A Substitute [Chapter 1]

sujeongsubstitute

Oke, cukup kali ini saja, Su Jeong akan menjadi pengganti Ye In.

Chapter 1 : Lebih dari L Infinite

Title : A Substitute | Author : magnaegihyun | Genre : Romance, Fluff | Length : Short Series | Rating : PG | Main Cast : Ryu Su Jeong, Kim Tae Hyung | Support Cast : Jung Ye In, Jeon Jung Kook,etc | Poster by Author

.

Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the cast? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC><

*

“Su Jeong-a! Kau akan langsung pulang ke rumah kan hari ini?”

 

“Tidak, Ye In-a. Aku harus pergi ke ruang musik menerima hukuman dosen Lee. Kenapa?”

 

Su Jeong bertanya melalui panggilan itu. Ia membereskan barang-barangnya dengan fokus pada panggilan itu. Su Jeong tampaknya tidak peduli dengan pandangan beberapa teman satu jurusannya yang mencibir melihat kelakuan tak sopannya itu. Ia malah berjalan keluar ruangan kelas dan menuju ruang musik.

 

“Jangan bilang, gara-gara kau terlambat lagi ya? Huh, selalu saja,” Ye In mendesah bosan di balik panggilan.

 

Su Jeong mendengus,”Jika kau hanya ingin mengejekku, aku akan menutup panggilannya.”

 

YA! YA! Aku hanya bercanda. Kau dihukum sampai jam berapa?”

 

Su Jeong mengernyit mendengar suara Ye In yang awalnya berteriak kini dimanis-maniskan. Su Jeong menyadari pasti sepupunya ini menginginkan sesuatu darinya. Ia menghela nafas berat dan duduk di salah satu bangku kosong di ruang musik yang ia tuju. Syukurlah, disini kosong sehingga paling tidak ia tak dimarahi karena menerima panggilan seseorang.

 

“Apa yang kau inginkan, Ye In-a?”

 

Su Jeong dapat mendengar suara tawa malu Ye In di panggilan itu,”Ah, ketahuan ya? Tapi—bisakah kau menggantikanku di acara pertemuan dengan lelaki pilihan ayah?”

 

“Apa? YA! Kau kan tahu bagaimana ayahmu, bagaimana bisa kau—“

 

“Apa kau setega itu padaku, Su Jeong-a? Kau tahu kan aku menunggu Jung Kook oppa. Lagipula jika kau tak suka, kau bisa menolaknya,” Ye In mulai mengeluarkan bujukan dan rayuan pada Su Jeong.

 

“Bukan begitu. Kau kan tahu ayahmu adalah seorang Jung Yun Ho, ia pasti benar-benar marah jika aku menggantikanmu—“

 

“Aku sedang dalam persiapan menelepon ibumu, Su Jeong-a,” Ye In pun mulai mengeluarkan kartu trufnya.

 

Su Jeong terdiam. Ia mengacak rambutnya gelisah. Ia dihadapkan dua pilihan yang sama mematikannya. Yang pertama, ia membantu Ye In dan siap-siap dimarahi pamannya. Yang lainnya, ia tidak membantu dan siap-siap disuruh pulang ke Gwangju oleh ibunya dengan alasan akan melakukan pemindahan jurusan kuliahnya lagi. Ya tuhan, mengapa hidup ini sulit. Huh, memang dasar Jung Ye In!, batin Su Jeong kesal.

 

“Baiklah. Baiklah. Aku akan pulang jam lima nanti. Memangnya si Jung Kook oppamu itu akan pulang nanti dari Osaka?”

 

“Terima kasih, sayangku Ryu Su Jeong! Kau sungguh baik. Ah—Jung Kook oppa? Iya, dia akan kembali nanti malam.”

 

Su Jeong menghela nafas kasar menyadari sepupunya mulai kumat dengan penyakit Jeon Jung Kook. Memang sih Jung Kook itu tinggi, atletis, tampan dan terkenal. Apalagi ia juga seorang atlet serba bisa juga anak orang kaya. Su Jeong harusnya paham mengapa sepupunya itu begitu tergila-gila. Bahkan sepupunya itu mengatakan menunggu lelaki itu tapi kenyataannya sepupunya dan Jung Kook hanyalah teman sejak kecil. Apalagi sejak dewasa, mereka berdua belum bertemu secara langsung. Bahkan hanya Su Jeong yang pernah tidak sengaja bertemu dengannya. Huh, sayang sekali si Jeon Jung Kook itu memiliki kepribadian cerewet yang membuat Su Jeong ilfeel.

 

“Ah ya, Su Jeong. Aku akan menjelaskan pakaian dan lain-lainnya di rumah ya. Hee Gi sudah menjemputku. Sampai jumpa nanti!”

 

Ye In menutup teleponnya tiba-tiba membuat Su Jeong memaki sepupunya itu dalam hati. Iapun memasukkan ponselnya ke dalam tas dan menaruh tasnya di salah satu bangku. Su Jeong kemudian turun ke arah gudang ruang musik. Ia ingat pesan dosennya tadi yang menyuruhnya membereskan gudang. Beruntung, Su Jeong bukanlah gadis yang tak suka bersih-bersih, ya karena ia sudah biasa dihukum karena telat.

