A Substitute [Chapter 6-END]

taejeongsubstitute

Oke, cukup kali ini saja, Su Jeong akan menjadi pengganti Ye In.

Chapter 6 : Bolehkah Aku Memelukmu?

Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5

Title : Oh No | Author : magnaegihyun | Genre : Romance, Fluff | Length : Short Series | Rating : PG | Main Cast : Ryu Su Jeong, Kim Tae Hyung | Support Cast : Jung Ye In, Jeon Jung Kook,etc | Poster by Author

.

Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the cast? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC><

*

 “Jadi, kau benar-benar harus menikah dengannya?”

 

Ye In bertanya pada Su Jeong yang kini memasang wajah terluka dan muram. Ye In paham bahwa Su Jeong sudah benar-benar tidak bisa menghindar lagi. Apalagi, kini ibunya sudah memergoki kepindahan jurusannya. Bahkan orang tua Su Jeong dan orang tua Tae Hyung sudah makan malam bersama kemarin dan bahkan menentukan tanggal pernikahan keduanya. Mungkin ini memang benar-benar takdir seorang Ryu Su Jeong, batin Ye In kasihan.

 

“Padahal aku baru saja ingin memberikan tahap kedua dan terakhir untuk membuat lelaki benci pada perempuan lagi,” hibur Ye In.

 

Su Jeong menoleh dengan mencibir pada Ye In,”Huh, ini sih karena bukumu itu. Setelah aku melakukan tahap pertamanya, aku malah jadi menikah dengannya. Jangan-jangan kau salah membeli buku. Buku itu benar-benar pembual.”

 

YA, buku ini efektif! Buktinya aku dan Jung Kook oppa sekarang semakin dekat.”

 

“Huh, memangnya sudah jadian?” balas Su Jeong ketus.

 

Ye In mengerucutkan bibirnya,”Ya, belum sih… Eh, kau kenapa malah mengolok-olokku? Oh… ada panggilan dari Kim Tae Hyung!”

 

Su Jeong diam memandang layar ponselnya. Entah mengapa, ia merasa aneh pada jantungnya sekarang. Selalu, selalu seperti ini saat ia melakukan hal yang ada hubungannya dengan Kim Tae Hyung. Entahlah, apa yang terjadi padanya, ia benar-benar tak mengerti. Seperti ada detakan yang aneh yang terjadi pada jantungnya dan anehnya itu jika ada Kim Tae Hyung atau bahkan ketika ia menerima telepon ataupun pesan dari Tae Hyung.

 

YA, kenapa kau melamun? Lihat, panggilannya sudah mati. Siapa tahu penting, kau kenapa sih, Su Jeong?”

 

Su Jeong mendengar teriakan panik Ye In menyadarkannya bahwa layar ponselnya kini sudah hitam lagi menunjukkan bahwa panggilan itu sudah ditutup. Ah, lebih tepatnya tidak diangkat oleh Su Jeong. Su Jeong merutuk dalam hati apa sih yang terjadi padanya. Padahal ia sebelumnya tidak pernah seperti ini pada Tae Hyung.

 

“Apa kau baik-baik saja, Su Jeong-a?” Ye In menggerakkan tubuh Su Jeong pelan sambil menatap Su Jeong dengan khawatir.

 

Su Jeong mengerjapkan matanya,”Entahlah… Jantungku berdetak dengan aneh, Ye In-a.”

 

“Apa? Jangan bilang kau sudah jatuh cinta pada Kim Tae Hyung?”

 

Su Jeong menoleh mendengar ucapan Ye In. Apa? Ia jatuh cinta? Tidak, tidak, tidak. Itu tidak mungkin kan. Su Jeong menggelengkan kepalanya,”Hah, jangan bercanda. YA, jangan kira aku bisa jatuh cinta pada lelaki itu.”

 

Ye In memandang tajam Su Jeong,”Tapi—kau merasakan hal yang sama seperti aku pada Jung Kook oppa. Kurasa kau suka padanya deh.”

 

Su Jeong membisu mendegar ucapan itu. Tidak, ia sebenarnya tidak boleh menyalahkan Ye In. Mungkin apa yang dikatakan Ye In benar. Tapi, percuma kan jika hanya Su Jeong yang menyukai jika lelaki itu tidak. Apalagi Su Jeong pernah mendengar bahwa lelaki itu memiliki banyak penggemar di kampusnya. Ya tuhan, jadi sekarang Su Jeong sudah seperti Ye In yang selalu membicarakan Jung Kook? Oh tidak, apa memang semua perempuan merasakan ini seperti Ye In pada Jung Kook atau kakak Ye In, Ho Seok pada istrinya, Mi Joo. Lalu sekarang Su Jeong juga merasakannya untuk Kim Tae Hyung? Oh tidak, ini memalukan.

*

Tae Hyung membasahi bibirnya gelisah. Ia benar-benar gelisah malam ini. Bahkan ia sekarang tidak berada di kamarnya seperti biasanya. Ia biasanya main PSP dengan Jung Kook yang lebih sering menggodanya. Tapi entahlah, ia tidak benar-benar mood bermain sejak sore tadi. Ia merasa cukup syok setelah mendengar ucapan Su Jeong sore tadi di depan rumahnya.

