[Job Seeker] My Boss

|| My Boss ||

Written by Ayumu-Chaan.

[INFINITE] Nam Woohyun x [LOVELYZ] Lee Mijoo

AU, Life, a bit fluff/romance || Vignette || PG-13

I just own plot and story.

Don’t forget to like/vote and comment. Be a good readers guys^^

I get sensitive over little things these days [Clean –Babysoul&Sujeong]

-ooo-

“Sekretaris Lee, tolong bikinkan aku teh panas.”

Seseorang yang merasa namanya dipanggil itu mengalihkan pandangannya dari layar laptop untuk menoleh pada orang itu serta menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

“Direktur Nam yang terhormat. Tapi saya ini adalah sekretarismu.”

Sekretaris yang bernama Lee Mijoo itu membalas perintah direkturnya yang bernama Nam Woohyun itu dengan senyuman sopan. Tapi kalau diperhatikan lebih detail lagi, senyuman sopan Mijoo terlihat seperti menahan kesal.

Woohyun yang sedang mengetik sesuatu di laptopnya itu mengalihkan pandangannya dan menatap Mijoo sambil mengangkat sebelah alisnya.

“Lalu? Kamu memang sekretarisku. Bukan pembantuku. Tapi walaupun begitu, kamu harus menuruti perintah atasanmu ini.”

Woohyun berkata dengan mutlak dan absolut. Membuat Mijoo harus tahan untuk tidak melempar vas bunga yang terletak di meja kerjanya ini ke kepala Woohyun.

Mijoo berdiri sambil menggebrak meja dengan tidak terlalu keras lalu gadis itu berjalan keluar ruangan sambil menghentak-hentakan kakinya kesal. Tapi baru saja Mijoo ingin menutup pintu, Woohyun berkata sesuatu padanya.

“Oh ya, jangan lupa airnya harus panas. Benar-benar panas. Kalau bisa airnya dimasak terlebih dahulu. Lalu gulanya cukup dua sendok saja. Serta teh yang dipakai adalah teh khusus dari New Zealand. Bukan teh murahan. Cepat!”

Selesai Woohyun berkata dengan panjang lebar, Mijoo langsung membanting pintu dan berjalan menuju lift dengan kesal. Cih, baru saja dua minggu Mijoo menjadi sekretaris ternyata direkturnya ini begitu cerewet dan bawel. Gadis itu pikir direkturnya adalah tipe orang yang kalem dan sepertinya sedikit melankolis. Tapi ternyata penampilan memang menipu.

“Dia bilang aku ini sekretarisnya. Tapi dia sendiri malah memperlakukanku seperti pembantu. Cih menyebalkan!”

Mijoo terus-terusan mengumpat kesal. Setelah lift sampai di lobby, gadis itu berjalan keluar lift menuju dapur yang terletak di ujung. Memang kalau tempat-tempat seperti itu pasti letaknya terpencil sekali.

Pertama-tama hal yang Mijoo lakukan di dapur adalah memasak air panas. Setelah selama beberapa menit, gadis itu menuangkan air panas tersebut ke dalam cangkir lalu sisanya ia masukkan air panas tersebut ke dalam termos. Sebelum memasukkan air panas, Mijoo sudah masukkan satu bungkus teh. Sesuai permintaan Woohyun, teh tersebut memang impor dari New Zealand. Lalu tinggal menambahkan dua sendok gula dan akhirnya jadi.

Kira-kira selama lima belas menit Mijoo berkutat di dapur. Lalu gadis itu membawa secangkir teh tersebut ke ruangan Woohyun. Baru saja membuka pintu, Woohyun sudah menyerbunya dengan seruan.

“Kenapa lama sekali?! Membuat teh tidak perlu selama itu!”

Mijoo tersenyum jengkel sambil menaruh secangkir teh tersebut ke meja Woohyun.

“Saya membuat teh lama sekali karena ini untuk hasil yang terbaik sebelum diberikan kepada direktur yang terhormat.”

“Ck, hasil yang terbaik,” desis Woohyun.

Sebelum lelaki itu meminum tehnya, Woohyun memperhatikan dengan detail teh tersebut. Lalu, lelaki itu kembali berdecak dan menatap cangkir teh dengan tatapan tidak minat.

“Ck. Kenapa kau membuat teh di cangkir yang sudah terkelupas ini. Bagaimana bila cangkirnya tiba-tiba pecah dan teh panasnya mengenaiku?!”

Aku tidak peduli. Justru aku malah senang sekali, batin Mijoo sinis.

“Teh ini seperti yang kuminta kan? Kau tidak memasukkan aneh-aneh disana? Seperti sianida mungkin..”

“Tentu saja tidak!” ujar Mijoo tegas sambil memutar bola matanya malas. Ck! Direkturnya benar-benar orang yang merepotkan. Tinggal meminum teh saja repotnya minta ampun.

Lalu Woohyun mulai meminum tehnya. Sedangkan Mijoo kembali ke meja kerjanya. Baru saja gadis itu akan duduk, Woohyun kembali berkata sesuatu padanya.

