[Freelance] Menunggu

mpa1

Karena semilir angin yang membawa penantian pergi, hingga yang dinantikan tak kembali

….

Menunggu

Written by ANi

Cast(s) of Lovelyz’s Kim Jiyeon with mention EXO’s Do Kyungsoo

Sad and Romance

Teen rated on Ficlet

 Thanks for Amazing Poster by Ravenclaw via Poster Channel

Warning!Out Of Character>.<

===

Si gadis kini duduk termangu di bawah cakrawala. Hendak pula sang mentari tergantikan oleh rembulan. Semilir angin musim gugur bergantian menerpanya, bersamaan deburan ombak pada tebing pantai yang kehitaman dan curam.

Kim Jiyeon namanya.

Wajah porselen itu tak minat rasanya menikmati semilir angin. Sesekali ia menggosok kedua telapak tangannya yang memutih bersama buku-buku jari, dingin juga rasanya. Walau masih terasa lebih dingin –ditambah beku- ketika hatinya meronta tak jelas.

Berubahlah kemerahan wajah ayunya menjadi pucat pasi dan mentari kembali pada peraduan. Kakinya menuntun dengan jalan lambat ke sebuah rumah sederhana, berwarna cokelat dan putih gading, persis seperti rumah-rumah yang ada di Eropa, bergaya Victorian.

Namun, ketika malam menjelang menaikkan kembali eksistensinya, Jiyeon selalu tersenyum dengan menatap sekumpulan bintang. Kini yang menghinggapinya adalah lupa.

Sungguh, Jiyeon lupa caranya tersenyum.

Kendati otaknya terpenuhi nama satu orang pria. Ketika penantian mengejarnya, tak juga ia menemukan titik pertemuan.

Atensinya menatap bingkai di sudut ruangan. Lengkungan kurva dan terbentuknya –yang persis mirip- bulan sabit pada dua pasang mata itu tercetak dalam potret yang malah membuatnya mengupas memori lama.

Potret lamanya bersama seorang pria, Do Kyungsoo.

Rasanya Jiyeon tersesat dalam hutan, entah akan pulang lewat jalan yang mana. Entah pula ia akan menemui seseorang atau tidak. Karena keterpurukan sudah membawa Jiyeon tenggelam terlalu dalam, membawanya terseret jauh tak tahu dimana.

Yang Jiyeon cukup yakini, kau akan segera pulang.

||Menunggu||

Oppa mau kemana?” tanya seorang wanita berambut sebahu.

“Mau ke ruang operasi. Ada pasien usus buntu yang harus dioperasi,” katanya lalu merajut langkah dengan jasnya yang berkibar.

“Oppa, ada informasi darurat,” ujar si wanita menyela. Menahan sang pria untuk lekas ke ruang operasi.

“Apa, sih? Katakan saja nanti Hayoung-ah,” cetusnya kesal dan kembali melangkah lebar-lebar.

“Ini tentang Kyungsoo oppa,” si pria tak lantas kembali merajut langkah. “A-aku dapat kabar tadi pagi dari Jiae unnie. Katanya Kyungsoo oppa kecelakaan dan dia ditemukan dalam keadaan tak bernyawa setelah dua hari pencarian,”

Sehun mendengus lalu tertawa sinis, “Jangan bercanda. Dia berjanji akan kembali,” katanya dan berjalan menuju ruang operasi.

“Aku serius, o-oppa. Kenapa oppa tak pernah percaya padaku?” tanya Hayoung dengan terisak.

||Menunggu||

Musim gugur selalu datang saat penghujung tahun mulai tampak. Daun-daun berubah oranye seperti yang terjadi ditahun-tahun sebelumnya. Terus seperti itu, sebelum musim dingin mulai menghujani sebagian belahan bumi utara dengan salju dan menyelimuti kota.

Dan rutinitas Jiyeon adalah mengambil cuti selama satu atau dua pekan. Sekedar menikmati guguran daun-daun maple yang tak bisa ia temukan di Seoul. Ia beralih ke bumi Eropa. Terbang selama berjam-jam.

Tidak, Jiyeon tak pernah sendiri. Selalu ada Kyungsoo. Terus seperti itu, hingga akhirnya Kyungsoo tak lagi menggenggam tangannya saat penerbangan berlangsung. Ia terbang sendirian.

||Menunggu||

-karena semilir angin yang membawa penantian pergi-

Malam itu angin berhembus kencang. Enggan rasanya Jiyeon berlama-lama berada di luar. Bisikan angin, gemuruh awan kelabu, rintikan air langit, aneh rasanya terjadi di bulan saat musim gugur berlangsung dengan keadaan selalu cerah-walaupun sebenarnya musim gugur memang seperti itu. Entah itu saat mentari masih menghiasi diri di langit atau rembulan menyinari bumi.

Dengar suaraku. Terakhir kali kita bertemu. Ditempat ini. Akan membawaku pergi. Bersama denganmu yang tak lagi terus dikejar mimpi buruk. Karena aku mencintaimu. Jumpa lagi nanti, ya. Janji.”

Bohong kalau Jiyeon tak ingin menangis. Bohong kalau Jiyeon tak sedih. Bohong, semuanya bohong ketika ia tersenyum manis. Yang diinginkannya hanya satu orang, Do Kyungsoo.

-hingga yang dinantikkan tak kembali-

Penghujung tahun terus mencapai permukaan. Dinginnya udara musim membawa Jiyeon kembali ‘beku’ secara keseluruhan, atas segala hal. Cukuplah sampai disini kisahnya. Karena musim dingin akan membekukan segala hal, termasuk penantiannya yang beku lalu berubah menjadi kepingan kenangan.

The End

===

Ini adalah OTP kesayangan, tetap sayang juga KeiMin dan KeiJosh kok. Berhubung Kei x D.O itu jarang banget ya kayanya aku bakal menghiasi ff Kei dengan pair ini. Ikhlaskan aja mereka, anak orang loh/plak

Mind to review?^^

 

Advertisements

4 thoughts on “[Freelance] Menunggu

  1. mba jiyeon dipair dengan siapa aja mah enak. cantik sih mbaknya imut2 kaya boneka hahaha haduuh
    ANi kamu lg bnyak waktu luang ya update terus..hihi
    suka ih ffnya,,,sedihnya sampai mana :’) :’)
    semangat ya ANi ….sehat selalu :)) :))

    Like

    • Aku lebih suka mereka sih sebenernya. Sebenernya ini aku kirim di masa padat dengan tugas sekolah, udah lama banget /aku pake wifi dan komputer sekolah buat kirim ff, bhaks/
      Semangat juga dan sehat selalu, Kak Alvi^^

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s