 

Ah tunggu, tadi katanya ada seorang lagi kan yang dihukum? Apa orang itu sudah datang ya?, batin Su Jeong sambil membuka pintu gudang.

 

Su Jeong mengernyit. Apa-apaan ini. Su Jeong membuka pintu itu dengan biasa namun tidak dapat terbuka. Su Jeong merutuk bahwa pintu itu tidak mungkin terkunci kan. Ia kemudian membuka pintu gudang itu lebih kuat. Aneh, pintu itu masih tidak dapat terbuka. Su Jeong pun mengerahkan seluruh tenaganya membuka pintu itu.

 

Bruuuk

 

Baiklah, kali ini Su Jeong benar-benar membisu. Memang keinginannya sejak beberapa menit yang lalu memang terwujud. Ia memang sudah benar-benar mengerahkan kekuatannya untuk membuka pintu itu. Beruntung sih, pintunya tidak rusak hanya saja ini berdampak padanya. Tubuhnya lebih tepat. Ia merasakan lengannya agak nyeri karena terantuk ubin dingin gudang ruang musik ini. Bahkan telapak tangannya juga terantuk sampul buku yang keras.

 

Itu semua belum apa-apa sebenarnya. Yang sebenarnya adalah, ia jatuh menimpa seseorang. Ia kini benar-benar mendelik. Jelas ia mendelik, bagaimana tidak? Bibirnya dan bibir orang yang ia timpa itu menempel sempurna. Baiklah, Su Jeong perlu mengakui bahwa mata orang ini memang tipenya yang mirip-mirip L Infinite itu. Bahkan mungkin orang ini lebih-lebih mempesona daripada L Infinite baginya. Tapi pertemuan pertama mereka tidak harus seperti ini kan. Ini sudah beberapa menit, namun Su Jeong dan orang itu tetap diam. Jadi, pertemuan pertama dengan lelaki idealnya ini dengan berciuman?

 

Oh gosh, please make me turn back the time!, batin Su Jeong putus asa.

*

Su Jeong menghela nafas berat melihat restoran di depannya ini. Ia baru saja dikirim oleh Ye In, sepupunya melalui taksi ke restauran ini. Ia juga harus menerima saja apa yang harus dipakainya. Hingga ia kesini dengan gaun selutut berwarna peach dengan blazer biru laut.

 

Memang, pilihan baju sepupunya ini memang tidak terlalu buruk. Tapi kini ia lebih khawatir pada apa yang akan didapatkannya nanti dari pamannya itu. Ya tuhan, kenapa hidup ini benar-benar susah!

 

Su Jeong pun melangkah masuk restoran yang jelas terlihat dari interiornya termasuk restoran elit. Ia masuk dengan rasa percaya diri. Ia mencoba mencari sebuah ruangan yang ia ingat ia dengar dari Ye In tadi. Ia tahu bahwa itulah ruangan dimana pertemuan yang dihindari Ye In itu diadakan.

 

Tok… Tok…

 

Su Jeong mengetuk pelan pintu di depannya. Selang beberapa detik kemudian, ia membuka pintu itu sambil membungkuk hormat. Ia tersenyum pada orang-orang yang ada di dalam situ. Dua pasang suami-istri dan seorang laki-laki. Su Jeong memicingkan matanya melirik lelaki itu. Ah, jadi ini tunangan Ye In. Lumayan juga sih, batinnya.

 

“Ah, Perkenalkan ini Ryu Su Jeong, keponakanku, Jae Joong-ah! Maafkan, anakku ya yang sepertinya terlambat datang.”

 

Su Jeong membungkuk kembali mendengar ia diperkenalkan. Baiklah, ayah Ye In tampaknya belum paham kali ini. Su Jeong kemudian duduk di samping ibu Ye In, Go Ara. Ibu Ye In ini tersenyum padanya ramah, seperti biasanya di rumah. Su Jeong duduk dengan gugup, bingung bagaimana menyampaikan kenyataan bahwa Ye In kabur ke bandara saat ini.

 

Eomma, dia sepupu calon tunangan hyung kan? Kalau begitu biar aku saja yang dijodohkan dengannya!”

 

Su Jeong terbelalak mendengar ucapan laki-laki yang ada di depannya itu. Beruntung, ia tidak sedang minum, jika ia sedang minum, pasti ia langsung menyemburkannya. Jadi dia bukan calon tunangan? Adiknya? Ah berarti laki-laki itu lebih muda dari Su Jeong. Su Jeong jadi ingat adiknya di Gwangju.

 

“Ya ampun, Min Gyu, jangan mempermalukan ayah dan ibu dong. Maafkan aku, Ara-ya. Anakku ini benar-benar tidak sopan,” Ibu lelaki tadi yang duduk di depan bibi Su Jeong, tersenyum minta maaf dengan raut yang benar-benar ramah.