“Oh ya! Tolong batalkan meeting bersama perusahaan Choi hari ini!”

“Apa?!” Mijoo melototkan kedua matanya ketika dengan entengnya Woohyun berkata seperti itu.

“Kenapa dibatalkan?!”

“Aku tidak mood untuk bertemu dengannya. Mereka adalah tipe-tipe orang yang tidak bisa diajak kompeten dan kerja sama. Batalkan sekarang juga!” seru Woohyun.

“Ah, b-baik..” Mijoo terbata bingung. Lalu, mulai menghubungi perusahaan Choi dan juga rekan-rekan sekantor gadis itu bahwa meeting dibatalkan.

-ooo-

Akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Setelah Mijoo menghabiskan waktunya dengan direkturnya yang menyebalkan itu. Memang banyak sekali tingkah menyebalkan yang Woohyun lakukan.

Seperti meminta gadis itu untuk mengambil proposal yang terletak di lantai bawah (kau tahu saat Mijoo harus bolak-balik mengambil proposal yang tidak begitu penting itu?!), lalu membuatkannya roti bakar (yang rotinya tentu saja impor. Catat! Bahwa Woohyun tidak suka barang murahan!), selain itu masih banyak lagi. Dan kini akhirnya, Mijoo bisa terbebas selama beberapa jam saja. Gadis itu akan pulang, tidur di kasurnya yang empuk, dan bermimpi aktor kesukaannya –SongJoongki– dan melupakan sejenak hal menyebalkan apa yang terjadi di kantor.

“Lee Mijoo.”

Baru saja gadis itu akan pulang, Woohyun memanggil sekretarisnya dengan nama lengkap membuat Mijoo langsung menatapnya. Wow, ini pertamakalinya Woohyun memanggil namanya lengkap.

“Boleh bertanya sesuatu?”

Mijoo mengangguk.

“Apakah kamu sedang kedatangan tamu bulanan?” Woohyun berkata dengan wajah polos. Membuat Mijoo berpikir sejenak apa pertanyaan yang dimaksud oleh Woohyun itu. Seketika beberapa detik kemudian gadis itu tersadar. Astaga. Pertanyaan macam apa itu?!

“Ah, pertanyaanmu sungguh membuatku terkejut.” Ujar Mijoo sambil tersenyum jengkel. Benar-benar tidak habis pikir dengan direkturnya itu.

Woohyun tersenyum maklum dengan tindakan Mijoo. “Habisnya kamu ini sepertinya akhir-akhir ini sedang sensitif. Diperintah sedikit saja langsung memakiku tiada habisnya.”

Mijoo menatap lelaki itu dengan datar. Ah, sepertinya ada bagian yang terlupakan disini. Bahwa sebenarnya Woohyun adalah kekasih Mijoo. Yap, mereka berdua menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.

“Cih, kamu ini sepertinya punya dua kepribadian ya?! Tingkahmu saat di kantor dan di rumah berbeda sekali.” seru Mijoo sarkastik.

Ya, bisa dibilang ucapan Mijoo itu benar. Woohyun itu kekasihnya. Gadis itu pikir bahwa kekasihnya akan bertingkah seperti saat di rumah. Manis, kalem, dan tidak banyak tingkah.

Tapi saat menjadi sekretarisnya, membuat Mijoo tahu kenyataan yang sebenarnya! Apalagi tingkah laku Woohyun itu di rumah dan di kantor benar-benar berbeda seratus delapan puluh derajat!

Woohyun terkekeh.

“Bukannya sama saja. Aku tetap saja Nam Woohyun. Kekasihmu. Atasanmu di kantor.”

Mijoo merengut. “Tentu saja berbeda!”

“Bila di kantor, kau akan menjadi Woohyun menyebalkan, cerewet, dan bawel sekaligus senang memerintah. Bila di rumah, kau akan menjadi Woohyun kekasihku yang manis dan tidak banyak tingkah.”

Woohyun menatap Mijoo dengan mimik menggoda.

“Jadi kekasihku ini lebih suka aku yang manis dan tidak banyak tingkah, hm?”

Mijoo menggeleng. “Tidak juga!”

“Oh ayolah.” Woohyun berjalan mendekati Mijoo sebelum gadis itu keluar dari ruangan kerjanya. Melingkarkan tangannya di pinggang Mijoo membuat mereka sedikit berposisi pelukan.

“Mau seperti apapun. Sudah kubilang, aku ini Nam Woohyun.”

Woohyun berujar seperti itu sambil membenamkan kepalanya di ceruk leher Mijoo. Sedangkan gadis itu hanya mengangguk-ngangguk. Malas membalas ucapan Woohyun.

“Ngomong-ngomong, anggap saja tingkahku yang cerewet dan berisik itu sebagai latihan.”

Mijoo mendongakkan kepalanya.

“Latihan apa?”

Woohyun tersenyum menyeringai.

“Tentu saja latihan untuk menjadi istriku. Benar bukan?”

-ooo-

HBD MIJUUUUUUUUU *tebar bunga*

Advertisements

3 thoughts on “[Job Seeker] My Boss

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s