Posted in Fanita, Fluff, LFI FANFICTION, School-Life, Teenager / Teen

The Popular Girls [Chapter 3]

tpg2
POSTER BY PUPPYYEOL © POSTER CHANNEL

The Popular Girls

By Fanita

Main Cast : Lovelyz’ Sujeong – Seventeen’s Mingyu

Cast : April’s Chaewon – Actress’ Kim Sohyun – etc

OC : Kim Youngjun – Gongpal

Genre : School Life – Romance  Fantasy || Type : Chapter || Rating : Teeneger

..

Note : Cetak tebal adalah Mingyu POV

..

 

“Chaewon-ah lihat Mingyu dan Sujeong! Ya ampun putus dengan Taehyung sunbae dia dekat dengan Mingyu? Tak dapat di percaya…” kata Chaekyung tak percaya.

“Apa?!”

Chaewon ikut melihat apa yang sedang orang-orang perhatikan. Wajahnya kini mendadak seram, dia merasa tidak senang dengan pemandangan itu.

“seperti cinderella, bukan?” tanya Chaekyung.

“Apa? Cinderella? Beauty and the beast mungkin iya,” cibir Chaewon.

Merasa kesal Mingyu tak kungjung melepaskan cengrakamnnya dari Sujeong ia –Chaewon—memilih untuk pergi meninggalkan tempat itu tanpa memperdulikan Chaekyung yang sejak tadi mengajaknya berbicara.

.

          Terdengar suara bisikan dari orang-orang sekelilingku. Sadar apa yang membuat mereka gempar aku langsung melepaskan tanganku dipundak Sujeong dan kini aku berdiri dengan gugup. Aku terlalu menikmati momen ini sehingga tak sadar orang-orang memperhatikan kami.

“Sujeong-ah apa kau baik-baik saja?” tanya Yuju.

Sujeong melihat ke arah Yuju kemudian menganggukan kepalanya lalu dia langsung memperhatikan Mingyu yang diam mematung dihadapannya.

“Mingyu-ssi.. Terima kasih banyak,” ucapnya lembut.

Perlahan Mingyu mengangkat kepalanya dan menatap Sujeong yang kini tersenyum kepadanya. Dengan berat Mingyu menganggukan kepalanya dan iapun langsung berlari terburu-buru menghindari Sujeong, Yuju dan tatapan orang sekitar yang memperhatikannya sejak tadi.

.

                       “Cie.. apa perasaanmu?” tanya Sohyun tiba-tiba. Kini aku berada di toilet dan keadaan tempat ini begitu sepi, wajar Sohyun  berani menampakan dirinya padaku. Aku hanya diam sambil berkaca. Tanganku perlahan menuju dadaku, detak jantung ini berdebar begitu kencang dan rasa-rasanya akan meledak!

“akhir-akhir ini kau berani dekat dengannya. Benarkan?” kata Sohyun.

“Ya.. Sohyun-ah senyumnya begitu indah. Dia tersenyum untukku,” ujarku.

“Hmm itu berarti dia menyukaimu,” celetuk Sohyun.

“Su-suka? Cinta maksudmu?” tanyaku padanya. Bahkan aku kini langsung menoleh kepalaku ke Sohyun.

“Bukan.. suka bukan cinta maksudku, ya.. dia menyukaimu sebagai teman. Mungkin seperti itu,” jawab Sohyun.

Aku mengendus kesal, aku kira apa….

“jangan berharap lebih dulu, kau akan sakit jika berharap terlalu banyak..” nasehatnya.

“aku mengerti…”

.

          Chaewon kini menyendiri di taman sekolah sambil merenung, raut wajahnya juga sejak tadi tidak berubah. Dia membayangkan kejadian tadi di saat Mingyu menolong Sujeong. Dia merasa jengkel namun tidak tahu apa yang membuatnya seperti itu.

“Kenapa aku kesal?” ocehnya pada dirinya sendiri.

Saat bunyi langkah kaki mendekat ke arahnya Chaewon terkejut dan seketika langsung bersembunyi di balik semak-semak. Keningnya mengerut ketika seorang lelaki berjalan ke arah tempat duduk yang semulanya dia duduki mulutnya berkomat-kamit padahal tak ada seseorang di sampingnya.

“Kim Mingyu itu gila?” batinnya.

.

“perasaanmu sudah lebih baik?” tanya Sohyun.

