[Ficlet] Rendezvous

Rendezvous

Rendezvous

Stalkim98 || Yoo Jiae, Min Yoongi || surrealism(?), romance || pg-17 || ficlet || “Bukankah lebih baik untuk bertemu di dunia yang lebih nyata dari ini, Yoo Jiae?”

Lebih baik membaca Rapunzel dulu

“Aku bisa membantunya.”

Laki-laki itu menatap Jiae yang masih terbaring dari ambang pintu. Tatapannya sama seperti saat pertama kali ia melihat Jiae. Kemudian maju beberapa langkah, menyejajarkan diri dengan kedua orang tua sang gadis.

“Bisakah kalian menyiapkan sebuah tempat tidur untukku? Di kamar ini?”

Meski ragu, orang tua Jiae menuruti apa kata laki-laki itu. Ketika bertatapan dengan laki-laki yang datang tanpa undangan, kedua orang tua Jiae merasa ada yang lain. Seperti mereka dapat dengan mudah percaya dan tersihir oleh mata yang tampak lelah.

“Tolong tinggalkan kami berdua. Aku harus tidur nyenyak setelah hanya tidur selama lima puluh menit. Dan percayalah, tidak akan ada yang terjadi pada Jiae.”

Lagi. Mereka meninggalkan laki-laki itu tanpa ucapan apapun.

Entah sudah berapa lama Jiae tidak beranjak dari sebuah ranjang besar di tengah ruangan kosong. Selama itu pula Jiae terus duduk sambil memeluk kedua lututnya. Ia takut. Benar-benar takut jika Min Yoongi tidak datang dan membiarkannya mati di dalam mimpi laki-laki itu.

Jiae mendongak ketika seberkas cahaya muncul dari celah pintu yang terbuka. Kedua alisnya saling menaut. Diturunkan kedua kakinya dan berjalan pelan mendekati daun pintu.

“Yoongi? Itu kau?”

Senyuman Jiae mengembang melihat seorang laki-laki berdiri di ambang pintu. Kakinya melangkah mendekat dan langsung melingkarkan kedua tangannya di leher laki-laki itu; Min Yoongi. Jangan lupakan Jiae harus berjinjit karena tingginya yang jauh di bawah Yoongi.

Dan Yoongi membalas pelukan Jiae dengan erat. Kedua matanya terpejam. Tangannya mengusap rambut panjang Jiae.

“Kau datang, Yoon. Kau datang.”

Yoongi hanya mengangguk. Bibirnya membentuk lengkungan cekung–meski tidak dilihat Jiae–.

“Terima kasih.”

Yoongi merasakan kaos tipisnya basah. Ah, Jiae pasti menangis. Suara gadis itu juga–sedikit parau.

“Jadi, ke mana kita sekarang? Apa kau sudah mengatur mimpimu selanjutnya? Bisakah kita pergi ke sebuah taman dengan banyak buah apel? Dan eum–“

“Mari kita kembali,” sela Yoongi.

Jiae menatap tepat di kedua manik mata Yoongi. “Secepat ini?”

Yoongi mengangguk. “Bukankah lebih baik untuk bertemu di dunia yang lebih nyata dari ini, Yoo Jiae?”

Ada seberkas sinar yang terpancar dari kedua bola mata Jiae. Senyumnya merekah. Lalu mengangguk cepat. “Lalu kapan kita akan kembali?”

“Sebenarnya, kau bisa membuka matamu sekarang, Yoo. Tapi, ada yang ingin kulakukan sebelum kita pergi.”

Tidak mengizinkan Jiae bertanya apapun, Yoongi menarik tengkuk Jiae dengan tangan kirinya. Sedang tangan kanannya ia lingkarkan di pinggang gadis itu. Bibirnya melumat pelan bibir Jiae. Semakin lama semakin intens, membuat napas mereka memburu saat Yoongi melepas tautan bibirnya.

