Persimpangan [Chapter 3]

Poster_Phynz20_Persimpangan_by_Phynz20[1]

Persimpangan

A long-fiction by Phynz20 (@putriines) spesial Challenge-Fic

.

Starring: Lovelyz‘ Magnae Lines || Rated: Teen || Genre: Drama, Slice of Life, Hurt/Comfort, Romance, Friendship and many more || Length:  Multi-Chapter

.

Saya sarankan membaca Who, What, How – [1] – [2] terlebih dahulu

.

Notes: Saya tidak tahu kurikulum dan kehidupan sekolah di Korea, jadi harap maklum dengan keabsurdan cerita ini. Juga di cerita ini, tahun ajaran dimulai saat musim panas, berbeda dengan kurikulum Korea yang memulai tahun ajarannya pada awal tahun.

.

Tahukah kamu caranya terhindar dari pemberi harapan palsu?

.

Diluar hujan. Sangat melenceng dari perkiraan cuaca pagi tadi. Tapi keenamnya memang sudah mendekam di tempat itu sejak pagi. Mereka tak berniat untuk sekadar menghirup udara musim panas yang sebentar lagi akan digantikan dengan musim gugur. Alibinya sih ingin belajar untuk tes universitas. Padahal menghabiskan waktu dengan kegiatan konyol.

“Bambam nggak boleh curang!”

Botol air mineral kini sudah menunjuk Mingyu alih-alih Bambam. Tapi Solbin dengan mata elangnya tahu kalau Bambam tadi sengaja menggebrak meja agar botol itu bergeser dan mengarah pada orang yang tepat di samping kanannya.

“Aku nggak curang, nona Solbin. Sepertinya kamu ingin sekali aku yang kena ya?”

“Memang siapa sih yang nggak ingin kamu kena? Mingyu saja pasti ingin, ia kan Gyu….”

“Ah, oke oke. Aku kali ini….”

Celetukan Sujeong nampaknya tepat sasaran. Kini poninya sengaja ia tiup, puas dengan respon dari perkataannya tadi.

Tapi jawaban Bambam malah dipotong lagi, “Sudah aku saja.”

“Ya Mingyu!”

“Ah nggak asyik nih.”

“Aku kan ingin menyuruh Bambam menembak tante-tante di ujung sana!”

“Kan! Mingyunya saja mau. Sudah deh nggak usah protes.”

Yang jadi oknum unjuk rasa malah terkekeh sembari menyeruput green tea dihadapannya. Ia sengaja menarik napas (entah untuk menunjukkan kesan dramatis atau memang untuk mengontrol jantungnya yang kini berdegup kencang) lalu melirik sekilas gadis di sebelah Jungkook.

“Baiklah. Truth or Dare?”

“Truth.”

“Uuuuu,” sorakan kelimanya bergemuruh. Ini baru pertama kalinya seorang Kim Mingyu memilih opsi Truth. Sebelum ini, ia selalu memilih opsi Dare bila kena meski tantangan sahabat-sahabatnya ini sudah dalam kategori sinting.

Contoh saja, menepuk pantat junior mereka yang semok.

Ah, kalian pasti sudah tahu dalang dibalik tantangan itu.

“Aku ingin mengajukan pertanyaan!”

“Ah, apa ya rahasia terbesar Kim Mingyu.”

“Aku penasaran….”

Tapi semua bungkam ketika Jungkook berbicara, “Aku mau tanya, kenapa kau mau bergabung dengan kami?”

Semua mata kini tertuju pada Mingyu.

“Ah benar! Mingyu dulu nggak akrab dengan kita kan? Ah, dia lebih sering main dengan…. Siapa ya teman kita waktu kelas satu? Ah, Minghao yang orang Cina itu?”

Yang lainnya mengangguk mendengar perkataan Solbin. Yuju juga ikut andil memanasi, “Dulu juga Mingyu sering bermain ke kelas 1-C kan? Gara-gara ada Kim Jiho ya?”

“Memang iya? Ah pintar juga kau cari gebetan ya Mingyu!” Bambam dan Jungkook hanya tertawa.

Tapi Mingyu tidak peduli perkataan sahabatnya. Ia hanya peduli dengan reaksi gadis di sebelah Jungkook kalau ia menjelaskan duduk perkaranya, “Ryu Sujeong.”

“Eh?” Yang menjawab merasa keheranan. Ia tadi hanya fokus saja pada gelasnya. Apalagi ketika nama Kim Jiho disebut juga, ia merasa ia tidak ingin mendengar atau mengungkit masalah itu.

“Karena kamu, Ryu Sujeong.”

Untung saja Sujeong tidak minum. Kalau tadi ia masih menyeruput green tea-nya dan teh itu masih di dalam mulutnya, mungkin sekarang Solbin dan Yuju yang ada dihadapannya sudah basah kuyup.

“Kau bercanda ya….. Kim Mingyu?” Itu hanya sebagian respon yang bisa diekspresikan Ryu Sujeong.

“Bukannya aku sudah bilang waktu itu?”

Oh, jangan mulai,’ pikir Sujeong. Gelisah sudah menyambanginya.

“Kau nggak pernah bilang apa-apa bro.”

