Posted in Fanita, Fluff, Friendship, LFI FANFICTION, PG-17, Romance, School-Life, Three Shots

Black Devil & White Prince

picsart_10-28-09-41-30

The Black Devil & White Prince

By Fanita

Main Cast : Seventeen Mingyu – Lovelyz Sujeong – Astro Cha Eunwoo

Cast : Sonamoo New Sun (as Choi Yoonsoo) – Seventeen DK (as Seokmin]

Genre : Fluff, Romance, Friendship,  School Life || Type : Short Story || Rating : Teeneger

♥♥♥

This is remake of kurosaki kun no iinari ni nante naranai live action!

♥♥♥

          Jarak yang ditempuh dari dorm ke gedung sekolah adalah 200 meter. Ryu Sujeong sudah menjalankan rutinitas ini sejak 6 bulan kepindahannya. Ya, Sujeong yang sebelumnya sekolah di kota Daejoon harus pindah ke ibu kota, Seoul. Ayah dan ibu Sujeong pindah ke luar negeri karena ayahnya harus dipindahkan tugas, akan tetapi karena Sujeong tidak siap untuk memiliki kehidupan di negara lain ia pun memutuskan untuk pindah sekolah yang berasrama.

♥♥♥

           “Ya budak!” Deg! Saat mendengar suara itu tubuh Sujeong menegang. Aish, kenapa pula Sujeong harus bertemu dengan laki-laki itu di pagi hari? Sujeong berusaha untuk mengabaikannya dengan berjalan lebih cepat tapi-

“A-aakh!!”

Sialnya orang itu telah menarik kerah baju Sujeong sehingga dia tidak dapat berkutik lagi.

“Min…mingyu-ya,” ucap Sujeong terbata-bata.

“Kau-” Mingyu membalikan tubuh Sujeong secara paksa setelah itu memegang dagunya, “Budakku!”

Chu~

Mata Sujeong membulat saat dia merasakan kembali bibir Mingyu bersentuhan dengannya. Laki-laki ini kembali menciumnya setelah merebut ciuman pertamanya di hari pertama dipindah sekolah!

♥♥♥

          “H..hah.. kau ke..kenapa sih?” Sujeong menjauhkan dirinya dari si devil Kim Mingyu setelah ia melepaskan ciumannya. Mingyu hanya tersenyum miring setelah itu meninggalkan Ryu Sujeong dengan santainya. Saat jarak di antara mereka sudah cukup jauh, Ryu Sujeong langsung merutuk kesal karena sikap semena-mena Kim Mingyu.

“Dasar iblis kejam!” Rutuk Sujeong.

Srag! Alangkah kagetnya Sujeong saat Kim Mingyu membalikan badannya. Mingyu menatapnya sinis setelah itu kembali melanjutkan perjalanannya ke sekolah.

“Huhuhu.. mengerikan,” gumam Sujeong.

“Ryu Sujeong!” Panggil seseorang  dengan suara lembut.

♥♥♥

         Perhatian Sujeong teralih saat mendengar seseorang memanggil namanya. Emosinya yang sempat meningkat karena perbuatan Mingyu langsung sirna dan digantikan dengan perasaan bahagia melihat sosok Cha Eunwoo menghampirinya. Si pangeran putih itu datang sambil tersenyum manis yang membuat hati puluhan wanita di sekolah meleleh karenanya!

“Sujeong-ah ada yang ingin aku katakan!” Kata Eunwoo.

“A..apa?” Tanya Sujeong gugup.

“Mari kita ulang dari awal!”

“Ne?”

“Silahkan tekan tombolnya!”

“Ne?”

“Aku menyukaimu, dan aku bersungguh-sungguh. Ini bukan masalah pacar bohong-bohongan lagi karena perasaanku nyata untukmu!”

Pipi tembam Ryu Sujeong merah merona karena ucapan Eunwoo barusan. Dia tidak ngerti apa yang dikatakan oleh Eunwoo tapi tetap saja apapun yang berhubung dengan Cha Eunwoo pasti akan membuat hatinya meletup-letup bagaikan berondong jagung.

“Ayo lakukan!” Bujuk Eunwoo.

♥♥♥

           Eunwoo memejamkan matanya dan menanti Sujeong menekan  di bibirnya untuk memulai lagi kisah yang baru. Perlahan Ryu Sujeong pun mengangkat tangannya dan menekan bibir seksi Cha Eunwoo dengan jari telunjuknya. Setelah selesai Eunwoo membuka lagi kedua matanya dan mengatakan sesuatu yang membuat Sujeong bingung.