Mata Jiae terbuka. Senyumnya merekah malu. Pipinya bersemu merah, membuat lelaki di hadapannya ikut tersenyum.

“Sampai jumpa lagi, Yoon.”

Keringat dingin mengalir di sekujur tubuh dan wajah Jiae. Ia memandang sekeliling. Masih seperti kamarnya sebelum ia tertidur. Hanya ada satu ranjang yang ia tempati saat ini.

“Lagi?”

Jiae menoleh. Sedetik kemudian mengangguk sambil menatap ibunya yang datang membawa segelas susu untuknya. Dapat Jiae lihat, raut khawatir tergurat di wajah ibu Jiae.

“Bagaimana bisa membawa orang yang tidak kau kenal ke dalam mimpi?” tanya ibunya. Belum sempat dijawab Jiae, ibunya lagi-lagi bertanya. “Siapa kali ini?”

Jiae menunduk. “Namanya Min Yoongi.” Diam sebentar. “Tapi kali ini berbeda, Bu. Seperti nyata. Aku bahkan merasa tidur sangat lama dan menunggunya kembali untuk menyelamatkanku.” Tangan Jiae mengusap wajahnya. “Ia bilang, saat kami bertemu di dalam mimpi, itu adalah mimpinya. Dan dia yang membawaku. Bukan aku yang membawanya.” Jiae menoleh menatap lekat dwimanik ibunya. “Dia bisa mengatur mimpi, Bu. Sedangkan aku–aku tanpa sengaja membawa orang lain yang bahkan tidak pernah kulihat ke dalam mimpi. Kemampuannya lebih mengerikan dariku, Bu.” Perlahan air mata Jiae mulai menuruni pipi. “Lalu mimpi siapa itu?” Suaranya pun semakin mengecil.

Tangan ibu Jiae merengkuh tubuh Jiae yang bergetar. Menenangkan putri semata wayangnya yang masih ingin menjelaskan sesuatu padanya. Sudah lebih dari tujuh tahun Jiae selalu mengalaminya. Mimpi aneh tiba-tiba dan muncul seseorang yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Jiae juga tidak bertemu dengan orang-orang di dalam mimpinya itu. Apa orang-orang yang hadir di mimpi Jiae benar-benar ada? Hanya itu yang menjadi pertanyaan ibu Jiae selama ini.

“Su-dah b-berapa lama aku ti-tidak bangun, Bu?”

“Kau tidur seperti biasanya, Ji. Tujuh jam,” jawab ibu. Tangannya masih mengusap rambut panjang Jiae.

“Yoongi bilang, kalau ia sudah bangun, aku akan tetap berada di mimpinya. Dan di dunia nyata, aku akan menjadi putri tidur.” Jiae berujar susah payah di tengah-tengah isak tangisnya.

“Berarti Yoongi langsung menyelamatkanmu.”

Sudah dua hari berlalu. Namun Jiae masih sering memikirkannya. Bahkan, sejak ia bangun, tidurnya menjadi tidak nyenyak. Paling hanya tidur satu sampai satu setengah jam, tidak lebih. Ia masih memikirkan tentang mimpi terakhir saat Yoongi menyelamatkannya. Sebenarnya itu mimpi siapa? Mimpinya? Atau Yoongi? Atau mereka bermimpi di waktu yang sama? Bermimpi di waktu yang sama cukup masuk akal untuk situasi seperti itu. Nah! Kalau begitu, berarti orang-orang di mimpi Jiae benar-benar ada, kan? Bukan hanya imajinasi Jiae bertemu dengan puluhan laki-laki tampan dan juga perempuan cantik?

“Ji, bisa tolong bantu ibu?”

Oh Jiae lupa. Hari ini ayahnya akan pulang dari luar negeri. Dan ia harus membantu ibu menyiapkan makanan kesukaan ayah, kan?

“Ibu sudah pesan kue di toko langganan. Tolong ambilkan, ya.”