“Hei, ada apa ini antara kau dengan Sujeong?!”

“Aku sudah bilang padanya waktu itu tapi dia malah menyuruhku bergabung dengan kalian.”

Sujeong tak pernah berpikir Mingyu masih mengingat perjanjian yang mungkin tak sanggup ia penuhi.

“Mingyu-ya sudah….”

“Kamu nggak memberi tahu mereka?”

“Sujeong-ah, ada yang nggak kamu kasih tahu ke aku?” tanya Jungkook dengan tatapan tajam menusuk. Sujeong memang tak pernah memberi tahu siapa-siapa alasan Mingyu mau bermain hingga dekat seperti ini dengan mereka. Pun dengan Jungkook, satu-satunya orang yang tak bisa dia bohongi.

Sebenarnya ia pikir, seiring berjalannya waktu, Mingyu akan lupa dengan janji dan alasannya menjalin persahabatan dengan mereka. Tapi ini sangat diluar ekspektasi.

“Heung…. Ini hanya….”

“Aku sudah bilang akan menunggumu selama dua tahun kan Sujeong? Ini bahkan lebih dari dua tahun.”

“A-aku….”

“Kalian ada apa sih?”

“Hei bro, kalau ngomong jangan setengah-setengah, kami kan nggak mengerti.”

Lagi-lagi Mingyu tidak mengacuhkan keempat lainnya. Matanya masih intens menatap Sujeong, sama intensnya dengan lelaki di sebelah Jungkook. Tapi tetap saja Sujeong tak menanggapi tatapan kedua lelaki itu. Ia hanya bisa menunduk, sibuk mencari cara untuk membelokkan topik ini.

Baru kisaran lima menit setelahnya Mingyu lagi-lagi buka mulut, “Aku sudah pernah bilang aku disini karena kamu kan? Aku masih menyukaimu Sujeong.”

“Ya Kim Mingyu!” Jungkook berdiri dan segera menuju tempat duduk Mingyu. Ia menarik kerah lelaki itu hingga dirinya berdiri.

“Hei hei hei….”

“Jeon Jungkook apa-apaan sih?!”

“Kita bukan anak kecil, Jungkook, Mingyu!”

Keduanya masih tetap dalam posisi itu dengan mata saling memandang tajam. Bambam berusaha meleraikan mereka, “Kalian ini apa-apaan sih?!”

“Sampah, kalau kau hanya menyukai Sujeong untuk apa bergabung dengan kami?!”

“Apa hakmu marah? Kau sendiri yang bilang kau nggak menyukai Sujeong!”

“Tolol. Apa di dunia ini hidup hanya untuk menyukai. Kalau kau suka dengan Sujeong nggak perlu repot-repot jadi sahabat kami!”

“Ya, bantu aku!” Bambam masih berusaha melerai mereka. Jungkook dan Mingyu memang tidak berniat saling pukul, tapi tetap saja Bambam kerepotan memisahkan mereka.

“Hei ada apa ini?!” Itu Ken, kakak Sujeong. Ia bergegas menarik Jungkook, membuat Bambam lebih leluasa menahan Mingyu.

Ketiga cewek disana hanya terdiam, lebih tepatnya terkaget. Tak ada satu pun yang mengira akan ada kejadian seperti ini di persahabatan mereka. Pun Sujeong yang sudah tahu duduk perkaranya.

“Kalian ini kenapa? Ribut-ribut di depan umum?” tanya Ken. Ia jujur tak pernah melihat para lelaki di kelompok ini saling adu jotos selama dua tahun terakhir.

“Aku hanya perlu jawaban Sujeong.” Mingyu nampaknya masih gigih.

Sayangnya Sujeong tak tahu harus menjawab apa. Ia tak pernah memikirkan ini sebelumnya, dan ia juga takut reaksi Jungkook padanya.

“Ryu Sujeong!”

Tapi Sujeong mengacuhkan. Sekarang, dirinya malah mengambil tas dan cardigannya lalu melesat pergi. Anggap ia pengecut. Sujeong tak peduli. Ia hanya ingin lari dari situ dan memikirkan matang-matang tindakan selanjutnya. Kalau ia mengambil tindakan gegabah, yang ada persahabatan mereka hancur.

“Ya Ryu Sujeong kau hutang penjelasan padaku!”

Sujeong tidak berbalik, pun memelankan langkahnya. Orang-orang yang ditinggalkannya hanya bisa terdiam. Syok karena kejadian ini.

“Hei, kau tau sendiri kan kalau Sujeong….”

“Menyukai bajingan itu? Ya, Jeon Jungkook, ini sudah dua tahun setelah si brengsek itu melakukannya kepada Sujeong! Sujeong juga bilang dia sudah move on. Ryu Sujeong bukan orang bodoh yang masih mengharapkan cinta dari si brengsek itu!”

Sayang sekali Kim Mingyu, tapi Ryu Sujeong memang orang yang sebodoh itu.

.

Sudah sekitar seminggu Sujeong dan Jungkook tak berkomunikasi.

Tadinya, persis malam setelah Mingyu memberi tahu perasaannya pada yang lain, Jungkook pikir Sujeong menghubunginya untuk menjelaskan duduk perkara. Tapi yang didapati malah berbeda.

