[Goodbye 20] Oh!

Sujeong memang bodoh, mau saja berubah untuk senior yang ternyata sudah memiliki pacar

oh-by-magnaegihyun

.

Title : Oh! | Scriptwriter : magnaegihyun | Genre : School Life, Romance, Fluff | Duration : Vignette | Rating : PG-13 | Starring : Ryu Sujeong, Kim Taehyung, Jung Yein |

.

Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the cast? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC>< |

*

 

It’s the first time I’ve spoken like this

I fixed my hair and put make up too

Why do you only not notice me?

 

“Wajahmu kenapa, Sujeong-a?”

 

Yein menanyai sahabatnya sejak SMP itu. Di hari terakhir orientasi dimana sesudah ia, Sujeong, dan Shannon menari untuk mewakili kelasnya itu. Padahal yang merencanakan penampilan ini dengan semangat adalah Sujeong sendiri. Yein sih ikut saja kalau tidak ia pasti tidak diajak bicara oleh Sujeong selama seminggu, sedangkan Shannon ikut karena disuruh kakak kelas pendamping kelas mereka. Jangan ditanya, jika Yein yang memaksa Shannon, ia mungkin akan dipelototi habis-habisan oleh gadis galak itu.

 

“Nggak—nggak kenapa-kenapa kok.”

 

Sujeong menjawab dengan raut dingin kemudian berbalik pergi menjauh dari area aula sekolah membuat Yein mengernyit. Perasaan, yang moodnya mudah berubah Yein sendiri, kok sekarang Sujeong? Well, padahal dia melakukan penampilan tadi dengan ceria. Sujeong juga bukan orang yang suka menari, ia lebih suka bernyanyi, tapi demi penampilan tadi, Sujeong rela.

 

“Sujeong kenapa? Kesambet?”
Yein hampir saja berteriak tapi kemudian menoleh dan mendapati Shannon memegang lengannya,”Ih, kau menakutiku saja. Jangan bicara sembarangan, ini sudah malam.”

 

Shannon mencibir,”Kau saja yang gampang ketakutan, ayo ke anak-anak kelas.”

Yein pun mengangguk mengikuti. Ketika ia dan Shannon berbalik mendapati Kim Mingyu sedang memandangnya. Yein balas memandangnya dan melemparkan ucapan sengit ‘Apa lihat-lihat’ tanpa suara. Mingyu yang menyadari bahwa dirinyala yang dimaksud Yein hanya tertawa kemudian mengabaikannya begitu saja.Kim Mingyu bukanlah orang asing, maksudnya mana mungkin Yein membalas sengit pada orang yang tidak dikenalnya. Kim Mingyu hanyalah teman sekelasnya saat SMP.

 

 

.

 

 

Oke fix, kali ini Sujeong sedang kesal. Apa mungkin ini yang disebut patah hati? Ya ampun, Sujeong baru kali ini merasakannya. Ini mungkin hormon Sujeong yang memang sudah saatnya merasakan labilnya masa remaja, mood Sujeong hari ini naik turun begitu saja seperti grafik nilai pasar tukar dolar dengan rupiah yang mudah terombang-ambing.

 

Tunggu, kenapa Sujeong harus patah hati? Ia tidak memiliki pacar, lalu siapa yang harus disalahkannya jika ia patah hati. Ya, ini tidak bisa disebut dengan patah hati. Tapi, jika Sujeong sekarang merasakan kesal dan tidak suka melihat seorang lelaki dan perempuan bersama itu namanya patah hati kan. Ia ingat kok saat kakaknya sering bercerita dulu saat ia baru masuk SMA seperti dirinya sekarang.

 

“Sujeong?”

 

Sujeong menoleh mendengar namanya dipanggil,”Oh, Sunbae?”

 

Lelaki yang membuat Sujeong berefek seperti ini muncul juga. Sujeong tidak tahu harus bersikap seperti apa sekarang. Memang, lelaki itu tidak bersalah, tapi ia juga sakit hati kan gara-gara lelaki itu. ia rela menampilkan tarian So Nyeo Shi Dae tadi kan juga karena lelaki itu. Ia ingat kok bahwa lelaki itu yang menyarankan kelas mereka untuk meng-cover Oh! Milik So Nyeo Shi Dae dan lelaki itu pulalah yang menyuruh Sujeong untuk tampil. Setelah tampil, kali ini untuk apa Sujeong berusaha sekeras itu, jika lelaki yang disukai Sujeong menyukai orang lain atau mungkin saja sudah memiliki kekasih.

 

“Kau tidak enak badan? Kau tidak bersama Yein seperti biasanya?”

 

Sujeong diam sejenak mendengar suara lelaki itu bicara lembut padanya. Huh, karena hal itulah Sujeong sering salah sangka. Oke, lelaki ini hanyalah senior pendamping kelasnya saat orientasi, tetapi kenapa lelaki ini sering terlalu ramah dan baik pada Sujeong. Kan Sujeong jadi selalu berbunga-bunga sendiri karenanya. Apalagi senior itu juga tampan.

 

“Aku baik-baik saja, sunbae.”

 

Lelaki itu tersenyum kemudian mengacak rambut Sujeong,”Untung saja. Kalau begitu ayo ke aula, jangan sendirian di sini.”

 

Ya, inilah. Ini yang membuat Sujeong merasa bahwa lelaki itu juga menyukainya. Dia selalu perhatian, selalu mengacak rambut Sujeong seenaknya. Apalagi bagi Sujeong yang baru masuk SMA, hal itu membuatnya merasa ada kupu-kupu yang berterbangan di perutnya. Sujeong tidak mau merasa seperti itu lagi. Ia tidak mungkin kan menyukai orang yang tidak ada harapan untuknya sama sekali.

