[Graduation Party] 永恒的 (Everlasting)

Standard

永恒的

 

Pesta topeng yang berakhir ricuh dan kemauan untuk selalu bersama.

bangsvt’s proudly present

永恒

Starring : Lovelyz’s Yein Jung and UP10TION’s Dongyeol Lee

PG15

Horror,  Dark

1,129ws

Enjoy!

Gaun hitam yang menggantung manis, palet make-up yang menghiasi meja rias, dan topeng hitam yang tergeletak manis di atas kasur.  Yein tampak mengetuk-ketukan ponselnya ke dagu, gadis ini nampak cemas.

“Oh, ayolah, Dahyun, kenapa kau tidak membalas pesanku?” Yein menggerutu kesal sembari mengecek layar ponselnya, memastikan apa ada notifikasi terbaru atau tidak. Sayangnya, layar ponsel itu hanya menampilkan gambar tanpa notifikasi tertentu.

“Kenapa anak itu tak kunjung membalas pesanku?” lagi-lagi, gadis berperawakan tinggi ini menggerutu. Yein memutuskan untuk merapikan diri dan berganti pakaian sembari menunggu balasan dari Dahyun.  Selesai mematut diri, Yein segera mengambil ponselnya yang ia tinggalkan. Terlihat ada balasan dari Dahyun di sana.

‘Aku sudah di depan rumah, cepatlah turun.’ Dengan semangat Yein mengambil topeng dan tasnya. Kaki jenjangnya mengarahkan dirinya untuk turun dari tangga. Tidak lupa Yein pamit dengan Sang Ibu yang tengah menonton drama malam. Obsidian Yein menangkap sebuah mobil sedan bermerek tengah berhenti di depan rumahnya. Dapat dipastikan jika itu mobil Hansol yang akan membawa dirinya pergi ke pesta malam ini. Yein segera beranjak dari tempatnya, memasuki mobil Hansol dan menyapa pemiliknya, serta Sang Kekasih, Dahyun.

“Lama sekali, sih, aku hampir mati kebingungan ingin berangkat dengan siapa.” Yein menyilangkan kedua tangannya di depan dada, tanda ia kesal dengan Dahyun yang telat menjemputnya.

“Maaf, tadi bannya gembes.” Hansol melajukan mobilnya dengan kecepatan normal. Yein yang mndengar alasan Hansol hanya bisa mendengus kesal. Selang beberapa menit, mereka sudah sampai di sebuah hotel yang dipakai untuk acara. Acara kelulusan dengan tema topeng ini sempat membuat Yein bingung. Selain karena topeng yang mengharuskan dia membeli, Yein juga tidak memiliki kekasih untuk diajak berdansa seperti Dahyun dan Hansol. Bahkan saat di mobil saja, Yein menjadi obat nyamuk yang disuguhi pemandangan romantis dari kedua sahabatnya itu.

Yein tak lagi bersama Dahyun dan Hansol, mereka memutuskan untuk berpisah karena Yein yakin Dahyun dan Hansol memutuhkan waktu untuk berdua. Jadi, di sinilah Yein, di balkon gedung sembari memegang jus jeruk yang ia ambil saat pertama kali masuk. Angin yang menerpa wajahnya, membuat surai kecokelatan Yein ikut berhembus. Yein nampak cantik saat seperti ini, pun memang dirinya sudah cantik.

“Cantik.” Yein menoleh saat telinganya menangkap sebuah suara. Laki-laki dengan jas hitam yang lengannya digulung ke atas, rambut model belah tengah, dan topeng berwarna putih kemerah-merahan sukses membuat Yein terpana. “Jangan melamun seperti itu, aku tahu aku tampan.”

“Percaya diri sekali kau.” Yein sedikit terkekeh dengan pernyataan laki-laki di sampingnya ini. “Kalau boleh tahu, namamu siapa?”

“Lee Dongyeol, kau pasti Jung Yein.”

“Bagaimana kau tahu namaku?” Yein mengerutkan dahinya bingung.