Aku sudah jadian dengan Mingyu.

Detik kemudian lelaki itu memutuskan sepihak panggilan Sujeong dan memikirkan segalanya saat itu juga.

Ia merasa dikhianati oleh Sujeong.

Oh, katakan dia cengeng atau apa pun. Tapi bersama Sujeong hampir dua belas tahun dan berbagi kisah selama itu harusnya Sujeong tak ragu menceritakan persoalan dirinya dan Mingyu. Padahal, kalau dirinya dekat, bahkan hanya tukar media sosial saja ia ceritakan pada Sujeong. Bahkan Sujeong tahu bagaimana playboy-nya Jungkook.

Jungkook tahu Sujeong paling tak bisa mengutarakan perasaannya soal cinta-cintaan, tapi selama Sujeong berhubungan dengan seniornya itu, setidaknya dirinya tahu apa yang dirasakan gadis itu.

Kalau bersama Mingyu? Boro-boro. Ia bahkan tak pernah melihat mata berbinar Sujeong atau gerutuan kala Mingyu dekat dengan gadis lain. Semuanya serba abu-abu dan tidak bisa ditebak. Lagipula, apa yang akan dikatakan pada seniornya….

“Oy seleksi balon sudah mau mulai tuh!”

Pengurus OSIS lainnya sudah segera bersiap-siap membereskan berkas dan file guna acaranya kali ini. Jungkook hanya bisa menoleh pada wakilnya yang sedari tadi melamun, sama seperti dirinya.

“Sujeong-ah, lebih baik diam-diamannya disudahi dulu, akan terlihat konyol kalau Ketua dan Wakil tidak berkomunikasi saat pemilihan.”

Mungkin Jungkook mengatakannya sambil lalu, tapi senyum Sujeong mengembang begitu rupa. Kemudian ia berlari mengejar Jungkook dan memiting lehernya, “Heh tolol, siapa suruh mendiamkan aku? Kena batunya sendiri kan!”

Dan tawa menderai diantara kedua orang itu.

.

“Aduh, bagaimana ini…. Aku nggak menghapalkan Visi-Misi dan struktur OSIS. Aku mau bilang apa coba nanti. Dasar Jung Yein bodoh!” Ia membenturkan kepalanya ke meja sebagai ganti kekesalannya.

“Hei Yein, jangan seperti ini dong, aku kan juga jadi gugup,” cicit Halla yang berada di bangku sebelah. Ia juga berniat jadi pengurus OSIS.

Melihat kedua gadis itu, Chanwoo hanya geleng-geleng kepala. Ia sengaja melewati belakang bangku mereka dan menarik surai keduanya hingga kepala-kepala itu menghadap ke depan.

“Kalian tolol atau apa hm? Paling-paling juga nanti yang ditanyakan soal kepemimpinan, bagaimana respon kita menghadapi masalah, ya begitu bodoh. Itu bukan hal yang harus dipelajari, itu karakteristik kita.” Chanwoo memang tidak berkata keras pun berteriak, tapi bisikannya yang merendahkan itu menaikkan emosi Yein sampai ke ubun-ubun.

Tangan Chanwoo melepas surai keduanya, “Lagipula kakakmu kan Wakil Ketos kenapa nggak minta saja dimasukkan? Oh, atau si tukang pamer Jeon Jungkook itu ya? Kau suka kan dengan dia? Kenapa kau nggak merengek saja minta dimasukkan tch.” Setelah mengatakan itu Chanwoo melenggang pergi.

Sayangnya lengan kanannya ditarik oleh Yein dan dicubit keras-keras, “Heh, kalau ngomong bisa disaring dulu nggak sih? Yang tolol siapa memang? Aku apa kamu? Kalaupun aku nggak diterima, aku nggak akan serendah itu minta bantuan senior untuk masuk jalur belakang ya! Otakmu makanya dipakai!”

Yein mencubiti setiap senti tubuh Chanwoo yang dapat dijangkaunya. Menyalurkan emosi yang sekian rupa pada orang ini. Sungguh ya, sejak awal tahun pelajaran hingga sekarang kenapa sih Chanwoo selalu ingin perang dengan Yein?

“Chanwoo, Yein, Halla ayo! Kata Senior Eunwoo seleksinya sudah mau mulai!” Vernon jelas sekali menyelamatkan Chanwoo. Tangan mungil Yein berhenti bergerak, kemudian ia masih sempat mencibir pada Chanwoo.

Keempatnya berjalan menuju ruang ekskur. Koridor ternyata ramai sekali. Tidak heran sih, karena seleksi ini, semua jadi freeclass. Tadinya bahkan Vernon dan Chanwoo menyayangkan, mereka pikir bakal calon akan didispensasikan, kalau tahu malah freeclass, mereka tidak usah ikut-ikut seperti ini.

Saat mereka sampai, di depan ruang ekskur sudah penuh, padahal seleksinya saja belum dimulai. Yein menyortir jarak pandangnya dan menemukan sosok yang ia cari.

“Dahyun-ah!”