 

“Ah tidak apa-apa, Jin Hee-ya. Anak muda jaman sekarang memang langsung menyampaikan perasaan tanpa malu ya,” Bibi Su Jeong menjawab dengan sama bercandanya.

 

“Tidak! Min Gyu tidak boleh dijodohkan dengannya. Aku akan setuju dengan perjodohan ini jika ia tunanganku, eomma!”

 

Su Jeong jelas refleks menoleh ke arah sumber suara itu. Ia terkejut melihat laki-laki yang berdiri di pintu itu. Lelaki itu tersenyum angkuh ke arah Su Jeong membuatnya ingat. Su Jeong kenal wajah ini. Ia baru tadi siang melihat wajah ini. Oh tidak, ia ingat! Lelaki ini yang tidak sengaja ia cium kan. Ya tuhan, mengapa dunia ini begitu sempit?

Continue or not?

Give me your feedback, juseyo~

Advertisements

16 thoughts on “A Substitute [Chapter 1]

  1. Taejong ajalah aku pilihnya, aku suka mereka. Pertemuan yang diduga juga sih. Jadi aku dukung Taejong/kumat lagi ship garis kerasnya/
    Ditunggu lanjutannya^^

    Liked by 1 person

  2. Kak Sherrrrrr aku mau rusuh sebentar ya hehehe XD
    Demi apa aku sendiri geregetan yaampunnnn. Kupikir awalnya yang Yein nyuruh Sujeong gantiin dia itu kayak semacem kencan buta yang cowok sama ceweknya aja yang ikut lah ini ternyata sama keluarganya whoaaa
    Terus terus yang scene Sujeong-Taehyung nabrak bibir (?) itu aku ketawa yaampun (padahal gatau sih apa yang diketawain……..) abisan scene-nya unyu uh terus yang bagian ini: Bahkan mungkin orang ini lebih-lebih mempesona daripada L Infinite baginya. aku ketawa sangat…… Eh ujung ujungnya ketemu di perjodohan gitu terus si Tae langsung mau comot Sujeong jadi ceweknya yaampun._.
    Dan kupikir ini chapter, tapi pas kaksher bilang, “Continue or not?” aku jadi gereget. LANJUTIN KAK AYOOO! Aku gereget sangat sama Sujeong-Taehyungnya ih XD
    Semangat menulisnya kaksherrr~

    Ines.

    Liked by 1 person

    • iya ines rusuhin aja gpp kok. hahaha, iya emang yein itu keterlaluan><
      nabrak bibir(?) itu emang salah satu adegan favoritku juga >///<
      iya, iya, ini udah ada lanjutannya kok, cuma nantang readers aja sih pake kata-kata itu 😀 makasih banyak atas kerusuhan(?)nya~

      Like

  3. Hi!!
    Tertarik liat judul chapternya, aku kirain bakal ada L-nya, eh ternyata ga ada 😀
    Yein bandel amat sih hahaha, tapi gapapa sih karna Jungkook emang lebih (?) dari Taehyung.
    Sujeong, sikat aja Taehyung-nya (?) Mumpung Taehyung-nya yang mau 😀
    Ini masih ada lanjutannya kan? Ditunggu ya 😀

    Liked by 1 person

    • judulnya doang emang yg ada L-nya, sayang aku bingung mau masukin L dimana di ff ini.
      iyalah jungkook buat yein lebih banget daripada taehyung.
      udah ada lanjutannya, silakan dicek~

      Like

  4. TaeJeong ih asik TaeJeong..
    TaeJeongnya ciuman(?) Itu padahal gk saling kenal.. aduh mereka ciuman..#stop

    aduh suka ini fic nya..
    TaeJeong soalnya.. sekian lama(?) fic TaeJeong jarang muncul sekarang baru ada lagi.. makasih makasih..

    Aduh ada Mingyu juga..
    itu Mingyu langsung aja nyamber pengen dipasangin sama Sujeong.. Sujeong cantik sih yah..
    Taehyung juga asal banget ngomong pengen ditunangin sama Sujeong.. emang Sujeongnya mau..???? #jderr
    Btw itu bener Taehyung kan yah..? #jduakk

    Kirain Yein nyuruh Sujeong gantiin dia kencan buta atau semacamnya.. ternyata engga yah.. diriku salah kira ternyata..
    Tapi makasih aja buat Yein.. jadi Sujeong ketemu lagi sama Taehyung.. etapi itu bener Taehyung kan..? #maksa

    Udahlah yah.. komennya gk jelas banget ini.. lanjut aja lah yah..
    Ditunggu..

    Liked by 1 person

    • iya, maaf ya puasa-puasa ngasih adegan kayak gitu><
      iya entah kenapa mingyu dipas-in buat adeknya aja ya, soalnya mingyu punya aku eh jadi nggak ditunangin sama sujeong. bener taehyung nggak ya? hayo siapa?
      lanjutannya sudah ada, silakan dicek~

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s