[Graduation Party] Early

early

(nb: tadi gak sengaja ke publish makanya w hapus lagi 😥 maap min e.e ) 

Thanks for ABL ❤ 

Early

 

©2016 – Cupid

 

Jeong Yein ft. Park Sunyoul

 

Slight! Park Myungeun

 

Horror ; Gore – Ficlet – PG-17

 

WARNING: Gore bertebaran di mana – mana, bagi yang gak suka gore di persilahkan untuk tidak membaca fanfiksi ini. Terimakasih.

 


 

Hari ini hari kelulusan, hari terakhir mereka bertemu. Yein menghela nafasnya, gadis itu menggigil ketakutan, tak memperdulikan orang – orang yang menatapnya dengan tatapan aneh.

 

Sahabatnya bingung dengan tingkah laku Yein, apalagi gadis itu yang berkali – kali mengucapkan kata ‘pergi’ sembari berteriak histeris. Kekasih–nya pun juga ikut bingung, sudah ke sekian kalinya, Sunyoul menenangkan Yein. Rasanya tidak mungkin jika Yein bertingkah laku seperti itu hanya karena berpisah dengan sahabat – sahabatnya.

 

Mustahil juga untuk di bilang bahwa tingkah Yein hanya di buat – buat atau sekadar untuk mencari perhatian. Yein tidak pernah segila itu. Sunyoul tahu hal itu.

 

“Pergi!”

 

Kira – kira dua puluh kali, Yein sudah berteriak histeris seperti itu. Pandangannya tertuju ke arah toilet yang sudah lama tak terpakai di dekat ruang guru. Sunyoul juga ikut menatap toilet tersebut, pemuda itu merasa sesuatu yang aneh telah terjadi.

 

“Aku pikir dia orang yang baik…”

 

Yein berkata lirih, semua orang hanya menatapnya dari kejauhan sembari berbisik satu sama lain. Hanya Sunyoul yang tetap berada di dekatnya. Tak ada rasa takut sedikit pun yang menghampiri pikiran pemuda itu. “Namun lama – kelamaan dia mencoba untuk membunuhku, ia bilang untuk membalaskan dendamnya kepadaku”

 

Sunyoul bingung, ‘ia’ siapa yang di maksud oleh kekasihnya?

 

“Ia selalu membawaku ke sebuah tempat… Tempat tergelap dan paling menyiksa di bagian sekolah ini”

 

Yein kemudian menatap Sunyoul lirih, air mata mulai mengalir dari ke dua sudut mata gadis itu.

 

“Dan di tempat itu terdapat mayat seorang pemuda yang di gantung. Kau tahu? Wajah pemuda itu hancur, ke dua telapak tangannya di tempelkan ke dinding dengan paku. Ke dua kakinya hilang karena di potong dengan…sebuah gergaji”

 

Raut wajah Sunyoul mulai berubah, pemuda itu tampak teringat sesuatu. “Lalu dia mengatakan kepadaku sambil menangis tersedu – sedu, bahwa ada sesosok monster di sekitarku dan monster itu merupakan seseorang yang paling dekat denganku”

 

Yein menepis tangan Sunyoul dengan kasar, “dan dia menunjukan foto seorang pemuda yang akan menjadi targetnya. Dia mengatakan padaku bahwa, aku tak perlu memberitahu siapa yang ada di foto itu. Karena dia bilang ini salah satu bagian dari permulaan…”

 

“Tetapi, pemuda itu merupakan orang yang membunuhnya dengan sadis pada saat hari kelulusan. Alasan pemuda itu begitu tidak masuk akal, pemuda itu mengatakan bahwa ia ingin mencari kesenangan baru dengan membunuhnya sesadis mungkin. Apa kau tahu bagaimana cara pemuda itu membunuhnya?”

 

Sunyoul mulai ketakutan, sebuah ingatan menyerang pikirannya. Yein tersenyum sinis, gadis itu tertawa kecil sembari mengelus poni kekasihnya. “Kau tampaknya begitu takut, apakah cerita ini terlalu seram untukmu? Maaf ya, tetapi aku sedang semangatnya bercerita…”

 

“Cukup! Hentikan omong kosongmu!”

 

Pemuda itu mulai tak karuan, sebuah senyuman kemudian terukir di wajah gadis berparas imut itu.

 

“Cara pemuda itu membunuhnya, sama dengan keadaan seorang mayat pemuda yang berada di tempat itu…Sadis bukan?”

 

Semua orang mulai berbisik – bisik, guru – guru tidak bisa berbuat apa – apa. Sunyoul berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan, namun usaha pemuda itu sia – sia.

 

“Aku belum selesai berbicara, dengarkan aku sampai habis ya!”

 

Sunyoul tidak dapat menggubris lagi, pemuda itu berharap bahwa pikiran – pikiran itu segera menyingkir dari otaknya. “Tempat itu berada di salah satu toilet yang tak terpakai dan nama gadis yang pemuda itu bunuh…”

 

Sunyoul terpaku, tak ada satu kata pun yang mampu ia keluarkan. Yein tersenyum, gadis itu kemudian menyenderkan kepalanya ke bahu Sunyoul, “Park Myungeun. Gadis malang yang terbunuh oleh pemuda bejat itu pada hari kelulusannya. Hari di mana saat – saat yang paling mendebarkan justru menjadi detik – detik kematian sadis yang menimpanya. Sungguh ironi, bukan? Aku tidak tahu apa yang terjadi pada pemuda itu, tetapi aku yakin pasti kau mengetahui kelanjutannya”


“Awalnya iblis ialah seorang malaikat.

Kau harus berhati – hati terhadap seseorang, sekilas ia memberikan perhatian lebih padamu.

 Tetapi apa kau tahu? Dia mempunyai rencana jahat dalam hatinya.

Sama seperti yang ia lakukan terhadapku dulu…”

 

Myungeun

 

“Dan dia itu sekarang telah menjadi kekasihmu, aku mohon kau balaskan dendamku untuknya”

 

-end-


 

cupid’s note: 

  • terimakasih sudah membaca fanfiksi bergenre horror yang begitu maksa dari cupid ‘-‘)/
  • cupid pengen masukin mbak valak dimari, tapi karena cupid takut jadinya ya udah gak jadi deh :v
  • sekian catatan gaje dari cupid ini ;-;

 

Advertisements

2 thoughts on “[Graduation Party] Early

  1. Yang bunuh Sunyeol? Tega banget itu jadi pacar udah gitu dibunuh. Ganteng-ganteng kok tukang bunuh /heh nifa/ ya. Bayangin mukanya Sunyeol yang ketakutan gara-gara Yein tuh aku ga kuat, muka imut Sunyeol ga bisa dijadikan ketakutan/halah

    Like

    • karena ff ini mengajarkan kita bahwa psikopat itu bisa siapa saja (( ceilah :v )) kalo di bayangin aku juga ketawa an, yein yg mukanya imut nyeremin bikin sunyoul yg imut takut :v

      makasih udah baca ‘-‘

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s