“Tidak. Masih berdebar.. apa jatuh cinta serumit ini?” aku bertanya balik pada Sohyun.

“Ya? Kenapa kau bertanya seperti itu padaku?”

“mana tahu kau juga merasakan cinta. Atau… kau punya kekasih di tempat asalmu? Atau jangan-jangan Jingoo itu kekasihmu?” celetukku.

“Ya! Mana mungkin, jangan berasumsi yang tidak-tidak!” teriaknya.

Hahaha… aku tertawa mendengarnya. Aku begitu suka mendengar Sohyun berteriak, mengoceh dan berceloteh padaku karena hal itu membuat sekelilingku tidak merasa sunyi.

“Ya Kim Mingyu!”

Seseorang menyeruhkan namaku. Aku mencari kesekeliling namun tidak terlihat orang dan juga Sohyun otomatis hilang dari sisiku. Mulutku membulat ketika seorang gadis cantik keluar dari balik semak-semak dan berjalan ke arahku. Orang itu adalah Kim Chaewon.

“kau gila ya?” tanyanya sambil menatapku tajam.

Gi-gila? Apa dia melihatku berbicara dengan Sohyun tadi?

“Ti..tidak. Kenapa kau berbicara seperti itu? tidak sopan..” ocehku.

“kau berbicara sendiri,” katanya.

“kau bersembunyi di semak-semak,”

“jangan mengalihkan pembicaraan. Kenapa kau berbicara sendiri? Kau sedang tidak memegang ponselmu tadi tidak mungkin kau sedang berbicara di telpon,” katanya.

Apa yang harus aku katakan? Tidak mungkin aku bilang berbicara dengan seorang malaikat. Bisa dianggap gila aku olehnya.

“Itu.. aku tadi sedang bernyanyi. Ya nyanyi!” seruku.

Sorot matanya yang tadi begitu curiga padaku mendadak surut. Untunglah jika dia percaya apa yang aku katakan.

.

“kau kenapa disi—“ Ucapan Chaewon terhenti ketika dari kejauhan dia melihat sosok Sujeong berjalan ke arahnya dan Mingyu. Tak lama kemudian dia mendengar suara teriakan dari kejauhan yang tidak lain adalah suara Sujeong.

“Mingyu-ssi!” teriak Sujeong.

Mingyu buru-buru membalikan badannya dan membulatkan mata tidak percaya. Keringat dingin mulai bercucuran didahinya bahkan karena terlalu gugup dia mengigit bibirnya. Chaewon yang melihat gelagat Mingyu dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa lelaki bertubuh tinggi ini pasti positif menyukai Sujeong. Tanpa pamit lagi Chaewon langsung pergi meninggalkan Mingyu. Awalnya lelaki itu heran dan hendak memanggil Chaewon tuk melarangnya pergi namun ketika Sujeong sudah sampai di hadapannya semua kehendaknya langsung terbatalkan dan kini dia fokus dengan Sujeong yang ada di depannya.

“Mingyu-ssi ada yang memanggilmu. Kebetulan aku melihatmu disini jadi aku yang menghampiriku,” kata Sujeong.

“Siapa?” tanya Mingyu.

“Lee Seokmin dari kelas sebelah,” jawabnya.

“Ah terima kasih sudah memberitahuku,”

“Sama-sama.. ngomong-ngomong tadi kau disini dengan siapa?” tanya Sujeong.

“Chaewon. Tapi dia pergi tidak tahu kenapa,”

“oh. kalau begitu kita kembali kepesta bersama. Ayo!” ajak Sujeong.

Sujeong sudah mengambil ancang-ancang untuk berjalan namun Mingyu masih tetap diam di tempat. Gadis itu tersenyum tipis kemudian menarik tangan Mingyu. Sujeong sedikit terkejut ketika memegang tangan lelaki itu begitu dingin.

“Mingyu-ssi kau sakit ya? Tanganmu dingin sekali,” kata Sujeong.

“Tidak.. aku tidak sakit. Hanya saja udara disini begitu dingin,” balas Mingyu tersenyum kikuk.

“ya sudah ayo kita jalan daripada terlalu lama di luar ruangan,”

Mingyu melirik tangan Sujeong yang menggenggam tangannya. Senyum di bibirnya langsung merekah dan kini mereka berdua berjalan untuk kembali ke dalam sekolah. Tanpa disadar sejak tadi Chaewon yang bersembunyi di  balik pohon yang cukup jauh dari tempat dia berdiri dengan Mingyu tadi hanya bisa menatap mereka dengan cemberut.

