[Job Seeker] I Don’t Know

photogrid_1474033832666

I DON’TKNOW..!!

Author : Alvianit96

Main Cast : Lovelyz Lee Mijoo/BTS Kim Namjoon

Genre : Sad/Romance

Rating : 15

Length :  vignette

Disclaimer : plot and story are mine. Casts are God’s,their parent’s and agency’s. No bashing.

Summary:

“The more I learn about it,the more I don’t know”(Lovelyz-Fondant)

A/N :

This is my best friend’s love story😇😇 hope You’ll enjoy it😉

 

Lee Mijoo berjalan terus tanpa menyadari seseorang sedari tadi telah memanggilnya. Yang kini bersarang di fikirannya adalah bagaimana buku-buku tebal yang tengah di rangkulnya ini bisa sampai ke perpustakaan dengan selamat. Pula setelahnya, ia bisa segera bekerja. Sudah cukup baginya ocehan dari dosen di kelas tadi,jangan ditambah dengan Seo Jisoo yang cerewetnya kelewat gila jika Mijoo terlambat 10 menit bekerja.

Itulah Seo Jisoo. Teman yang membantu,tapi secara tidak langsung pelan-pelan membunuh.

“Lee Mijoo!”

Brak!

Bruk!

Siapapun yang telah mengejutkan Mijoo dengan menepuk pundak gadis itu dan sukses menjatuhkan buku-buku tebal yang dibawanya,segeralah menyelamatkan diri. Lee Mijoo bisa lebih mengerikan daripada penyihir.

“Ada ap-pa s-sih? Eo,Namjoon? Ada-ada apa?” selalu begitu. Mijoo selalu sukses kehilangan kemampuan berkomunikasinya dengan baik jika berhadapan dengan laki-laki ber-IQ 148 ini. Kim Namjoon.

Si jangkung Namjoon segera berlutut merapikan buku-buku yang telah dijatuhkan Mijoo-yang juga karena dirinya.

“Dibawa ke perpustakaan,kan?”Namjoon menaikkan kedua alisnya,meminta jawaban.

“Hmmm. Terima kasih,”Mijoo berjalan mengiringi langkah Namjoon yang kini menggantikan posisinya membawa buku-buku tebal itu.

Sejujurnya,Mijoo merasa sedikit kasihan dengan laki-laki jangkung ini. Mijoo tidak bodoh. Ia tahu dan sadar,bahwa ia juga tertarik dengan seorang Kim Namjoon. Tapi,masih ada hal-hal yang dipertimbangkan Mijoo.

Keyakinan.

Namjoon ini tipe laki-laki pantang menyerah. Mijoo yakin,meski Namjoon tak setampan Jinyoung maupun Jackson,tapi Namjoon adalah pria romantis yang selalu menampakkan sisi tersebut dalam perbuatan.

Contoh ringannya seperti sekarang ini. Membawakan buku-buku tebal.

Hey,ini kedengarannya receh,tapi bagi Mijoo sangat luar biasa.

“Apa ini hukuman karena tugas yang terlambat lagi?”Namjoon yang memang tinggi itu dengan mudah menata buku-buku tebal itu di bagian rak paling atas. Sementara pandangan Mijoo mengikuti pergerakan tangan Namjoon yang memindahkan buku.

“Sepertinya kau sudah tahu seperti apa dosen Han,” Mijoo menjawab malas. Merasa iba dengan dirinya sendiri. “Terima kasih,”lanjutnya setelah Namjoon menata buku terakhir. Laki-laki itu hanya tersenyum memamerkan kedua lesung pipitnya.

“Dosen Han memintaku untuk membimbingmu menghadapi UAS sebentar lagi,”

Ne?” Mijoo baru membersihkan telinganya tadi pagi. Yakin telinganya masih bersih kok.

Ini. Mijoo tidak siap.

“Kau tidak suka,ya?”Namjoon sangat pandai membaca suasana.

