[Graduation Party] Duplicat

Standard

(4) Duplicat

A Ficlet Fiction written by xxjiyeonidaa to celebrate Yein and JIN’s Birthday with the title

Duplicat

Starring Lovelyz’s Yein Jung

Horror in PG15, 575 Words

author hanya punya ide picisan ini~

Thanks to Namminra Design, for the awesome poster^^

.

“Hai, Jung Yein.” sapanya yang sekarang mulai mendekatiku perlahan.

.

Kuangkat sedikit kelopak mataku, berusaha melihat dimana keberadaanku sekarang. Sementara itu, otakku yang sempat terhenti kinerjanya, mencoba mengingat-ingat apa yang baru saja terjadi padaku. Aku terduduk dan langsung mendapati keberadaanku disekolah. Ini sedikit melegakan.

Tetapi tunggu.. Mengapa aku berada di sekolahku selarut ini?

Sepersekian detik kemudian, aku merutuki ingatanku yang benar-benar pikun sekarang. Aku bahkan khawatir rambutku akan memutih saking pikunnya aku seperti orang tua. Tentu saja untuk Pesta Kelulusan! Memangnya siapa yang mau datang di sekolah malam-malam begini karena bukan Pesta Kelulusan!

Sudah menjadi tradisi di sekolahku, kalau Pesta Kelulusan selalu diadakan tengah malam. Aku sendiri sebenarnya agak tidak menyukai tradisi tersebut. Menurutku terlalu mewah saja. Tetapi, teman-temanku yang mayoritas memang orang kaya, tentu menyukai tradisi tersebut.

Kuangkat tangan kiri dan mendapati jam tangan bermerk Rolex-ku. Pukul 11.32. Kurang lebih, aku punya waktu 38 menit sebelum Pesta dimulai. Aku bangkit dan mulai berjalan menuju lapangan sekolahku, tempat dimana Pesta akan dimulai. Heran deh, mengapa aku bisa diba-tiba pingsan disini.

Saat tungkaiku sampai lapangan sekolah, kudapati semuanya telah tersusun sempurna. Meja, panggung, dan dekorasi-dekorasi yang indah. Namun, aku tak menemukan tanda-tanda kehidupan disana. Aku sempat mengira apakah aku datang terlalu awal, tapi tidak.

Sesaat, kuputuskan untuk sekedar berjalan-jalan sembari mencari barangkali ada tukang kebun atau manusia lainnya. Dan akhirnya, aku melihat seorang gadis disana. Kelihatan tidak asing dimataku. Mungkin saja salah seorang temanku.

Kuputuskan untuk mendekati gadis tersebut yang posisinya memang membelakangiku. “Permisi.” kataku sopan sambil menenggerkan tanganku dibahunya. Gadis tersebut menoleh dan betapa terkejutnya aku. Dia.. dia.. Dia mempunyai wajah yang benar-benar mirip denganku! Seingatku, aku tidak pernah mempunyai kembaran atau apapun itu.

Dia tersenyum mengukir seringai yang membuat bulu romaku langsung tegak. “Hai, Jung Yein.” sapanya yang sekarang mulai mendekatiku perlahan. Kakiku melangkah mundur secara otomatis dibuatnya. Jung Yein palsu itu terus memamerkan seringai mengerikannya.

Belum cukup dengan itu, aku kembali dibuat merinding saat duplikat diriku kembali muncul disudut yang berbeda. ‘Astaga, mengapa ada banyak sekali Jung Yein palsu!’ rutukku dalam hati. Kini sudah terhitung, ada 3 Jung Yein palsu yang muncul dari sudut berbeda. Ketiganya tampak akan mendekatiku.

Tanpa pikir panjang, aku langsung mengambil langkah seribu menjauhi duplikatku. Entah kemana saja, yang penting aku dapat bebas dari makhluk mengerikan tersebut. Kuputuskan untuk memasuki ruangan kelasku sendiri. Kututup kuat-kuat pintu kelasku sambil berusaha mengatur nafasku yang masih memburu. Jantungku serasa ingin mendobrak keluar karena cepatnya berdegup.

Setelah beberapa menit, keadaan menjadi sunyi. Sunyi sekali. Hanya sesekali terdengar suara jangkrik yang saling bersahut-sahutan. Aku melongokkan kepalaku di jendela, berusaha menemukan informasi tentang keberadaan Jung Yein palsu tersebut. Hasilnya nihil.

Aku terduduk memeluk lutuku. Ini benar-benar gila! Aku benar-benar ingin keluar dari sini dan pulang kerumah. Kuhela panjang nafasku. Ini lebih baik dari tadi. Detak jantungku pun sepertinya sudah kembali normal.

Sialnya, detak jantungku kembali memacu kala kulihat duplikatku yang duduk disebelahku. “Kau sedang bersembunyi? Aku juga.” Senyumnya miring padaku.

‘GAME OVER’

“HEI JUNG YEIN! SAMPAI KAPAN KAU AKAN TERUS-TERUSAN BERMAIN GAME HOROR ITU?!” pekik teman sekelasku, Hwang Eunbi. “Ayo cepat, bantu kami menata kursi ini!”

Aku mendesah malas. Mengesalkan sekali, kan? “Yakk, Hwang Eunbi! Lihat, gameku jadi kalah gara-gara kau!” seruku menyalahkannya. Gara-gara pekikannya yang seperti kaleng rombeng itu, aku harus kehilangan gameku.

“Kau bekerja sangat keras, Jung Yein.” puji seseorang dibelakangku yang ternyata adalah salah satu guruku. Apa katanya? Bekerja keras? Apakah maksudnya bekerja keras bermain game? Belum sempat aku selesai mencerna perkataannya, ia bertanya, “Ngomong-ngomong, kau letakan dimana dekorasi bunga yang kau bawa tadi?”

Kuangkat alisku sambil terus bertanya-tanya.

Duplikatku? Ah, sial.

.fin.

A/N: gara-gara buat ini ff, seharian kemarin terus-terusan baca creepypasta buat inspirasi:3 juga terinspirasi sama buku-bukunya R.L Stine (pengarang buku horor) yang pernah kubaca:v Dan karena ini pertama kalinya ku bikin ff Horror, sudah pasti amburegul dimana-mana:3 Oh ya, mohon bantuannya para mastahs dan readers^^ author newbie ini harus banyak belajar:v *sungkem* Thanks juga yang udah ngeluangin waktu berharganya buat baca karya picisanku ini^^ mwah:”*

-xxjiyeonidaa^^

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s