[Freelance] Sleepy

cats

SLEEPY

Author                        : Raissa Pearl

Cast                 : Jung Yein, Seo Jisoo (Lovelyz), Jeon Jungkook, Jung Hoseok (BTS)

Genre              : Fluff, Comedy

Length                        : Vignette (1445 words)

Rating             : G

Disclaimer       : The characters are owned by their agencies. The story-line is mine, but the picture is not. Plagiarizing is no no no~ This is the sequel from ‘Blind Date’. Enjoy!

Meskipun Jung Hoseok sudah memberi adik perempuan kesayangannya seorang teman-tampan-dan-baik-hati seperti Jeon Jungkook – ingat, Yein tidak akan berpacaran dengan siapapun sampai dia masuk universitas, tetap saja kecintaan Jung Yein kepada buku pelajaran IPA tidak berubah.

Hari ini Yein pulang sekolah lebih awal dari biasanya. Tidak ada jam pelajaran tambahan karena Guru Yoon, guru Biologi di kelas Yein, sedang sakit. Tapi beliau sempat menitipkan tugas pada guru lain sehingga dia masih harus tetap mengerjakannya sepulang sekolah. Selalu ada derita di balik tidak hadirnya seorang guru di kelas.

Sepi. Itulah suasana yang pertama kali ditemukan Yein ketika sampai di rumah. Ayahnya tentu saja masih bekerja di kantor. Ibunya sepertinya sedang pergi ke rumah temannya – kebiasaan ibu Yein ketika tidak ada siapapun di rumah. Hoseok? Yein yakin betul kakaknya itu sedang berlatih dance. Untungnya ada makanan di kulkas sehingga Yein tidak perlu ribut menelepon ibunya yang mungkin sedang membicarakan seseorang bersama teman-temannya, khas ibu-ibu.

“ Baiklah, rumah ini milikku selama beberapa jam!” Yein berdiri di tengah ruang tamu sambil membentangkan tangannya dan tertawa lepas. Dia lalu berlari ke kamarnya, berganti pakaian, mengambil buku paket Biologinya dan juga kue cokelat yang ada di kulkas, kemudian meletakkan semuanya di meja ruang tamu. Kalau ibunya melihatnya belajar sambil makan seperti ini, beliau pasti akan memarahinya. Salah siapa meninggalkannya sendirian di rumah?

Yein mulai membuka buku paket Biologinya, mencari halaman berapa yang harus dikerjakannya. Beberapa menit kemudian, tangannya dengan santai menulis jawaban-jawaban soal di buku paket tersebut, sambil sesekali menyendok kue cokelat kesukaannya yang dibuat ibunya kemarin ke mulutnya.

Namun, kegiatan yang dilakukannya terus menerus selama hampir satu jam itu mulai membuat Yein bosan.

“ Apa mereka semua tidak ingat rumah?” gerutunya sambil mengambil handphone yang dia letakkan di atas meja. Siapa tahu ada yang meneleponnya. Tapi nyatanya, layar handphonenya tidak menunjukkan ada pesan ataupun panggilan yang masuk. Sambil menghembuskan nafas kuat-kuat, dia memencet nomor yang sepertinya sudah dihafalnya.

Eonni..

“ Eo… Ada apa, Yein-ah?” terdengar suara Jisoo dari handphone Yein.

“ Apa kau sedang sibuk sekarang?”

“ Eum… sedikit… Aku sedang ada bimbingan tugas akhir dengan dosenku. Memangnya kenapa? Apa ada sesuatu?”

Yein langsung mengerucutkan bibirnya, kecewa.

“ Tidak apa-apa, Eonni. Maaf aku mengganggumu.” Yein langsung menutup panggilannya. Dia merasa bersalah karena sudah mengganggu Jisoo yang sedang sibuk menyelesaikan tugas akhirnya, sekaligus merasa heran kenapa kakaknya tidak tampak sesibuk Jisoo walaupun mereka berada di tahun angkatan yang sama.

Yein terdiam sambil memandangi layar handphonenya. Siapa yang akan dihubunginya untuk menemaninya di rumah selain Jisoo?

Kemudian melintaslah nama Jeon Jungkook di otaknya.

Yein langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat, “ Tidaak… Kenapa harus dia?”

