Posted in AU, Comedy, Fluff, General / G, LFI FREELANCE, School-Life, Vignette

[Freelance] Truth

truth

TRUTH

Author : Alvianit96

Main Cast : Jung Yein (Lovelyz) / Jeon Jungkook (BTS) / Boo Seungkwan (SVT)

Casts : Kim Donghyuk (iKON) / Kim Dahyun (Twice) / Ryu Sujeong (Lovelyz) / Jung Mimi(Gugudan)

Genre : school-life/fluff/comedy

Rating : G

Length : 1900 Words

Disclaimer : plot and story are mine. Casts are God’s,their parent’s and agency’s. No bashing.

Disarankan untuk baca  “Confession on liberation day” terlebih dahulu supaya lebih mengerti ceritanya.

 

(*)Happy Reading(*)

Terlambat lagi.

Dihukum lagi.

Hal yang biasa untuk seorang Jung Yein. Murid dengan otak encer namun tidak disiplin. Jangan lupa rude senior adalah nama kerennya dari para junior. Ini bahkan awal masuk semester 2 setelah berakhirnya liburan musim panas.

Dan jauh setelah insiden di pos 2 lomba lari marathon yang mengakibatkan korban pingsan,Kim Dahyun.

Kenapa Dahyun yang pingsan?

Karena gadis itu punya penyakit lemah jantung. Tapi,dia aman,karena Kim Donghyuk,senior manis tapi misterius -incaran Dahyun- dengan sigap menggendongnya ke klinik.

Lupakan insiden itu. Beralih pada Jung Yein yang tengah melap kaca gedung utama lantai satu. Dari bagian dalam begini,gadis pemberani itu bisa melihat para senior yang sedang berolahraga di lapangan basket.

Termasuk Jeon Jungkook.

“Masa iya sih Jungkook sunbae penyuka sesama jenis?”gumam Yein. Ia masih memikirkan kebenaran ucapan Jungkook waktu itu.

“Aku suka Boo Seungkwan.”

Bahkan seorang Boo Seungkwan kini tak pernah menganggunya. Dan lebih,ia bersikap canggung ketika bertemu Yein.

Yein bergidik ngeri.

“Kau ingin tahu jawabannya?”sebuah suara mengejutkan Yein.

Kim Donghyuk.

Senior misterius itu bahkan mengambil kain lap dan membantu Yein melap kaca.

“Maksud sunbae?”

“Kau ingin tahu kan jawabannya apakah Jungkook penyuka sesama jenis atau bukan? Panggil oppa!”Donghyuk tetap melap kaca meski berbicara. Yein terus menatapnya.

“Aku mendengar gumamanmu tadi. Tidak perlu bingung.”lanjut Donghyuk seolah tahu isi kepala Yein.

“Hhh. Oppa teman dekatnya kan? Pasti tahu kebenarannya.”terka Yein yang sudah kembali melanjutkan tugasnya.

“Aku tidak akan memberitahukannya padamu.”

“Lalu?”

“Aku akan menunjukkannya.”

×

×

×

Yein tak lagi fokus dengan pelajaran. Celotehan Byun ssaem untuk pelajaran Bahasa Inggris hari itu tak ada secuil pun yang masuk di telinga Yein.

“Apa yang akan ditunjukkan Donghyuk oppa. Bagaimana kalau mengerikan? Senyum Donghyuk oppa tadi benar-benar mengerikan.”batin Yein kemudian bergidik ngeri.

What’swrong,Jung Yein?”Yein terkesiap ketika Byun ssaem menegurnya.

“A-a-perutku sakit ssaem. A-a-aku harus ke toilet.”Yein bergegas lari ke toilet. Sebaiknya ia mencuci muka karena pikirannya yang sudah melayang kemana-mana.

Hancurlah bila ia meneruskan mengikuti pelajaran Byun ssaem. Bagaimana jika nanti dia keceplosan kata-kata aneh yang sudah menjadi kebiasaannya jika terkejut?

Di belokan sebelum toilet,Yein berpapasan dengan Jungkook. Pandangan mereka bersitatap yang malah membuat Yein semakin galau . Yein segera mengalihkan pandangannya dan berjalan lebih cepat.

“Kenapa masih deg-degan ya? Padahal kan sudah jelas dia sukanya dengan,Boo Seungkwan.”rutuk Yein pada pantulan bayangannya di cermin. Kedua telapak tangannya ditangkupkan di depan dada. Menghitung detak jantungnya.

