Posted in Chaptered, Fluff, LFI FANFICTION, magnaegihyun, PG-15, Romance

A Substitute [Chapter 2]

yejeongsubstitute

Oke, cukup kali ini saja, Su Jeong akan menjadi pengganti Ye In.

Chapter 2 : Panduan Berkencan bagi Wanita

Previous Chapter

Title : Oh No | Author : magnaegihyun | Genre : Romance, Fluff | Length : Short Series | Rating : PG | Main Cast : Ryu Su Jeong, Kim Tae Hyung | Support Cast : Jung Ye In, Jeon Jung Kook,etc | Poster by Author

.

Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the cast? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC><

*

“Jadi, akhirnya sekarang kau yang harus bertunangan?”

 

Su Jeong mendengar pertanyaan bodoh Shannon yang kini berada di kamarnya bersama Ye In. Su Jeong sudah menceritakan ceritanya kemarin dengan lengkap pada sepupunya dan sahabatnya SMA ini. Cerita selengkap-lengkapnya. Mengenai seorang Kim Tae Hyung pewaris Grup Taeyang dan bagaimana Su Jeong diperlakukan oleh si Tae Hyung itu ketika tanpa keluarga mereka. Juga bagaimana adik Tae Hyung itu begitu menginginkan Su Jeong sebagai tunangan. Su Jeong benar-benar sebal. Ia sempat berharap kemarin ketika ibunya ditelepon pamannya, ibunya itu akan menolak pertunangan itu tapi itu semua tidak terjadi. Ibunya malah menyuruh Su Jeong membantu pamannya itu dengan bertunangan.

 

Ye In sedari tadi tertawa menertawai nasib buruk Su Jeong yang membuat Su Jeong ingin memakan sepupunya ini. Beruntungnya, Shannon tidak menertawainya juga. Jika saja Shannon menertawainya dan Ye In bukan sepupunya, dua-duanya itu pasti Su Jeong melempar keduanya hingga galaksi yang lain.

 

“Baiklah, begini saja Su Jeong-a, kita akan mencari kelemahan Tae Hyung kemudian membuatnya membatalkan pertunangan.”

 

Ye In tiba-tiba memberikan pendapatnya setelah puas menertawai Su Jeong. Su Jeong mengernyit melihat kepribadian beberapa dimensi sepupunya ini. Shannon pun mengangguk menyepakati. Well, bedanya dengan Ye In, Shannon mempunyai otak yang cukup –lumayan- lemot.

 

“Nah, yang pertama mari kita mencari nama Kim Tae Yang—ah maaf Tae Hyung maksudku- di internet!”

 

Su Jeong mengangguk-angguk mendengar rencana Ye In itu. Shannon pun langsung melakukan rencana itu. Ia mengambil tabnya kemudian mengetikkan nama Kim Tae Hyung di mesin pencari internet. Well, nama lelaki itu cukup terkenal ternyata. Su Jeong dan Ye In mendekati Shannon dan mulai ikut membaca beberapa artikel terkait dengan si Tae Hyung itu.

 

Sukses, ketiganya menganga membaca artikel itu dengan wajah kaget dan juga sebal. Bagaimana mereka tidak sebal? Di situ, hanya dijelaskan bahwa Tae Hyung adalah pewaris Grup Taeyang yang berbakat, bahkan memiliki band dan sifat misterius juga tampan.

 

Aissh, Jinjja! Yang benar saja, memangnya ada orang sesempurna itu?” Su Jeong mencibir tak percaya setelah membaca artikel itu.

 

Shannon memandang Su Jeong dengan pandangan aneh,”Kurasa kau benar-benar beruntung bertunangan dengannya, Su Jeong. Ia jauh lebih sempurna daripada tunanganku.”

 

Ye In menghela nafas berat melihat Su Jeong mendelik mendengar ucapan Shannon,”Shannon-ya, tentu saja tunanganmu lebih buruk daripada Tuan Kim Tae Hyung ini. Tapi jika Su Jeong tidak suka dengannya dan sikap Tae Hyung buruk pada Su Jeong, kita harus membantu Su Jeong menghindar juga kan?”

 

“Terima kasih, Ye In.”

