terkejut melihat sosok perempuan sebaya dengannya kini ada dihadapannya.

“Kau siapa?!” teriak Mingyu.

“Aku? Malaikat..” jawab Sohyun dengan santai.

“kau anak teman ayah eoh? Tidak sopan masuk ke kamar orang sembarangan!” pekik Mingyu.

“aku malaikat bukan anak teman ayahmu. Aku bukan manusia!” kata Sohyun.

“Ayah!!!” pekik Mingyu.

Brag~

Suara pintu terbuka dengan kasar. Youngjae langsung menghampiri Mingyu dengan raut wajah panik. Dan dia pun segera memeriksa keadaan anak sematawayangnya itu untuk memastikan Mingyu tidak kenapa-kenapa.

“ada apa?” tanya Youngjae panik.

“Ayah kenapa anak temanmu masuk kedalam kamar…… ku…” ucapan Mingyu semakin memelan ketika menyadari bahwa Sohyun sudah tidak ada dikamarnya.

“apa yang kau katakan? Tidak ada tamu sejak tadi. hei kau sudah bertambah umur sikapmu juga harus lebih dewasa. Kau mengagetkanku saja itu kekanak-kanakan,” oceh Youngjae sambil menjitak kepala Mingyu.

“Ta..tapi…”

“sudah lebih baik kau segera mandi dan segera ke sekolah. Cepat!”

Walaupun heran dengan situasi ini Mingyu langsung menganggukan kepalanya patuh. Saat pintu kamar Mingyu kembali tertutup Sohyun pun langsung muncul di belakang Mingyu.

“kenapa memanggil ayahmu? Kalau ada orang lain aku otomatis akan menghilang,” oceh Sohyun.

“aku pasti bermimpi.. aku mimpi.. aku mimpi…” racau Mingyu tak jelas. Sohyun langsung mendekat pada Mingyu dan membalikan badannya malaikat itu langsung mengecup pipi Mingyu. “Dingin..” gumam Mingyu sambil memegang pipinya tapi setelah sadar apa yang terjadi barusan dia kembali berteriak, “Mesum!!” pekik Mingyu histeris.

“Hihi dingin ya? Betul kata Jingoo oppa..” kekeh Sohyun.

“Ah.. ayah.. dia siapa.. siapa?!” histeris Mingyu.

.

Mingyu memandang datar Sohyun yang kini sedang tertawa geli mengingat masa lalu mereka. Sohyun melirik Mingyu sesekali dan bukannya berhenti tertawa suara tawanya kini semakin membesar, “berisik!!”kesal Mingyu.

.

Ketika sedang membaca sebuah majalah Sujeong langsung memalingkan pandangannya ketika seseorang menyerukan namanya dari jauh. Sujeong mengerutkan keningnya heran ketika melihat Kim Chaewon menghampirinya, tumben. Biasanya mereka bertegur sapa jika ada perlu saja.

“Sujeong-ya kau sendiri?” Tanya Kim Chaewon.

“YA aku sendiri. Ada apa Kim Chaewon-a?” tanya balik Sujeong.

“Bukan apa-apa hanya saja aku tidak ada teman. Yoobin tidak datang hagwon hari ini,” rengut Kim Chaewon.

“ada apa dengan Yoobin? Bukannya tadi dia sekolah ya?”

“keluarganya menggelar arisan sore ini. Ya.. kau tahulah ibunya itu sosialita bukan seperti ibu kita yang sibuk bekerja, iya kan?”

Sujeong hanya tersenyum tipis. Kim Chaewon kini duduk di samping Sujeong yang sedang melihat majalah. Saat merasa melihat sebuah baju yang begitu ia kenali Kim Chaewon pun berseru!

“Sujeong-ya ini rancangan ibuku. Bagaimana? Baguskan?” tanya Kim Chaewon.

“Huh? Ibumu yang merancang baju ini?” kaget Sujeong. Chaewon mengaggukan kepalanya dengan semangat, “Sungguh ibumu? Kalau begitu bolehkan aku meminta alamat butik ibumu? Baju ini sangat cantik untuk pesta,” katanya Sujeong.

“Tentu saja.. Oh ya ngomong-ngomong aku nanti duduk di sampingmu ya?” pinta Kim Chaewon.

“A—“

“tidak jadi. Kau pasti duduk dengan Kim Jiho itu. Ew tatapannya membuat aku merinding,” oceh Kim Chaewon.

“aku mau duduk denganmu. Jiho tidak seperti itu kok,” kata Sujeong.

Setelah bell bunyi bertanda kelas akan dimulai Kim Chaewon langsung mengajak Sujeong buru-buru kedalam kelas untuk mendapatkan tempat duduk paling depan.

.

Semua anak berebutan untuk membaca sebuah pengumuman yang baru saja ditempel di mading begitu pula Mingyu. Laki-laki itu menghela nafas berat, dia sungguh tidak suka acara begituan. Di pengumuman tersebut diberitahukan bahwa sekolah ini akan mengadakan pesta dansa untuk memperingati ulang tahun ke-50 sekolah ini berdiri esok hari. Mingyu lantas kembali kekelasnya dengan tidak semangat.