“Kau masih memikirkan Jungkook?” kini sudah ada pantulan bayangan Sujeong di cermin. Sujeong baru saja keluar dari toilet.

Eonni… dengar ya tadi?”Yein meringis malu. Sujeong tertawa lalu mengibas-ngibaskan tangannya yang basah setelah dicuci di wastafel. Yein terus memperhatikannya. Tapi kemudian menghela nafas kecewa.

“Tidak usah terlalu difikir. Kurasa itu hanya akal-akalan Jungkook saja.”

“Maksud eonni?”

Alih-alih menjawab,Sujeong malah memberi senyuman aneh pada Yein dan meninggalkan gadis Jung itu dalam kebingungan.

Yein menghentakkan kakinya di lantai. Kesal. Seolah anak kelas 3 yang mengenalnya dan tahu dia menyukai Jungkook tengah mengerjainya.

×

×

×

“Yein-ah! Kau lesu sekali.Aku traktir minum yuk ?”Dahyun bergegas merangkul bahu Yein usai pelajaran berakhir. Yein masih membereskan buku-bukunya dan tersenyum melihat Dahyun yang nampak sangat bersemangat.

“Tidak biasanya kau menraktirku? Apa ada sesuatu?”tanya Yein curiga.

“Hahaha itu…”Dahyun pun berbisik pada Yein. Mata gadis Jung langsung terbelalak.

“Huaaa..Jjinja? Daebak!!”Yein membekap mulutnya tak percaya dengan apa yang baru dibisikkan oleh Dahyun. Sementara kini pipi Dahyun telah merah karena malu.

“Tapi,lepas dari itu semua,aku kesal dengan wajah lesumu hari ini. Padahal ini kan hari pertama sekolah.”Dahyun melipat kedua tangannya di depan dada dan menampakkan ekspresi kesalnya “Tidak seperti Jung Yein biasanya,”

“Aku hanya lelah,Dahyun-ah.”

“Kau tidak bohong kan?”

“Kim Dahyun!!”satu suara dari pintu kelas pun akhirnya mengakhiri konfersasi kedua gadia tingkat 2 SMA itu. Kim Donghyuk.

Oppa,aku mengajak Yein ngobrol di café milik oppa.”Dahyun sangat antusias.

“Hmm,”Donghyuk mengangguk. ”Aku juga harus berbicara sesuatu dengan Yein.”

×

×

Di hari minggu pagi yang cerah di penghujung musim panas,seorang Jung Yein sudah berada di Kimmy café,café milik keluarga Kim Donghyuk. Sebelumnya di rumah,Yein harus melakukan perang kecil-kecilan terlebih dahulu dengan Mimi,kakak perempuannya karena Yein telah memasuki daerah teritorial Mimi yang haram disentuh.

Lemari.

Meminjam celana,kemeja serta kupluk hitam. Milik Yein-baju dan atribut yang sama karena dibelikan ayahnya- sedang dicuci dan sialnya malam tadi hujan turun deras. Cuaca kini memang sulit ditebak. Peminjaman pakaian Mimi pun diproses dengan berbagai persyaratan hitam di atas putih.

Jika tidak demi cinta pertamanya,Yein juga lebih memilih menghabiskan waktu bermalas-malasan di rumah bersama kasur dan gorani-gorani pemberian orang tua dan Mimi di hari ulang tahunnya ke 17 kemarin.

Demi Jeon Jungkook.

“Kau sudah siap kan,Jung Yein?”Kim Donghyuk muncul dari lantai 2 dengan apron hitam menutupi celana jeansnya. Ia baru saja melap meja-meja di lantai 2.

Oppa yakin ini akan berhasil?”Yein nampak ragu. Dan…takut.

“Asal kau bisa tahan untuk diam dalam beberapa saat.”Donghyuk mengangkat bahu lalu melirik jam tangan digitalnya.

“Sebentar lagi dia datang. Ooh,itu mobilnya. Bergegaslah.”Yein bergegas memakai maskernya dan berlari menuju tempatnya bersembunyi.

Welcome,tuan Jeon. Meja nomer 07.”

Flashback

Sore itu,Kimmy café cukup ramai. Tapi untunglah Yein dan juga Dahyun masih mendapatkan tempat duduk. Kim Donghyuk bergegas membuatkan pesanan kedua gadis itu. Meski memiliki belasan perkerja,Kim Donghyuk memilih membuat sendiri pesanan untuk 2 hoobaenya ini. Karena salah satu dari keduanya adalah kekasih barunya.

