[Freelance] Feeling

[Freelance] Feeling

FEELING

Author                        : Raissa Pearl

Cast                 : Yoo Jiae (Lovelyz), Min Yoongi (BTS)

Genre              : Friendship

Length                        : Vignette (1418 words)

Rating             : G

Disclaimer       : The characters are owned by their agencies. The story-line and the poster are mine. Plagiarizing is no no no~

 

“ Yoongi-ya…”

“ Hmm?”

“ Kita tidak akan menyukai satu sama lain kan nanti?”

“ Entahlah. Aku bukan peramal yang tahu apa yang akan terjadi pada kita nanti.”

“ Apa itu berarti… kau berharap kita akan saling menyukai?”

“ Aku tidak bilang begitu.”

“ Kau bilang kau tidak tahu…”

“ Apa kau berharap aku akan menyukaimu?”

Percakapan tersebut terjadi ketika Yoo Jiae dan Min Yoongi duduk di bangku kelas 2 SMP, ketika mereka baru mengenal tentang konsep ‘menyukai seseorang’ yang mereka lihat dari teman-teman sekelas mereka masing-masing yang sedang mengalami ‘cinta monyet’.

Jiae dan Yoongi bersahabat sejak kelas 5 SD. Yoo Jiae adalah murid pindahan dari Seoul yang banyak bicara dan berasal dari golongan atas yang bisa mendapatkan apapun yang dia mau, kecuali teman yang dengan tulus mau mendengarkan keluh kesahnya. Sedangkan Min Yoongi adalah murid laki-laki yang tidak banyak bicara tapi keras kepala, yang tinggal bersama bibinya yang mempunyai usaha kedai tteokbokki sejak berumur 7 tahun karena ibunya meninggal dan ayahnya pergi entah ke mana setelah membunuh istrinya sendiri.

Keduanya punya latar sosial-ekonomi yang jauh berbeda, tapi toh mereka bisa bersahabat hingga beberapa tahun ini.

Mereka tidak satu sekolah lagi sejak lulus SD. Orangtua Jiae memasukkan anaknya ke sekolah menengah terbaik di Daegu, yang tentunya membutuhkan biaya besar. Jiae tidak akan tega mengajak Yoongi untuk masuk ke sekolah yang sama dengannya. Akhirnya mereka hanya bisa bertemu tiap pulang sekolah di bangku taman kota untuk saling bercerita tentang kehidupan baru mereka di SMP.

Dan percakapan mereka selalu diawali dengan pertanyaan dari Jiae.

“ Apa sekolahmu menyenangkan?”

“ Sama saja seperti saat SD.”

“ Mereka menganggapmu menakutkan?”

Eo.”

Jiae menepuk keras pundak Yoongi yang asyik mengamati sepatu hitam lusuhnya yang berayun-ayun mengikuti pergerakan kakinya.

“ Apa?” Yoongi memelototi Jiae dengan mata kecilnya.

“ Makanya senyum sedikit kalau bertemu orang lain.”

“ Memangnya hidupmu sendiri lebih baik?”

“ Tidak juga. Mereka masih mendekatiku hanya karena aku punya banyak uang.”

“ Aku tidak tahu kalau hidup orang kaya begitu sulit.” ucap Yoongi sambil menarik sudut bibirnya, tersenyum sarkas.

Bagi Jiae, sangat sulit untuk menemukan teman yang tidak hanya melihat dari materi yang dia punya. Nyatanya ketika dia sendirian atau sedang kesusahan, teman-temannya tidak selalu ada dengannya. Tapi tidak dengan Yoongi. Ketika Jiae sedang merasa senang, Yoongi rela duduk berjam-jam untuk mendengarkan ceritanya. Walaupun di akhir cerita, laki-laki itu hanya akan menanggapi dengan anggukan kecil – tapi ketika Jiae memintanya untuk mengulang apa yang diceritakannya, dia bisa melakukannya. Dan ketika Jiae sedang sedih, hanya Yoongi yang mau menemaninya menangis walaupun yang dilakukannya hanya diam sambil mengamatinya dan menanyainya apa dia sudah selesai menangis sambil memberikan saputangannya.

Hingga beberapa tahun kemudian, tepatnya ketika mereka duduk di bangku kelas 2 SMA, Jiae menemukan orang yang dia sukai.

“ Yoongi-ya..”

Yang dipanggil hanya menoleh sesaat, lalu kembali memusatkan perhatiannya pada layar handphonenya. Bermain game, seperti biasa.

“ Apa… kau pernah menyukai seseorang setelah lulus SD?”

“ Kenapa kau bertanya begitu? Apa ada orang yang kau sukai sekarang?”

“ Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu? Apa kau bisa membaca pikiranku?”

“ Berarti iya. Ceritakan padaku.” ucap Yoongi, masih asyik dengan gamenya.

