Posted in Drabble, LFI FANFICTION, PG-13, Richan, Romance

[Drabble] For You

kyungae.jpg

Tittle: For You

Cast: Yoo Jiae (Lovelyz) & Do Kyungsoo(EXO)

Genre: romance

Rating: PG-13

Lenght: drabble

Disclaimer:

The story is mine. The cast is belongs to God.

Happy reading~

“Jiae-ya!” panggil seorang lelaki dengan nada kesal.

Wae?” dengan wajah datar, gadis bernama Yoo Jiae itu menoleh ke arah lelaki yang tadi memanggilnya.

“Kau sudah membuat kesalahan besar pada kue ini!” ucap lelaki itu kesal. Jiae yang mendengarnya langsung menghampiri lelaki itu dan memperhatikan kue yang barusan ia buat bersama dengan lelaki itu.

“Bagian mana Kyungie?” tanya Jiae.

Lelaki yang bernama Do Kyungsoo itu menjawabnya dengan menunjuk ke arah hiasan kecil yang menempel di atas kue tersebut.

“Seharusnya kau tidak menempelkan itu Jiae, kita tidak membutuhkannya!” omel Kyungsoo dengan nada sdikit kesal.

Jiae hanya menggelengkan kepalanya. “Tidak tidak Kyungie, aku yakin pasti pelanggan itu akan menyukainya.” Ucapnya dengan penuh keyakinan.

Kyungsoo yang melihatnya hanya bisa diam saja. Ia tahu benar karakter Jiae. Lalu sekon selanjutnya, ia menghela napas panjang.

“Ya sudah kalau begitu, aku akan mengantarkan ini.” Kyungsoo hanya bisa mengalah pada gadisnya yang keras kepala ini.

“Aku pergi dulu.”

Belum sempat Kyungsoo beranjak dari dapur, Jiae menempelkan krim pada hidung Kyungsoo.

“YAK!”

Jiae langsung kabur dari amukan Kyungsoo dan berlari ke depan toko.

“Dasar gadis itu!”

~~~

Setelah mengantarkan kue pesanan kepada pelanggannya, Kyungsoo segera kembali ke tokonya.

Kyungsoo mengerutkan keningnya. Ia sama sekali tidak melihat batang hidung gadisnya.

Kenapa Jiae tidak menjaga toko? Kemana dia?

Dari arah belakang, Jiae mengendap-endap untuk memberikan kejutan untuk Kyungsoo.

“KYUNGIE!!!” teriaknya senang.

Tubuh Kyungsoo menegang seketika. “Yak! Kkamjagya!”

“Hehe…” Jiae hanya menampakkan cengiran khasnya itu. kyungsoo hanya menghela napasnya, ia kalah dengan gadis yang satu ini.

“Kyungie~” panggil Jiae.

“Eum?” balas Kyungsoo dengan datar.

Jiae mengembangkan senyumannya. “Aku punya sesuatu untukmu.” Ucapnya.

Mwoya?”

“Chaja!” Jiae menyerahkan cupcake dengan cherry yang menempel di atasnya.

Kyungsoo terdiam sejenak.

SRET!

Kyungsoo mengambil cupcake itu dengan cepat dan membuat Jiae tersentak. “Yak! Mau kau apa kan cupcake itu?!”

“Tentu saja aku ingin memakannya, kau memberikan ini padaku kan?” balas Kyungsoo sambil berjalan ke salah satu meja yang ada di kafe tersebut.

Lelaki itu langsung memakan cupcakenya dengan gerakan santai.

Eotte? Eotte?” tanya Jiae dengan penuh harap.

Kyungsoo memejamkan matanya dan mengerutkan keningnya, menunjukkan bahwa ia sedang berpikir untuk mengungkapkan bagaimana rasa dari cupcake buatan yeojachingu-nya sendiri.

“Hmm… rasanya sudah enak, tapi kau masih harus memperbaiki tentang adonannya, Jiae-ya.”

Jiae yang awalnya tersenyum kini mengecutkan bibirnya kesal. “Wae? Apa yang salah?”

“Kau masih belum rata mematangkannya, chagi.”

Arraseo, aku tidak akan mengulainya, songsaengnim.” Ucap Jiae. “Ckk.” Kyungsoo terkekeh kecil, lalu ia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Jiae.

“Kau yang habiskan.” Ucap Kyungsoo sambil melenggang pergi ke dapur. Jiae hanya terdiam sejenak, lalu ia menyunggingkan senyum kecilnya dan langsung menyusul Kyungsoo.

“Kyungie.” Panggil Jiae.

Kyungsoo membalikkan tubuhnya, “Eum?”

Jiae tidak membalasnya dan malah mendekatkan dirinya di hadapan Kyungsoo. Kyungsoo mengerutkan keningnya, ia bingung dengan gadis di hadapannya ini.

“Yak kau mau—”

CUP!

Jiae menempelkan bibirnya tepat di bibir Kyungsoo dengan singkat. Kyungsoo hanya mematung di tempat.

Gomawo, karena sudah mau mencoba dan mengkritik kue buatanku. Na jinjja haengbokhae.” Jiae menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman manis, sedangkan Kyungsoo menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan.

“Yak, berhenti menatapku seperti itu! Ayo kita pulang, ini sudah malam.” Ucap Jiae sambil menarik tangan Kyungsoo dan pergi untuk mengambil barang-barang mereka.

Kyungsoo menghentikan langkah mereka. Jiae tersentak dan langsung membalikkan badannya.

“Jiae-ya.”

Nee?”

Bukannya menjawab, Kyungsoo malah menarik Jiae ke dalam pelukannya. Gadis bermarga Yoo itu membulatkan matanya sempurna.

Kyungsoo melepaskan pelukan mereka pada detik ke lima belas. Setelah itu, ia menatap Jiae dengan tatapan yang sangat lembut.

Nan jinjja neomu neomu saranghaeyo, Jiae.”

Nado, Kyungsoo-ya!” balas Jiae dengan senyuman yang mengembang di wajahnya yang manis itu.

“Ayo kita pulang.” Ajak Kyungsoo sambil menarik tangan Jiae ke dalam genggamannya.

Jiae membalasnya dengan anggukan yang mantap.

“Aaahh… Jeotda.” Ucap keduanya bersamaan.

 

 

*fin

 

 

 

Hai hai hai!!! Kembali lagi dengan Author Richan ^^v

Maapkan diriku yang jarang ngepost ini :”v karena tugas yang numpuk dan membuat stress, jadi Richan gak bisa mikir ide, dan akhir-akhir ini juga Richan sering sakit /malahcurhat/ maaf yaa…

Richan usahain lagi biar bisa ngepost dengan cepat.

FIGHTING!!

Makasih yang sudah mau baca^^

Jangan lupa sarannya ya ;D

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s