.

          Setelah memanggil Mingyu kini Sujeong langsung bergabung kembali dengan Yuju yang sejak berdiri dengan teman-teman yang lain. Sujeong kini ikut berbincang dengan teman-teman populernya dan sesekali tertawa bersama. Di tengah-tengah pembicaraan Sujeong tak sengaja melihat ke arah pintu masuk dan deg!! Hatinya terasa piluh ketika melihat sesosok lelaki yang pernah menjadi kekasihnya berjalan dengan penuh senyuman dengan seorang perempuan yang berada digambar yang pernah dia kirimkan ke emailnya.

“Taehyung oppa…” gumam Sujeong.

Yuju yang mendengar bisikan Sujeong langsung melihat ke arah yang dipandang oleh sahabatnya. Dia juga terkejut melihat momen tersebut. Taehyung bersama kekasih barunya yang merangkul mesra Taehyung.

“Sujeong siapa perempuan itu? kekasih barunya?” tanya Yuju.

“I..iya..”

“kau bilang dia putus denganmu karena ingin fokus dengan pendidikannya?”

Sujeong memang berbohong pada Yuju tentang hal itu karena takut bahwa sahabatnya itu akan marah besar padanya. Tapi sekarang semua malah terungkap.

“kau berbohong padaku!” kata Yuju.

“Maaf..” Sesal Sujeong sambil menundukan kepalanya.

Saat sebuah pelayan sedang membagikan minuman berada di dekatnya Yuju langsung mengambil sebuah gelas dan beranjak dari tempatnya, “kau mau apa Yuju-ya?” tanya Sujeong. Yuju tidak menjawab pertanyaan Sujeong dan malah terus melangkahkan kakinya ke arah Taehyung.

.

          Taehyung kini sedang berbicara dengan salah satu temannya, Kibum, sambil tertawa bersama. Sesekali dia merangkul kekasihnya itu dengan mesra. Dengan sorot mata yang begitu tajam Yuju langsung berjalan terburu-buru ke arah lelaki itu dan..

Byur~~

Yuju pura-pura tersandung dan menumpahkan minuman yang dia bawa tepat di jas Taehyung. Saat sadar bahwa bajunya kotor Taehyung langsung panik begitu juga kekasih yang dia bawa itu.

“Omo.. Taehyung oppa maafkan aku,” kata Yuju.

Taehyung mengepalkan tangannya geram. Reaksi Yuju saat mengetahui bahwa laki-laki itu sedang marah padanya hanya bisa menyunggingkan senyuman miring dan menatap cewek yang kini juga sedang melirik tajam padanya dengan sinis.

“kekasih baru ya oppa?” sindir Yuju.

“Ya! Apa yang kau lakukan dengan pacarku?” oceh pacar Taehyung.

“Ya? Kau tidak sopan!” kata Yuju.

“Apa? Kau yang lebih tidak sopan. Kau tidak tahu siapa aku?”oceh orang itu. Dengan enteng Yuju menggelengkan kepalanya.

“Kwon Saera! Kau tidak tahu siapa aku? Dasar hoobae kurang ajar!”

“Yuju-ya kau tidak sopan dengan seniormu!” tegur Kibum.

Yuju menatap Kibum heran. Senior? Saera itu seniornya?

“kau seniorku? Maaf ya, kau tidak cukup populer untukku ketahui. Dan kau Taehyung! Kau… lelaki keparat yang pernah aku kenal,” kata Yuju dan langsung pergi meninggalkan ketiga orang itu.

Muka perempuan bernama Saera itu memerah karena malu mendengar ucapan Yuju tadi. Taehyung pun menenangkan kekasih barunya itu.

Chagiya jangan dengarkan ucapan Yuju. Dia hanya asal bicara. Walaupun kau tidak populer aku tetap mencintaimu, yakan? Mau sepopuler apa perempuan itu walaupun sudah lama bersama dengannya juga tidak bisa membuatku berpaling darimu sejak pertama kali aku melihatmu di SMA,”

.