Jiae diam-diam mulai merasa heran kenapa dulu Yoongi bilang dirinya bukan peramal.

“ Baiklah. Ada laki-laki bernama Lee Sungjong di kelasku. Dia lebih muda beberapa bulan dariku, tapi dia punya pemikiran yang lebih dewasa dariku. Dia kadang memberi nasehat untuk cerita-ceritaku. Dan dia sepertinya sangat baik…”

“ Apa dia juga bersikap seperti itu pada perempuan lain?”

“ Huh?” Jiae mengerutkan keningnya, sementara Yoongi mengunci layar handphonenya dan kemudian menatapnya.

“ Kalau iya, berarti dia tidak punya perasaan padamu.”

“ Kenapa kau bisa berkata seperti itu?”

“ Laki-laki akan bersikap berbeda pada perempuan yang disukainya.”

“ Jadi, kau sedang bersikap berbeda pada siapa sekarang?” ucap Jiae sambil tersenyum jahil, membuat Yoongi terdiam dan memicingkan mata kecilnya pada gadis berambut hitam bergelombang yang ada di hadapannya.

“ Kau sepertinya sangat tahu perasaan laki-laki yang sedang menyukai perempuan.”

“ Tentu saja, aku kan laki-laki.”

Jiae hanya membulatkan bibirnya. Yoongi mendengus kesal, kemudian beranjak dari bangkunya.

Ya! Kau mau ke mana?”

Yoongi tidak menjawab. Dia terus berjalan sambil melambaikan tangan kanannya. Sementara Jiae berlari kecil mengejar Yoongi.

“ Min Yoongi! Aku ingin tahu siapa yang kau sukai!”

*   *   *

Jiae tidak perlu menunggu lama untuk tahu siapa perempuan yang disukai Yoongi. Karena dia menemukan jawabannya seminggu kemudian.

“ Kau tahu kalau Minjung bekerja di toko musik di Hongdae?”

“ Minjung? Hwang Minjung?”

“ Siapa lagi Minjung yang sama-sama kita tahu?”

Hwang Minjung adalah teman baik Jiae ketika SD sebelum mengenal Yoongi. Setelah lulus SD, mereka jarang berhubungan karena Minjung pindah ke Seoul tanpa memberitahunya.

“ Ah, kau ke Hongdae? Tumben sekali.”

Yoongi mengangguk, “ Mencari hiburan.”

“ Tapi… kenapa tiba-tiba kau membicarakan tentang Hwang Minjung?”

Pertanyaan Jiae tersebut langsung membuat Yoongi mengalihkan perhatiannya dari gadis berkulit putih salju yang ada di sampingnya itu. Matanya terarah lurus ke sepatu navy lusuhnya yang berayun-ayun mengikuti pergerakan kakinya. Mulutnya tiba-tiba terkatup.

“ Kau… menyukai Minjung?”

“ Apa aku mengatakannya padamu?” Yoongi menoleh, menatap Jiae tajam.

“ Perilakumu saat ini yang mengatakannya.” Jiae menunjuk kaki Yoongi yang tidak bisa diam.

“ Memangnya apa yang kulakukan?”

“ Sejak kapan Min Yoongi berbohong seperti ini padaku, huh?”

“ Tsk!” Yoongi beranjak dari bangku tempatnya dan Jiae duduk.

“ Kalau kau pergi artinya kau menyukainya.”

“ Mana bisa begitu?”

Ya, aku sudah menceritakan tentang laki-laki yang kusukai. Kalau kau tidak menceritakan tentang perempuan yang kau sukai, itu artinya kau curang.”

Mendengar kata-kata sahabatnya itu, Yoongi langsung menghembuskan nafas kuat-kuat ke atas kepalanya dan kembali duduk.

“ Iya.”

Jiae tersenyum, “ Sejak kapan?”

“ Sejak aku bertemu dengannya lagi tahun lalu sebelum Natal.”

“ Ah, belum lama. Ini baru awal musim panas.”

Mereka berdua lalu terdiam sesaat. Tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.

Jiae tidak tahu dengan apa yang dipikirkan Yoongi saat ini, tapi yang jelas, dia merasa ada yang aneh dengan perasaannya ketika sahabatnya itu mengatakan bahwa dia sedang menyukai seseorang.

Jiae seperti tidak rela sahabat masa kecilnya itu menyukai perempuan lain.

Jiae takut Min Yoongi akan membagi perhatiannya pada perempuan lain, selain dia dan bibinya.

*   *   *

Di penghujung musim gugur, Jiae dan Yoongi bertemu lagi setelah sekian lama. Jiae sibuk dengan tugas sekolah dan jam tambahannya, sedangkan Yoongi sibuk bekerja membantu bibinya berjualan.

“ Sudah lama ya, Yoongi-ya…”

“ Hmm..” Yoongi menyembunyikan wajahnya di balik syal marunnya.