“Aku akan mengajarkanmu apa itu cinta yang sebenarnya,”

Deg..deg..deg.. Eunwoo mendekatkan wajahnya kepada Ryu Sujeong sampai akhirnya chu~ Eunwoo mencium Sujeong tepat di bibirnya!

“Sampai jumpa!”

Setelah menciumnya Eunwoo pergi meninggalkan Sujeong sendiri. Oh.. My.. God.. Apa yang terjadi pada dirinya di pagi ini?!

♥♥♥

          Singkat cerita, sudah banyak yang terjadi selama Sujeong pindah ke sekolah ini. Yang pertama ada sosok black devil yang menghantui kehidupannya. Kim Mingyu, si cowok berdarah dingin itu membuat Sujeong harus menuruti segala perintahnya. Kontrak yang dibuat Mingyu secara sepihak menjadikan dia sebagai budak laki-laki itu.

♥♥♥

           Awal pertemuan dengan Mingyu memang mengenaskan. Dia harus berurusan dengan si wakil ketua di dormnya karena Sujeong sok mau membela seorang siswa yang hampir dipukul oleh Mingyu. Belum lagi dengan insiden potong rambut yang membawa malapetaka. Hiks. Sujeong selalu berdoa agar dia bisa mengembalikan waktu dan tak pernah berurusan dengan Mingyu sejak kepindahanya. Karena laki-laki itu setiap hari Sujeong hidup dalam tekanan. Ibu, ayah, tolong aku di sini!!

♥♥♥

          Selain kisahnya bersama Mingyu, Sujeong juga memiliki cerita dengan white prince Cha Eunwoo. Eunwoo yang sejak awal selalu baik dengannya membuat Sujeong nyaman bila berdekatan dengannya. Belum lagi saat Sujeong diajarkan olehnya tentang “bagaimana rasanya berpacaran”. Eunwoo memang idaman kaum hawa. Siapapun tak bisa berpaling dari Eunwoo apabila cowok itu telah memberikanmu sihir cintanya. Kyaaaa bahkan rasanya Sujeong juga menjadi korban dari kesempurnaannya!

♥♥♥

          Karena kelamaan melamun di pertengahan jalan membuat Sujeong terlambat dan harus berlari untuk segera sampai ke kelas. Untungnya dia memiliki teman yang juga telat, yaitu Choi Yoonsun dan Lee Seokmin.

“Aigoo kalian bersemangat sekali!” Celetuk guru Kim yang ternyata sudah berada di belakang mereka.

Anak-anak yang terlambat itupun langsung duduk di tempat masing-masing termasuk juga Sujeong. Secara perlahan dia duduk di kursinya karena takut dengan Kim Mingyu yang kebetulan tempat duduknya ada di belakang Sujeong!

♥♥♥

           Grap! “Ya budak! Pulang sekolah bersihkan papan nama dorm kita!” Mingyu secara kasar menarik rambut Sujeong sehingga kepala gadis itu pun tertarik ke belakang. Sujeong sudah sering mendapatkan perlakuan seperti maka dari itu dia hanya bisa pasrah dan mengikuti segala perintah yang diucapkan oleh Mingyu.

“A..aku lakukan nanti tapi please lepaskan tanganmu!” Mohon Sujeong berbisik.

“Kau baru saja memerintahku?”

“Ti..tidak tapi y..ya lepas…. aw!!!”

Kim Mingyu mengigit telinganya! Ya! Telinganya! Seisi kelas ini mengalihkan perhatiannya kepada Sujeong sementara Kim Mingyu berpura-pura tidak tahu apapun.

“Sujeong-ssi ada apa denganmu?” Tanya guru Kim.

Glek. Sujeong meneguk salivanya bingung. Dia tidak tahu harus mengatakan apa untuk menjelaskannya kepada guru.

“I..itu saem.. ka..kakiku kejepit. Y..ya kejepit,”

“Hati-hati kalau begitu!”

Sujeong dengan kaku menganggukan kepalanya sementara Kim Mingyu hanya bisa tersenyum sinis mendengarnya. Pandai juga ia beralibi, batin Mingyu.

♥♥♥

           Sujeong bersama dengan temannya, Choi Yoonsun dan Kim Jiho memilih untuk makan siang di kantin. Ya mereka hanya makan jajanan ringan sih karena tidak sepenuhnya keroncongan. Yoonsun, si gadis berambut pendek ini bertanya kepada Sujeong kenapa dia begitu murung.