“Kau itu sangat terkenal, mana mungkin aku tidak mengenalmu.” Yein terkekeh mendengar jawaban dari Dongyeol. Dia memang terkenal karena prestasinya yang sangat banyak untuk sekolah. “Kenapa tidak memakai topengmu?” Gadis Jung itu melihat topeng yang sedari tadi ia pegang.

“Aku risih. Apa kau tidak risih dengan topengmu?” Dongyeol menggeleng.

“Jika aku membuka topengku, percaya diriku hilang.”

“Memangnya bisa begitu? Lalu bagaimana jika kau kesekolah?”

“Aku meminjam wajah adikku.” Yein mengangguk mengerti tanpa berpikir apa yang dikatakan oleh Dongyeol. Selang beberapa detik, gadis itu menoleh terkejut. Ainnya hanya menangkap seringaian yang diberikan Dongyeol. “Aku terlalu jujur, ya? Hingga membuatmu kaget seperti itu.” Tawa Dongyeol yang terdengar seram di tengah malam membuat perasaan takut Yein membuncah. Bibir gadis itu bergerak tak sadar, matanya bergerak cemas, dan tangannya gemetar.

“Hei, kenapa takut seperti itu? Aku tidak akan menakutimu.” Tangan Dongyeol dengan bebas mengelus lembut wajah Yein. Yein ingin beranjak pergi dari sana, tapi apa daya kakinya terasa beku. “Kau nampak manis jika sedang ketakutan seperti ini.” Yein tidak mendapati orang lain selain mereka.

“Tatap aku,” Yein memalingkan wajahnya. Sungguh, rasanya dia seperti mati kutu. Dongyeol membuat cengkraman pada kedua pipi Yein, membuat gadis itu kesakitan dan otomatis menghadapnya.

“Hei! Siapa itu?” dengan spontan keduanya melirik ke arah sumber suara. Di sana terdapat Jung Chanwoo, ketua OSIS. Yein mencoba meminta pertolongan dengan menggerakan tangannya. Tentu Dongyeol tidak sebodoh itu. Dikeluarkannya sebuah pisau kecil dan dilemparkannya tepat mengenai perut Chanwoo.

“Aa!” mendengar sebuah teriakan, semua murid yang menghadiri pesta tersebut berhenti melakukan kegiatan mereka. Pesta yang tadinya membuat semua orang bahagia, kini berubah ricuh dengan teriakan-teriakan ketakutan. Banyak dari mereka yang memutuskan pulang, dan beberapa menolong Chanwoo yang tengah mengerang kesakitan. Dahyun dan Hansol mencari-cari Yein. Jika Yein hilang, apa yang harus mereka katakan kepada ibunya? Bisa-bisa mereka mati di tempat karena tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, di sebuah gudang kosong.

Cahaya lampu yang remang-remang, suara cicak yang memenuhi malam, dan bau busuk mengisi tempat yang Yein tidak tahu ini. Tangan dan kakinya diikat ke sebuah bangku. Yein menangis dalam diam. Ia tidak pernah berpikir jika promnight yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi sesuatu yang menyeramkan seperti ini. Dan, bagaimana kondisi Chanwoo sekarang? Yein dapat dengan jelas melihat bagaimana Dongyeol melemparkan pisau itu tepat mengenai perut Chanwoo. Ingatan itu menyerang Yein tanpa ampun, membuat tangisan gadis ini semakin deras.

Suara asahan pisau dengan tiba-tiba membuat Yein berhenti menangis. Gadis ini berpikir, inilah malam terakhir dia.

“Ibu maafkan aku jika aku sering membuatmu kesal. Aku suka tidak menurutimu, aku menyesal. Aku, hiks, cinta ibu. Dahyun-ah, kau sahabat terbaikku, kau tahu? Teruslah, hiks, bersama Hansol, dia pria yang baik. Hansol-ah, hiks.” Yein tidak dapat melanjutkan pesannya lagi karena Dongyeol datang seperti seorang polisi. Masih setia dengan topeng putih kemerahannya, Dongyeol terduduk di depan Yein. Seringaian yang Yein takuti kembali hadir. Ia dapat melihat sebuah pisau daging berada di genggaman Dongyeol.