“ Bagaimana kabarmu dengan Hwang Minjung?” degup jantung Jiae menjadi lebih kencang ketika dia menanyakan pertanyaan tersebut.

Untuk beberapa saat, Yoongi tidak menjawab. Dia menatap mata Jiae yang tampak tidak stabil menatapnya, lalu mengalihkan pandangan ke pohon di belakang Jiae yang daunnya sedang berguguran.

“ Aku tidak tahu…”

“ Huh? Kenapa begitu?” Jiae merasa senang sekaligus heran dengan jawaban Yoongi.

“ Sebenarnya… aku tidak suka terjebak dalam hal percintaan. Membuat masalahku semakin banyak.”

“ Lalu kenapa kemarin kau bilang kau menyukainya?”

“ Karena dia tampak cantik tanpa kacamata…” ucap Yoongi lirih sambil mengalihkan pandangannya ke tanah. “ … Tapi ternyata aku tidak merasakan apa-apa lagi setelah itu.”

“ Huh, laki-laki selalu menilai perempuan dari fisik.” Jiae tertawa geli sambil mendorong pundak Yoongi.

“ Kau sendiri? Bagaimana kabarmu dengan Lee Sungjong?”

Kini Jiae yang mengalihkan pandangannya dengan menatap daun gugur yang bertumpuk di belakang Yoongi.

“ Anggapanmu tentang dia salah…”

“ Anggapan apa?”

“ Kalau dia tidak menyukaiku…”

Yoongi melebarkan pupil matanya, “ Jadi, dia menyukaimu?”

Jiae mengangguk, “ Dia mengatakannya padaku 2 hari yang lalu.”

“ Kau pasti sangat senang…” Yoongi menarik sudut bibirnya, membentuk senyuman, jenis senyuman yang sangat dihafal oleh Yoo Jiae.

Jiae menggeleng, membuat laki-laki berambut cokelat tua di hadapannya mengerutkan kening.

“ Aku jadi tidak merasakan apa-apa lagi setelah sering bersamanya di sekolah.”

“ Lalu apa yang kau katakan padanya?”

“ Aku hanya ingin berteman baik dengannya, dan… dia menerimanya.”

Yoongi menganggukkan kepalanya.

“ Sepertinya kita akan tetap sendirian dalam waktu yang lama.” ucap Jiae sambil terkekeh. Yoongi menarik syal yang melingkari lehernya, menampakkan senyum lagi di bibirnya. Kali ini bukan senyum seperti yang ditunjukkannya tadi.

“ Kau belum makan siang?” tanya Yoongi kemudian.

“ Apa kau akan mentraktirku?”

Yoongi tidak menjawab. Dia berbalik dan langsung berjalan ke arah yang sangat dikenal Jiae, arah menuju rumah bibi Yoongi.

“ Tunggu! Kau jalan cepat sekali!” Jiae berlari mengejar Yoongi dan menarik lengannya ketika langkah mereka sejajar.

Sekali lagi, Jiae tidak tahu apa yang dipikirkan Yoongi saat ini. Dia tidak bisa ‘meramal’ seperti apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu. Tapi yang jelas dia tahu bahwa saat ini Min Yoongi tidak menyukai perempuan lain lagi.

Dan Jiae bisa bernafas lega untuk sementara waktu.

*   *   *   *

Pingin bikin 4-part story dari ship ini…Ini bagian pertamanya~ ^^ Sekali-sekali bikin yang agak menohok, dari kemarin bikin fluff mulu xD Padahal dulu sebelum nulis FF BangLyz, aku sering nulis FF Angst (tapi ga pernah selesai -_-)

Di bagian kedua bakal nyeritain tentang awal pertemanan mereka. Jadi, flashback… Mengingat yang sudah-sudah… :3

Advertisements

6 thoughts on “[Freelance] Feeling

  1. iya selalu gitu/loh apa?/ garela kalo temen deketnya suka sama orang lain :”) persahabatan yg manis, kan jadi kangen temen kecil kan TT.TT

    kutunggu part selanjutnya kak, keep writing^^

    Like

  2. haha baca ini jd baper, kata2nya yoongi tuh yang “apa dia juga besikap seperti itu pada perempuan lain?” itu kek jd pertanyaan aku buat dia haha. dia baik bgt sama aku, tapi gk tau sm perempuan lain kek gitu nggak. haha duh jd curhat. ih persahabatan kek gini sweet bgt pokoknya, ayo dilanjut~ 😀

    Like

  3. ADUH, KANGEN YOONAE! MAKASIH RAISA UDAH BUAT YOONAE SEMANIS INI YA AMPUN! BANYAK BANGET KALIMAT MENOHOKNYA HUHUHUHU KENAPA SEMUA ORANG JAGO BANGET NGEBUAT ANGST TISU AKU ABIS :”D

    KU TUNGGU LANJUTANNYA HUHUHUHU ❤ ❤ ❤

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s