“Sepertinya kau banyak pikiran, Jeong.” Celetuk Yoonsun.

“Ada apa denganmu?” Tanya Jiho penasaran.

“Eh..? Bu..bukan apa-apa kok,” jawab Sujeong kikuk.

“Apa ada sesuatu yang terjadi denganmu dan Eunwoo?” Tebak Yoonsun.

Pikiran Sujeong melayang ke kejadian pagi tadi. Yang tak lain adalah moment di saat Devil dan Prince mencium dirinya!

“Sujeong-ah!” Seru suara lembut itu.

Lamunan Sujeong langsung terbang saat mendengar suara Eunwoo memanggilnya. Begitu juga dengan Yoonsun dan Jiho.

“Apa boleh aku pinjam Sujeong?” Tanya Eunwoo meminta izin.

Kedua sahabat Sujeong mengizinkan Eunwoo tuk membawa Ryu Sujeong, dan kini Eunwoo pun menarik tangan Sujeong agar segera pergi dari sana.

♥♥♥

         Ternyata Eunwoo mengajak Sujeong untuk makan siang bersama. Eunwoo memberikan sandwich yang sempat dia beli di kantin kepada Sujeong. Gadis itu menerima sadwich pemberian dari Cha Eunwoo namun enggan untuk memakannya.

“Kau tidak makan punyamu?” Tanya Eunwoo.

“Eh? Hmm a..aku makan,”

“Ini!”

Eunwoo mengulurkan tangannya untuk menyuapi Sujeong dengan roti yang dia makan. Sujeong menggelengkan kepalanya enggan untuk memakan roti itu.

“Kenapa tidak makan? Ayo! Aa….”

Hm. Laki-laki ini selalu memperlakukannya bak putri raja. Julukan White Prince memang cocok disandang oleh Cha Eunwoo karena dia adalah pangeran bagi semua perempuan yang menyukainya.

“Aaa…”

Nyam..nyam.. Sujeong memakan roti yang disuapi oleh Eunwoo. Cha Eunwoo pun tampak puas lalu menyeka remah roti yang tersisa di sudut bibir Sujeong.

“Eunwoo-ya..” panggil Sujeong.

“Ne?” Sahutnya.

“Ta..tadi pagi itu.. a..apa ya?” Tanya Sujeong ragu.

Sebelum menjawab pertanyaan Sujeong barusan Cha Eunwoo tampak berpikir. Apa ucapannya tadi belum cukup jelas jelas Ryu Sujeong?

“Maaf ya aku yang salah karena tidak menjelaskannya dengan baik,” sesal Eunwoo.

“Eh! Bu..bukan itu aku yang telmi bukan salahmu!”

“Itu salahku kok,” balas Eunwoo lagi. “Jadi gini Sujeong saat ini aku menyukainya. Aku benar-benar menyukaimu!”

“Ne?”

“Maka dari itu aku berusaha untuk lebih dekat denganmu,”

Sujeong kembali tersenyum seperti orang gila. Kyaaaa Cha Eunwoo menyukainya! Siapa sih yang tidak senang kalau seorang Eunwoo menyatakan perasaannya kepadamu? Sujeong saja ingin loncat-loncat tak jelas karena pengakuannya barusan. Hihihi..

♥♥♥

          Tanpa mereka sadari sejak tadi ada perempuan-perempuan yang melihat Sujeong dengan tatapan tidak senang. Mereka kesal karena Cha Eunwoo dimonopoli oleh Sujeong padahalkan Eunwoo itu pacar semua wanita!

“Tuh lihat Ryu Sujeong menyebalkan!” Rutuk Eunha.

“Tahu tuh ganjen banget dekat sama Eunwoo-ku ih!” Balas Choi Yuju.

“Urgh ke mana-mana juga bagusan kita,” dumel Jung Chaeyeon.

Ketiga gadis yang tidak tahan lagi melihat kedekatan Eunwoo dan Sujeong memilih pergi dari sana. Awas saja mereka tidak akan tinggal diam!

♥♥♥

        Sesuai dengan perintah Kim Mingyu tadi pagi, sepulang sekolah Sujeong langsung membersihkan papan nama dorm mereka yang kotor karena debu. Sujeong membersihkannya secara perlahan namun lama kelamaan dia menghentikan aktivitasnya. Ia kembali membayangkan kejadian pagi tadi di saat Eunwoo menciumnya dan juga ketika Eunwoo mengatakan secara terang-terangan bahwa dia menyukainya.