“Chagiya jangan dengarkan ucapan Yuju. Dia hanya asal bicara. Walaupun kau tidak populer aku tetap mencintaimu bukan? Mau sepopuler apa perempuan itu walaupun sudah lama bersama dengannya juga tidak bisa membuatku berpaling darimu sejak pertama kali aku melihatmu di SMA,”

Aku menoleh ke sumber suara. Lelaki tinggi yang merupakan senior –sekaligus mantan kekasih Sujeong—baru saja mengatakan hal itu? aku tidak salah dengar bukan? Jadi.. selama ini dia tidak pernah memiliki perasaan untuk Sujeong? Keterlaluan Kim Taehyung itu!

“Sujeong-ah tunggu aku!”

Aku melihat Sujeong berlari ke arah pintu keluar dan Yuju mengejarnya. Taehyung sunbae juga melihat Sujeong keluar namun dia langsung mengalihkan pandangannya pada kekasihnya lagi dan juga tidak memasang raut wajah menyesal sama sekali. Kakiku langsung berjalan untuk menyusul kedua orang yang sudah keluar dari gedung sekolah.

“Yuju-ssi dimana Sujeong?” Tanya Mingyu.

Yuju langsung menoleh dengan kaget lalu dengan terbata-bata dia menunjuk sebuah taksi yang baru saja pergi. Tanpa mengucapkan terima kasih atau satu katapun aku langsung berlari mengejar taksi itu.

.

          Di dalam taksi Sujeong hanya bisa termenung memikirkan ucapan Yuju yang sempat mengatakan bahwa ternyata Saera adalah senior mereka yang mana ketika dia dan Yuju berada di kelas 1, perempan itu menduduki tingkat 3.  Sujeong hanya sempat mendengar hal itu dan tidak sanggup untuk mendengar perkataan lainnya dari Yuju maka dari itu dia langsung pulang terburu-buru.

“Sujeong-ssi! Sujeong-ssi!”

Mendengar namanya disebut oleh seseorang Sujeong langsung menoleh ke belakang dan matanya sukses melebar melihat Mingyu berlari mengejar taksi yang dia tumpangi.

ahjussi hentikan taksinya,” titah Sujeong.

Supir taksi itu langsung menghentikan mobilnya secara mendadak. Sujeong juga segera mengeluarkan uang dari hand bag miliknya kemudian keluar dari taksi itu.

“Mingyu-ssi…” lirih Sujeong.

Dia menghampiri Mingyu yang terlihat begitu letih dan membantunya untuk minggir ke tepi jalan.

“kenapa mengejarku?” tanya Sujeong.

“Kau baik-baik saja?” tanya balik Mingyu.

Sujeong menaikan alisnya bingung, “memangnya aku kenapa?” heran Sujeong.

“mantan kekasihmu.. dia dengan kekasihnya bukan?” tanya Mingyu dengan suara pelan.

Mendengar ucapan Mingyu gadis itu langsung menganggukan kepalanya mengerti dan beberapa detik kemudian dia tersenyum tipis dan kembali menganggukan kepala.

“ya benar ada Taehyung oppa. Kenapa? Ada yang salah ya?” tanya Sujeong.

“kau cemburu ya melihatnya membawa perempuan ke acara sekolah kita?”

“aku tidak cemburu. Hanya.. itu begitu mengagetkan,” ucap Sujeong lemah. “ngomong-ngomong kau mengejarku hanya ingin menanyakan keadaanku?” lanjut Sujeong.

Dengan polosnya Mingyu menganggukan kepala dan membuat Sujeong menjadi tertawa geli dan juga tersanjung. Baru kali ini ada seseorang yang rela mengejarnya hanya untuk bertanya mengenai keadaannya.

“ngomong-ngomong kau capek gak? Bagaimana kalau kau mengisi tenagamu kembali,” ajak Sujeong.

“maksudnya?” heran Mingyu.

“makan malam bersama bagaimana?”

Walaupun terkejut mendengar ajakan orang yang dia sukai Mingyu langsung mengangguk setuju.

.

          Pesanan Sujeong dan Mingyu sudah terhidangkan di hadapan mereka. Keduanya memilih untuk makan di sebuah restauran sederhana. Di sekeliling mereka banyak sekali pasangan yang juga sedang makan dengan nikmat. Mingyu menoleh ke sekeliling dan langsung tersadar ketika mendengar suara Sujeong.

“Mingyu-ssi kau tidak makan?” tanya Sujeong.

“aku akan makan,” jawab Mingyu.

“di sini banyak sekali pasangan yang makan malam bersama ya,” gumam Sujeong.

“Y..ya..”

“baju kita seperti sedang makan malam acara formal saja haha..” kekeh Sujeong.