Dahyun menengok dan menampilkan senyum sumringah ketika matanya bertemu dengan Yein. Mereka segeera berlari dan menubrukkan tubuh.

“Ya, kamu sudah belajar? Astaga, aku nggak belajar sama sekali nih!”

“Kamu pikir aku sudah?”

Kemudian terdengar derai tawa, “Semoga kita sama-sama masuk ya!”

Yein mengangguk cepat sekali.

“Oiya Dahyun, temanmu siapa?”

Dahyun menarik entah darimana, dua orang di masing-masing kiri-kanannya, “Yang ini Shannon,” Dahyun menunjuk bule di sebelah kirinya, “Dan ini Elkie,” kemudian menunjuk sebelah kanannya.

Yein segera menjabat tangan keduanya sambil mengucapkan, “Salam kenal.”

“Hai!” Halla muncul dari belakang Yein dan memeluk erat Shannon dan Elkie. Yein baru sadar kalau mereka bertiga bersahabat waktu kelas sepuluh, sama halnya dengan dirinya dan Dahyun.

“Jadi bagaimana?”

Ya begitu, mengalirlah rerumpian ala anak SMA.

Setelah beberapa menit yang hampir beberapa jam, satu persatu teman seangkatannya itu masuk keruangan. Yein memang dapat nomor urut di akhir-akhir. Tadinya ia ingin memanfaatkan waktunya untuk menghapalkan Visi-Misi atau Struktur, tapi keempat temannya seru sekali mengobrol, ia jadi ikut larut didalamnya, lagi pula ia masih tak bsia belajar di depan Chanwoo.

Awas saja kalau lelaki itu tidak jadi pengurus OSIS, akan Yein tertawakan di depan mukanya!

Kini yang Yein kenal belum memasuki ruangan hanyalah Jung Chanwoo. Vernon baru saja memasuki ruangan, sedangkan gadis-gadis tadi dapat urutan di awal hingga pertengahan.

Maka disinilah mereka, berdiri agak jauh dari keramaian teman seangkatan.

Harusnya mereka membuka percakapan agar tidak tegang. Tapi keduanya kompak bungkam. Sejujurnya Yein memang punya hal yang ia ingin tanyakan pada Chanwoo, tapi takut jawaban yang akan ia dapati malah jawaban sarkasme.

Cukup lama Yein bergumul dengan perasaannya sampai ia memilih untuk….

“Jung Chanwoo….”

Memecah keheningan ini.

“Hm?”

Yein agak keki. Segitu besar usahanya untuk memecah keheningan hanya direspon gumaman? Kurang ajar benar.

“Itu….”

“Kalau mau bicara nggak usah berbelit-belit.”

Tuhkan! Baru saja Yein mengawali, jawabannya sudah setajam silet!

Huh, semangat Jung Yein! Yein menyemangati dirinya sendiri dalam hati. Menarik napas pelan-pelan dan menghembuskannya. Sepertinya bicara dengan Chanwoo tanpa emosi lebih berat daripada mengikuti wawancara seleksi pengurus OSIS!

“Kenapa sih, kamu sejutek itu denganku, maksudku, ini kan sudah hampir dua bulan kita sekelas, masa kita harus bertengkar terus, alasannya konyol lagi. Kamu juga nggak seperti itu kalau dengan teman kita yang lain.”

“Memang kamu segalak ini kalau dengan yang lain?”

Skakmat!

Yein memang tak pernah segalak seperti sikapnya pada Chanwoo dengan yang lain. Alasannya sih sebenarnya karena tak ada yang semenyebalkan Jung Chanwoo. Teman-teman sekelasnya baik kok. Bahkan Vernon yang sudah sering buat onar di kelas juga bersikap baik padanya.

Yein juga tidak pernah bicara kasar atau jadi cewek galak. Itu semua hanya di depan Chanwoo. Kalau di depan teman sekelasnya atau yang lain, Yein pasti menampilkan kesan manis dan ingin dilindungi.

“Tapi…. Aku kan seperti itu juga karena kamu yang mulai! Ingat waktu awal ajaran baru? Kalau kamu nggak menolak uluran tanganku juga aku nggak akan seperti ini.”

“Bodoh.”

Tuh kan! Chanwoo lagi-lagi mengatainya! Ya bagaimana Yein bisa damai-damai saja kalau bersamanya?

“Lagi pula kenapa sih kamu suka sekali menjelek-jelekkan Senior Jungkook? Memangnya dia salah apa? Dia kan memang terbukti hebat! Dari pada kamu, huh! Pasti kamu cuma iri kan?”

Chanwoo mendelik mendengar penuturan Yein. Sepertinya hal tersensitif di pembicaraan mereka mulai terusik.

“Buat apa aku iri. Yang pasti aku nggak akan sudi jadi cowok murahan yang ganti-ganti pacar terus.”

Memang benar sih. Jungkook itu playboy! Sujeong saja sudah memperingati Yein sejak awal. Tapi Yein memang bebal, kalau Jungkook bisa semanis itu jadi sahabat Sujeong, kenapa dia tidak bisa jadi semanis itu kalau jadi pacar? Harusnya iya kan?