 

Gadis itu yang biasanya ke rumahnya untuk bertemu ibunya tadi menemuinya.Tak perlu berbohong, Tae Hyung merasa senang mengetahui itu. Ya, Tae Hyung tahu bahwa ia benar-benar aneh belakangan ini. Ia selalu menantikan pesan, panggilan atau kedatangan Su Jeong. Ia benar-benar bersikap aneh seperti Jung Kook yang menunggu balasan pesan chat sepupu Su Jeong.

 

“Sebenarnya, apa alasanmu menginginkan dijodohkan denganku, Tae Hyung-ssi?”

 

Pertanyaan yang disampaikan dengan polos sore tadi oleh Su Jeong masih diingat dengan benar oleh Tae Hyung. Ya, mungkin pertanyaan ini benar-benar membuat Su Jeong penasaran dari dulu. Tapi mungkin, Su Jeong belum berani, namun ini sudah harus Su Jeong ketahui jawabannya mengingat mereka akan menikah segera. Sayangnya tadi, ia hanya membisu karena ia sendiri tidak mengerti mengapa dirinya seperti itu.

 

“Bukannya tak sopan, tapi lebih baik kita membatalkannya saja. Kurasa kita akan membuat orang lain salah paham. Jika kau benar-benar tak mempunyai alasan yang bagus, batalkan saja ini.”

 

Baiklah, Tae Hyung akui, ia ingin menolak rencana pembatalan pernikahannya itu. Tapi saat itu entah mengapa bibirnya terkunci rapat. Apalagi ia memang belum memikirkan alasan apapun yang bagus. Ia tidak bisa mengatakan alasannya dulu yang hanya ingin mengerjai gadis itu. Ia rasa alasan itu sudah benar benar tidak berlaku.

 

“Baiklah aku akan jujur, aku menyukaimu, Tae Hyung-ssi. Aku tak tahu kapan perasaan ini datang, tetapi aku yakin aku merasakannya akhir-akhir ini. Aku tak berharap apapun darimu, aku tak akan memaksa. Mari kita batalkan saja.”

 

Jujur, mendengar perkataan itu, Tae Hyung benar-benar benci dirinya sendiri. Gadis itu bahkan bisa menentukan perasaannya sedangkan Tae Hyung tidak. Tae Hyung bahkan mendengar perkataan itu merasakan hal aneh. Jantungnya berdetak sungguh cepat tanpa bisa ia atur.

 

“Ah, tampaknya kau tak dapat menentukannya sekarang ya. Baiklah aku akan menunggu jawabanmu hingga tengah malam. Jika kau tetap diam, aku akan langsung menelpon ibuku untuk membatalkannya. Orang tua kita tak akan memaksa jika kita jujur.”

 

Baiklah, Tae Hyung benar-benar bimbang sekarang. Ini memang masih jam delapan malam jelas masih jauh menuju tengah malam. Ia kini berada di dalam mobilnya sejak sejam yang lalu masih berhenti di depan rumah Su Jeong—ah lebih tepat rumah paman Su Jeong. Bahkan sejak tadi ia menatap ponselnya hampa. Layar ponselnya masih menyala menunjukkan pesan yang sudah diketiknya untuk Su Jeong. Pesan itu berisi bahwa ia memberitahukan bahwa ia di depan rumah Su Jeong dan mohon Su Jeong untuk cepat keluar. Pesan itu hanya ia ketik dan belum ia kirim pada Su Jeong.

 

Tae Hyung pun menghela nafasnya berat. Ia mengklik perintah kirim dan tak lama ada pemberitahuan bahwa pesan itu sudah sampai. Iapun keluar dari mobilnya setelah memasukkan ponselnya ke saku celananya. Ia menatap gerbang rumah itu yang sekarang masih tertutup. Yang jelas sekarang ia berdoa bahwa Su Jeong akan segera membuka gerbang itu.

 

“Ah, Tae Hyung-ssi, apa kau sudah menemukan alasannya?”

 

Tae Hyung benar-benar bersyukur bahwa beberapa menit kemudian ia melihat Su Jeong keluar dari gerbang itu. Perlu Tae Hyung akui bahwa gadis itu tampak begitu menawan meski ia hanya memakai baju santainya yang terdiri atas celana pendek dan kaus. Apalagi rambut gadis itu tergerai indah. Ya ampun, jantung Tae Hyung kini benar-benar berdetak cepat. Mungkin sekarang darahnya sekarang terkumpul di pipinya hingga ia merasa panas.

 

“Jika kau menyuruhku keluar hanya untuk hal tidak berguna seperti ini, aku lebih baik segera menghubungi ibuku untuk—“

 

“Tidak—aku juga menyukaimu,” Tae Hyung berkata cepat sambil memandang gadis itu tajam.

 

Kini Tae Hyung dapat melihat gadis itu mengerjapkan matanya terkejut,”A—apa?”

