[Graduation Party] Melawan Dunia

1466091433974

Melawan Dunia

Present by Luxerrie

Starring:

Jeong Ye In (Lovelyz) and Hwang Eun Bi (Gfriend)

Angst, Friendship, AU

Ficlet – T

 

 

“YA TUHAN, AKHIRNYA AKU LULUS DENGAN NILAI TERBAIK! HAHAHA!”

Malam itu dingin. Angin di malam ke lima belas di musim panas itu bertiup cukup kencang mengibarkan ujung gaun peach selutut yang saat ini terlihat begitu pas menempel di tubuh kurus Ye In.

Sambil berusaha duduk di atas beton pembatas atap sekolah yang kasar, Ye In menggigit surat kelulusannya yang berhiaskan pita putih karena kedua tangannya sibuk menahan ujung gaunnya agar tidak diusik oleh angin-angin nakal.

“Jung Ye In, jangan berteriak seperti itu!” Eun Bi yang berdiri lima meter di belakang Ye In dengan stiletto delapan sentinya menyalak kesal sambil pada gadis yang kini larut dalam buaian angin malam. “Dasar bodoh!”

Ye In tertawa lagi. Entah menertawakan umpatan kesal Eun Bi atau menertawakan cara berjalan Eun Bi yang aneh karena tidak terbiasa memakai sepatu berhak tinggi. Atau mungkin juga Ye In menertawakan keduanya.

“Biar saja! Besok-besok aku kan tidak bisa lagi berteriak seperti ini disini.” Ye In membela dirinya sendiri sambil menatap kerlipan lampu-lampu dari gedung pencakar langit di hadapannya yang terlihat seperti rasi bintang. “Mungkin aku akan selalu merindukan tempat ini.”

Kali ini giliran Eun Bi yang berusaha duduk di atas beton pembatas itu sambil melempar asal stiletto mahalnya ke belakang. Lalu gadis itu bergerak ke kanan berusaha menghapus jarak sebanyak mungkin antara dirinya dan Ye In.

“Kamu kan bisa berkunjung ke sekolah kalau sedang tidak ada jam kuliah,” Ujar Eun Bi sambil menatap wajah Ye In yang ada di sebelah kanannya. “atau kamu benar-benar akan menerima beasiswa ke London itu maka dari itu kamu akan sangat-sangat merindukan tempat ini? Jahat!”

Ye In terkekeh kecil mendengar rengekan Eun Bi yang masih kekanakan. Lalu kepalanya yang dikepang manis menggeleng-geleng hingga anak rambutnya ikut bergoyang. “Ibuku tidak memiliki banyak uang untuk menerbangkanku ke London. Lagipula aku sudah menolak beasiswa itu, kok!”

Eun Bi lalu menatapnya dengan mata yang berbinar senang. “Really? Lalu setelah ini kamu akan melanjutkan kemana? Universitas Haesung sepertiku? Kita bisa berangkat ke tempat seleksinya bersama-sama dengan Chan Woo dan Moon Bin!”

Ye In menggeleng dengan senyuman lebar yang terpatri pada wajahnya. “Setelah ini aku akan pergi melawan dunia dengan ini!” Tangan kanan gadis itu mengacung-acungkan surat kelulusannya.

Eun Bi kemudian tertawa. Ye In memang tidak pernah bisa diajak bicara serius. “Hey, aku serius, Ye In! Setelah ini kamu akan melanjutkan kemana? Atau jangan-jangan kamu akan langsung menikah dengan Jung Kook-ie oppa yang itu setelah lulus sekolah, iya, kan? Ayo mengaku!”

Eun Bi menusuk-nusuk lengan atas Ye In sambil tersenyum menggoda. Ye In tertawa jenaka sambil berusaha menyingkirkan telunjuk gadis itu pada lengannya.

“Kami berdua sudah putus sejak dua bulan yang lalu, ingat?” Ye In berujar sambil berdiri di atas beton itu dengan kedua tangan yang merentang seperti melakukan sebuah peregangan. “Kamu harus kembali ke aula, Eun Bi. Si bongsor Chan Woo itu pasti kebingungan mencarimu, sebentar lagi prom-nya akan dimulai.”

Seperti terhipnotis oleh gerakan Ye In, Eun Bi pun ikut berdiri menginjak beton bisu itu dengan tangan yang juga merentang melakukan peregangan. Namun beberapa detik kemudian tangan yang merentang itu berpindah untuk mengusap-usap lengannya yang diterpa dinginnya angin malam.

“Ayo kita kembali bersama-sama, Moon Bin juga pasti kebingungan karena tidak menemukan calon pacar barunya.” Eun Bi menaik-turunkan kedua alis tebalnya menggoda Ye In.

Lagi-lagi Ye In tertawa. Namun kali ini hanya sebentar karena tawa itu digantikan dengan sebuah senyum jenaka yang terlihat sedikit aneh.

“Sepertinya kamu tidak menyimak kalimatku dengan baik, Eun Bi.” Ye In masih mempertahankan senyuman itu di wajahnya yang ditiup-tiup oleh angin malam.

Ye In melangkahkan kedua kakinya mendekati ujung beton pembatas itu tanpa mempedulikan garis muka Eun Bi yang berubah. Surat kelulusan yang digulung dan diikat manis oleh pita putih bersih itu Ye In bawa hingga mendekati dadanya.

“Sudah aku bilang, kan?” Eun Bi menahan napasnya menunggu kelanjutan kalimat dari teman karibnya itu. “Kalau setelah ini aku akan pergi melawan dunia dengan ini.”

Kali ini Ye In mencoba melepaskan wedgess putih gadingnya dan melemparnya ke belakang dengan asal. Seperti yang Eun Bi lakukan tadi.

“Mau ikut denganku?” Ye In bertanya kalem yang kemudian dihadiahi sebuah gelengan kaku dari kepala Eun Bi.

Lalu Ye In mengendikkan bahunya sambil memasang senyuman jenaka itu lagi.

“Ya sudah.” Dan kemudian melompat bebas menantang gravitasi, meninggalkan Eun Bi yang berdiri bingung.

Eun Bi menahan napasnya saat membran timpaninya menangkap sebuah suara seperti benda keras yang retak dan patah yang samar-samar terdengar. Telunjuk Eun Bi yang bergetar kemudian bergerak untuk mengusap air matanya yang tiba-tiba meleleh turun membasahi pipinya.

“Dasar bodoh! Dasar Jung Ye In bodoh!”

-FIN-

Advertisements

4 thoughts on “[Graduation Party] Melawan Dunia

  1. YEIN-AAAAAA😭😭😭 aku syok pas tau2 liat dia lompat bawa surat kelulusannya😭 btw, aku kurang paham deh. kenapa yein “melawan dunia” dgn surat kelulusannya? kukira tdnya yg dimaksud melawan dunia tuh berjuang mati2an… eh ternyata…😨

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s