 

Ye In tersenyum menghadap Su Jeong,”Kurasa kau harus bersikap seadanya ketika bertemu dengannya dan paling tidak cari tahu siapa teman dekatnya. Jika tahu, aku akan membantu mengorek informasi tentangnya!”

 

 

“Oh jadi sekarang kau sudah bertunangan ya, sepupuku?”

 

Seorang laki-laki bermata besar menyandarkan tubuhnya di ranjang minimalis dalam sebuah ruangan serba hitam. Ia tersenyum menggoda pada orang berkemeja lengan panjang warna putih yang sedang duduk di kursi. Dari gaya duduknya saja, siapapun yang melihatnya pasti tahu jika ialah pemilik ruangan ini. Kontras dengan ruangannya, orang itu mendengus mendengar godaan si lelaki bermata besar.

 

“Diamlah, Jeon Jung Kook! Huh, seperti kau tidak senang saja kemarin dijemput seseorang,” si pemilik ruangan itu membalas godaan Jung Kook.

 

Jung Kook menoleh dan memicingkan matanya pada pemilik ruangan itu. Jung Kook tak tampak sebal ataupun tak suka mendengar godaan itu. Ia lebih terlihat seperti memikirkan sesuatu mengenai pemilik ruangan itu. Entahlah, apa itu bagus atau tidak, yang jelas Jung Kook kini tersenyum menggoda kembali.

 

“Kau menyukai tunanganmu seperti aku menyukai penjemputku ya, Tae Hyung?”

 

“Ti—tidak! Aku hanya mengerjainya karena ia mencuri ciumanku.”

 

Tae Hyung, si pemilik ruangan menjawab dengan kaget dan malu. Jung Kook semakin tersenyum menggoda melihat raut Tae Hyung. Beberapa detik kemudian seusai Tae Hyung menyelesaikan ucapannya, mata Jung Kook membulat. Jelas Jung Kook kaget, ia merasa telinganya salah dengar tadi. Apa? Jadi Tae Hyung dan tunangannya sudah berciuman? Ya ampun, ia yang sudah mengenal penjemputnya belasan tahun saja pernah menciumnya dulu bukannya sekarang. Dan wow, Tae Hyung benar-benar beruntung, batin Jung Kook.

 

“Kalian baru bertemu tapi sudah sejauh itu? WOW!” Jung Kook mengacungkan jempol pada Tae Hyung dengan senyum takjub.

 

Tae Hyung pun mendengus,”Dia yang tiba-tiba jatuh di atas tubuhku. Aku juga tidak memintanya…”

 

Jung Kook pun tiba-tiba bangkit dari kegiatan tidur-tidurannya di atas ranjang dan menghadap Tae Hyung,”Kau kan ata membalasnya jika kau sedang mabuk!”

*

“Baiklah… Tahap pertama membuat seorang lelaki tidak suka padamu…,” Ye In berjalan mondar-mandir di depan Su Jeong yang menopang dagu sambil melirik cara jalan Ye In.

 

Su Jeong mendengus,”Huh, memangnya kau berpengalaman?”

 

Ye In berhenti dari kegiatan mondar-mandirnya. Ia menoleh menghadap Su Jeong dan menggerakkan jari telunjuknya ke kanan dan kiri. Su Jeong mengangkat alisnya. Ye In mengeluarkan sebuah buku, buku yang tampaknya benar-benar tidak berarti bahkan membosankan. Sebuah buku dengan judul ‘Panduan Berkencan bagi Wanita’. Su Jeong tertawa tanpa suara melihat sampul buku itu. Ye In tak mempedulikan tawa Su Jeong dan berjalan mondar-mandir kembali dengan wajah sok.

 

“Kita harus menunjukkan jati diri kita seburuk-buruknya. Tidak perlu berpura-pura, masing-masing orang pasti memilikinya. Buat lelaki itu merasa kurang nyaman…”

 

 

