Posted in Chaptered, Fluff, magnaegihyun, PG-15, Romance

A Substitute [Chapter 3]

taehyungsubstitute

Oke, cukup kali ini saja, Su Jeong akan menjadi pengganti Ye In.

Chapter 3 : Menginap

Previous

Title : Oh No | Author : magnaegihyun | Genre : Romance, Fluff | Length : Short Series | Rating : PG | Main Cast : Ryu Su Jeong, Kim Tae Hyung | Support Cast : Jung Ye In, Jeon Jung Kook,etc | Poster by Author

.

Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the cast? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC><

*

Ajjumoni, kami pesan naengmyeon dua ya.”

 

Tae Hyung benar-benar tidak habis pikir pada gadis di depannya ini. Ia sudah mengantarkannya ke tempat yang diinginkannya dan ia malah pergi ke tempat yang berbeda dari bayangan Tae Hyung. Setelah turun dari mobil, gadis ini menyeret Tae Hyung dengan semangat ke penjual naengmyeon yang cukup jauh dari tempat parkir itu membuat Tae Hyung benar-benar tidak habis pikir menghadapi gadis ini.

 

“Jadi, kau pergi kesini hanya ingin makan naengmyeon?” Tae Hyung berkata dingin mendengar balasan ‘baik, nona’ dari si penjual untuk Su Jeong.

 

Tae Hyung dapat melihat gadis yang baru saja mengeluarkan ponsel dari tas yang dibawanya itu menoleh dengan pandangan tajam padanya,”Keunde, wae? Apa itu tidak boleh?”

 

“Ah, terserahlah! Kau benar-benar menghina Namsan tower, kau tahu? Bisa-bisanya kau memilih kedai naengmyeon ini bukannya Namsan towernya.”

 

Su Jeong mengerjapkan matanya lalu berkata pendek,”Oh, kau ingin ke Namsan tower bersamaku ya? Baiklah, setelah makan saja ya.”

 

Tae Hyung terperangah mendengar jawaban gadis itu. Heol, selain ceroboh gadis ini juga terlalu percaya diri ya. Aigoo, batin Tae Hyung dengan menghela napas berat. Iapun memilih menopang dagunya menunggu pesanan gadis itu datang. Mungkin ia lebih baik diam saja daripada berdebat dengan gadis itu.

 

Tak lama kemudian, pesanan Su Jeong datang. Tae Hyung mendengus dalam hati melihat Su Jeong benar-benar senang pesanannya itu sudah sampai. Bahkan ia segera meletakkan ponselnya yang sebelumnya dipegang dan diutak-atik olehnya. Tae Hyung pun memilih diam dan mengambil sumpit di hadapannya kemudian memakan naengmyeonnya dalam diam.

 

Tae Hyung benar-benar mendengus ketika menghabiskan makanannya ini. Sejujurnya ia tidak terlalu suka dengan naengmyeon tapi ia benar-benar lapar sehingga pilihannya hanyalah menghabiskan makanan di depannya ini. Huh, seharusnya ia tadi makan di rumah saja. Jika di rumah tentu saja ia bisa meminta dibuatkan tteokgakbi yang jelas-jelas lebih disukainya dibanding ini.

 

“Bisakah kau makan pelan-pelan?” Tae Hyung menegur Su Jeong yang makan dengan berantakan.

 

“—ni—nak,” jawab Su Jeong dengan mulut penuh.

 

Tae Hyung mengernyit mendengar jawaban Su Jeong yang benar-benar tidak dimengertinya. Tae Hyung menyodorkan tisu di atas meja pada Su Jeong sambil mencoba lebih sabar menghadapi sikap Su Jeong yang benar-benar lucu di hadapannya. Gadis ini sungguh menggemaskan.Ya tuhan, dimana lagi Tae Hyung dapat menemukan gadis ajaib seperti ini?