“Ah indahnya~” gumam Sujeong.

Ttak!!

“Aww!!”

Gumaman Sujeong barusan langsung terganti menjadi sebuah jeritan. Seseorang menjitak keras kepalanya sehingga lamunan Sujeong jadi buyar.

“Siapa sih menyebalkan seka-“

“Hoh kau bilang aku menyebalkan?”

Glek. Ternyata si iblis yang mengusik khayalannya. Sujeong menghembuskan napasnya setelah itu melirik tajam Kim Mingyu yang menatapnya dengan datar.

“Ya siapa yang menyuruhmu melihatku seperti itu?”

“Tidak bisakah kau berhenti mengangguku?” Ucap Sujeong spontan.

“Hee berhenti?”

Mingyu menarik dagu Sujeong serta mendekatkan wajahnya dengan gadis itu.

“Tidak akan. Bu-dak!”

Huh. Sujeong memanyunkan bibirnya setelah itu berusaha menjauhkan jaraknya dari Kim Mingyu.

“Ya ini belum bersih!” Oceh Mingyu saat melihat papan nama tersebut.

“Sudah bersih! Matamu yang tidak bersih!” Celetuk Sujeong.

“Wah kau pandai membantah ya!”

Mingyu tidak akan membiarkan Ryu Sujeong. Ia berlari mengejar Sujeong saat ini berusaha menghindari.

“Kyaaaa pergilah!” Teriak Sujeong.

Tanpa mereka sadari ketiga gadis yang sebelumnya memata-matai Eunwoo dan Sujeong kembali mengamati Ryu Sujeong. Kali ini mereka sangat kesal dengan fakta bahwa seorang Mingyu yang dingin bisa menyentuh perempuan sedekat itu. Dan dari semua perempuan yang ada, lagi-lagi Ryu Sujeong yang beruntung!

“Ih Mingyu!” Rengek Chaeyeon.

“Huh apa sih hebatnya Sujeong? Tadi Eunwoo sekarang Mingyu,” balas Eunha.

“Makin menjadi-jadi tuh anak. Yuk kasih pelajaran ke dia!” Ajak Yuju.

“Ayok!!!” Sahut Chaeyeon dan Eunha bersamaan.

♥♥♥

          Malamnya trio sahabat ini mendatangi kamar Sujeong untuk mengajaknya berbicara. Begitu Sujeong membuka pintu kamarnya dia terkejut melihat ketiga teman satu dormnya ini tumben-tumbennya menghampirinya. Sujeong menyapa mereka lalu menanyakan apa maksud dari kedatangan mereka.

“Annyeong. Ada apa ya?” Tanya Sujeong.

“Sujeong-ah kami cuma mau ngasih tahu kalau malam ini kamar mandi kita rusak jadinya kita boleh pakai kamar mandi laki-laki,” jawab Yuju.

“Eh? Wah! Terima kasih banyak sudah memberitahukan ini kepadaku!” Seru Ryu Sujeong.

“Tapi batas waktunya sampai jam 8 jadi kau harus cepat,” sahut Eunha.

“Oke aku akan langsung ke sana,”

“Ya sudah selamat malam ya Sujeong!” Pamit Chaeyeon.

Setelah ketiga gadis itu pergi dari hadapannya Sujeong langsung masuk ke dalam kamar untuk segera mandi. Sebentar lagi pukul 8 jadi dia harus buru-buru pergi ke sana.

♥♥♥

           Sujeong telah berada di kamar mandi laki-laki dan membuka baju dengan santainya. Hanya ada dia di kamar mandi ini jadi Ryu Sujeong merasa leluasa. Kini Sujeong telah berendam di kolam air panas.

“Kyaaa asiknya!”

Airnya begitu hangat dan juga wangi. Ini jelas-jelas stylenya Sujeong. Ia sangat senang karena bisa menikmati pemandian air panas seorang diri.

♥♥♥

Krek..

          Tiba-tiba saja Sujeong mendengar suara pintu terbuka. Ia berenang ke tepi untuk melihat siapa yang datang. Saat Sujeong tahu siapa orang lain masuk ke dalam kamar mandi ini, ia tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya!

