[Ah-Choo! Series] Cemburu

0Bxf-KN8_iwRvUlI5UnV0XzVkeUE

Tittle : [Ah-Choo! Series] Cemburu

Main Cast : Lovelyz Jung Yein and BTS Jeon Jungkook

Support Cast : G-Friend SinB and Seventeen Dokyeom also mentioning LOVELYZ Ryu Sujeong

Length : Ficlet

Genre : Fluff, School life

Rating : PG-13

Fanfiction by kkyuzizi

Diclaimer : Sorry for typo(s) and i own this story plot. Give a feedback after you read this. Don’t copy my story please.

Previous :

Ah-Choo! | You’re My Healer

.

===

Jadi, apa Yein cemburu?”

 

 

 ‘Nanti sore kita ke toko buku, ya.’

Maaf, Yein-ah. Aku ada tugas kelompok dan harus dikumpulkan besok. Sekalian membahas proposal event yang akan diadakan bulan depan.  Nanti aku mau ke rumah Sujeong dulu. Maaf~’

‘Yasudah, deh..’

Aigoo, jangan marah, Yein-ah.’

‘Aku tidak marah.’

Arraseo. Saranghae, Yein-ah.’

‘Hm..’

 

Yein tidak mengerti mengapa dirinya mendadak kesal dengan Jungkook. Setelah dipikir-pikir, Pemuda itu hanya mengerjakan tugas kelompok di rumah Sujeong. Apa karena Jungkook mengerjakan tugasnya dirumah teman perempuannya?  Batin Yein.

 

Jadi, apa aku cemburu?

 

==

 

Yein menelusuri koridor kelas 12 dan berhenti di depan Kelas Jungkook.  Yein ingin mengajak –lebih tepatnya menagih ucapan Jungkook yang akan menemaninya ke toko buku sore ini.

“Seokmin  sunbae, apa Jungkook sunbae  ada dikelas?”

Seokmin mengalihkan fokusnya pada Yein, “Oh, Yein. Jungkook baru saja keluar. Mungkin ke ruang OSIS,”

“Ah, Baiklah. Terimakasih, sunbae.” Yein menundukkan kepalanya dan dibalas senyuman oleh Seokmin.

Seperti kata Seokmin, Yein kemudian menuju ruang OSIS. ‘Dia kan sudah kelas 12. Kenapa dia selalu sibuk dengan OSIS? Padahal, Oppa kan sudah mau ujian,’ gumam Yein.  Yein terus menggumam sampai akhirnya Ia tidak sadar telah melewati ruang OSIS. Yein menepuk dahinya dan berjalan mundur, mengintip kedalam ruangan. Yein hampir lupa menarik napas kala Ia melihat sesuatu didalam ruangan itu,

 

Jungkook mengusap tangan Sujeong dan mendekatkannya ke bibir Jungkook.

 

Yein mengedipkan matanya berulang kali berharap bahwa adegan yang terjadi dihadapannya hanyalah sebuah ilusi belaka. Tak sengaja Yein menyenggol tempat sampah di dekat ruang OSIS. Detik selanjutnya, Yein telah berlari meninggalkan ruang OSIS. Bersembunyi dibalik dinding sembari menormalkan detak jantungnya. Apa yang baru saja aku lihat? Batin Yein.

==

 

“Jadi, jika permasalahannya disini, kita harus menyelesaikan soal ini dengan cara subtitusi.” Kang seonsaengnim menjelaskan soal matematika dan sesekali melirik kearah Yein. Tak sadar jika Yein tengah diawasi, Sinbi –teman sebangku Yein menyikut lengannya, “Jung Yein, bangun! Kang seonsaengnim melihatmu.” bisik Sinbi. Yein hanya bergeming.

Kalau sudah begini, Sinbi menyerah. “Nah, siapa yang bisa menyelesaikan soal nomor 4? Apakah Yein akan menyelesaikannya?” mendengar namanya dipanggil, Yein mengangkat kepalanya, “Saya?” Kang seonsaengnim mengangguk.  Tanpa basa-basi, Yein langsung berjalan kearah papan tulis dan menyelesaikan soal yang diberikan Kang seonsaengnim –dengan sangat mudah tentunya lalu kembali ke bangkunya. Kang seonsaengnim mengangguk, “Hm, aku akan membuatmu dalam masalah lain kali.”