 

“Terima kasih,” Su Jeong tersenyum manis setelah mengusap beberapa noda makanan di sekitar mulutnya.

 

Ya tuhan, enyahkan pikiran anehku ini. Mengapa rasanya jantungku berdebar-debar sekarang?

 

 

“Apa kita harus membeli gembok dan memasangnya seperti mereka?”

 

Su Jeong bertanya polos pada Tae Hyung yang sekarang menguap bosan. Tae Hyung hanya mengangkat bahu menanggapi pertanyaan itu. Su Jeong yang awalnya masih tampak bersemangat itu kini mengendalikan sikapnya sedikit dan mendekati Tae Hyung.

 

“Kau benar-benar bosan ya?” Su Jeong mengajukan pertanyaan dengan ragu-ragu.

 

Tae Hyung mengerjapkan matanya mendengar pertanyaan Su Jeong itu. Ia hampir saja menganga dan terpesona dengan tingkah Su Jeong itu. Beruntungnya, ia masih belum terlambat untuk mengendalikan ekspresinya itu. Ia kembali memasang ekspresi biasanya,”Tidak kok. Jika kau masih ingin melanjutkannya aku tidak apa-apa kok.”

 

“Tidak. Kurasa kita bisa pulang saja jika kau benar-benar lelah,” Su Jeong mengelak dan mulai berjalan mendahului Tae Hyung menuruni tangga.

 

Tae Hyung mengikuti gadis itu di belakangnya dengan ragu-ragu. Pikiran Tae Hyung benar-benar penuh kali ini. Entahlah banyak pikiran aneh yang menghinggapi otaknya ini. Uh, harusnya ia tak berpikiran aneh seperti ini. Mungkin ini efek begadang dengan Jung Kook semalam ya. Sepupunya itu seenaknya saja membuat pikiranna penuh dengan tebakan-tebakan mengenai apa alasan Tae Hyung memilih bertunangan dengan Su Jeong.

 

Tae Hyung akui sebenarnya ia menguap tadi bukan karena bosan ataupun lelah. Ia hanya termasuk tipe orang yang mudah menguap apalagi ia lapar. Ya memang sih sore tadi ia dan Su Jeong sudah makan naengmyeon tapi Tae Hyung memiliki kebiasaan makan malam hari sehingga perutnya kini keroncongan. Ah, haruskah aku mengajak gadis ini makan?”

 

“Su Jeong-a!”

 

“Eum?” Su Jeong berbalik menghadap Tae Hyung.

 

Baiklah, mungkin kali ini Tae Hyung benar-benar menyerah pada perutnya yang memalukan ini. Biar sajalah gadis ini mengetahui kebiasaan Tae Hyung. Lagipula ia kan tunangan Tae Hyung, gadis ini tak mungkin mengatakan kebiasaan ini pada orang lain kan?

 

“Maukah kau menemaniku makan samgyeopsal?”

*

Well, akhirnya Su Jeong dan Tae Hyung benar-benar berakhir di penjual samgyeopsal di pinggir jalan dekat apartemen Tae Hyung. Bahkan ia tadi sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkir apartemen. Lagipula gadis ini bisa dikirim pulang lewat taksi kan? Tae Hyung sudah benar-benar ingin tidur di apartemennya malam ini, paling tidak malam ini saja ia bisa tidak bertemu sepupunya yang menyebalkan itu.

 

“Tambah—tolong tambah lagi!”

 

Su Jeong itu bergumam tidak jelas sambil menyodorkan gelas kecilnya pada Tae Hyung. Entah sudah berapa botol soju yang dihabiskan Su Jeong dan Tae Hyung ini. Mereka bahkan sudah memesan samgyeopsal tiga kali. Mungkin keduanya ini memiliki kebiasaan makan malam hari yang sama. Tae Hyung pun menuangkan soju lagi ke gelas gadis itu dan gelasnya. Ia benar-benar merasa ringan sekarang.