Yein mencoba untuk mencari nama teman-teman sekolahnya di daftar kontak, tapi setiap Yein menyebut nama mereka, dia langsung menggelengkan kepala karena dia tahu teman-temannya itu pasti sedang sibuk les di tempat lain.

Apa hanya Jung Yein murid kelas 3 SMA di dunia ini yang mendadak tidak ada jam tambahan dan langsung pulang begitu saja tanpa ada les lain?

Ting Tong!

Ketika Yein sibuk mengata-ngatai dirinya sendiri hanya karena tidak punya teman untuk diajak ke rumah, tiba-tiba terdengar suara bel rumahnya berbunyi. Yein langsung berdiri dan berlari menuju pintu depan. Belum sempat dia membuka pintu, dia mendengar suara seseorang yang dikenalnya memanggilnya.

“ Jung Yein, apa kau di rumah?”

Mata Yein melebar seketika. Itu suara…

Oppa?” Yein membuka pintu dan menemukan Jeon Jungkook sedang berdiri di depan rumahnya sambil menggaruk-garuk tengkuknya. Yein menebak kalau laki-laki ini sebenarnya malu untuk datang ke rumahnya.

Sejak kejadian ‘kencan buta’ bulan lalu, Jungkook tidak benar-benar datang ke rumahnya. Dia hanya sesekali mengirim pesan untuk menanyakan kabar atau menanyakan apakah Yein perlu bantuan dalam belajar karena mungkin dia bisa meminta tolong temannya yang pintar IPA untuk membantunya – dan Yein menolaknya mentah-mentah karena tidak ingin merepotkan banyak orang. Yein berpikir bahwa Jungkook mungkin malu untuk menemuinya lagi atau takut kalau Hoseok Oppa akan menceramahinya tentang menjaga-adik-kesayangannya jika berkunjung ke rumah.

“ Huh… Hoseok Hyung bilang kau sendirian… jadi…”

“ Jadi kapan kau akan menemuiku tanpa embel-embel ‘Hoseok Hyung memintaku untuk ini dan itu’?” Yein tersenyum jahil sambil melipat kedua tangannya dan bersandar di pintu. Wajah Jungkook langsung memerah karena malu, dan Yein ingin tertawa melihatnya. Beberapa detik kemudian, matanya tertuju pada bungkusan yang dibawa oleh Jungkook di tangan kanannya.

“ Apa itu?” tunjuk Yein. Jungkook menoleh ke arah kanannya, lalu mengangkat bungkusan itu tepat ke depan wajah Yein.

“ Kupikir kau lapar, jadi kubawakan makanan.” jawabnya sambil menggoyang-goyangkan bungkusan berwarna putih itu.

“ Aku sudah makan satu piring kue…” ucap Yein sambil menatap bungkusan itu. Jika orang lain melihat kejadian ini, mungkin mereka akan mengira Jungkook sedang menghipnotis Yein menggunakan bungkusan berisi makanan. “ … tapi karena kau sudah membawakannya, aku ambil!” Yein langsung meraih bungkusan itu dan melihat isinya, sementara Jungkook masih berdiri seperti orang kehilangan konsentrasi.

Oppa, kenapa kau dari tadi diam saja? Tidak seperti saat kita bertemu pertama kali dulu atau saat mengobrol di KaTalk.” lama-kelamaan Yein heran dengan sikap Jungkook saat ini. Dia hanya menatap Yein dengan tatapan kosong dan tampak kelelahan. Yein bisa melihat keringat bercucuran di wajah dan lehernya.

“ Jangan bilang kau langsung ke sini setelah latihan dance.” tebak Yein, yang langsung disambut dengan anggukan dari Jungkook.

Aigoo, Hoseok Oppa memang kejam. Aku akan mencekiknya begitu sampai di rumah.”

Jungkook langsung menggelengkan kepalanya, “ Jangan. Aku baru masuk klub sebulan.”

“ Tapi jarak dari kampus ke sini kan jauh. Kau tadi naik apa ke sini? Bus?” Jungkook kembali mengangguk lemah.

“ Kau ini penurut sekali.” Yein menatap laki-laki di hadapannya itu dengan sedih. “ Ayo masuk, aku buatkan minuman untukmu.”

