A Substitute [Chapter 5]

taejeongsubstitute2

Oke, cukup kali ini saja, Su Jeong akan menjadi pengganti Ye In.

Chapter 5 : Seperti Orang Bodoh

Previous

Title : Oh No | Author : magnaegihyun | Genre : Romance, Fluff | Length : Short Series | Rating : PG | Main Cast : Ryu Su Jeong, Kim Tae Hyung | Support Cast : Jung Ye In, Jeon Jung Kook,etc | Poster by Author

.

Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the cast? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC><

*

Su Jeong menyingkirkan rambutnya yang ia rasa menutupi wajahnya. Ia benar-benar gerah pagi ini. Entahlah, ia seperti merasakan sinar matahari mengenai punggungnya. Padahal seingatnya ranjangnya tidak pernah terkena sinar matahari karena letaknya yang membelakangi.

 

Su Jeong pun pelan-pelan membuka matanya. Aneh, ini pasti aku masih bermimpi bukan? Aku tak mungkin tidur dengan lelaki ini kan? Bahkan sekarang wajahnya begitu dekat, ya meski memang sih, lelaki ini sangat tampan kali ini. Lagipula, Su Jeong juga tidak mengenal kamar ini. Ini bukan kamarnya dan lagi aromanya benar-benar berbeda dengan kamarnya atau kamar Ye In maupun kamar Shannon.

 

Su Jeong pun kembali memejamkan matanya. Ia mencoba menghilangkan mimpinya ini. Ah, tunggu sepertinya mimpinya ini akan hilang sesaat lagi. Ia kini dapat mendengar langkah seseorang mendekati tempatnya tidur. Iapun menggaruk lehernya yang tidak gatal menyiapkan dirinya untuk bangun.

 

“TAE HYUNG!”

 

“SU JEONG!”

 

Su Jeong yang mendengar teriakan pada waktu bersamaan itu segera membuka matanya selebar-lebarnya. Ia kini sadar bahwa ia memang benar-benar berada di tempat yang ia kira mimpi itu. Jika begitu, berarti Su Jeong benar-benar tidur dengan lelaki itu? Kim Tae Hyung? Tunangannya yang sangat menyebalkan itu? Ya tuhan, apa yang sudah dilakukan Su Jeong kemarin.

 

Su Jeong pun bangkit dari posisi tidurnya. Matanya kembali membulat melihat ibunya dan ibu lelaki itu berdiri berdampingan. Bahkan mereka juga memasang ekspresi yang sama, yaitu ekspresi ngeri bercampur murka. Su Jeong merutuk dalam hati melihat ibunya itu. Oh tidak, yang benar saja! Ia mungkin lebih bersyukur jika yang memergokinya itu ibu Ye In. Ia kenal betul ibunya yang memiliki watak hampir sama dengan ayah Ye In. Ya ampun masalah apa lagi ini yang sudah Su Jeong buat?

 

Su Jeong melirik lelaki yang tidur di sampingnya ini dengan kesal. Lelaki itu malah membuka matanya dengan malas-malasan. Ia juga masih sempat menggeliat dan melemaskan otot tangannya. Lelaki itu sekarang berbalik mencoba mencari tahu siapa yang mengganggu tidurnya. Lelaki itu bahkan memasang ekspresi ingin marah,”Siapa yang—“

 

“Sini, cepat! Dasar anak nakal!” ucapan lelaki itu langsung terpotong bentakan ibunya sendiri yang kini menyeretnya keluar dari kamar itu dengan jeweran di telinganya.

 

 

“I—ibu… Sa—sakit…”

 

Jin Hee mendengar keluhan anak sulungnya yang kini mengaduh sakit sambil mencoba melepaskan jewerannya. Huh, bagaimana Jin Hee tidak kesal, anak sulungnya ini benar-benar mempermalukannya. Dengan mata kepalanya sendiri, Jin Hee melihat anaknya ini tidur dengan calon tunangannya. Mungkin jika ia memergokinya itu tidak akan menjadi masalah, tapi ini apa? Ia memergokinya dengan ibu si tunangan yang pagi tadi datang ke rumahnya menanyakan alamat apartemen anaknya.

 

Jin Hee tentu menganga ketika wanita itu tiba-tiba bertanya seperti itu. Beruntung setelah pertanyaan tiba-tiba itu, wanita itu mengakui namanya Jung Young Joo alias adik Jung Yun Ho sekaligus ibu dari Su Jeong, tunangan anaknya. Iapun dengan berbaik hati menawarkan untuk mengantarnya. Bahkan ia juga bertanya dengan sopan mengapa wanita itu ingin pergi ke apartemen anaknya.