“Kim Chaewon aku nanti ke butikmu ya,” kata Sujeong.

“kau pasti ingin mengincar gaun kemarin, benarkan?” tanya Kim Chaewon.

“Haha benar. Kebetulan sekali,” kata Sujeong.

Ketika melihat suara pintu terbuka Sujeong langsung melihat siapa yang masuk ketika dia tahu itu adalah Mingyu dia langsung tersenyum tipis.

“kau tersenyum kenapa?” tanya Kim Chaewon heran.

Dia melirik arah pandang Sujeong dan membulatkan matanya ketika tahu itu adalah Mingyu.

“Tidak dapat dipercaya! Kau melirik cowok seperti itu? Sujeong-ya Taehyung sunbae bagaimana?” histeris Kim Chaewon.

Sujeong tersenyum lirih, “aku sudah putus dengannya,” jawab Sujeong

“kau sudah putus dengan Taehyung sunbae?” pekik Kim Chaewon.

Semua mata menuju pada Sujeong. Semua lelaki langsung memasang wajah semangatnya saat mengetahui kabar gembira itu sementara yang laki-laki langsung mengendus kesal. Menurut mereka saingan Kim Chaewon saja sudah berat untuk mendapatkan cowok yang mereka sukai dan kini ditambah dengan Sujeong. Kedua wanita populer sekolah berstatus lajang semua.

“pasti kau yang memutuskan hubungan kaliankan? Pasti kau bosan dengan dia selama 3 tahun,” oceh Kim Chaewon.

“Tidak kok, dia yang memutuskanku. Dia sudah punya penggantinya,” gumam Sujeong.

Kim Chaewon membulatkan matanya tidak percaya. Bagaimana ada orang sejujur Sujeong yang mau menceritakan hal sedih itu tanpa merasa gensi atau malu. Tak dapat dipercaya.

.

Aku melihat Sujeong berbicara dengan Kim Chaewon dan dapat aku dengar juga mereka sedang membicarakan Taehyung. Aish.. kenapa Kim Chaewon berbicara seperti itu pada Sujeong? Itu pasti akan membuatnya sedih, bukan? Ingin sekali aku menyela omongan mereka namun apa daya? Siapa aku? Nasib…nasib…

.

“Kim Chaewon-ssi nilaimu semakin buruk tiap hari kau sadar atau tidak? kau ini sudah ditingkat akhir bagaimana bisa kau lulus dengan nilai seperti ini?” oceh Guru Yoon. Kim Chaewon hanya bisa mengendus dalam hatinya, mendengar ocehan dari guru yang ada di hadapannya ini betul-betul memuakan. Guru Yoon yang semulanya terus memandang Kim Chaewon tajam langsung mengalihkan pandangannya keluar ketika melihat seseorang.

“Mingyu-ssi!” panggilnya.

.

Aku sedang berjalan hendak ke perpustakaan tetapi Guru Yoon memanggilku? Ada apa? Tanpa pikir panjang aku langsung masuk kedalam ruangan guru itu dan menghadap pada Guru Yoon. Kulirik gadis yang sedang duduk ini. kenapa dengan Kim Chaewon?

“aku meminta bantuanmu untuk mengajarkan Kim Chaewon beberapa mata pelajaran yang tidak dia mengerti. Bisa?” tanya guru Yoon.

Hah?

“Pak Guru!” pekik Kim Chaewon histeris. Sebegitu bencinya kah cewek ini padaku? Apa salahku? Aku jadi bingung..

“Kim Chaewon-ssi jaga etikamu!” bentak guru Yoon.

“Aku bisa saja,” ucapku terima. Menolong orang bukan perbuatan tercelahkan, hanya mengajarinya beberapa ilmu yang tidak dia ketahui tak merugikanku.

“tapi aku tidak suka! Jangan Mingyu..” mohon Kim Chaewon. Aish perempuan ini tidak tahu terima kasih aku sudah ingin membantunya tapi ditolak.

“tidak ada tapi-tapian. Kau harus mau. Titik!”

Kim Chaewon menoleh geram padaku sementara aku hanya bisa mengalihkan pandanganku kearah lain. Hahaha… aku ingin tahu apa sebegitu tersiksanya dia berada di dekatku.

.

“Ya!” pekik Kim Chaewon. Mingyu yang hendak melanjutkan jalannya langsung menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke belakang. Mingyu meneguk salivanya ketika melihat tampang garang Kim Chaewon yang sedang menatapnya.

“Kau! Kenapa kau setuju bodoh!!” pekik Kim Chaewon tak terima.

“Kenapa? Membantu tidak ada salahnya kan?” kata Mingyu enteng.

“aku bisa memanggil guru private jadi kau tidak usah pernah mengajarkan ku apapun!” kata Kim Chaewon.

Kim Chaewon membalikan badannya dan langsung berjalan terburu-buru namun ketika mendengar Mingyu mengucapkan sesuatu dia langsung menghentikan langkahnya secara mendadak.