“aku merasa seperti berkencan,” lirih Mingyu.

“kencan?” ulang Sujeong.

Mingyu yang tidak memprediksikan bahwa ucapannya akan didengar oleh Sujeong refleks langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan. Sujeong yang melihat tingkah Mingyu tidak bisa menahan tawanya.

“haha kau sangat lucu Mingyu-ssi. Kau boleh menganggap ini kencan. Anggap saja kita berkencan saat ini,” celetuk Sujeong.

“Sungguh?” pekik Mingyu tertahan.

“iya kau boleh menganggapnya seperti itu kalau mau. Lebih baik segera makan makananmu, sup pesananmu bisa-bisa dingin karena tidak kau sentuh,” ocehnya.

Sudut bibir Mingyu langsung terangkat membentuk sebuah senyuman manis. Dia tidak pernah menyangka akan ‘berkencan’ dengan Sujeong, makan malam berdua bersamanya.

.

Keesokan harinya.

Tok..tok..tok..

          “Agassi ada tamu untuk Anda,” kata seorang pembantu dari luar kamar majikannya. Chaewon yang sedang tidur langsung membuka perlahan kedua matanya. Dia menggerutu dalam hatinya berani-beraninya ada orang yang mengganggu tidur siangnya padahal sepulang sekolah ini dia begitu lelah untuk melakukan aktivitas. Dengan langkah tertatih Chaewon membuka pintunya.

“Siapa?” tanyanya. Dia menguap sejenak.

“Laki-laki.. tidak tahu siapa dia bilang tidak mau menyebutkan namanya,” jawab pembantu itu.

Tsk! Siapa si? Ya sudah bilang padanya tunggu sebentar aku harus merapikan penampilanku dulu,” kata Chaewon.

Pembantu itu mengangguk patuh. Chaewon pun langsung masuk ke dalam toilet setelah itu merapikan rambutnya yang berantakan.

.

                       Chaewon mengerutkan keningnya heran turun dari tangga. Seorang lelaki duduk membelakanginya. “Kau siapa?” tanya Chaewon ketika sudah dibelakang lelaki itu. Rasanya tidak familiar tapi sulit bagi Chaewon untuk menerkanya.

“Aku, Mingyu…” jawabnya.

“Hah?!”

Mingyu berdiri dan langsung memberikan hormat pada Chaewon. Gadis itu menatap Mingyu bergantian dengan beberapa tumpuk buku yang ada di meja.

“kenapa kau datang kerumahku?” tanya Chaewon.

“mengajarimu seperti permintaan guru. Kalau aku tidak mengajarimu nilaiku akan dikurangi oleh guru,” balas Mingyu.

Badan Chaewon lemas seketika. Dia tidak sanggup untuk berada di dekat Mingyu. Dia merasa benci dengan efek yang dia rasakan berada di jarak yang dekat dengan lelaki ini. Jantung yang terus berdegup kencang sejak kejadian 1 tahun yang lalu yaitu saat Kim Mingyu menolongnya yang hampir tenggelam di kolam renang. Mingyu membantunya dengan memberikan nafas buatan untuknya. Sejak saat itulah Chaewon merasakan perasaan benci sekaligus menyukai lelaki itu.

.

          Untung saja gadis ini pada akhirnya mau menerima kenyataan pahit untuknya diajarkan olehku untuk beberapa pelajaran yang tidak dia mengerti. Walaupun sesekali dia berteriak kesal padaku namun tidak apa, aku bisa menahannya. Teriakan adalah hal yang biasa untukku, aku terbiasa. Aku kini sibuk untuk mencari jawaban dari salah satu soal matematika yang menurutnya sulit setelah selesai mengerjakannya aku menoleh kesamping dan…

.

          Mingyu terkejut melihat Chaewon yang terkantuk-kantuk. Matanya terpejam rapat dan kepalanya bergoyang terus menerus seperti menahan dirinya agar tidak terjatuh.

“Chaewon-ssi…” panggil Mingyu.

Saat Mingyu hendak menyentuh pundaknya, ada seorang wanita cantik yang masuk ke dalam rumahnya Chaewon. Mingyu mengurungkan niatnya dan orang itu bertanya kepada Mingyu. Sepertinya dia bingung ada tamu di rumahnya dan sedang bersama anak perempuannya.

“Temannya Chaewon?”

“Iya aku temannya Chaewon bi,” jawab Mingyu.

