[Freelance] Eternity

18

ETERNITY

Author                        : Raissa Pearl

Cast                 : Lee Mijoo (Lovelyz), Nam Woohyun (Infinite)

Genre              : Song-fiction, Romance, Angst

Length                        : Vignette (1037 words)

Rating             : G

Disclaimer       : The characters are owned by their agencies. The story-line and the poster are mine. Plagiarizing is no no no~ Based on VIXX’s Eternity lyrics.

 “ A cruel night is endlessly coming to me. I close my eyes again, taking me back to that dream.”

Mijoo membuka matanya dengan cepat. Keringat membasahi wajahnya, dan dia tampak ketakutan. Matanya mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar, seraya dia terduduk di kasurnya. Dia mencoba mengatur nafas agar dirinya merasa lebih tenang, karena saat ini jantungnya berdetak sangat cepat.

Mijoo merasa bahwa dia tadi bermimpi buruk dalam tidurnya, tapi dia tidak bisa mengingat mimpinya tersebut. Dia melihat ke arah jam dinding di seberangnya, pukul 00:30. Dia belum tidur lebih dari 10 menit dan kini harus terbangun lagi.

Sudah beberapa hari ini Mijoo tidak bisa tidur nyenyak. Awalnya dia mengira bahwa dia tidur terlalu cepat sehingga kemudian dia mencoba untuk tidur larut malam agar tidak terbangun ketika dini hari. Tapi ternyata semuanya sama saja. Sebuah mimpi buruk yang tidak bisa dia ingat selalu ‘menyerangnya’ setiap malam.

Mijoo kembali mengamati kamarnya sendiri. Kamarnya tampak berantakan – pakaian kotor dan bungkus makanan hanya ditumpuk di sudut ruangan, berkas-berkas pekerjaannya berserakan di lantai, ditambah dengan tas-tasnya yang hanya digeletakkan asal-asalan. Mijoo mengerutkan keningnya. Biasanya dia sering merapikan kamarnya sendiri sepulang kerja. Kenapa kamarnya masih berantakan seperti ini?

Mijoo benar-benar tidak bisa mengingat apa yang terjadi dengan dirinya saat ini.

Dan kini kepalanya terasa berat dan dadanya terasa sesak, seperti ingin menangis tetapi tanpa sebab yang jelas.

Tiba-tiba Mijoo mendengar handphonenya berdering. Matanya melebar ketika mendengar bahwa nada dering handphonenya adalah nada dering khusus yang dia pasang untuk panggilan dari kekasihnya, Nam Woohyun.

Mijoo cepat-cepat beranjak dari kasur untuk mencari handphonenya. Setelah menemukannya di atas meja kecil di samping kasurnya, dia sempat merasa ragu untuk menjawab panggilan tersebut. Dibiarkannya handphone tersebut berdering makin keras selama semenit, hingga akhirnya tangannya terulur untuk mengambilnya.

Ne Oppa…

“ Kau belum tidur?” terdengar suara lembut Woohyun dari seberang sana.

“ Aku tidak bisa tidur..”

Woohyun terkekeh, “ Sejak kapan Lee Mijoo tidak bisa tidur? Bukannya kau tukang tidur?”

Mijoo hanya mendengus kesal.

“ Perlu kunyanyikan lagu pengantar tidur?”

Mijoo tidak menjawab. Rasa takutnya kembali muncul setelah berbicara beberapa menit dengan Woohyun.

“ Halo? Lee Mijoo? Kau masih di sana?”

Eo..”

“ Apa kau sedang ada masalah sampai kau tidak bisa tidur?”

“ Aku tidak tahu, Oppa..

“ Huh, kau bersikap aneh, Mijoo-ya…”

“ Aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi denganku, Oppa. Bahkan aku heran melihat kamarku sendiri saat ini.”

“ Hentikan, Mijoo-ya… Kau mulai membuatku merinding…”

“ Tidak usah berlebihan seperti itu, Oppa.. Kamarku hanya berantakan dan perlu dirapikan, itu saja.”

“ Apa kau sedang punya banyak tugas di kampus sampai kau lupa membersihkan kamar dan bersikap aneh seperti ini?”

Oppa, aku sudah bekerja sekarang. Apa kau tidak ingat aku pernah menceritakannya padamu?”

“ Oh, maaf Mijoo-ya. Tapi kau masih tampak seperti anak kuliah bagiku.”

“ Itu.. 2 tahun yang lalu, Oppa..”

Perlahan, Mijoo mulai dapat mengingat mimpi buruk yang sering menghantuinya beberapa malam ini. Tiba-tiba air mata menetes di pipinya. Kakinya terasa lemas hingga dia berusaha untuk duduk kembali di atas kasurnya.

“ Mijoo-ya. Aku merindukanmu. Aku akan kembali minggu depan. Tunggu aku, eo?”

“ Huh, kau terus mengatakan itu sejak upacara kelulusan universitasku..” Mijoo mencoba menahan agar suaranya tidak terdengar parau.

“ Maaf, kali ini aku janji.”

Dan kini mimpi buruknya itu menjadi semakin jelas di dalam ingatan Mijoo, membuat kepalanya terasa semakin berat dan dadanya semakin sesak.

“ Aku akan menyanyikan lagu pengantar tidur untukmu.”