 

“Sejak awal, aku selalu merasa kau satu-satunya orang yang berhasil membuatku berdebar saat pertama kali kita bertemu, bahkan aku tidak bisa melupakanmu, karena itu. Ryu Su Jeong, mari kita menikah.”

 

Tae Hyung merasakan mungkin kini pipinya bersemu merah seperti anak kecil yang baru saja merasakan cinta monyet. Entahlah, mungkin ini benar-benar cinta pertamanya atau bukan, ia tidak ingat. Yang ia ingat hanyalah seorang Ryu Su Jeong akan menjadi istrinya dalam waktu dekat.

 

“Bolehkah aku memelukmu—“

 

Drrt.. Drrt..

 

Su Jeong mengerjapkan matanya mendengar getaran ponsel. Ia menatap saku celana Tae Hyung yang menunjukkan bahwa ponselnya benar benar bergetar. Tae Hyung merutuk dalam hati malu. Ia kemudian melirik Su Jeong yang juga tampak kaget dan juga syok. Keduanya kemudian tertawa kecil bersamaan. Baiklah, siapapun yang mengiriminya pesan kali ini, ia akan meracuni makanannya besok. Bisa-bisanya orang ini mengganggu momennya dengan Su Jeong.

 

From : Jung Kook

Selamat atas jadiannya, sepupu. Ingat, kau harus mengganti warna rambutmu ya. Kau menyatakan lebih dulu daripadaku kan? Ah, kata Ye In, Su Jeong sempat bingung keluar dengan baju apa untuk menemuimu loh. Well, congrats, bro~

-END-

Saturday, June 25th 2015 – 05.45 pm

Anyeong! Ini sebenarnya ff myungzy request-an dari bsuji1994 dengan judul asli Oh No!, kalian bisa membukanya di wp pribadiku atau di wp lainnya juga ada.

Jujur aku juga bingung memilih antara YeKook atau TaeJeong di ff ini, keduanya favoritku. Setelah bersemedi(?) kupikir TaeJeong lebih cocok apalagi dengan karakter Taehyung hampir sama dengan Myungsep(?), dan karakter Yein kurasa bener-bener cocok sama Soojung, dan untuk Sujeong dan Jungkook setelah kalian baca bagaimana? Aku nggak yakin seratus persen sih, alhasil beginilah. Last, aku mau berterima kasih sama reader yang setia komen selama ini, untuk siders, sadarlah dari dunia gelap kalian, gengs~ Once again, thanks for your effort, gengs~

Tolong sebutkan karakter favoritmu di ff ini dan alasannya serta sebutkan genre favorit kalian, boleh? Mungkin ke depannya bisa jadi referensi ff baruku~

Satu lagi, maukah kalian mengunjungi wattpadku ya di https://www.wattpad.com/user/magnaegihyun

HOT KISS xD

magnaegihyun

Advertisements

3 thoughts on “A Substitute [Chapter 6-END]

  1. Udah nikah aja sana Tae, KUA malem ini beres dah /emang ada KUA di korsel?/ jadi pasangan sakinah yang sejahtera adem ayem. Terus buat nyingnying cilik /tunjuk YeKook/ pemilik hobi menggoda, kenapa ga dinikahin aja sih mereka….toh KUA dah siap menunggu Jungkook meminang dek Yein /inget masih anak kecil/ wkwkwk.

    Btw, buat karakter yang aku suka itu Sujeong karena asik aja gitu /? dan berhubung akhir-akhir ini sedang cinta mati dengan dark fiction maupun dark fanfiction, jadilah genrenya agak gelap dan menyeramkan kaya thriller dan fantasy…

    Terus aku mau sungkem dulu, aku waktu itu iseng-iseng buka lfi dan liat post ini. Karena buru-buru, langsung kupencet read morenya. Dan ga sempat ninggalin jejak, jadi maaf karena gak ninggalin jejak disana T.T
    Dan komenan retjeh ini gak mutu sekali, maafkan aku sekali lagi^^

    Like

  2. Pas liet “Substitute” sempet lupa,ini cerita yang mana ya? Hahah
    Ternyata yang ini too..hahah

    Kapan Yein Jungkook nyusul nih? Ehciyeee

    Aku suka karakter Taehyung. Kenapa? Agak diluar aslinya kali ya..hahhaha
    Genre yang aku suka uhmmm drama..hahah

    Kebanyakan hahahaha nih..payah.. merdeka deh ya..!! Sukses buat next story!! MERDEKA!!MANSAE!!

    Like

  3. hai. makasih udh buat ff ini jadi gw bs nikmatin ff ini. maaf ya gw varu ninggalin jejak disini. udh ga sabar bac sampe akhir.

    overall gw suka sm ceritanya walaupun gw ngerasa tiap partnya pendek. hehehehe.
    gw sih berharap author bs nulis panjang cuma ide gak bs dipaksain. dan gw jg ngerasanya masalahnya kurang kompleks. hahaha.

    hope u do well later 🙂

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s