Dan Mijoo tahu bahwa Namjoon menyadari Mijoo yang masih saja belum yakin dengan kesungguhannya.

“Bukan bukan. Bukan begitu,”Mijoo melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya “Aku hampir terlambat. Maafkan aku,Namjoon,tapi, aku harus segera ke pet shop sebelum Jisoo memotong gajiku. Annyeong,” Mijoo berlari meski samar-samar ia mendengar Namjoon yang berteriak.

“Mijoo-ya,aku masih menunggu,”

🐱

🐱

Miawwng!!

“Kau terlambat lagi 10 menit,”sambutan yang sangat sering didengar Mijoo. Jisoo,si gadis rubah itu kini tengah memeluk makhluk gendut berwarna abu-abu.

“Maaf,maaf. Kau tahu,dosen Han selalu punya cara untuk memberi ‘hadiah’,”Mijoo telah memasang celemek merah bergambar kucing. Tasnya ia taruh asal ke dalam loker.

“Ohh,si gendut ini milik siapa? Aku baru melihatnya.”Mijoo mendekati Jisoo. Memperhatikan makhluk gendut yang ada dalam dekapan Jisoo.

Miiawwng..

“Chaa…”si gendut kini dipindahkan ke dekapan Mijoo.

“Aku sedari tadi mengurus Byul milik Myungsoo oppa. Mino belum sempat ku apa-apakan. Seperti biasa kok perawatannya,”Jisoo melirik jam digital di atas meja “Oh,si pemilik akan datang 1 jam lagi,”Jisoo mengingatkan. Mijoo mengangguk dan segera membawa si gendut yang cukup berat itu untuk dimandikan.

Miawwng..

Miawwng..

Mino nampaknya belum terbiasa dimandikan. Mijoo membutuhkan tenaga extra menghadapi kucing jenis American short hair ini. Ia tak bisa berhenti bergerak.Untungnya,Mino kucing shorthair  jadi tak sulit untuk mengeringkan bulunya dengan hair-dryer.

Dan Mino nampaknya menyukai benda yang kini tengah mengeringkan bulunya. Mijoo hanya bisa tertawa melihat tingkah kucing ini.

“Kau lucu sekali,Mino-ya,” Mijoo menggelitik perut gendut Mino.

Usai mandi dan mengeringkan bulu,waktunya untung memotong kuku si Mino. Lagi,Mijoo diuji kesabarannya. Jika Mijoo tidak berhati-hati,mungkin Mino akan terluka oleh alat pemotong kuku kucing. Untungnya Mijoo sedang dalam keadaan stabil dan senang dengan kucing gendut yang lucu ini.

Miawwwng…

Awwwng..

“Kau lapar? Apa kau ingin buah-buahan? Atau kau hanya makan tuna?”Mijoo bertanya seolah Mino akan menjawabnya. Padahal ia tahu seperti apa respon Mino.

Miawwng..

Hap!!

“Mino-ya,kau mau kemana? Satu kuku lagi. Dan vaksin?!”Mijoo menelan salivanya ketika mendapatkan pemandangan Mino yang kini berada dalam dekapan~

“Namjoon?”

“Hey? Kau yang merawatnya,ya? Terima kasih,” ooh! Namjoon si empunya Mino.

“Mino milikmu? Kufikir kau hanya memelihara anjing,” Mijoo mendekati Namjoon. Berusaha profesional meski debaran di dadanya dapat ia dengar dengan jelas. “Tadi masih kurang satu kuku,”

“Moni? Dia ada di rumah. Aku baru dihadiahi pamanku Mino sepulangnya dari Amerika. Kudengar kau suka kucing juga?”

Miawwng…

Mino bergelayut manja dalam dekapan Namjoon. Sementara Mijoo kini tengah mengambil jarum suntik untuk Vaksin. Namjoon terus mengikutinya meski tak diminta.