 

Ia syok mendengar ucapan wanita itu bahwa sekarang anaknya dan tunangan anaknya itu tidur di sana. Wanita itu juga mengaku bahwa kedatangannya ini hanya untuk membicarakan sesuatu dengan tunangan anak sulungnya. Jin Hee pun bersyukur bahwa wanita ini setidaknya tidak berniat untuk memergoki anaknya dan tunangan anaknya yang tidur bersama. Perasaan lega itu langsung hilang ketika ia dan wanita itu memasuki apartemen itu. Beruntungnya, Jin Hee mengetahui password anaknya yang pelupa itu.

 

Ketika baru sampai, Jin Hee dapat melihat ruang tamu anaknya itu begitu berantakan dengan bekas bir kaleng yang sudah diminum di mejanya. Sialnya juga, Jin Hee tidak menemukan anaknya dan tunangan anaknya itu di manapun. Akhirnya iapun menemukan anaknya itu tidur di atas ranjanganya dengan memeluk tunangannya.

 

“Kim Tae Hyung, apa kau tahu betapa malunya ibu sekarang?” Jin Hee mengucapkan perkataannya dengan nada dingin setelah ia melepas jeweran di telinga anaknya itu.

 

Anaknya itu mengerucutkan bibirnya sebal. Ya Jin Hee akui anaknya ini benar-benar tampan, tapi tetap saja menyebalkan karena anaknya ini berani melakukan hal seperti ini apalagi di depan calon mertuanya. Anaknya itupun dengan mencibir menjawab pertanyaan Jin Hee,”Itu kan salah ibu sendiri yang langsung masuk tanpa ijin. Lagipula, aku tidak melakukan apapun kan? Aku hanya tidur satu ranjang, itu saja!”

 

Jin Hee mendelik mendengar bantahan anaknya itu,”YA, tapi tetap saja, mengapa kau tidur di ranjang juga, anak nakal? Kau tahu ibu benar-benar malu pada Young Joo-ssi!”

 

“Apa? Siapa? Dia kan pasti hanya event organizer yang ibu sewa, mengapa harus malu?”

 

Jin Hee dapat melihat anaknya itu kini membenarkan tatanan rambutnya yang sempat berantakan. Ia tampak benar-benar tidak merasa bersalah. Ya tuhan, apa salah Jin Hee dulu? Mengapa ia melahirkan anak yang begitu santai menghadapi masalah? Mungkin karena hati Jin Hee sudah benar-benar kesal, ia memukul lengan anaknya.

 

“Siapa yang kau bilang event organizer hah? Dia itu calon mertuamu, anak nakal!”

 

Anaknya itu kini mengerjapkan matanya mendengar ucapan Jin Hee,”Ca—calon mertua? Maksud ibu, dia ibu Su Jeong?”

 

 

Young Joo menatap tajam anak gadisnya di depannya ini. Ia benar-benar tidak habis pikir melihat anaknya yang satu ini. Bagaimana bisa anaknya ini tidur bersama dengan tunangannya satu ranjang? Bahkan, dua minggu lalu anaknya ini memohon-mohon padanya untuk tidak ditunangnkan. Tapi, sekarang apa? Anaknya ini sudah berani tidur bersama?

 

“Aku benar-benar tidak mengerti dirimu, Ryu Su Jeong,” Young Joo memecah keheningan antara dirinya dan anaknya itu dengan gumaman dingin.

 

Su Jeong, anaknya itu menunduk tanpa berani menatap balik Young Joo menjawab dengan suara pelan,”Ma—maafkan aku, ibu.”

 

“Sebenarnya ibu tak terlalu marah mengenai masalah ini. Lagipula ibu dulu juga pernah tidur bersama dengan ayahmu sebelum menikah. Tapi—ini undangan apa?”

 

Su Jeong yang mendengar ucapan ibunya melunak sejenak berani mendongak menatap ibunya. Tapi itu tak berlangsung lama, ia kini mengerjapkan matanya terkejut. Ia benar-benar tak menyangka bahwa ibunya memegang undangan yang tak pernah ia sangka sampai di tangan ibunya. Ya tuhan, keberadaan itu benar membuatnya lebih khawatir akan nasibnya daripada kejadian memalukan tadi.

 

“I—ibu, aku bisa menjelaskan—“ Su Jeong menjawab terbata-bata.

 

Young Joo menatap anaknya itu dengan pandangan murka,”Menjelaskan apa lagi? Menjelaskan bahwa kau menipu ibumu dengan jurusan kuliahmu? Ibu benar-benar tak mengerti dirimu, Su Jeong. Ibu sudah berbaik hati tidak mengirimmu ke Jepang bersama ayahmu tapi sekarang apa?”

 

“A—aku—tidak mengerti pelajaran di jurusan bisnis, ibu. Aku hanya tak mau ibu malu bahwa anaknya ini memiliki nilai jelek. Ja—jadi aku pindah jurusan.”