 

Tae Hyung pun menghabiskan soju di gelasnya itu dan segera menyuapkan beberapa daging terakhirnya. Ia mengucek matanya kemudian dapat melihat bahwa makanan dan minumannya itu sudah habis. Bahkan Su Jeong sudah menghabiskan minuman di gelasnya dan sekarang menelungkupkan wajahnya di meja tampak mengantuk.

 

Igeo, ajjumoni. Kamsahamnida!” Tae Hyung menyodorkan uang pada penjual samgyeopsal itu dan kemudian kembali ke mejanya. Ia membereskan barangnya di meja itu dan mengangkut beberapa barang Su Jeong. Uh, ia tidak mungkin menggendong gadis ini juga kan? Tae Hyung pun menggerakkan badan Su Jeong mencoba membangunkannya.

 

“Ayo pergi!”

 

Su Jeong menggeliat dan melepaskan tangan Tae Hyung dari badannya itu,”Lepaskan—ah!”

 

Su Jeong bangkit dan berjalan keluar dari tenda penjual makanan itu mendahului Tae Hyung. Tae Hyung pun hanya mengulum senyumnya dan berjalan mengikuti gadis itu dibelakangnya. Mereka berdua berjalan pelan sambil sempoyongan. Tae Hyung bahkan merasa kepalanya itu benar-benar berat kali ini.

 

Tunggu, gadis itu mau kemana?, batin Tae Hyung sadar melihat Su Jeong kini berjalan masuk jalan kecil menuju apartemennya. Tae Hyung tentu sadar bahwa di jalan kecil itu, ia tidak akan menemukan taksi kan disana. Tae Hyung pun mempercepat jalannya agar menyamai langkah gadis itu.

 

“Hei, kau tak mau pulang?”

 

“Hm—menginap saja ya?” Su Jeong melingkarkan tangannya ke lengan Tae Hyung membuat Tae Hyung kaget. Gadis itu yang mungkin sudah benar-benar mabuk kini menidurkan kepalanya di bahu Tae Hyung. Ya tuhan, gadis ini!

 

YA, sadarlah. Kau tak mungkin tidur denganku kan?” Tae Hyung mengeraskan sedikit volume suaranya membuat gadis itu paling tidak sadar sebentar saja.

 

“—pasti dibunuh—ayah Ye In—tolonglah!”

 

Su Jeong bergumam dengan ekspresi memohon pada Tae Hyung. Huh, baiklah kali ini saja Tae Hyung akan mengalah. Su Jeong pun kin semakin mengeratkan pelukan di lengan Tae Hyung. Tae Hyung pun memilih pasrah saja. Keadaaan ini membuatnya dan Su Jeong tampak seperti sepasang kekasih. Tae Hyung pun menuntun Su Jeong memasuki lift menuju apartemennya di lantai enam. Beruntungnya, suasana di gedung apartemennya ini sepi, paling tidak ia tidak perlu takut ketahuan orang lain. Bukannya malu ketahuan bersama Su Jeong, ia hanya takut pasti orang lain akan salah paham padanya.

 

Uh, mengapa ponselnya ini terus bergetar sih. Ini pasti ulah sepupunya itu. Iapun segera mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Setelah itu, ia bersusah payah mengetikkan pesan untuk sepupunya tersayang itu dan segera keluar lift mendengar tanda bahwa ia sudah sampai di antai enam. Ia segera menyeret Su Jeong menuju pintu di depan apartemennya kemudian mengetikkan password apartemennya itu.