“Iya. Tapi aku tak bisa memilikinya. Kerja bersama kucing-kucing kurasa jadi alternatif yang paling tepat,”

Miawwng

Maauuungguungg..nggg

Mino nampaknya merasa sedikit kesakitan akibat jarum yang menembus bagian tubuhnya. Cakarnya yang tak lagi panjang mencoba mencengkeram kaus Namjoon.

“Mengapa bertanya? Apa kau mau memberikan Mino untukku?” Mijoo asal terka. Meski dalam hatinya berharap.

“Tentu saja tidak.” Hoho,kecewa sedikit.

“Ini vitaminnya. 2 hari sekali tak apa. Mino sudah gendut. Jangan sampai obesitas. Kasihan nanti susah berjalan,”Mijoo memberikan sebotol kecil vitamin kucing.Salah tingkah akibat jawaban Namjoon tadi. Kering.

“Kau tidak obesitas,kan?” tanya Namjoon yang langsung mendapat tatapan intens penuh curiga milik Mijoo.

“Tentu saja tidak!” gadis manapun akan sensitif jika membahas obesitas. Apa Namjoon sedang berniat merusak mood baik Mijoo hari ini?

“Kalau begitu kau bisa jalan dengan mudah,kan? Bagaimana jika akhir pekan ini kita jalan?”

Keringat dingin.

Miaaawwng

“Aku ingin mengatakan sesuatu,”lanjut Namjoon.

“Eh…eh..” Mino melompat memindahkan tubuh gendutnya dalam dekapan Mijoo. Nampaknya ia nyaman.

“Sepertinya Mino menyukaimu?!”

“Makanya,berikan saja ia padaku,”

“Kau boleh minta apapun asal jangan Mino ataupun Moni,” Mijoo mengerucutkan bibir. Ia rasa ia jatuh cinta pada kucing ini.

Atau pemiliknya?

“Hey,kau belum menjawab ajakanku,” pengalihan topik tak mempan rupanya. Mijoo sebenarnya tidak tahu harus iya atau tidak. Tapi~

“Hmmm.. baiklah. Kapan dan dimana?”

~kadang yang kita pikirkan tidak sinkron dengan yang kita katakan.

🐱

🐱

Takut.

Selain keyakinan yang belum utuh,Mijoo ini juga takut. Takut ditinggal? Takut menunggu? Takut diabaikan? Takut sakit?

Hey,tentu saja Namjoon bukan laki-laki pertama di hidupnya.

Cinta pertamanya,Woohyun, tak berkabar. Selanjutnya,Seungcheol,hanya main-main. Susah memang menjadi pacar noona. Lalu,Mark, menggantung. Yang membuat Mijoo akhirnya trauma dan malas berurusan dengan kaum Adam. Sakit. Memangnya Mijoo ini jemuran? Disuruh menunggu sampai kering sementara yang ditunggu asik jalan dengan gadis lain?!

Hoho. Mijoo sudah lelah.

Dan sekarang sudah 2 jam setelah ia tiba di tempat yang telah disepakatinya dengan Namjoon kemarin.Sedang Namjoon belum nampak batang hidungnya sampai sekarang.

Mijoo lelah menunggu. Tapi,rasa penasarannya mengubah segalanya. Ia ingin tahu apa yang akan Namjoon katakan padanya. Sudah 2 kali mereka merencanakan ‘jalan-jalan’ dan keduanya gagal.

Ini kali ketiga. Jika gagal lagi,Mijoo bisa jadi mempertimbangkan perasaan sukanya pada Namjoon.

Drrt drrt drrtt

Satu pesan dari Namjoon. Mijoo sempat tersenyum. Tapi senyumnya seketika berubah panik. Dan ia pun berlari.

🐱

🐱

“Aku sampai lupa kalau kita punya janji karena Mino. Maaf,”ujar Namjoon sambil mengelus bulu si gendut yang tengah sakit itu.

“Jangan biarkan Mino ikut-ikutan mencuci mobil lagi,” Mijoo selesai memberi vitamin untuk Mino. Moni turun dengan anggunnya dari lantai dua kediaman keluarga Kim.