“Lagipula, kamu kenapa bodoh banget sih jatuh cinta sama orang seperti itu?”

“Jung Yein Kelas 2-A!”

Yein memilih bungkam dan memasuki ruang ekskur. Dia tidak mau mendengar lebih panjang omongan Chanwoo yang membuatnya sakit hati.

Memang benar sih, kalau kata orang, dia terlalu bodoh dan terlalu naïf sampai mau jatuh cinta dengan Jeon Jungkook, bahkan Sujeong sendiri sudah mewanti-wanti dirinya agar berhenti menyukai lelaki itu. Sujeong bilang, ia tidak mau Jungkook membuat Yein menangis. Ia sudah tahu tabiat Jungkook luar dan dalam dan ia tidak mau Yein terluka karena cinta.

Tapi Yein kan pernah bilang, kalau cinta pertama itu susah dilupakan, jadi mana mungkin ia dengan gampang melupakan sosok yang nyaris sempurna di matanya.

Huh! Tapi lupakan dulu masalah cinta-cintaan itu. Ia harus fokus agar bisa jadi pengurus OSIS. Dulu alasannya ikut seperti ini memang untuk lebih dekat dengan Jungkook, tapi kini alasannya bertambah satu.

Jung Yein harus membuktikan kalau dia bisa jadi pengurus OSIS dengan usahanya sendiri tanpa bantuan Sujeong atau Jungkook! Dia harus membuktikan kekuatannya pada Jung Chanwoo agar lelaki itu tidak seenaknya mengatai Yein.

Awas saja Jung Chanwoo!

Maka, dengan semangat yang berkobar, Yein memasuki ruangan itu.

.

Selanjutnya siapa?” tanya Jungkook. Ia mengusap wajahnya, lelah. Sudah hampir wawancara ke limapuluh namun belum selesai juga. Ia jadi bingung kenapa adik kelasnya jadi seantusias ini.

“Jung Yein dari kelas 2-A. Hei, itu kan adik sepupumu Jeong!”

“Aku cuma lihat ya, aku nggak mau kalian berpikir macam-macam. Yein memang pantas kok jadi pengurus OSIS.” Sujeong terlebih dahulu membantah dugaan macam-macam yang belum dikemukakan teman-temannya. Tapi toh ucapan Jihyo yang seakan mau mengingatkan bahwa Yein adik sepupunya mengacu ke dugaan tersebut.

Gadis itu meninggalkan meja dimana teman-teman Badan Pengurus Harian duduk. Ia segera menuju tempat Yuju sebagai seksi dokumentasi.

“Kamu ngapain kayak gitu sih Sujeong? Yah kita semua juga tahu Yein kandidat kuat dari awal kan?”

Sujeong mendengus dan membiarkan pantatnya dihempaskan ke salah satu kursi putih di belakang Yuju, “Kamu nggak dengar tadi Jihyo bilang apa? Hei, itu kan adik sepupumu Jeong! Uh, memangnya aku segila itu mau mempraktekkan KKN disini. Astaga hanya pengurus OSIS loh belum jadi pegawai Kementerian.”

Yuju membiarkan kamera SLR-nya menggantung di leher lalu ikut duduk di samping Sujeong, “Tapi kan kamu tetap saja BPH, harusnya kamu bertanggung jawab juga kan memberikan pertanyaan? Gimana sih.”

“Nggak mau. Nanti malah dibilang yang nggak-nggak.”

Cklek

Pintu ruang ekskur terbuka, sosok gadis dengan rambut dikucir satu dan penampilan rapih segera menjadi pusat perhatian. Sujeong tersenyum lega, setidaknya penampilan adiknya itu tidak terlihat mengurangi nilai bahkan raut wajahnya tak menampakkan kegugupan sama sekali.

“Selamat siang, nama saya Jung Yein dari kelas 2-A. Alasan saya menjadi pengurus OSIS adalah….”

Satu demi satu pertanyaan yang ditujukan untuk Yein bisa dijawab dengan memuaskan. Sujeong bisa tersenyum senang, bahkan kini ingin menjotos teman-temannya yang mencurigai kalau Sujeong ingin melakukan KKN. Coba lihat, kalau Yeinnya sendiri bisa dengan mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan itu siapa lagi yang berani menuduh mereka?

Tapi ada yang janggal, selama wawancara tadi, Sujeong memang tidak hanya memerhatikan Yein, tapi teman-temannya juga. Saat ia memerhatikan Yein, mata adiknya itu memang selalu tertuju pada orang di tengah meja, seakan ingin membuktikan bahwa dirinya bisa.

Sujeong tak ambil pusing, toh memang adiknya itu jatuh cinta dengan sahabatnya kan? Tapi kenapa….

Mata Jungkook juga berbicara lain? Mata itu seakan-akan ingin memberikan ketenangan bagi gadis di hadapannya dan….

Tatapan ingin memiliki?

Sujeong jadi takut kalau Yein menanggapi tatapan Jungkook jadi tatapan seakan perasaannya terbalaskan. Karena ia sudah hapal diluar kepala kalau Jungkook, sahabatnya sendiri, adalah buaya yang sering memberikan harapan palsu.