Wanita yang tidak lain adalah ibu Chaewon itu menatap Mingyu terus menerus. Sadar diperhatikan Mingyu langsung berbicara kembali.

“A-aku.. aku sedang mengajarkan Chaewon untuk belajar, bibi,” lanjut Mingyu.

“ah begitu ya. Sepertinya anak malas itu tertidur ya. Tolong bangunkan saja Mingyu-ssi,” kata Han Nareum, ibu Chaewon.

Mingyu menggoncang pundak Chaewon berkali-kali Chaewon yang merasa terganggu langsung menepis tangan laki-laki itu dan berteriak.

“aku lelah! Jangan mengganggu tidurku!” bentak Chaewon.

“Kim Chaewon!”

Mata Chaewon langsung terbuka lebar mendengar teriakan ibunya. Dia membulatkan mata melihat Nareum yang kini sedang melipat kedua tangannya di dada dan pada akhirnya gadis itu hanya bisa tertawa kikuk karena tahu bahwa Nareum bisa saja marah padanya.

.

          Gadis itu cukup lucu. Walaupun di luar dia tampak tegar dan pemberani ternyata dia bisa menjadi ciut dan merengek pada ibunya saat ibunya menasehati dia agar belajar lebih serius.

“kau senang melihatku kena marah?” tanyanya ketus.

“tidak. Kau tidak dimarahi ibumu hanya saja dia menasehatimu agar tidak malas belajar,” jawabku.

“sama saja..” ocehnya tidak terima.

“berbeda,” celetukku.

Dia menatapku tajam dan aku pun menarik kembali kata-kataku, “iya itu sama… sekarang kau kerjakan nomor 3,” kataku.

.

          Dengan bersusah payah seorang gadis membawa sebuah kardus berisikan buku-buku menuju gudang sekolah. Sesekali gadis itu berhenti untuk mengatur pernafasannya. Ia meletakan kardus yang dia bawa ke lantai untuk merenggangkan sejenak tangannya yang pegal. Dia seorang gadis yang tidak terbiasa mengangkat beban berat.

“kalau saja tidak sepi aku ‘kan bisa minta tolong bantuan orang,” gumam Sujeong.

Ketika Sujeong ingin mengambil kembali kardus berat tersebut seseorang terlebih dahulu mengangkatnya. Sujeong kaget melihat sosok Mingyu kini tersenyum manis ke arahnya.

“aku bantu bawa ya,” kata Mingyu.

Dengan kikuk Sujeong menganggukan kepalanya. Kini Sujeong dan Mingyu bersama-sama menuju gudang untuk meletakan tumpukan buku bekas yang dititipkan seorang guru pada Sujeong.

“sebenarnya aku ingin menolak membawakan buku ini tapi Yoon songsaengnim sedang hamil tidak mungkin dia yang membawa buku ini,” kata Sujeong pada Mingyu.

“kau sangat pengertian Sujeong-ssi,” ujar Mingyu.

“terima kasih..” balas Sujeong pelan.

Setelah selesai meletakan buku-buku itu Mingyu dan Sujeong langsung menuju keluar sekolah. Sujeong yang akan langsung melaksanakan hakwon langsung menghentikan sebuah taksi. Ketika taksi yang ditumpangi Sujeong sudah berjalan Mingyu melambaikan tangannya.

.TBC.

Advertisements

Author:

wattpad @lovefinite87

5 thoughts on “The Popular Girls [Chapter 3]

  1. “Su-suka? Cinta maksudmu?” ya ampun mas iya aku cinta banget sama kamu :’v

    Ku sbl ih chaewon sama mingyu belajar bareng knp ga belajar sama aku aja sih. Belajar mencintaimu gitu eaeaea ⏪ kata sujeong .g

    Dilanjutlah qaqa ffnya mau nagih sujeong-mingyu YANG BANYAK SKINSHIPNYA GMW TAW WKWKWKW BOONGDENG. Masa ada seokmin……..eh seokmin x yuju pliseu!!!!! =))))

    Semangad pokoknya ffnya makin-makin seru! Jangan bosen ya aku komen dgn celotehan yg gajelas hahahaha gpp lah walaupun mingyu item yg penting manis kek gula jawa (apa hubungannya coba)
    Pan pan pani pani panila tetap huhuhuhuhuawiting yesseu 👌
    Aw ah, udah, kepanjangan, ntar kamu cape bacanya. Maapin 😄

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s