Su Jeong tersenyum berterima kasih dengan canggung pada Tae Hyung, tunangan yang paling tidak diinginkannya itu setelah Tae Hyung membukakan pintu mobil untuknya. Ini suda ketiga kalinya ia disuruh berkencan bersama Tae Hyung sejak pertemuan pertama. Tak lupa, ia juga selalu berangkat ke kampus bersama Tae Hyung setiap hari. Jika saja Jung Yun Ho bukan ayah Ye In yang otomatis merupakan pamannya, ia pasti akan mencekiknya karena kesal. Apalagi, Go Ara, bibinya itu benar-benar menyebalkan. Bagaimana ata akhir minggu kemarin, ia dikirim ke rumah Tae Hyung untuk membantu ibu Tae Hyung menyiapkan makanan dan bahkan berbelanja? Su Jeong sudah benar-benar kebal rasanya diejek Tae Hyung dengan ucapan bahwa Su Jeong benar-benar menyukainya lah atau Su Jeong benar-benar cari muka lah. Dasar lelaki bodoh. Jika Su Jeong tidak disuruh, tentu Su Jeong lebih baik tidur di rumah ataupun menyelesaikan pekerjaannya daripada bertatap muka dengan Tae Hyung.

 

“Jangan menggodaku, aku tak akan terpesona,” Tae Hyung berkata pendek saat ia mulai naik mobil duduk di sebelah Su Jeong.

 

Su Jeong mencibir tanpa suara mendengar ucapan Tae Hyung itu. Lihat, siapa sih yang mau menjadi tunangan orang dingin dan kejam seperti itu, batin Su Jeong sebal. Padahal, Su Jeong hanya melirik Tae Hyung yang berjalan memutar menuju tempat duduk sopir di mobilnya dan ia tersenyum berterima kasih tadi… Tunggu, menggodanya dengan senyum itu? Huh, mungkin ia harus jujur pada ibunya ya, jika ia benar-benar membenci tunangannya ini. Semua ini kan harusnya Ye In yang melakukan. Ah, ia ingat ucapan Ye In minggu lalu. Membuat lelaki ini tidak nyaman? Kencan beberapa hari yang lalu saja Su Jeong sudah membuat lelaki itu malu di tempat rekreasi dan banyak hal lainnya. Lelaki itu malah senang dan cuek-cuek saja.

 

“Oh ya, kita kemana?”

 

“Aku ingin ke Namsan Tower. Bisakah?” Su Jeong menjawab sambil menatap lurus ke depan.

 

Tae Hyung pun menjalankan mobilnya dalam diam. Ia tampak tidak peduli pada bagaimana tempat yang ditujunya. Tapi ada yang muncul di pikirannya bahwa tempat itu memang salah satu tempat kencan yang banyak dikunjungi. Mungkin menurutnya Su Jeong menginginkan itu. Tidak, sebenarnya pikiran Su Jeong yang kini melayang-layang adalah beberapa ide aneh dan iseng. Tanpa sadar, Su Jeong tersenyum menertawakan idenya itu. Sedang Tae Hyung memicingkan mata melihat ekspresi Su Jeong itu.

 

“Ngomong-ngomong, mengapa kau meminta perjodohan itu? Kau menyukai tunanganmu?” Jung Kook, sepupu Tae Hyung menopang dagu menghadap Tae Hyung.

 

Tae Hyung mengalihkan pandangan dari layar laptopnya menghadap Jung Kook,”Lalu, mengapa kau meminta teman masa kecilmu itu menjemputmu? Jika seperti itu, berarti kau juga menyukainya kan?”

 

“Ti—tidak! Aku hanya ingin bertemu dengannya. YA, jangan mengalihkan pembicaraan!”

 

Tae Hyung mendengus,”Itu alasanmu? Kurasa alasanku tak jauh berbeda denganmu. Aku ingin melihat gadis yang menciumku itu lagi. Apa itu salah?”

 

Jung Kook menggerakkan kepalanya gelisah tampak sedang memikirkan sesuatu. Tae Hyung yang melihat ekspresi sepupunya itu, mulai kembali menghadap laptopnya, mengerjakan sesuatu dengan serius. Ia menggerak-gerakkan pointer tampak sedang memindah-mindahkan sesuatu. Ia kemudian menoleh dengan raut kesal merasakan sepupunya itu menggerak-gerakkan bahunya.

 

“Jangan katakan, keinginan kita melihat gadis-gadis itu berarti lain…”

 

Continue or not?

give me your comment, juseyo~

Advertisements

Author:

HOPE DREAM FORWARD FORWARD inspirit.army.exol.starlight.pinkpanda.lovelinus doing messy thing like accounting cute like magnae~

7 thoughts on “A Substitute [Chapter 2]

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s