 

“Kenapa diam saja? Ayo!”

 

Lelaki itu mengulurkan tangannya pada Sujeong membuat Sujeong merutuk dalam hati gelisah, tapi a harus benar-benar menanyakannya,”Apa sunbae memiliki pacar?”

 

Lelaki itu menurunkan uluran tangannya tampak kaget dengan ucapan Sujeong. Sujeong yang mengatakan itu saja pipinya sudah memerah. Sujeong tahu kok itu pertanyaan yang tidak lazim ditanyakan seorang perempuan, tapi ia benar-benar penasaran.

 

Sujeong meneruskan ucapannya mencoba mengungkapkan alasan dari pertanyaan yang begitu tiba-tiba itu,”Eh—tadi—aku melihat sunbae bersama seorang perempuan dan kelihatannya dekat. Kata Sungjae sunbaenim tadi namanya—Joohyun sunbae kalau tidak salah. Apa dia pacarmu, sunbae?”

 

Lelaki itu memandang Sujeong lekat seolah menyadari sesuatu,”Apa itu yang membuatmu sendirian saja sekarang?”

 

“Ja—jawab sajalah, sunbae. Aku kan yang bertanya duluan.”

 

Lelaki itu tersenyum melihat reaksi Sujeong membuat Sujeong mengernyit,”Ke—kenapa?”

 

“Kau benar-benar lucu, Sujeong-a,” Lelaki itu menjawab singkat dan kembali mengacak rambut Sujeong.

 

Sujeong memegang pergelangan tangan lelaki itu untuk menghentikan acakan di rambutnya kemudian menatap lelaki itu,”Jangan mengacak rambutku.”

 

Lelaki itu tersenyum lagi,”Baiklah, maaf.”

 

Sujeong diam saja. Ia benar-benar malu sekarang. Ia juga tidak benar tahu harus berbuat apa, sehingga ia hanya membasahi bibir gelisah menanti jawaban yang datang dari lelaki didepannya itu. Setidaknya, di balik riasan wajahnya yang sudah dilakukan Sooyoung sunbae ia bisa menyembunyikan pipi memerahnya yang mungkin sama saja dengan kepiting yang direbus.

 

“Ah ya—mengenai pertanyaanmu. Jangan terlalu percaya pada perkataan Sungjae, Joohyun sunbae hanyalah seniorku di SMP dulu.”

 

“Ah—begitu,” respon Sujeong pelan, ia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa, karena ia sudah malu mengetahui bahwa dirinya salah sangka.”

 

“Ka—kalau begitu, aku ke aula dulu, sunbae.”

 

Sujeong pun berbalik cepat dan mencoba untuk berjalan menjauh namun ia terhenti oleh panggilan lelaki itu,”Ah ya—tunggu!”

 

“Kenapa?”

 

Lelaki itu tersenyum manis,”Selamat ulang tahun ya, kudengar tadi Yein dan Shannon membicarakannya?”

 

“Hah? Oh, terima kasih,” balas Sujeong dengan tersenyum.

 

“Kau juga sangat cantik tadi—nah, ayo pergi!”

 

Sujeong membeku. Pendengarannya tidak salah kan? Ia baru saja mendengar bahwa Taehyung sunbaenya memujinya cantik? Ya ampun mimpi apa dia semalam? Ia tampaknya harus benar-benar berterima kasih pada Yein dan Shannon untuk membicarakan ulang tahunnya, meskipun ucapan itu saja yang menjadi hadiah ulang tahun dari Taehyung pun ia tidak apa-apa. Tidak sia-sia, ia mau belajar menari ataupun diriasi seperti ini. Akhirnya, Taehyung kini melihatnya!

 

 

“Kasihan, ya, Sujeong.”

 

Gadis berambut cokelat menoleh mendengar ucapan gadis di sebelahnya,”Kenapa? Mood buruknya tadi?”

 

“Kau ini—nggak peka ya? Sujeong mau tampil bersama kita tadi kan karena Taehyung sunbae menyuruhnya, tapi sayang di hari ulang tahunnya seperti ini, dia tahu kalau Taehyung sunbae sudah punya pacar.”

 

Gadis yang satunya mengangguk-angguk,”AH! Padahal dia tidak pernah seperti itu loh sebelumnya.”

 

Taehyung yang menjadi salah satu objek pembicaraan kedua gadis itu tersenyum sendiri kemudian berjalan mendekati kedua gadis itu menepuk bahu mereka pelan,”Aku tidak memiliki pacar kok, jangan sok tahu seperti itu.”

 

Sunbae mendengar semuanya?”

 

-FIN-

 

Happy birthday buat Sujeong, kalau aja aku sekolah di SOPA, pasti kita sekelas, tapi sayangnya aku belum pernah ke korea-_- Well, semoga tambah cantik, tambah kece, dan tambah-tambah lainnya.

Maaf untuk ff nggak jelas seperti ini, mencoba fluff tapi nggak tahu fluffnya di mana. Ah ya dan maafkan kalau karakter Sujeong disini terlalu frontal ya? Aku pilih prompt yang menarik sih buatku jadinya gini. Ini terinspirasi dengan random chat yang kubuat di wattpad, mungkin before storynya? Kalau ingin sesuai dengan random chat itu harusnya pake bahasa lo-gue, eh tapi kayak kurang gimana gitu, jadinya begini. Semoga aja nggak aneh bacanya.

Sleepy,

magnaegihyun

 

 

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s