Stand by me, make me breath

Don’t leave me, because a world without you is without me too

I try calling out, I try holding on

Hold me, though I have nothing

“ Kau… memang penyanyi yang hebat, Oppa…”

“ Tidurlah.”

Ne… Selamat tidur, Oppa…”

“ Selamat tidur Mijoo-ya, aku menyayangimu..”

Mijoo meletakkan handphonenya kembali di atas meja. Kini dia bisa menangis sepuasnya di atas kasur karena berhasil mengingat mimpi buruk dan penyebab kenapa dia tidak merapikan kamar flatnya.

Dengan perasaan takut dan kacau, Mijoo mencoba kembali memejamkan matanya. Dia berharap mimpi buruk itu tidak akan datang dua kali.

“ I wouldn’t want to see me without you even in a dream. If only you are next to me, I don’t care if it’s a nightmare.”

*   *   *

Keesokan harinya…

Mijoo berjalan keluar dari flatnya, mengenakan coat cokelat tua dan tas tangan berwarna putih. Meskipun saat ini hujan turun cukup deras, tapi gadis berambut hitam panjang tersebut nekat berjalan di sisi trotoar tanpa payung, membuat bagian kanan tubuhnya basah terkena air hujan.

Setelah sekitar 15 menit berjalan, Mijoo sampai di depan sebuah bangunan bercat putih. Matanya tampak berair ketika menatap bangunan itu. Setelah satu helaan nafas yang kuat, dia berjalan memasuki bangunan tersebut. Di dalam, dia disambut oleh beberapa rak yang dipenuhi oleh puluhan guci putih, bunga, dan foto.

Mijoo melangkah menuju rak nomor 2 dari depan, lalu berhenti di depan sebuah guci putih yang diletakkan sejajar dengan tinggi tubuhnya.

“ Hai, maaf aku terlambat.” ucap Mijoo pada guci tersebut.

“ Kau pasti sangat merindukanku. Kau mengatakannya semalam.”

Mijoo mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Selembar foto.

“ Aku belum sempat membelikanmu bunga. Aku akan kembali lagi besok dengan bunga yang cantik.” Mijoo menghela nafas, dan air matanya menetes. “ Harusnya.. kau yang membelikanku bunga. Kau kan laki-laki, kenapa aku harus memberimu bunga, dasar bodoh.”

“ Terima kasih untuk lagu pengantar tidurmu. Kau pasti membuatnya ketika kau berada di Jepang dulu. Kau memang… penyanyi yang berbakat…”

Mijoo meletakkan foto yang dibawanya di samping guci putih yang ada di hadapannya. Fotonya ketika masih kuliah bersama seorang laki-laki bermata kecil dan berhidung mancung yang merangkulnya dengan senyum bahagia, di depan gedung fakultasnya.

“ Aku harus berangkat kerja, Oppa. Aku akan menemuimu lagi besok.” Mijoo menyeka air matanya.

“ Dan… aku juga menyayangimu… Kau akan selalu dalam ingatanku…” ucapnya sembari meninggalkan rak dengan guci putih bertuliskan nama Nam Woohyun tersebut.

*   *   *

09 Februari 2016

‘ Puluhan Penumpang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Jepang’

Sebuah pesawat komersil yang lepas landas dari Bandara Haneda Jepang menuju Incheon, Korea Selatan, mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk pada Selasa (9/2). 50 penumpang serta 5 awak pesawat dilaporkan tewas dalam kejadian ini.

Daftar korban :

  • Son Haeyoon (35)
  • Na Youngcheol (29)
  • Nam Woohyun (25)

 

“ Into an eternal dream that I won’t ever wake from.”

*   *   *   *

T..T Mas Woohyun maafkan daku membuatmu begini~

Dari kemarin pingin bikin FF pake tokoh kakak Mijoo, akhirnya kesampaian, walaupun jadinya bikin galau begini -_- Eternity ini lagu favoritku yang sering bikin baper tiap didengerin karena liriknya yang menohok -_- Dan lagu yang dinyanyiin Woohyun buat pengantar tidur itu lagunya dia sendiri yang Stand by Me *promosi dikit boleh lah ya~*

FF ini sekedar selingan aja buat FF YoonAe sebelumnya. Semua partnya udah jadi kok, tinggal diedit dan dikirim aja ke LFI setelah ini ^^

Makasih udah mau baca FFku T^T Dan buat teman-teman Lovelinus yang lagi sibuk dengan tugas yang bejibun ataupun sibuk dengan kegiatan-kegiatan lainnya, semangat! ^w^)/

Advertisements

8 thoughts on “[Freelance] Eternity

  1. Hai ka raissa…
    Merinding… gimana ya rasanya ngomong sma org mati? Huaaaa😱😱
    Baver…iya baver.
    Aku bacanya pas ujan deres lagi ya Ampuun..jadi horor😨😨😨

    Semangat terus kak raissa n sehat selalu ya 😄😄😄 kunanti ff lainnya😊

    Like

  2. walaupun woohyun mati dsini gw tetep seneng krn ada yg buat ff ttg olinfinite. especially woohyun. thanks bgt yaaaahhhh 🙂
    untung aja gw klik ini.

    boleh dong bikin ff lg ttg woohyun sm mijoo. dan klo bs yg chapter. hehhehe. ngarep dot com

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s