Tentu bukan Yein.

10 menit kemudian,pemuda Kim dengan senyum hangatnya datang dengan 2 milkshake strawberry.

“Hari minggu nanti,Jungkook akan ke sini. Dengan Seungkwan.”

Uhuukkk!!!

Yein langsung tersedak di sedotan pertama milkshakenya.

“Yein-ah,kau baik-baik saja?”Daehyun panik.

“Aku uhukk baik-baik saja uhuukk.”Yein menepuk pelan dadanya. Dahyun ikut menepuk punggung Yein.

Sementara Donghyuk tertawa melihat respon Yein.

“Sepertinya kau benar-benar menyukai Jungkook,ya?”celetukan Donghyuk membuat kupu-kupu di perut Yein mulai menari-nari.

“Eh eomm…aku-aku juga tidak tahu. Aku hanya penasaran saja.”

“Aku bisa membantumu. Jungkook biasanya duduk di meja nomer 07 dekat jendela itu. Datanglah besok minggu. Kau bisa bersembunyi di kolong meja itu.”usul Donghyuk. Dahyun pun ikut mengangguk setuju.

“Kau bisa mendengarkan obrolannya dengan Mini Boo,Yein-ah.”lanjut Dahyun menyimpulkan maksud kekasihnya. Sementara Yein kini malah menatap ragu kepada sepasang kekasih di hadapannya itu.

“Harus ya?”

Dahyun menggelengkan kepalanya berkali-kali lalu menepuk keningnya. Otak encer milik Jung Yein sedang tidak berada di tempatnya,batin Dahyun.

“Kau sendiri kan yang ingin tahu? Aku hanya usul dan menepati janji ingin menunjukkannya. Kalau tidak mau ya aku tidak memaksa,”ujar Donghyuk santai.

Yein bimbang. Dilihatnya meja nomor 07 yang kini berisi sepasang kakek nenek yang tengah….bernostalgia? Mungkin.

Apa meja itu cukup untuk menyembunyikan tubuh bongsornya?

“Meja café ini cukup untuk menyembunyikan tubuhku yang lebih besar dari dirimu. Jangan khawatir. Taplaknya juga full sampai bawah,kan?”Donghyuk benar-benar seperti cenayang,batin Yein. Ia bisa tahu apa yang dipikirkan si gadis Jung.

“Okelah.”

Flashback end

Yein merasa ia seperti kucing yang tengah bersembunyi dari kejaran segerombolan anjing jalanan. Kini di meja nomer 07 sudah ada Jungkook dan Seungkwan. Yang perlu Yein lakukan sekarang hanyalah menyimak percakapan keduanya. Donghyuk sendiri sudah berjanji tidak akan memutarkan musik sampai misi selesai supaya Yein bisa mendengarkan dengan jelas.

“Kau hoobae yang pingsan waktu itu kan?”

Itu suara Jungkook. Sepertinya Dahyun sudah datang. Gadis itu bilang ingin membantu Donghyuk hari minggu ini.

“Dia kekasihku,Jeon Jungkook. Jangan macam-macam.”

Yein bisa mendengar jelas sahutan Donghyuk dari pantry. Setelah Jungkook dan Seungkwan memesan minuman dan makanan mereka dan Dahyun juga pergi meninggalkan meja itu,Yein merasa jantungnya berdegup lebih cepat.

“Aku minta maaf soal di pos 2 lalu. Kau tidak berfikir aku benar-benar menyukaimu,kan?”itu suara Jungkook. Yein tahu karena suara Seungkwan cempreng mirip ahjumma.

“Tentu saja tidak hyung. Hanya aku jadi tidak enak saja di sekolah,”nah kan? Apa Yein bilang?! Suara Mini Boo itu mirip ahjumma.

“Itu.. kau tidak perlu khawatir. Aku sebenarnya melakukan itu karena butuh bantuanmu.”

Kali ini Yein benar-benar memasang telinga baik-baik. Sepertinya, hampir sampai di pokok pembahasan.

“Apa kau bermaksud memanfaatkanku,hyung?”

“Bisa dikatakan begitu. Eh,tidak juga,maksudku… ehmm kau dekat dengan Jung Yein,kan?”

Tunggu.

Yein tadi tidak salah dengar,kan? Namanya disebut?

Kaki kiri Yein mulai kesemutan. Tangan kanannya membekap mulut dan hidungnya yang meskipun sudah memakai masker,bau tak sedap masih bisa juga tercium. Entah ini kaus kaki Jungkook atau Seungkwan.

