[Job Seeker] The Suspect

Standard

mijoobirthdayff

Menjadi salah satu yang dicurigai sebagai tersangka ataupun berada dalam ruang interogasi tentu bukan suatu pengalaman menarik

.

Title : The Suspect | Scriptwriter : magnaegihyun | Genre : Crime, Detective, Lil bit Romance | Duration : Vignette | Rating : PG-13 | Starring : Lee Mi Joo, Jung Ho Seok |

.

Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the cast? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC>< |

*

 

“Mi Joo?”

 

Mi Joo mendongak tersadar akan lamunannya,”Ne?

 

“Kau baik-baik saja?”

 

Mi Joo mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan detektif yang ada di depannya ini. Sejak dua jam yang lalu, ia duduk di ruang interogasi tanpa bisa keluar. Ia tahu ia mungkin termasuk berada di tempat yang salah dan waktu yang salah dua hari yang lalu. Mi Joo paham itu, namun ia tidak menghindar dan sekarang ia harus mendekam di ruangan ini.

 

Tiga hari yang lalu, Mi Joo senang sekali ia bisa masuk di kantor penerbitan setelah sekian lama ia menganggur. Atasannya, Hong Jin Ho adalah seorang lelaki paruh baya yang memang sangat terkenal pilih-pilih mengenai penulis siapa yang akan diterbitkan di bawah nama penerbitannya yang memang sudah terkenal. Ia juga dikenal memiliki banyak musuh tapi Mi Joo tidak tahu banyak akan hal itu, yang ia tahu, ia harus bekerja keras agar tidak menganggur lagi.

 

Mi Joo menyukai pekerjaannya yang menjadi editor untuk mengoreksi kata-kata naskah yang diberikan penulis untuk menjadi bahasa yang lebih sesuai dan benar. Meski ia harus lembur, Mi Joo senang akan hal itu. Kejadiannya adalah dua hari yang lalu. Sejak pagi, atasannya itu hanya  berada di kantornya. Hari itu hari yang sangat sibuk, deadline penerbitan buku baru kurang dua hari sehingga semua pegawai di kantor itu lembur hingga malam hari.

 

Mi Joo saat itu sedang pergi ke pantry untuk membuatkan senior-seniornya kopi.Iapun hanya membuat kopi seperti biasa tanpa spesialisasi apapun, namun tiba-tiba lampu mendadak padam. Ia diam saja menunggu lampu menyala kembali karena ia takut menumpahkan kopi yang sudah dibuatnya itu. Sekitar sepuluh menit kemudian, lampu kembali menyala, iapun pergi menuju mejanya sambil membagikan kopi pesanan senior-seniornya.

 

Ia berpapasan dengan Ji Ae, salah satu seniornya bekerja yang membawa beberapa lembar kertas contoh editan buku yang sudah dicetak. Baru saja, ia akan melanjutkan pekerjaannya, ia mendengar jeritan dari ruangan atasannya yang memang bersebelahan dengan pantry. Atasannya itu ditemukan tewas karena serangan jantung.

 

“Mi Joo-ya?”

 

Mi Joo mendongak memandang wajah penginterogasinya. Dia mengenal lelaki di depannya ini. Tentu saja, lelaki di depannya ini adalah kekasihnya. Ia tahu, kekasihnya ini pasti agak ragu padanya karena beberapa bukti yang ditemukan.

 

“Aku sudah mengatakannya padamu, aku tidak bertemu Pimpinan Hong selain saat mengantar kopi untuk Nam Joon-ssi dan beliau,” ulang Mi Joo menatap kekasihnya itu gusar.

 

Kekasihnya itu menghela nafas kasar,”Aku tahu, maafkan aku, sayang. Aku harus mencurigaimu seperti ini.”

 

“Aku tahu, pekerjaanmu ini pasti menyusahkan sekali, Ho Seok-a.”

 

Ho Seok tersenyum mendengarkan perkataan Mi Joo,”Menyusahkan sekali hingga aku tidak bisa merayakan pekerjaan barumu, malah kau harus ku interogasi seperti ini.”

 

Mi Joo balas tersenyum kemudian memegang punggung tangan lelaki itu,”Aku akan membantumu sebisaku untuk kasus ini.”

 

“Dimohon untuk tidak berpacaran, silakan lanjutkan interogasinya.”

 

“Dasar Jung Kook!” umpat Ho Seok begitu mendengar suara interkom yang mengganggu kegiatan saling memandangnya dengan Mi Joo.

 

Mi Joo tertawa,”Dia masih saja iri dengan kita. Kalau begitu, teruskan pertanyaanmu.”

 

“Baiklah, jangan terlalu tegang, sayang. Aku tidak akan memakanmu kecuali saat di ranjang nanti kok.”