 

Young Joo memejamkan matanya sejenak mencoba menurunka emosinya, iapun mencoba melunakkan suaranya,”Ibu sebenarnya tidak memaksamu masuk jurusan itu. Tapi mengapa kau tidak jujur pada ibu dan mengatakannya? Ibu benar-benar merasa seperti orang bodoh saat ditanyai pamanmu ataupun calon mertuamu tadi.”

 

Su Jeong kembali menundukkan kepalanya mecoba meminta maaf dengan tulus,”Ma—maaf…”

 

“Permisi, bisakah kita bicara sebentar.”

 

Ucapan Su Jeong terpotong dengan ucapan ibu Tae Hyung yang terdengar sambil mengetuk pintu kamar itu. Su Jeong dan ibunya pun refleks menoleh. Kemudian ibu Su Jeong pun membukakan pintu kamar itu. Su Jeong menahan tawa melihat ekspresi Tae Hyung yang tampak cemberut ketika ia diseret ibunya lagi ke kamarnya ini.

 

Ibu Tae Hyung tersenyum minta maaf,”Aku benar-benar minta maaf kelakuan anakku ini yang memalukan ini, Young Joo-ssi. Nah, dan kurasa apakah kita perlu mempercepat pernikahan keduanya jika seperti ini?”

 

Ibu Su Jeong tersenyum ramah membalas ucapan ibu Tae Hyung,”Ah begitu ya. Kurasa aku setuju saja…”

 

Su Jeong dan Tae Hyung melongo mendengar ucapan ibu-ibunya itu. Tae Hyung yang sebelumnya menatap keduanya dengan pandangan mengantuk kini benar-benar cengo. Sedang Su Jeong tampak sedang berpikir sebentar mendengar ucapan ibunya dan ibu Tae Hyung ini. Ja—jadi ia dan Tae Hyung akan segera menikah?

 

“IBU!”

 

“IBU!”

 

Su Jeong dan Tae Hyung berteriak bersamaan ketika mereka benar-benar sadar ucapan kedua ibunya itu. Kini berganti pula ekspresi yang dimiliki mereka dan ibu mereka. Ibu mereka yang sebelumnya murka kini tersenyum senang dan berbeda dengan keduanya yang benar-benar tidak habis pikir pada kedua ibu mereka ini.

 

“Sudahlah. Ini adalah pilihan terbaik. Selain itu, ini juga untuk mencegah terjadinya sesuatu bukan… Nah, Tae Hyung-ya, cepat mandi dan ayo pulang bersama ibu. Kita perlu berbicara pada ayahmu. Young Joo-ssi, Su Jeong-ya, aku pamit dulu ya,” Ibu Tae Hyung pergi dengan senyum manisnya kemudian keluar kamar menarik anaknya itu.

 

Kini tinggal Su Jeong dan ibunya di kamar itu. Su Jeong kini benar-benar tidak tahu harus berbuat apa lagi sekarang. Padahal seminggu yang lalu ia sudah merencanakan membuat Tae Hyung membatalkan pertunangan mereka. Ia rasa sekarang ia tidak bisa mundur.

 

“Well, ibu rasa ibu sudah menemukan hukuman yang benar padamu. Cepat bereskan dirimu, kita akan menjemput adik dan ayahmu di bandara!” Young Joo berkata dengan senyum menyeringai pada anaknya itu.

 

Su Jeong memandang ibunya dengan ekspresi cemberut,”Ah, ibu…”

Next chapter will be the last, give me your expectation~

Advertisements

3 thoughts on “A Substitute [Chapter 5]

  1. Posternya bagus thor. Naksir deh😂😂
    Tapi ini ceritanya gatau ahh gak bisa omong. Gak bisa bayangin gilanya tae2 juga😧😧

    Ayo thor semangat utk last chap. Aku menunggu.🙆🙆🙆

    Salam hangat dari Alvianit96😌😌😌😌

    Like

  2. KakSherrrrrrr aku baca ini bolong bolong ya……… Huhuhuhuhu
    Langsung aja ke ceritanya yang…… Apa ya bikin pengen teriak aja XD Mereka tuh kok polos apa gimana sih?! Kok bisa bisaan mabuk terus tidur seranjang?!
    Tapi disini Taehyung tipikal anak baik baik ya, udah kayak gitu aja masih ga disentuh, susah nemu cowok kayak Tae mah (yha) :”)
    Dan dan……. Next chapter bakal jadi yang terakhir? Padahal A Subtitute kece, tapi ya kalo emang bagus besok ending aku serahkan semua keputusan sama KakSher :”)
    Semangat nulis kakkkkk!

    Like

  3. Maafkan aku yang baru baca ini, telat komen pula.

    Aku menunggu kisah mereka yang pura-pura sok ga bisa disatukkan. Suka banget sama tingkahnya Sujeong, heuheu…^^

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s