“ Huh?” Jungkook mengambil satu langkah mundur. Yein mengerutkan keningnya.

“ Kenapa?”

“ Apa tidak apa-apa? Maksudku, kau sendirian sekarang dan …”

“ Memangnya kau mau melakukan apa?”

Jungkook yang kebingungan mendengar pertanyaan Yein hanya bisa menyeringai sambil menggaruk-garuk tengkuknya lagi.

“ Kau bisa beristirahat di dalam sampai tubuhmu pulih. Aku merasa aneh melihatmu seperti ini.” Yein berjalan masuk ke rumah, sementara Jungkook masih saja terdiam di depan pintu.

“ Kau mau masuk atau aku perlu menarikmu?”

Ya!” Jungkook langsung melepas sepatunya dan berjalan masuk ke rumah Yein. Yein tersenyum lebar, kemudian meletakkan bungkusan makanan yang dibawa Jungkook tadi di atas meja ruang tamu dimana dia mengerjakan tugas tadi. Jungkook mengikuti langkah Yein, lalu duduk di dekat meja tersebut.

“ Kau sedang belajar?” Jungkook mencoba melihat-lihat buku paket Biologi milik Yein, dan tidak perlu menunggu waktu lama sampai dia memasang ekspresi mual setelah membaca beberapa halaman.

Yein yang sedang membuat teh di dapur mendengar pertanyaan Jungkook, “ Tugas pengganti jam tambahan.” sahutnya sambil menuangkan air panas yang biasanya sudah disiapkan ibunya di botol anti panas ke dalam cangkir.

Jungkook menyingkirkan buku paket Biologi tadi beberapa sentimeter dari pandangannya. Dia lalu meletakkan kepalanya di atas meja dan menggerak-gerakkan jari telunjuknya seperti sedang menggambar sesuatu.

“ Minum ini dulu.” Yein membawakan secangkir teh panas untuk Jungkook yang kembali duduk tegak.

Thanks…” Jungkook memegang cangkir yang dibawa Yein menggunakan nampan, tapi sepertinya bagian yang dipegangnya terlalu panas hingga dia melepaskan cangkir itu dan mengipas-ngipas tangannya.

“ Ini… panas…” ucapnya sambil memamerkan gigi kelincinya.

“ Bodoh, ini memang panas. Aku letakkan di sini saja.” Yein meletakkan nampan yang dibawanya di atas meja. Jungkook hanya memandanginya dengan tatapan polos. Setelah itu, mereka berdua saling bertatapan dengan wajah bingung.

“ Eum… kalau kau mau mengerjakan tugasmu silahkan saja. Aku akan duduk tenang di sini.” Jungkook menunjuk buku paket Biologi yang disingkirkannya tadi.

“ Benar tidak apa-apa?”

Jungkook mengangguk-angguk. Yein akhirnya kembali meraih buku paket Biologi dan bolpoinnya, lalu beberapa menit kemudian dia sudah kembali tenggelam dalam lautan istilah ilmiah dalam buku paket Biologinya.

Oppa, apa kau masih tidak punya tugas kuliah selama sebulan ini?” tanya Yein kemudian dengan mata masih menatap buku. Tapi karena selama beberapa detik tidak ada sahutan, akhirnya Yein menoleh ke arah Jungkook.

Ternyata Jungkook sudah terlelap di sampingnya dengan kepala diletakkan di atas meja lagi.

“ Huh, kau tidur?” Yein meletakkan bolpoinnya dan menatap Jungkook yang menurutnya tampak lebih manis ketika tertidur. Dia lalu meniru posisi Jungkook saat ini dan terus menatapnya sambil tersenyum. Kapan lagi dia akan melihat momen seperti ini?

“ Kasihan sekali namja manis sepertimu harus ‘disiksa’ oleh kakakku yang mirip nenek sihir.” gumam Yein sambil memperhatikan fitur wajah Jeon Jungkook. Masih tanpa cela seperti saat pertama kali dia melihatnya.

Hingga kemudian…

Ya, apa yang sedang kalian lakukan?”

Tiba-tiba saja Hoseok sudah berdiri di belakang Yein dan Jungkook, membuat keduanya langsung terbangun dan menatapnya.

Ya Jeon Jungkook, aku minta untuk menemani adikku di rumah, bukannya tidur di rumahku dan adikku.”