“Ku mohon, jangan bunuh aku.” Lirih gadis Jung. Dongyeol tertawa senang dengan lirihan Yein.

“Aku tidak akan membunuhmu. Bagaimana mungkin aku membunuh orang yang paling kucintai ini, hm?”

“Kau mencintai…ku?” Dongyeol mengangguk yakin. “Kalau begitu lepaskan aku, keparat!”

PLAK

“Gadis cantik tidak boleh berteriak seperti itu. Kau mau menjadi seperti mereka?” Dongyeol mengarahkan wajah Yein ke setumpuk mayat yang beberapa sudah membusuk. Jadi karena itu dia mencium bau busuk sedari tadi?

“Kau gila, Dongyeol.”

“Ini semua karena kamu. Seandainya saja kamu tidak membuatku mencintaimu, aku tidak akan tega membunuh adikku dan mengambil wajahnya.” Sekali lagi, Yein merinding mendengar pernyataan Dongyeol.  “Tapi sayang, wajah itu tidak bertahan lama. Jadinya aku harus membunuh mereka. Kau tahu? Ini semua karena aku ingin dekat denganmu, Yein.” Dongyeol mengarahkan wajahnya ingin mencium Yein, sayang gadis itu menolak dengan memalingkan wajah.

“Kau ingin melihat wajahku, bukan?” Dongyeol menarik topengnya dengan satu kali hentakan.

“Topeng… itu… di strapless?” Darah segar mengucur deras dari kedua pelipis Dongyeol. Wajah laki-laki itu setengah hancur. Hanya menyisakan bola matanya, bahkan hidung saja tidak ada. Daging wajahnya dan permukaan tulang laki-laki itu nampak jelas terlihat di mata Yein.

“Sinting!”

“Sudah kuduga kau tidak akan menyukainya.” Dongyeol melangkah masuk ke sebuah ruangan. Yein hanya berdoa semoga dia tidak ke tempatnya lagi. Sayangnya tidak. Dongyeol kembali dengan sebuah ember di tangannya. Benda cair berwarna bening itu membuat Yein berkerut bingung.

“Itu apa?”

“Benda yang akan membuat kita bersama selamanya.” Yein tidak akan pernah melupakan seringaian Dongyeol.

Kkeut

Wayoloh bendanya apaan? Coba tebak.

Selamat ulang tahun Mba Yein dan Mba Myungeun, sehat selalu ya. May God always blees you wherever and whenever you are.

Regards,

bangsvt

Advertisements

8 thoughts on “[Graduation Party] 永恒的 (Everlasting)

  1. BENDA APA ITU😨😨 aku mikirnya itu cairan yg bisa ngebekuin mayat, soalnya dongyeol bilang “membuat kita bersama selamanya”. pertamanya aku mikir itu racun, tapi kok wadahnya di ember… tapi aku mah soktauan orgnya jadi kalo salah maklumin aja yea~😂

    hm, dongyeol kok kamu gini ya. mentang2 ada ungkapan ‘cinta itu buta’😂 anyway, good fic!

    Like

  2. ANi

    Cairan apa itu? Ngebayangin racun sebanyak itu dalem ember kayanya ga mungkin, racun seteguk aja udah bikin menggelepar masa se-ember…

    Aku ngebayangin Dongyeol pake wajahnya Sunyeol, aku ga tau wajah anak UP10TION soalnya, termasuk kudet T.T

    Like

    • itu formalin kekeke :v
      aduh jangan pakai wajah sunyeol, sunyeol mukanya muka-muka malaikat kekeke
      dongyeol itu xiao, maknae mereka
      terima kasih sudah mau baca dan komentar ^^

      Like

  3. Kaze

    Xiao~yaaa
    Kok serem gtu sih disini.. tp aku sukaaaaa♡♡♡
    Keren jg klo dibikin gni karakternya, apalagi author yg bkin 🙂 semangat terus yaa thor

    Butuh sequel nih 🙂
    Pleaseeee :*

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s