♥♥♥

          Sosok laki-laki tampan dengan proporsi tubuh yang sempurna masuk dengan santainya. Ia bertelanjang dada dan hanya bagian bawah saja yang tertutup dengan handuk. Sujeong menutup mulutnya agar tidak bersuara. Oh My God! Sujeong tidak bermimpikan kalau saat ini dia melihat Mingyu sedang mandi di bawah shower?!?

♥♥♥

         Mingyu mematikan keran air lalu beranjak dari sana. Sujeong pikir Mingyu telah selesai mandi tapi kenyataannya dia malah berendam di kolam yang ada di sebelahnya. Beruntung kolam ini tertutup sedikir tembok sehingga Sujeong masih bisa tertutupi.

“Kolam ini kurang panas,” gumam Mingyu.

Hup! Sujeong langsung menyelam ke dalam air takut-takut kalau Mingyu pindah ke kolam ini. Tapi sayang napas Sujeong tidak sepanjang itu sehingga-

“Hhah.. hah…”

Sujeong kembali ke permukaan dan langsung berteriak saat Kim Mingyu sudah menyadari keberadaannya.

“Yaaaaa!!!” Teriak Sujeong.

“Kau.. kenapa bisa.. kau ini diam-diam mesum ya?!?” Teriak Mingyu yang tak kalah kaget.

“Ti..tidak.. Tu..tutup matamu aku mau keluar dari sini!” Titah Sujeong.

“Wah kau memerintahkan aku?” Ucap Mingyu sarkatis.

“Gyu kau ada di dalam?”

Sujeong dan Mingyu sama-sama kaget saat mendengar suara Eunwoo memanggil namanya. Mingyu langsung bangkit dari tempatnya dan menampakkan tubuh seksi itu di depan Ryu Sujeong.

“Tunggu.. ja..jangan ke sini!” Tolak Sujeong.

Namun Mingyu tidak mau mendengar ucapannya. Ia memposisikan dirinya di depan Ryu Sujeong untuk menutupi tubuh gadis itu.

♥♥♥

          “Kau masih lama berada di dalam situ?” Eunwoo telah selesai membasuh tubuhnya hingga bersih dan kini ia berniat untuk pergi. Sujeong yang ada di belakang Kim Mingyu sesekali menyelupkan tubuhnya ke dalam air agar tidak begitu kentara kalau Mingyu menutupi seseorang di belakangnya.

“Kenapa? Kau mau gabung tidak? Bukannya kau suka wanginya ya?” Ajak Mingyu.

Eunwoo tersenyum lalu mengangguk kepalanya, “Ya wangi kesukaanku,” kata Eunwoo. Ia mencelupkan tangannya di dalam air dan ekspresi wajahnya pun langsung berubah, “Aku lewatkan saja. Sangat panas!”

“Ya sudah..”

Kini Cha Eunwoo pergi meninggalkan kamar mandi. Setelah dirasa aman Sujeong langsung menunjukan lagi batang hidungnya dan-

Brug!

Dia memukul Mingyu sekuat mungkin karena dia berani-beraninya mengajak Eunwoo untuk berendam bersama.

“Kau jahat sekali! Gimana jadinya kalau Eunwoo di sini,” omel Ryu Sujeong.

Mingyu tertawa jahat, “Haha itu memang tujuanku!”

Ih! Sujeong menggerutu tak jelas. Dia harus pergi dari sini sesegera mungkin, takut kalau ada bahaya lain yang mengancamnya!

“Aku harus pergi dari sini jadi tolong tutup matamu,” mohon Sujeong.

Mingyu pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Sujeong barusan. Toh dia tidak punya niatan untuk melihat lebih jauh. Namun sudah 5 menit dia menutup mata tak terdengar juga bunyi seseorang keluar dari kolam.

“Ya kau mengerjaiku y..a…”

Kim Mingyu syok saat melihat Ryu Sujeong tidak sadarkan diri. Buru-buru dia mengangkat Sujeong yang mengapung di air untuk menyelamatkannya. Sujeong tidak mati kan?!

♥♥♥

           “Hei hei seseorang keluar dari kamar mandi!” Yuju berseru saat mendengar bunyi pintu kamar mandi terbuka. Ketiga trio kwek-kwek ini bersembunyi dibalik meja lalu memantau siapakah orang yang keluar dari kamar mandi tersebut.

♥♥♥

          Alangkah kagetnya mereka bertiga saat melihat Kim Mingyu keluar sambil menggendong Sujeong ala bridal style. Apalagi Ryu Sujeong hanya dibalut dengan kemeja kebesaran milik Kim Mingyu.