“ Sekian untuk hari ini. jangan lupa minggu depan siapkan untuk kuis.” Kang seonsaengnim merapikan bukunya dan keluar kelas. Sepeninggal Kang seonsaengnim, Sinbi memasukkan buku kedalam tas dan memberikan buku catatannya pada Yein, “Aku tahu kamu sedang ada masalah. Kamu tidak mencatat materi hari ini, kan? Kamu bisa gunakan bukuku jika butuh. Aku duluan, ya!”

ketika Yein mendongakkan kepalanya, kelas sudah sepi. Hanya tinggal dirinya dan buku catatan milik Sinbi. Yein menghelas napas dan memasukkan buku Sinbi kedalam tas. Pikirannya hanya satu,

 

Pulang kerumah dan tidur.

==

“Bibi, apa Yein ada?”

Ternyata pemuda Jeon ini mencari Yein hingga menghampiri rumah sang kekasih. Ia terus khawatir karena sudah 2 hari tak bertemu Yein. “Oh, Jungkook. Yein baru saja pulang. Tapi wajahnya pucat dan lesu. Mungkin dia sedang istirahat dikamarnya. kamu bisa mencarinya disana, Nak.” Jungkook tersenyum dan sedikit membungkuk pada Ibu Yein sebelum Ia menuju ke kamar Yein.

Yein mendengar ketukan pintu. Terlalu malas membukakan pintu, Ia hanya membiarkannya. Tak lama, Yein merasakan bahwa ada seseorang yang masuk ke kamarnya. Yein berpikir bahwa itu Ibunya.

 

“Yein-ah,”

 

Detik setelahnya, Yein mengetahui bahwa asumsi nya tadi salah. Itu bukan Ibunya, atau Chaeyeon –kakak perempuannya, tapi itu seperti suara,

Jungkook. Orang yang tengah memenuhi pikiran Yein karena insiden di ruang OSIS tadi. Orang yang sekarang sangat ingin Yein hindari.

Jungkook duduk di sisi tempat tidur Yein. Kekasihnya itu sekarang tengah membelakanginya. Jungkook ingat, sekitar 3 bulan lalu Yein memunggunginya seperti ini –saat Jungkook meminta Yein kembali padanya setelah Ia memutuskan Yein karena Yein terus bersin saat didekatnya. Setelah 5 menit, Yein tak juga merespon panggilannya tadi. Jungkook mengusap rambut panjang Yein. Gadis itu menyingkirkan tangan Jungkook yang sedang membelainya. Jungkook tersentak, ada apa dengan Yein?

“Yein-ah­. Kamu kenapa? Apa kamu sakit?”

“Tidak. Oppa pulang saja,”

Hati Jungkook mencelos. Suara Yein begitu lemah dan bergetar. Kemudian Jungkook simpulkan bahwa gadisnya tengah menangis. “Yein-ah­ ada apa? Kamu menangis?”

Yein hanya diam. Jungkook semakin bingung. “Kenapa, Yein-ah­?

“Yein-ah­?”

“Jung Yein. Bangun dan tatap aku,”

Yein terpaksa menuruti ucapan Jungkook setelah mendengar nada serius dari pemuda Jeon itu. Yein hanya bangun. Tapi Ia tidak menatap Jungkook. Jungkook menghelas napas dan berpindah ke sisi tempat tidur Yein yang lain untuk melihat wajah kekasihnya. Jungkook berlutut dihapan Yein, “Ada apa, hm? Ceritakan padaku. Apa kamu ada masalah? Atau aku yang menjadi masalahmu?”

Tepat. Tebakan Jungkook kali ini benar, “Oppa..” Jungkook diam. Menanti gadisnya menyelesaikan kalimatnya.

“Apa Oppa menyukai Sujeong sunbae?” Tanya Yein dengan suara serak. Jungkook tak menyangka jika Yein akan menanyakan padanya pertanyaan seperti ini, “Kenapa kau berkata begitu, Yein-ah­?”