Dan Sujeong kali ini benar-benar berjanji kalau Jungkook sampai menyakiti adiknya, ia yang akan membalasnya.

.

“Sujeong-ah, aku punya hadiah menarik untukmu karena sudah berbaikan!”

Sujeong yang sedang membantu Jihyo membereskan berkas pendaftaran menengok ke arah Jungkoook, “Sebentar lagi Kook, ini masih repot.”

Dan ajaibnya, Jeon Jungkook si jenius tapi paling malas bersih-bersih itu membantu mereka. Ya memang sih, Jungkook pasti membantu mereka, tapi kecepatan membereskannya itu loh, satu kertas per lima menit. Harus di lihat dulu sepuluh kali, dipandangi lama-lama fotonya, ditertawakan dulu alasannya. Ada saja yang membuat Jungkook lama dalam menyortir berkas.

Tapi kali ini kecepatannya menaik drastis, satu kertas hanya setengah menit. Sampai-sampai Sujeong, Jihyo dan Donghyuk terkaget-kaget melihat Jungkook.

“Ada apa sih?”

“Katanya ini harus selesai dulu. Kita nggak boleh kelamaan kesana, Jeong.”

Sujeong mengendikkan bahu. Entahlah, ada banyak sekali kemungkinan yang akan ditunjukkan Jungkook padanya. Mungkin Jungkook dapat pacar baru? Atau dia punya mainan baru? Atau Solbin punya gebetan baru sehingga mereka harus menyeleksi apakah orang itu pantas untuk Solbin atau tidak.

Oh, lupakan yang terakhir itu. Mereka memang kekanak-kanakan.

Lima belas menit kemudian Jungkook sudah menarik Sujeong keluar dari ruangan ekskur. Seleksi pengurus OSIS sudah selesai satu jam yang lalu, jadi koridor sudah sangat sepi sekarang, siswa-siswi sudah masuk ke dalam kelas masing-masing. Paling-paling hanya pengurus OSIS dan tim basket (karena akan segera mengikuti lomba) yang masih dispensasi.

“Kita mau kemana sih?”

“Gimnasium.”

Sujeong hanya tak habis pikir untuk apa Jungkook mengajaknya ke tempat itu. Disana kan ada latihan basket. Lagi pula mereka tak ada urusan dengan anak basket.

Mungkin dulu Jungkook anak basket, tapi dia mengundurkan diri karena tak sempat latihan setelah menjabat jadi Ketua OSIS. Sujeong juga sudah mengundurkan diri jadi manager basket sejak naik kelas dua. Sekarang manager basket di angkatannya Jiho, itu pun harusnya sudah lengser karena kelas tiga sudah tidak boleh mengikuti ekskur kecuali ada lomba penting.

Lalu untuk apa?

Jungkook membuka pintu gimnasium, terdiam sebentar, mencari orang yang dicarinya lalu mengangkat tangan dan berteriak, “OY KAK!”

“OY JUNGKOOK! SUDAH LAMA YA!”

Sujeong terdiam. Meski Jungkook berjalan ke dalam dan menggenggam tangan Sujeong, gadis itu tak mau beranjak dari tempatnya.

Bahkan dari jarak belasan meter saja, Sujeong hapal itu dia. Postur tubuhnya masih sama, mungkin warna rambutnya yang sekarang berbeda (jadi nyentrik), suara bassnya pun masih Sujeong ingat, padahal terakhir kali mereka bertemu dua tahun silam.

Tapi Sujeong sudah muak. Ia tak ingin dibayang-bayangi masa lalu dan ia benci harus bertemu kembali dengan si bajingan itu.

Ia benci mengetahui kalau ia masih punya rasa pun sudah dua tahun dan ia takut….

Ia takut kalau perasaannya tak dapat dikontrol dan melukai Mingyu.

“Untuk apa kau bawa aku kesini, Jeon Jungkook?”

“Tentu saja untuk bertemu Kak Taehyung kan?”

-To Be Continue-

HAHAHA. Seriously aku mau ketawa update fic ini, kenapa sih makin ga jelas ceritanya?!

Terus yang kemaren yang nyari-nyari mas Taehyung, udah mampang ya! Yaampun kesian amat dia udah mampang di scene terakhir udah gitu cuma satu dialog?! Hahaha XD Dan yah, dia jadi salah satu dari enam main cast disini (pasti kalian tau lah mas tae ngambil peran apa wkwkwkwk!)

Konfliknya udah sedikit kebuka kan kan? Mingyu udah jadian sama Sujeong (dan maaf banget aku nggak bisa bikin scene romantis jadinya yah parah deh itu scene amburadul sangat). Trus buat Yein, kayaknya perjalanan cintanya dia bakal lama terungkap XD Ah sudahlah, pokoknya selamat menikmati fic amburadul ini ya!^^

Dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak (Komentar dan Likes diterima dengan senang hati)!

Phynz20’s signing off~

Advertisements

11 thoughts on “Persimpangan [Chapter 3]

  1. INEEEEEEEEEEES, YANG CHAPTER 2 GAK JADI-JADI AKU KOMEN MAAFIN. LANJUT DI SINI AJA YA MAAP MAAP MAAP :”D Tbh, di chapter 2 aku inget ada bbrp kalimat yg bikin aku bingung, udh itu doang si. Dan beda bgt sama yg di sini , karena kl gak salah emng chapter 2 blm mulai muncul2 bngt konflik2nya ya gak sih?