“Moni! Lama tak jumpa,”seolah pemiliknya. Moni langsung menghambur dalam dekapan Mijoo.

Mijoo sebenarnya kadung kecewa. 3 kali rencana jalan-jalan. 3 kali rencana ‘ingin mengatakan sesuatu’. Semua gagal. Berakhir Mijoo kecewa-Namjoon pun menyesal-,dan ‘ingin mengatakan sesuatu’ pun tak jadi dikatakan.

“Apa yang ingin kau katakan?”Mijoo tak kan pernah tahu kalau tak bertanya langssung begini. Kata ‘lupakan’ yang biasa menjadi jawaban permohonan maaf Namjoon,rasanya tak cocok untuk kali ini.

Mijoo lelah dibuat penasaran. Meski sebelumnya,rasa gengsi dalam hatinya lebih menguasai. Tapi,kali ini,Mijoo harus tahu. Karena bisa jadi yang ingin ia katakan pada Namjoon pun ada hubungannya dengan yang ingin Namjoon katakan.

Meski Mijoo sendiri tak yakin apa yang ingin ia katakan.

“Aku menyukaimu,”tanpa mengalihkan perhatiannya dari Mino,Namjoon menjawab santai.

Sementara Mijoo dirundung sendu tiba-tiba.

‘Aku menyukaimu’,bukanlah pertama kali didengar Mijoo. Rasanya tak bisa dihitung. Sedangkan Mijoo tidak bisa memastikan bagaimana perasaannya pada Namjoon.

Takut.

Tidak yakin.

Lelah.

Tidak tahu.

Takut sakit hati lagi.

Tidak yakin dengan pengakuan Namjoon yang terkesan hanya sekedar ‘guyonan’.

Lelah dengan menunggu di tempat yang dijanjikan dan gagal jalan-jalan.

Tidak tahu.

Ya. Tidak tahu.

“Aku sudah hafal itu. Kau juga sudah tahu kan aku masih ragu untuk memulai suatu hubungan. Maksudku… sekarang,aku ini kau anggap apa?” lagi. Pertanyaan itu juga bukan pertama kali dilontarkan Mijoo. Ia ingin tahu apakah jawabannya berubah atau~

“Tidak tahu,”

~masih sama. Dengan intonasi yang sama. Dan senyuman yang sama. Tapi,Mijoo tak lagi sama.

Aku ingin mencoba. Tapi,kau sendiri pun tidak tahu. Kau semakin membuatku bingung. Sebenarnya kau benar-benar menyukaiku atau tidak,Kim Namjoon?”batin Mijoo.

“Sudah sore. Aku pulang. Sampai jumpa Moni,Mino. Kita akan lama bertemu,”Mijoo meraih tas selempang putihnya juga kotak obat kucing yang dibawanya dari petshop.

“Kuantar,”Namjoon sudah bangkit dari duduknya. Masih menggendong Mino dan berniat meraih kunci mobil.

“Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri. Jaga saja Mino dan Moni,”

Mijoo menahan airmata di pelupuknya.

Lagi.

Pulang mengantungi jawaban,

“Tidak tahu,”

Dan perasaan dalam hatinya yang juga

“Tidak tahu,”

🐱🐱kkeut🐱🐱

Notes:

Gak nyambung,ya?😅😅/aku juga ga tau😂😂 iya ini mba mijoo ceritanya kerja di petshop/efek pengen kucing tp ga dibolehin melihara😭😭😭

Oh ya!

Happy birthday to Lovelyz oppa,Lee Mijoo. Hehehe

Unnie yang suka mukul unnie maupun dongsaengnya. Hahah

Semoga setelah ini korban2 semakin ikhlas meski Mijoo unnie semakin anarki. Amiin. Yang kuat ya mbak Soul /eh / 😅😅😅

Sekali lagi HABEDE Mijoo lovelyz and late birthday Namjoon BTS😆😆😆😆

Sukses semua author di sni ya😉😉😉

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s