“ Ini semua gara-gara Oppa!” teriak Yein kesal karena kedatangan kakaknya telah mengganggu momen ‘langka’nya bersama Jeon Jungkook.

“ Lihat saja, aku akan menghabiskan jatah kudapanmu minggu ini sebagai balasannya!”

*   *   *   *

Anggap saja ini FF buat ultahnya dedek Yein *meskipun telat* *lalu nyalahin deadline tugas kuliah yang kayak sinetron striping*. Mau dibikin sesuai genre yang ditawarin di project ‘Graduation Party’ kok ga ada yang cocok, soalnya karakternya Yein, Jungkook, Hoseok ama Jisoo di sini lawak semua kalo menurutku xD

Ngebayangin dedek Kookie bobok di sini mungkin kayak liat kelinci bobok T^T Kiyowo gimana gitu… Yein, boleh tukeran? *plak* Sayang momen kiyowonya dirusak ama mas Hoseok x’D Berantem di perempatan yuk xD

O iya jangan lupa tinggalkan komen yaa, teman-teman Lovelinus~ ^_^

Advertisements

9 thoughts on “[Freelance] Sleepy

  1. ini seriesnya “blind date” ya thor? gwiyowo syekaleeh… 🙂 bacanya senyam senyum sendiri.apalagi pas kookie bobo,berasa pengen puk-puk gtu ..hihi apalah.. 😀

    tapi kehadiran bang ho menghancurkan segalanya. perlu dilempar nih si abang #dicakarjisoo

    salam kenal dari Alvianit96,aku 96 line,author-nim..semangat selalu menulisnya.
    SUGOHASEYO 🙂 ☆BOW☆

    Like

    • Hai Alvianit96~ salam kenal juga ^^ aku Raissa,95line…khekhe… (angkatan tua ~…~)
      Iyaa ^^ aku juga pingin pukpuk dek Kookie pas bobok T^T *eh
      Khekhe…langsung laporin mbak Jisoo biar ga gangguin adeknya pedekate x’D
      Makasih ya udah baca,komen dan nyemangatin buat nulis~ ^w^)/

      Like

  2. Kasian banget ya Yein harus digangguin sama Hoseok, lagi asik menikmati pemandangan indah juga. Lanjut dong ceritanya ^^

    Like

  3. AGH, SENANG AKHIRNYA BACA KOOKIE POLOS LAGI LEWAT FF KAMU RAIS :3 /tetiba lelah dengan Kookie yang so rude dan playboy, dkk/ /eak menampar diri sendiri karena ngebuat Kookie liar jg/

    aku tu inget yg sebelumnya mereka lucu malu2 kucing aneh gitu kan huaaaa. trus di sini Yein udh mulai rada2 berani wkwkwk, malu kamu Kookie, malu! XD Hoseok jg…ganggu romens orang aja T.T

    SERING-SERING KIRIM KE SINI RAISA :3 makasih ffnya manis sekali sekalian nunggu bedug aku bacanya :3

    Like

    • ^^ Nyaa~ Makasih udah mampir di komen,Azel~
      Nyehehe…iyaa…dek Kookie horor sekali di ceritamu,aku sedih~ x’D ingat puasa Zel *udah mau selesai *nah lho makin liar lah itu setelah puasa ._.
      Iya…Yein lelah teman tampannya dateng cm karena disuruh ama mas Hoseok x’D
      Khekhe…bisa buat pengganti kolak kayaknya ceritaku x’D

      Liked by 1 person

  4. Hai Raissa,, ktemu lagi sama yg 95line disini…
    Duh aku ngebayangin kookie yg bobok kaya kelinci,, sumpah pasti unyu bgt…
    Kangen Jungkook juga,, baru kmaren nonton celeb bro di youtube,, dia main2 sama anjing 😀
    Bikin jungkook-Yein yg unyu2 lagi ya pliss ❤

    Like

    • Hai Imeirian~ ^^ yey~~ sama2 95line…
      Iyaa T^T kiyowo sangat…belum nonton Celeb Bro’nya Kookie T^T (menunggu liburan selesai dan nebeng wifi kampus)
      Khekhe…ditunggu aja ya~ makasih udah baca dan komen ^^

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s