    Agggh, dan di sini asik banget sih geng merekaaa. Kek anak SMA /YOU DON’T SAY MBA?/ Jokes jg lucuk wkwkwk /eh ato gak ada jokes, cuma aku aja yg emng lever humornya receh…duh tp ada kata2 KKN dan kementrian jd geli sendiri XD/ Mingyu ngeselin…maafkan aku mingyu bukan krn aku lebih cinta Taehyung ya…tapi nyebelin aja 😦 bilang kek dulu emng niatnya cuma mau pdkt sama Sujeong gitu, tp skrng jg suka gabung sama mrk…Jungkook , hei, ADA APA DENGAN AKU, KAMU, DEK AIS, DAN KEINGINAN UNTUK MENJADIKAN JUNGKOOK PLAYBOY TINGKAT LANGIT KETUJUH? UGH KASIAN SEKALI DEK KUKIKU TAPI KOCAK SIH :”D anw, ada dek Canu :3

    TRUS, terpujilah sekolah mereka isinya anak2 cakep cem mereka :”D /ini gak penting ini/

    AGH, MAS TAE, SAYANG SEKALI DEDEK SUJEONG UDH JADI PUNYA MINGYU. SANA-SANA NGAPAIN BALIK SIH KESAL SAYA -___- Igh, kepo sih sebenernya Tae ngapain…

    POKOKNYA KUTUNGGU CHAP 4NYA INES. SEMANGAT KAMU BUAT SEMUA-SEMUANYA :*

    Like

    • KAK AZELLLLLLL YAAMPUN YAAMPUN! Gapapa kak, kujuga suka gitu kadang yaampun :””””)
      Di chapter 2 yang mana ya kak yang bingung? Tbh, yang chapter 2 itu emang baru awal, kayak part 1 buat prolog chapter 2 itu kayak openingnya gitu, nah chapter 3 ini 6 maincastnya keluar ehehehehehe
      Kak, aku bahkan yang ngetikin aja envy kak! Kayak cerita geng geng yang di novel ya, emang ini gila banget ceritanya masa gengnya superpower gitu:”) Jokesnya btw yang mana ya kak?._. Dan yang kkn itu, seriusan aku juga mau ketawa xD
      Namanya juga cinta kak, kan menghalalkan segala cara, toh Taehyung disini kan udah nggak keliatan lagi wujudnya :”
      EMANG EDAN YA JUNGKOOK AS PLAYBOY TUH KAYAK YANG EMANG UDAH MELEKAT BANGET GITUH…..
      Ehehehehe canuku (plak)
      Ini emang ceritanya kayaknya superpower banget ya -_-
      HAHAHAHA EMANG MAS TAE NGAPAIN BALIK LAGI SI SUJEONG UDAH JADIAN AMA MINGYU BARU BALIK TT
      Eheheheheheheeh sudah ku spoiler kak:”)
      TERIMAKASIH KAKZEL (PELUK CIUM)

      Like

  2. ah aku jadi berasa balik jadi anak sekolahan lagi nes :”” aku mau komen satu2 soal sujeong dan yein jadi kalo rada panjang+retjeh yaa maklumin yah nes😂😂😂

    utk yg sujeong:
    ug, mingyu licik juga yah, ga nyangka diriku u,u tp yg aku nggak paham kok jungkooknya marah banget soal mingyu yg suka sm sujeong…? (dan aku baru paham pas di akhir cerita, udah bisa connect sebabnya ehehe) OHIYA AKU NYARI2 TAEHYUNG (yang katamu lagi keramas…😂) dan begitu liat dia di akhir… ditambah sujeongnya yg udah jadian sm mingyu… nah lho aku jadi bingung mau jadi #TeamMinJeong atau #TeamTaeJeong semoga kamu bisa tentukan cowo terbaik buat mb sujeong :””

    utk yg yein:
    CHANWOO RESE AKU PGN JAMBAK HUH :””” jahat bgt sama yeinku… lalu juga tatap2an JeongIn di wawancara OSIS tuh bikin hati berdesir. huh kalo sampe yein dimainin sm jungkook, aku bakal jadi backupnya sujeong buat ngebales si gigi (dan jiwa) kelinci itu :””

    parah, panjang bgt😞 isinya protes doang lg, gaada kritik membangunnya huhuu. sebelum makin panjang, kuakhiri disini dulu yah😉 semangat terus nulis+real lifenya!😆😆

    Like

    • Ulfaaaaaaaa XD
      Padahal kita baru lulus ya udah kangen aja (padahal aku juga kangen huhuhu)
      Silakan atuh silakannn
      Mingyu licik gimana?._. Ehehehe di akhir cerita kayaknya yang paling banyak ditunggu ya….. (Hampir semua komen di chapter kedua kemaren nyatiin Taehyung coba….. ._.) Ih kamu masih inget aja aku bilang lagi keramas XD Ayo pilih siapa ayoooo?
      Chanwoo kenapa juga? XD ah, aku ngerasa bersalah scene nya JeongIn dikit terus ih….. (maapkan aku JeongIn shipper) :”) Hati hati fa, Jungkook playboy tingkat akut disini……….
      Ih gapapa aku suka kamu komentar seru banget XD
      Makasih ulfaaaaaa XDXDXD

