[Graduation Party] The Night

knposter1

Amazing poster by NJXAEM

Author : Kim Nara

Genre : Angst, Mystery

Length : Ficlet

Rating : General

Cast : Park Myungeun

Summary

“Sekarang giliranmu,”

-oOo-

Park Myungeun, gadis delapan belas tahun itu  melirik seisi ruang dansa dalam diam dengan senyum yang masih dikulum. Tangannya kembali meraba puncak kepala guna memastikan mahkota yang baru saja di berikan padanya masih bersarang. Jika bertanya, Myungeun sendiri-pun masih belum dapat percaya bahwa ia di nobatkan sebagai “Queen of  graduation party”, bahkan mengalahkan deretan murid populer sekolah.

Musik dansa masih mengalun dengan cukup keras saat seorang pemuda tiba di hadapan Myungeun sembari menebar senyum yang cukup manis. Myungeun menatap pemuda di hadapannya dengan sedikit menimang-nimang.

“Ada perlu apa Suga?”

Pemuda pemilik nama ‘Suga’-itu menggaruk tengkuknya sedikit kaku “Kau mau berdansa denganku?”

Myungeun terkekeh geli, ia sekelas dengan Suga sudah tiga tahun lamanya dan pemuda itu tak pernah sekalipun mencoba untuk membuka observasi antara mereka lalu kini pemuda yang bertitel sebagai ‘ketua kelas’-itu dengan lantang mengajaknya untuk berdansa bersama.

Tangan Suga telah terulur sepenuhnya, Myungeun menatap tangan pemuda itu sekilas sebelum menggenggamnya erat. Mengikuti langkah Suga menuju tengah ruang dansa. Kedua insan itu kini telah memulai permainan mereka, Myungeun mengikuti setiap gerakan yang di tuntun Suga. Gadis itu merasa cukup nyaman dalam rangkuhan hangat Suga begitu pula sebaliknya.

Namun, seperkian sekon selanjutnya ruangan tiba-tiba menjadi gelap diikuti alunan musik yang terhenti. Myungeun dengan spontan melepas rangkuhan pemuda itu dan menatap pada sekitar kendatipun tak dapat melihat apapun selain kegelapan. Ia merasa ada yang salah saat ini, keramaian yang tadi mendominasi sepenuhnya lenyap menjadi kesunyian.

“Suga-ah, kau di sini?”

Sama sekali tak terdengar sahutan sebagai respon ucapan Myungeun, gadis itu kini benar-benar di selubungi oleh ketakutan.

“Kalian dimana? Keluarlah!”

Jantung Myungeun serasa akan terhenti berdetak taat kala lampu kembali menyala dan musik yang kembali mengalun normal dengan tiba-tiba. Gadis ‘Park’-itu menatap sekitar dengan penuh keheranan.

“Kemana perginya mereka?”

Gumaman itu terdengar menggema di seluruh ruangan. Myungeun bergidik ngeri, bingung harus berbuat apa. Tangannya mencoba meraba kembali mahkota yang tadi bersarah di puncak kepalanya.

“Hilang,”

Myungeun benar-benar berada di dalam sebuah zona kebingungan saat ini, dengan cepat ia berlari menuju pintu keluar dan membuka destinasi tersebut guna berlari pulang ke rumahnya.

Darahnya kembali berdesir begitu tak mendapati jalanan luas maupun tempat parkir kendaraan di luar pintu itu melainkan kumpulan pepohonan hijau yang menjadi satu di bawah langit kelam.

Gadis cantik itu mengacak rambutnya frustasi, kegilaan macam apa ini, bagaimana bisa sebuah perkotaan berubah menjadi hutan liar dalam sebuah malam.

Tap,,Tap,,Tap

Myungeun spontan menoleh begitu mendengar langkah kaki yang berusaha mendekat, tak ada yang ia dapati selain keheningan. Oh sungguh, ini pesta pelulusan yang paling aneh dalam hidupnya.

“Siapa di sana?”

Sosok dengan jubah hitam mulai menampakkan diri, Myungeun bernapas lega berpikir nasibnya terselamatkan sebelum sebuah kapak bersimbah darah didapati indra penglihatnya.

“Sekarang giliranmu,”

Pemuda itu berucap dengan nada yang sangat menyeramkan. Myungeun spontan berlari dengan sekuat tenaga, tangannya merobek liar ujung gaun yang ia kenakan agar membuatnya lebih leluasa. Sesekali ia berbalik dan menjadi semakin panik saat mendapati sosok itu berada tepat di belakangnya.

Myungeun terus saja berlari hingga-entah sejak kapan-telah keluar dari hutan dan memasuki pemukiman warga. Dengan tidak sabaran ia berlari menghampiri sebuah kedai yang terlihat cukup ramai.

Ahjumma, bisakah aku meminta segelas air,”

Myungeun berujar dengan napas yang sangat memburu, sosok wanita paruh baya pemilik kedai dengan cepat memberikan Myungeun segelas air penuh.

“Kau baik-baik saja gadis muda?”

Myungeun mengangguk singkat seraya meneguk habis air itu dengan cepat, tatapannya teralih pada berbagai olahan daging yang tersedia di atas meja sebagai alibi.

“Banyak sekali makanannya,”

Ujar gadis itu yang di sambut dengan sebuah senyum simpul dari wanita yang berada di hadapannya saat ini.

“Kami menemukan banyak daging hari ini,”

“Daging apa?”

Ahjumma itu idak menjawab melainkan hanya memberikan kode untuk Myungeun agar menoleh pada sudut kedai. Myungeun mengikuti hal itu dan seketika menjadi begitu mual begitu mendapati jasad teman-temannya tergantung liar dengan daging yang tidak lagi utuh.

Myungeun bermaksud untuk kembali berlari sebelum sesuatu yang tajam menusuk tepat pada perutnya. Benda tajam itu semakin dalam masuk pada dirinya, Myungeun dapat melihat jelas seringai mengerikan milik ahjumma di hadapan.

Hingga pada sekon berikutnya, semua menjadi gelap bersamaan dengan memuncaknya  rasa sakit yang begitu menyayat jiwa.

-oOo-

KRINGG!

Myungeun membuka kelopak matanya taatkala pekikan alarm terdengar begitu nyaring memasuki runggu. Maniknya meneliti seisi kamar sebelum membuang sebuah deru napas kesal.

Sial, mimpi itu lagi!”

FIN

 

Advertisements

5 thoughts on “[Graduation Party] The Night

  1. Hi!!
    Aku new reader disini ^^
    Wah, aku kira itu beneran, taunya cuma mimpi.
    Serem juga kali ya kalo mimpi kaya Myungeun hehehe 😀
    Good fic, keep writing^^

    Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s