“Iya juga. Tidak juga. Kenapa memangnya?” terdengar nada kesal dari kata-kata Seungkwan. Sepertinya Seungkwan benar-benar tidak nyaman dengan kejadian itu karena memang berdampak cukup besar di sekolah.

Bahkan beberapa teman menjauhinya. Pula sindiran dari para fans anarki Jungkook. Sedangkan Boo Seungkwan hanyalah seorang laki-laki yang sangat lemah bila merasa tertindas.

“Apa kau menyukainya? Sepertinya kau sering menggodanya.”

Yein ingin tertawa sejujurnya mendengar pertanyaan Jungkook itu. Dan tanpa disangka Yein,Seungkwan pun tertawa-sebagaimana yang ingin Yein lakukan andai ia tidak sedang dalam persembunyian- merespon pertanyaan Jungkook. Tertawa terbahak pula.

“Hahaha mana mungkin aku menyukai yeoja galak seperti dia? Bahkan induk singa yang kehilangan anak pun kalah ganas dengan Jung Yein hahahha,”

TAK! DUKK!

Seungkwan memukul-mukul meja. Oh,andai ini bukan persembunyian,Yein yakin sekali ingin menjambak sampai botak rambut ikal Boo Seungkwan. Otaknya sekalian kalau bisa. Bila perlu disetrika.Bisa tidak sih Seungkwan hanya tertawa tanpa perlu memukul meja?Yein menggerutu dalam hati.

“Lalu mengapa kau terus menggodanya?”

“Aahh itu…hanya suka saja. Karena respon Yein yang marah-marah itu lucu sekali. Ia juga baik karena meskipun aku sering dibentak-bentak,tapi, ia selalu membantuku setiap aku susah. Bahkan ia membantuku audisi di agensi milik pamannya dan sekarang aku trainee di tempat itu. Dia teman yang menyenangkan.”

Tolonglah,Yein butuh tisu. Mendengar jawaban Seungkwan tadi,Yein pun jadi ingat,ia memang sering membantu Seungkwan. Yein merasa iba saja karena Seungkwan jauh dari orangtuanya dan hanya sebatang kara di Seoul. Tentu hal yang berat untuknya. Yein jadi ingin menangis.

“Ohya? Aku tidak pernah tahu kau adalah seorang trainee.”

Terdengar langkah kaki seseorang. Sepertinya pelayan yang mengantar pesanan keduanya. Karena yang didengar Yein bukan suara Dahyun maupun Donghyuk.

Atau jangan-jangan sejoli itu meninggalkan Yein di kolong meja sendirian?

“Terima kasih,” Seungkwan berterima kasih pada pelayan yang telah menggantar makanan.”Lalu maksud hyung di pos 2 itu apa?”lanjutnya. Yein kembali menyimak.

“Ahh..itu. Sebenarnya aku juga suka Jung Yein sejak bertemu pertama di masa orientasi kalian dulu.”

Yein menelan salivanya. Matanya ikut terbelalak. Mengejutkan.Iakembali teringat insiden ketika ia pingsan karena lupa sarapan di hari pertama masa orientasi. Saat siuman,orang pertama yang dilihat Yein memang senior tampan ini, Jeon Jungkook.

“Kau serius hyung?”

“Tentu saja. Aku hanya tidak suka seorang gadis yang mengungkapkan perasaannya duluan. Dan waktu itu banyak orang. Aku hanya tidak ingin Yein dilukai oleh followerku.”

Neoui keonbeushai

I really really like you

Neoui keonbeushai

“Ponselmu hyung?”

“Bukan. Milikmu?”

“Bukan.”

Tentu saja. Karena itu ponsel Yein. Yein menepuk keningnya. Ceroboh sekali karena lupa dimode silent. Setelah melihat layar ponselnya,ternyata Jung Mimi,kakaknya.

“Lalu?”

Sreett!!

“ASTAGA!!”

Yein meringis setelah taplak meja disibakkan oleh Jungkook. Gadis itu akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya.

“Jung Yein? Apa yang kau lakukan?”Seungkwan terkejut bukan main mendapati orang yang sedari tadi menjadi bahan gunjingannya dan Jungkook ternyata berada di kolong meja keduanya.

“Aku yang menyuruhnya.”Donghyuk dan Dahyun muncul dari pantry. Dahyun merangkul bahu Yein yang lebih tinggi darinya. Yein terus menunduk malu.