      Liked by 1 person

  3. Gimana ya ngejelasinnya, pokoknya Mingyu nyebelin disini gak tau kenapa😁😂

    Plis itu chanwoo suka sama yein kan, dan dia juga cemburu sama Jungkook hoho

    Ditunggu chapter 4 nya dan perjalanan cinta Yein dan Sujeong hoho

    Like

    • Halo Wennie hehehe
      Mingyu nyebelin kenapa sih?._.
      Ehehehehe gatau ya Chanwoo suka sama Yein apa gimana, tapi dia emang keliatan nggak suka sama Jungkook XD
      Siap siappppp
      Makasih banyak ya Wennieeee! XD

      Like

  4. MA HEARTEU.. dagdigdug serrr
    konflik sudah dimulai 😖 sumpah gak nyangka mingyu sujeong sudah jadian. terus kenapaaa itu jungkuki ngajak sujeong ketemuan sama tae???? kenapaaaaaaa. lalu ada apa sujeong-jiho? belum ketahuan:(

    udah gitu chanwoo yein bikin gregetan deh. jadianlah kak 😍. gatau kenapa pengen banget yein chanwoo end-up deh. serius deh bagian yein selalu gregetan. apalagi pas tau dari penjelasan sujeong yang pas di ruang ekskur, beh.. makin pengen yein sama chanwoo aja. tapi liat kesini sini duu deh, kalo yein chanwoo makin sreg, yaudah mereka berdua ku dukung wkwk

    YAPOKOKNYA LANJUTKAN PERJUANGAN YA KAK, AKU MAH SELALU NUNGGU KELANJUTANNYA AJA YA. JANGAN BOSEN LIAT AKU DI COMMENT SAMA LIKE YA WAHAHAHA /evil laugh/

    Like

  5. oh em ji ..

    update juga yg di tunggu-tunggu, .. iya kemarin aku tuh cari mas taehyung. dan kenapa disini mas Tae di bilang brengsek ya? jadi kepo nih..

    Semangat :*

    Like

  6. yoo…apdet juga nih persimpangan.

    sempet EH liat jungkook-mingyu hampir adu jotos /kenapa gak langsung tonjok aja kak?/ Plak!/
    Kesel juga –banget malah tau tau alasan mingyu yang jadi sahabat hanya setengah hati /abaikaaaaan/

    Akhirnya… si Tae nongol juga, meskipun cuman nyempil di scene akhirr T.T Oke, fine, aku kuaaat..

    Makin bagus kak 👍
    Semangat ya buat lanjutinnya !!!!

    Salam kenal kak, Yuki

    Like

  7. Aku telat bacanya aku TELAT..
    .
    .
    .
    Asiik Teyung udah muncul..
    Walopun baru secuil(?) Doang.. gapapa.. iya gapapa.. yang penting chap depan banyak..#hoy
    Tapi kasian kamu mas kasian..
    Sujeong udah jadi milik Mingyu..
    Telat yah kamu datengnya.. TELAT..
    biar aja tuh nyesel kamu yah..#stop

    Kak baru tau aku Jungkook dijadiin playboy disini.. mukanya dia kan unyu2 Polos gimana gitu(?) yang cocok jadi playboy itu ya si Mingyu.. tapi gapapa sih.. inget lah kata2 Dont Judge a book by cover..#eak

    Suka juga nih interaksi ChanwooYein.. eehhehe.. Love-hate Relationship emang paling greget(?) buat diliat..

    Btw kusuka kamu masukin cast2 disini sesuai line nya.. kusuka..(2)

    Udah lah..
    Diriku TELAT bacanya TELAT..
    ditunggu lanjutannya deh akak..

    Like

  8. Halooowwww baru baca series persimpangan udah jatuh cinta banget deeeh
    Fira dari 00L salam kenal hoho^^

    Awalnya agak nebak nebak sih, kebanyakan kemungkinan kemungkinan, tali tali penghubung antara satu dengan yg lain, benang benang tak kasat mata; benang merah, kuning, ijo OKE MULAI NGELANTUR maklum habis kejebak macet :v

    Entah kenapa aku ngerasa ada yg aneh dari hubungan sujeong-jungkook. Sebelum baca persimpangan aku baca friendship or friendzone dulu sih, mungkin itu yg bikin aku mikir kalo mereka bakal ada apa apa kedepannya, atau mungkin gara gara aku yg cuma kepingin yak? Ntahlah…

    Btw mingyu kok gitu sih? Mereka kan sahabatan ya gak boleh doong, sujeong juga kenapa nerima cobak? Gatau gatauu kzl….
    Dan aku penasaran kim jiho punya peran apa sih kok kayaknya penting banget yah?

    Oke terakhir, mmm aku paling gak bisa bikin penutupan jadi… semangaat terus deehh 😀

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s