Jiae mengangguk lalu pergi. Ia berjalan melewati banyak pohon apel di pinggiran jalan. Sesekali ia menutup mulut saat menguap lebar. Matanya benar-benar lelah. Pikirannya masih saja memikirkan tentang mimpi malam itu.

Jiae langsung pamit saat sekotak kue berada di tangan kanannya. Ia berjalan menuju halte bus terdekat.

Namun, sebelum sampai, Jiae berhenti saat menatap sepasang mata sayu. Mata lelah itu, Jiae mengenalnya. Sedetik kemudian Jiae melihat lengkungan cekung menghias wajah pucatnya. Membuat Jiae membalas senyuman itu dengan perlahan.

Bibir Jiae tergerak. “Itu kau, kan? Min Yoongi.” Jiae berujar pelan, sangat pelan malah. Namun dari jarak lebih dari sepuluh meter, Jiae melihat kepala laki-laki di halte itu mengangguk pelan.

Jiae segera berlari kecil menghampiri laki-laki yang kini juga menghampirinya. Hanya satu meter kini jarak mereka. Senyuman tulus masih terpatri di wajah Jiae dan laki-laki itu–Yoongi–.

“Terima kasih,” ucap Jiae pelan. “Yang terakhir, apa kita bermimpi di waktu yang sama?”

“Apa?” Yoongi tidak mengerti pertanyaan yang Jiae ajukan.

“Tidak hanya kau yang bisa membawa orang lain ke mimpimu. Aku juga, orang-orang yang tidak pernah kutemui bisa datang ke mimpiku,” ucap Jiae kemudian dan membuat bibir Yoongi tidak lagi terkatup.

.

.

.

“Aku tidak tahu ini benar atau tidak, tapi seseorang pernah berkata padaku, agar kemampuan aneh yang kumiliki menghilang, aku harus mencium bibir seseorang yang pernah kubawa ke mimpiku di dunia nyata.”

Jiae tersenyum. “Haruskah kita mencobanya? Siapa tahu kemampuan anehku ini juga bisa menghilang.”

Baik Jiae maupun Yoongi saling mendekatkan wajah. Memangkas jarak yang tercipta. Di tengah-tengah lumatan bibir keduanya, hati mereka sama-sama berdoa, semoga hal itu benar.

.

.

.

FIN

.

.

2016/15/7

Ini sequel Rapunzel, ya. Aduh maaf malah membingungkan gini huhu. Jadi memang ada rahasia lain dari Jiae. Yap, Jiae punya kemampuan yang hampir sama kayak Yoongi. Oh ya, jangan dianggap ada beneran ya, karena ini hanya imajinasi Stalkim hehe. Stalkim ucapkan terima kasih kepada yang sudah membaca dan berkenan meninggalkan jejak^^

Advertisements

4 thoughts on “[Ficlet] Rendezvous

  1. Yang bilang kalo kissu bisa ngilangin kemampua mimpi itu siapa? Yoongi kah? Bentar mau capslock..
    YAAMPUUUUUUNNN YOONGI MODUS KEKNYA INI PENGEN DIKISSU MBA JIAE AJA YAAA AYO NGAKUUUUUUUU?? /uhmuupken
    Heu orenmane ga nemu beginian /lalunyengir/?/
    Tapi aku suka sih. Suka aja. Soalnya kangen mereka. Lagi sibuk sendiri2 jarang ada moment /akugabisadiginiin
    Mungut authornim~ 💜

    Liked by 1 person

    • Haihaiii

      Iya mas yoon yg bilang, emang mau modus tuhhh mbak jiae juga mau2 ae dikibulin huhu/g.

      Cari gih biar nemu lagi hehewww

      Nah, ini kuputuskan nulis sekuel jg gara2 kangen berat sama mereka 😭 mana yoonae emang miskin momen lagi 😂😂😂

      Makasih ya udah baca dan komentar^^ semangat jugaaaa 😊 ohhh panggil stalkim sajaaaa hihi

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s