“Untuk apa?”tanya Jungkook bingung. Ia masih tidak memahami keadaan ini. Dan yang ada dipikirannya sekarang adalah ‘apakah Yein mendengar omongannya tadi?’

“Kau sudah membuat gadis ini galau,Jeon. Dia sudah berfikir kau benar-benar menyukai sesama jenis. Jadi, kusuruh saja dia membuktikan sendiri.”papar Donghyuk.

Yang Jungkook sadari saat ini adalah ia malu. Malu terhadap gadis yang sudah ditaksirnya sejak tahun lalu. Ia hanya bisa mengacak rambutnya.

Jwosonghamnida.”suara Yein lirih sambil membungkuk 90° meminta maaf pada Jungkook.

“Maafkan aku sunbae,” lanjutnya .

×

×

×

Kini kelima orang tadi sudah duduk di meja 07. Donghyuk memberikan free milkshake strawberry untuk Yein karena sukses dengan misinya.

“Kalau begitu,kau sudah tahu kan,Jung Yein?”Jungkook memecah kecanggungan yang ada.

“Tahu apa?”tanya Yein tidak paham.

“Tahu kalau aku-bukan-penyuka-sesama-jenis.”Jungkook malu-malu. Ia menggaruk tengkuknya. Sementara peserta konferensi meja 07 yang lain hanya bisa menahan tawa.

Yein mengangguk.

“Lalu,bagaimana? Kau mau menerimaku kan? Aku-aku menyukaimu,”

Yein kembali mengangguk tapi tidak menunduk lagi. Sekarang gadis Jung itu nampak lebih bersemangat.

“Jadi,kita kencan mulai hari ini?”

Yein lagi-lagi hanya mengangguk tapi dengan pipi bersemu merah.

“Huwaaaa… aku bisa melihat matahari di wajahmu,Yein-ah. Kau nampak lebih bercahaya daripada kemarin-kemarin.”goda Dahyun.

Atmosfer meja 07 pun kini membaik.Dengan jadiannya Jungkook dan juga Yein. Seolah dihujani aneka bunga dan balon-balon hati juga gelembung sabun.

“Jungkook Hyung…” hingga satu suara memecah atmosfer penuh cinta itu. Boo Seungkwan.

.

.

.

“Kau berhutang konferensi pers dengan rakyat Sekang mengenai kesalahpahaman hubungan kita.”

Dududu dududu duDudung📣📣📣📣

Hey Hello… good people👉👉👉

Sehat selalu yaah…

Ini sequel dari “Confession on Liberation Day” masih ingat kan ?

Pura pura inget deh kalo lupa hihi😆/maksa🔨🔨

Jangan lupa jejaknya yaa… maaf jika ff gak jelas bin hancur ini mengecewakan. Tapi aku selalu berharap kalian kepencet eeh kebaca..hihi😂😂 ya biar bisa dikasih kritik,saran,nasehat dan duit.hahah 😄😄

Jigeum kkaji Alvianit96…. Sehat selalu ya kalian semua..good luck segalanya!! 💪💪

GOMABSEUMNIDA!!😉😉😉😉😉

Advertisements

Author:

Halo Lovelinus!^^ Senang membaca fanfiksi atau membuat fanfiksi dengan karakter Lovelyz? Blog ini merupakan blog yang berisi fanfiksi-fanfiksi dengan karakter utama Lovelyz ^_^

6 thoughts on “[Freelance] Truth

  1. Kemarin mau komen di Confession on Liberation Day tapi error jd ga masuk komennya T^T Huhu~
    Ngakak baca ini,apalagi pas bagian Yein nguping pembicaraannya Jungkook ama Seungkwan x’D Cie akhirnya uri hwanggeum maknaedeul jadian~~ :3 (di cerita ini maksudnya xD) Makan-makan~~ /lho?/
    Ditunggu karya selanjutnya~ ;D

    Like

    1. makasih ka raissa bow
      wuahh iya kak,makan-makannya minta mereka ya…hihi
      artikelnya mereka itu ada sedih tapi bahagia,haha ngomong apa aku nih..

      aku juga nunggu karya ka raissa lagi,thx alot ka :))

      Like

  2. Demi apa aku masih inget story sebelumnya loh kakk
    Wkwkwk
    Sekarang sites ini kayak jarang aktif gitu ya? Mungkin sebagian besar banyak yang pindah ke wattpad atau itu cuma perasaanku
    Idk, but i love this story so much
    Mau bikin next chap or no?

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s