 

Mi Joo mendelik mendengar godaan Ho Seok yang tidak tahu tempat itu sambil memukul pelan punggung tangan Ho Seok. Ho Seok hanya meringis kesakitan kemudian melanjutkan pertanyaannya,”Baik, jadi saat kejadian, kau hanya berada di pantry membuat kopi?”

 

“Ya, aku terus diam di situ hingga berpapasan dengan Ji Ae sunbaenim yang terburu-buru menuju kantor pimpinan Hong.”

 

“Saat pemadaman listrik, apakah kau mendengar suara aneh?”

 

Mi Joo terdiam sejenak mengingat-ingat kemudian berkata pendek,”Aku mendengar suara telepon sebentar kemudian listrik padam.”

 

“Jadi benar, dugaanku—“

 

“Kenapa, Ho Seok-ah?” tanya Mi Joo begitu melihat perubahan raut wajah kekasihnya itu.

 

“Aku mendapat hasil otopsi bahwa atasanmu itu tewas karena tersetrum listrik dari kabel teleponnya yang menyebabkan serangan jantung.”

 

“Tunggu—sebesar apa setruman listrik itu hingga menyebabkan pemadaman listrik?”

 

Ho Seok membuka map yang dibawanya membaca sesuatu kemudian menjawab,”Yang dikatakan di sini, ada air yang tumpah di meja itu hingga mengenai kabel komputer yang tegangan listriknya tinggi.”

 

“Mengenai komputer itu, aku maklum, tapi bagaimana bisa ada tumpahan air di meja?”

 

“Aku juga heran akan itu, tapi kata seniormu, kau lah yang membawakan air pada atasanmu itu.”

 

Mi Joo mengernyit,”Tunggu, tapi aku hanya mengantarkan dua kopi bagi Nam Joon-ssi dan  pimpinan Hong, kemudian pimpinan tidak memanggilku untuk mengambil cangkir itu seperti biasanya.”

 

“Jadi, air yang tumpah itu tidak dari apa yang kau bawakan?”

 

“Ya, aku juga tidak melihat ada air dalam ruangan itu.”

 

Ho Seok terdiam lama. Mi Joo ikut terdiam dan mengingat-ingat apa yang terjadi dua hari yang lalu. Ia yakin dengan jawabannya sebelumnya. Setahu Mi Joo, pimpinan Hong lebih suka minum kopi daripada air putih biasa, sehingga Mi Joo membuatkan kopi untuknya belasan kali dalam sehari. Hari itu, setelah Nam Joon bertemu dengan pimpinannya itu, atasannya tidak memanggilnya sama sekali untuk kopi. Itu hal yang benar-benar aneh.

 

“Ho Seok-a, apakah pimpinan Hong tertidur saat tersetrum itu?”

 

Ho Seok mengangguk membenarkan pertanyaan Mi Joo membuat Mi Joo melanjutkan perkataannya,”Kata senior-seniorku, pimpinan Hong tidak pernah ketiduran saat di kantor, ia adalah orang yang rajin dan sangat suka kopi. Jadi, mana mungkin ia bisa ketiduran tanpa sengaja?”

 

“Jadi maksudmu, ada orang yang memberi pimpinanmu obat tidur?”

 

Mi Joo menggeleng,”Jika ada yang memberikan obat tidur di kopinya, aku tentu yang bisa memberikannya, apa kau tidak menemukan kejanggalan lainnya?”

 

“Ah, tunggu, kau hanya memberikan kopi untuk pimpinanmu itu, apakah ada hot tteok di kantornya?”

 

Hot tteok? Setahuku hari itu, tidak ada yang membawanya ke kantor,” jawab Mi Joo.

 

“Tapi, kami menemukan hot tteok di mejanya—tunggu berarti Nam Joon-ssi membawakan untuknya?”

 

Mi Joo memandang Ho Seok tajam,”Jadi, apa kau sudah menanyai Nam Joon-ssi?”

 

-FIN-

Happy birthday buat Mi Joo eonni! Semoga makin cantik, makin kece, makin gila, makin keren kalo ngedance, makin-makin yang lainnya juga deh. Ah ya, moga menang deh di Hit The Stage selanjutnya.

Bingung mau ngucapin apa lagi, bingung mau nulis apa juga jadilah ff geje ini. Sori banget kalo jelek, ini aku buat dengan waktu singkat karena sadar bahwa deadline udah dekat. Terinspirasi dari Crime Scene, duh jadi kangen sama reality show itu, semoga ntar jtbc nerbitin season 3 deh. Kalian tahu kan siapa tersangkanya 😀

Blank,

magnaegihyun

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s