 

To : Jung Kook

Aku tidur di apartemen dan tunanganku ini menginap. Gadis ini benar-benar mabuk dan tidak mau pulang. Huh, benar-benar merepotkan.

give your comment, juseyo~

Advertisements

Author:

HOPE DREAM FORWARD FORWARD inspirit.army.exol.starlight.pinkpanda.lovelinus doing messy thing like accounting cute like magnae~

5 thoughts on “A Substitute [Chapter 3]

  1. Kok aku salpok ke pictnya Taehyung sih? Dia ganteng banget /eh/
    cuma pengen tanya, naengmyeon itu apa? Duh maafkan aku yang kebelet/? pengen tau heuheu

    Pertama, aku suka momennya mereka /kalo aja ini jadi kenyataan/ yang manis-manis.
    Kedua, Taehyung mulai membuka dirikah sama Sujeong? Kayanya susah banget gitu menaklukan cowo cem Taehyung, jadi Sujeong harus mabuk dulu gitu.
    Ketiga, alasan Taehyung milih tunangan sama Sujoeng, belum diketahui kan ya. Cuma kok aku mikirnya disini Taehyung ‘Cinta Pada Pandangan Pertama’ ke Sujeong /ini hipotesis asal versi ani yang salpok liat pict diatas/

    Maafkan komenan tak bermutu sekaligus receh ini. Ditunggu chap 4nya ^^

    Liked by 1 person

  2. A substitute ini menarik 🙂

    maaf ya thor baru sempat ikutan corat coret setelah 3 chap,dan Waw!! tidur seApartemen , aku lg bayangin apa respon sujeong keesokan harinya.. 🙂

    Sugohaseumnida Author-nim n salam kenal dari Alvianit garis 96 🙂 😉

    chap 4 dinanti….

    Liked by 1 person

  3. Bentar bentar kak sher, sekali lagi aku mau komentar yang kayaknya panjang banget…………
    Pertama aku mau minta maaf karena nggak nongol di a substitute dua garagara nggak nongkrong beberapa hari di LFI, maafin banget ya kak TT
    Nah trus trus….. Ini apa kak sher TT serius ya, yang pas Sujeong bilang mau ke namsan tower lah aku udah senyum senyum aja ya…… Kan tadinya Taehyungnya nggak suka sama Sujeong (waktu part 1 kupikir mas tae suka ternyata alasan mau jadi tunangan sujeong konyol juga XD) trus Sujeong juga nggak suka sama Taehyung tapi perginya ke namsan tower yang romantis gitu……. Eh disini kerjaannya malah makan?! Haha 😄 sumpa aku pengen ketawa yaampun………
    trus trus mau ketawain aja taehyung keki garagara gasuka naengmyeon (yang sebenernya aku nggak tau ini apa._.) dan sujeong yang asal banget tapi jadi lucu huh
    Trus mereka mabok…… Kak sher maapin aku, aku mikirnya kemana mana maapin kakkkkk TT abis suasananya(?) mendukung, ya gimana gila juga emang sujeong masa mau nginep ditempat cowok dalam keadaan begitu yaampun plis banget (nes cukup nes……….)
    Tapi dengan kakak ngecutnya disitu yaampun makin penasaran aja aku…….. :”)
    Tapi ih, bagus kakak penyampaiannya(?) maksudku, bener sih kadang kalo too long, didn’t read kan? Nah A Substitute tuh kece banget, pendek tapi bagus, bikin senyum senyum dan paling spesialnya sih ngecutnya di bagian yang bikin penasaran ehehehehe
    Udah deh kayaknya itu aja, ntar kalo kemana mana makin panjang banget huhuhuhu :”)

    Liked by 1 person

  4. Aduh kok interaksi mereka manis gini yah..? Walopun seharian mereka cuma makan doang.. ahaha..
    Diriku sungguh gk tau apa itu naengmyeon sama tteokgakbi
    Akhirnya sampe search dulu dan berakhir diriku laper dini hari gini..

    Itu Sujeong jadi cewek berani banget mau nginep di apart mas Taehyung.. emang lagi mabok.. tapi tetep aja..
    Otakku udah mikir adegan macem2 nih..#gak

    Ditunggu lanjutannya deh kak..
    Wassalam..

    Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s