“kenapa kau membenciku? Apa salahku?”

Kim Chaewon terdiam sejenak. Dia sendiri tidak tahu jawaban dari pertanyaan Mingyu. Malas membahasnya Kim Chaewon kembali melanjutkan jalannya untuk segera menghilang dari hadapan Mingyu.

.

Aku merasa terpukul ketika dia tidak menjawab pertanyaaanku. Sebenarnya apa salahku? Sejak kelas 10 aku mengenalnya dia selalu enggan menolehku. Apa karena aku tidak tampan? Tapi semua orang yang memiliki visual rata-rata pernah dia tegur atau setidaknya tidak bersikap dingin seperti yang dia lakukan padaku. Ada apa Kim Chaewon-ssi?

.

Sohyun memandang Mingyu datar dihadapannya. Apa benar kalau cowok dihadapannya ini ingin pergi ke pesta dansa? Menggunakan topi fedora, kemeja berwarna orange dan jas berwarna putih celana yang sedikit ketat itu juga berwarna suci.

“ganti pakaianmu!” titah Sohyun.

“ini gayaku. Tidak mau ganti pokoknya! Kalau aku ganti aku bisa telat ini sudah hampir jam 7,” tolak Mingyu.

Ya… aku akan tunjukan padamu gaya yang bagus seperti Jingoo oppa,” kata Sohyun.

“aku Mingyu bukan Jingoo jadi inilah gayaku. Jangan ikuti aku, aku mau pamit pada ayah dulu,” Sohyun terus menerus menghentikan kakinya karena tidak berhasil membujuk Mingyu.

Setelah keluar dari kamarnya Mingyu menghampiri ayahnya yang ada di ruang tengah baru saja beristirahat setelah pulang kerja. Tanpa basa-basi dia langsung meminta izin.

“Ayah aku pamit ke acara sekolah ya,” kata Mingyu.

“Ne pergilah..” kata Youngjae. Selesai bersalaman dengan ayahnya Mingyu langsung pergi.

.

Acara pada malam hari ini cukup meriah dan megah. Selain para siswa yang datang ada juga tamu lainnya seperti alumni dan juga mantan guru yang mengajar di sini. Mingyu masuk ke dalam gedung sekolah yang sudah disulap jadi tempat pesta itu dengan bergetar. Pasalnya ini pertama kali dia ke acara sekolah seperti ini karena dia tidak cukup percaya diri dikeramaian. Sejak awal menginjakan kakinya ke sekolah tujuan utama Mingyu adalah menemui Sujeong. Dia penasaran secantik apakah orang yang dia sukai ketika ada acara seperti ini?

.

“Sujeong-ah!” Aku langsung menoleh ketika seseorang menyebutkan nama Sujeong. Mataku bahkan membulat ketika melihat gadis itu tampil sangat cantik namun simple diacara ini. degup jantungku berdetak sungguh kencang bahkan tanpa sadar aku memegang dadaku. Deg..deg..deg.. aku bisa merasakan debarannya. Sujeong kini sedang berjalan terburu-buru kearahku, ah bukan kearah Yuju maksudnya, orang yang memanggil Sujeong tadi.

“Yuju—“

Aku membulatkan mataku ketika melihat Sujeong hendak tersandung dengan cepat aku langsung berlari kearahnya dan menolongnya agar tidak jatuh. Aku memegang pundaknya cukup erat kini Sujeong menatapku dengan penuh cemas.

“Terima kasih..” lirihnya.

“Ya sama-sama..” kataku.

.

“Kim Chaewon-ah lihat Mingyu dan Sujeong! Omo putus dengan Taehyung sunbae dia dekat dengan Mingyu? Tak disangka…” kata Chaekyung tak percaya.

“Hah?!”

Kim Chaewon ikut melihat apa yang sedang orang-orang perhatikan. Wajahnya kini mendadak seram, dia merasa tidak senang dengan pemandangan itu.

“seperti cinderella, bukan?”tanya Chaekyung.

“Apa? Cinderella? Beauty and the beast mungkin iya,” cibir Kim Chaewon.

Merasa kesal Mingyu tak kungjung melepaskan cengrakamnnya dari Sujeong Kim Chaewon memilih untuk pergi meninggalkan tempat itu tanpa memperdulikan Chaekyung yang sejak tadi mengajaknya berbicara.

TBC

Advertisements

3 thoughts on “The Popular Girls [Chapter 2]

  1. Sofia

    Waaaa akhirnya sudah kutunggu ternyata sudah keluar/? Btw paket abis kemaren baru sempet baca dan komen ;;___;;

    Okelah mingyu udah ada kemajuan hamdalah. Eh kok aku sbl waktu sohyun poppo-poppo masa depanku /g
    Mbak chaewon yaampun mbak saya ga nyangka ya mbak muka dua =)))))))

    Tolong MinJeong dikondisikan itu pegang-pegang hm hm wkwkwkwkw

    Next chap aku tungguin lho jgn lama-lama hihihi. Fanita hwaitingg💪💪💪💪💪

    Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s