“K..kok.. rencana kita ga..gal?” Ucap Eunha tak percaya.

“Kenapa harus Mingyu sih?” Geram Yuju.

“Ihhh menyebalkan!!” Kesal Jung Chaeyeon.

♥♥♥

          Setelah tak sadarkan diri selama 1 jam Ryu Sujeong akhirnya bangun dan melihat ke sekitar. Dia menyadari bahwa dia berada di dalam kamarnya. Merasa bahwa baju yang dia pakai lembab Sujeong pun melihat keadaannya dan-

“Omo!!!” Jerit Sujeong.

Dia syok melihat tubuhnya yang hanya dibalut kemeja putih yang tak dia tahu siapa pemiliknya. Sujeong mengecek lagi keadaan tubuhnya dan saat dia menghadap ke belakang, ia dikagetkan dengan Kim Mingyu yang berdiri dengan tatapan datar miliknya.

“K..kau.. apa yang kau lakukan?” Tanya Sujeong terbata-bata.

“Menurutmu?”

Srak! Sujeong menarik selimutnya lalu menutup tubuhnya agar Kim Mingyu tidak membayangkan hal yang macam-macam.

“Si..siapa yang menggantikan bajunya?” Tanyanya lagi.

“Ya akulah,” jawab Sujeong enteng.

“Ye?!?”

Sujeong semakin panik, seorang anak laki-laki melihat tubuhnya di saat dia tidak sadarkan diri. Hiks ibu maafkan anakmu, batin Ryu Sujeong.

“Harusnya aku yang kaget karena harus melihat sesuatu yang tidak ingin aku lihat!”

“Tapi..”

Hap! Mingyu melempar sebotol air mineral dingin yang dia ambil di kulkas mini milik Ryu Sujeong. Sujeong pun menerima air itu dan langsung bertanya kepadanya.

“Ke..kenapa?”

“Minum biar kau tenang,”

Bagaikan sebuah sihir, Sujeong menuruti apa kata Mingyu barusan. Ia meminum air itu dan kemudian Kim Mingyu meninggalkan kamarnya tanpa pamit.

“Huh setidaknya bilang sampai jumpa kek,” rutuk Sujeong sambil menatap pintu kamarnya yang telah tertutup rapat.

♥♥♥

          Jam telah menunjukan pukul 12 malam tapi Ryu Sujeong masih belum bisa terlelap. Kepalanya terasa pusing sehingga iapun memutuskan untuk mengambil es batu untuk mengompres kepalanya. Tak sengaja pula di ruang tengah dia bertemu dengan Lee Seokmin yang juga belum tidur, sama sepertinya.

“Seokmin-ssi kenapa belum tidur?” Tanya Sujeong sambil mengompres kepalanya.

“Aku lagi menikmati permainan pianonya Mingyu,”

Hmmm memang saat ini terdengar suara piano berbunyi. Hanya ada satu orang di dorm ini yang bisa memainkannya, siapa lagi kalau bukan Kim Mingyu.

“Seokmin-ssi seberapa dekat sih kau dengan Mingyu?” Tanya Sujeong.

“Sangatttt dekat! Dia itu penyelamat hidupku!” Celetuk Lee Seokmin.

“Hm ada apa emangnya?”

“Waktu aku SMP Mingyu membantuku terbebas dari tukang bully maka dari itu aku sangat dekat dengannya! Aku mendedikasikan hidupku hanya untuk Mingyu saat ini,”

“Mingyu begitu? Bukannya dia yang suka bully?”

Berdasarkan pengalamannya yang ditindas Mingyu membuat Sujeong tidak percaya begitu saja dengan cerita dari Seokmin.

“Yaaa aku serius! Dia itu sebenarnya sangat baik, hanya saja orang lain yang tidak menyadarinya karena image devilnya itu,”

Khayalan Sujeong langsung tertuju pada kejadian tadi di mana Mingyu menolongnya. Sebenarnya Mingyu itu baik dan tulus menolongnya. Sujeong sadar akan hal itu. Jika dia ditolong laki-laki lain belum tentukan dia aman sampai sekarang?

“Kenapa bengong?! Oh ya jangan cerita kepada siapapun aku pernah di bully, oke?”

Sujeong tersenyum tipis lalu menganggukan kepalanya, “Iya aku janji tidak akan cerita ke siapa-siapa kok Seokmin-ssi,”

TBC

Advertisements

Author:

wattpad @lovefinite87

One thought on “Black Devil & White Prince

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s