“Aku tadi melihat Oppa diruang OSIS dengan Sujeong sunbae dan Oppa memegang tangannya lalu –“

Yein memotong kalimatnya dan mengambil napas sebelum melanjutkan kalimatnya, “Oppa seperti ingin mencium tangan Sujeong sunbae.” Yein menatap Jungkook sebentar, “Apa aku benar?”

“Kamu benar.” Setelah Jungkook mengatakan itu Yein merasa jika hatinya telah terbelah dua.

Oppa –“

“Tapi jika kamu mengatakan bahwa aku ingin mencium tangan Sujeong, kamu salah.”

Yein menatap Jungkook dalam. Aku Salah? Batin Yein.

“Ketika Sujeong sedang merapikan hasil proposal kami dengan cutter, aku menabraknya karena ada tikus didekatku. Lalu,tangan Sujeong terkena cutter dan aku mengobatinya. Aku tidak mencium tangannya, aku hanya meniup tangannya. Kamu kan tahu sendiri kalau aku tak suka tikus.”

Yein bingung. Apa Ia harus percaya atau tidak pada Jungkook. Yein tersentak saat tiba-tiba Jungkook menggenggam tangannya, “Terserah kamu mau percaya atau tidak. Tapi aku sudah mengatakan semuanya padamu.”

Kini Yein berpikir bahwa Ia lah yang terlalu berlebihan, “Oppa, maafkan aku..” suara Yein begitu lirih. Jungkook tersenyum dan mengertkan genggamannya, “Kamu hanya salah paham, Yein-ah. Kamu tak perlu minta maaf. Aku yang harusnya minta maaf karena membuatmu begini. Maafkan aku, hm?”

Yein mengangguk pelan. Jungkook menarik Yein kedalam pelukannya, “Oppa, nanti Ibuku lihat!” Jungkook terkekeh,

“Aku melihat Bibi keluar tadi,” Jungkook melepas pelukannya dan mencubit pipi Yeindan menghapus sisa air matanya,  “Katamu kamu minta ditemani ke toko buku. Ayo, nanti aku yang bayar, deh.” Yein langsung berdiri, “Oh, iya! Ayo Oppa, 1 jam lagi tokonya tutup.”

“Tidak jadi, deh,” Jungkook berdiri dan menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Yein menarik-narik lengan Jungkook, “Mana boleh begitu? Ayo Oppa nanti tokonya tutup!” Jungkook diam dan hanya menunjuk pipinya, “Pipi Oppa kenapa? Sakit?”

“Ah, Kamu nggak peka,” Jungkook melepas tangan Yein yang menarik lengannya. Saat akan membuka pintu, Jungkook merasakan sesuatu mengenai pipinya. Yein lalu berbisik di telinga Jungkook,”Aku ini peka, Oppa,” Jungkook tersenyum dan berbisik di teliga Yein,

“Aku tahu. Saranghae, Yein-ah.”

Saranghae, Jungkook Oppa.”

FIN

 

Selamat pagi~ Aku kembali dengan Ah-Choo! series ^^ Tulilsanku makin berantakan ya? aneh ya? wkwk xD ditunggu komen dan like nya ya. Yang mau review, silahkan banget! maaf kalo ada typo, guys wkwk xD

with love,

kkyuzizi

Advertisements

6 thoughts on “[Ah-Choo! Series] Cemburu

  1. Ohhh jadi ini lanjutan yang si yein bersin” kalau di deket jungkook itu..
    Ini nih kak genre yg tipe aku banget,,fluff yang ada manis”nya.. Sayangnya nih blog ini lg ada event ngerayain ultah yein sama jin pake ff genre yg begituuu.. Aku gak terlalu suka 😣😣
    Loh curhat..
    Haha,,cuma bingung aja kak kok bahasanya jadi aku kamu sih.. Agak geli bacanya 😂😂 ini cuma menurutku aja lhooo
    Semangat selalu😘

    Like

    • Sebenernya bukan kelanjutan sih. Cuma ceritanya saling berkaitan gitu.
      Kalo bahasanya aku kamu jadi aneh ya? Yaudah selanjutnya nanti aku ganti deh bahasanya wkwk
      Thanks udah comment 😊😊😊

      Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s