[Ficlet] Thank You

Standard

thank-you

Angelina Triaf ©2016 Present

Thank You

Hong Jisoo (Seventeen) & Kei (Lovelyz) | Slice of Life | G | Ficlet

Ever since I met you, every day is different.

0o0

Langkahnya mantap, selalu seperti sebelumnya ketika menatap hari yang baru. Tersenyum pada setiap pasang mata yang memandangnya, entah menyapa ataukah hanya kekaguman dari jauh. Kei terbiasa menerimanya, ia memang pantas menerima itu semua. Kebaikan hati selalu mengantarkan pada kebaikan yang lainnya.

Satu anak kecil berjalan didampingi dengan susternya, lain halnya seorang manula yang duduk di kursi roda dengan seorang wanita muda yang tengah menyuapinya. Mengingatkan Kei, sepertinya ia belum menyentuh sarapannya pagi ini.

Morning, Mrs. Greta. You must listen everything that Miss Paris says to you, okay?”

Senyum bak malaikat, wajah cantik memesona serta ketulusan dalam dirinya. Apakah Kei sebaiknya alih profesi sebagai malaikat saja?

Morning, Doctor Kei. You’re going to meet Mr. Hong, right?”

Yes of course, it’s time for him to have his medicine.”

Saling mengucapkan salam lalu kembali pada tugas masing-masing, Kei harus menjalani harinya yang baru saja dimulai pagi ini. Masih dengan beberapa sapaan di koridor, sampai akhirnya ia berdiri tepat di depan pintu nomor 206―salah satu kamar VIP dalam rumah sakit ini.

Morning, Mr. Hong. Have another nice dream?”

Hong Jisoo, akhir kepala dua yang mengalami kecelakaan berat tiga tahun lalu. Kei selalu merasa telah menjadi akrab dengannya, mungkin karena mereka seumuran juga. Selain itu, Kei menyukai pria satu itu karena ia selalu menjadi pasien yang baik selama ini.

Okay, I’ll check your condition first, and then you must eat your food and get your drugs. I know there are so many of them but I’m sure you won’t regret it. You’ll be better soon.”

Entah sudah berapa banyak kemajuan sejak pertama kali Kei mendapati Jisoo sebagai pasiennya, mulai dari ia yang hanya bisa mengedipkan mata sampai kini tubuhnya telah mampu untuk duduk bersandar. Hanya saja, Kei tak yakin dengan nasib pita suara pria itu―siapa peduli hal itu selama pasiennya satu ini bisa kembali berjalan nantinya?

You need some pain killer? I don’t recommend it to you but in case you want it I can give you some.”

Mendapatkan respons walau hanya sebuah gelengan pelan bagi Kei sudah merupakan sebuah anugerah yang sangat besar. Keadaan pria itu yang semakin membaik, dan Kei merasakan sebuah perasaan hangat dalam dirinya tiap kali mendapati keajaiban yang berangsur itu.

Yup, you have good tension this morning, I’ll check you again later.” Kei tersenyum kecil, segera mengatur meja untuk meletakkan makanan yang telah suster siapkan sebelum kedatangannya. “Whoa, it smells good. You want me to feed you or….”

Mulutnya berhenti berucap ketika tangan Jisoo mengulur padanya, memberikan satu lembar note kecil pada Kei.

Aku sudah bisa makan sendiri. Kau jangan lewatkan lagi sarapanmu kali ini.

Tak tahu mengapa, tapi ini benar-benar menjadi sebuah kejutan yang membuatnya sangat bahagia. Kei harus mengikuti seminar selama tiga hari kemarin, dan sudah mendapati kemajuan seperti ini. Tunggu, itu artinya….

You sit by yourself, don’t you?”

Harapannya bersambut senyuman hangat, membuat Kei tanpa sadar berteriak kegirangan dan melupakan bahwa ia adalah seorang dokter yang tengah berhadapan dengan seorang pasien dalam rumah sakit.

I leave you three days and you have this big progress! Oh God, I’m so happy right now, sorry for shouting this loud.”

Mungkin Jisoo hanya tersenyum, tapi keduanya seperti merasakan hal yang sama. Menghabiskan tiga tahun lebih bersama―berbagi suka dan mengatasi hal-hal buruk. Jujur, Kei selalu kagum dengan semangat hidup yang dimiliki Jisoo.

Sebenarnya Jisoo enggan untuk menginterupsi kebahagiaan Kei saat ini, tapi nyatanya ia kembali memberikan wanita itu secarik kertas note, kali ini berwarna biru muda.

Kau juga harus makan, Kei. Oh, bolehkah aku memanggilmu seperti itu?

Oh, Mr. Hong, it’s okay for you to call me as you want―”

Dan bicaralah dengan nyaman padaku, oke? Bahasa ibu kita sendiri.

Sepanjang karirnya sebagai dokter―juga selama hidupnya menjadi seorang perempuan, ia tak tahu mana yang lebih mendominasi dalam dirinya saat ini; perasaan bahagia ketika melihat seorang pasien mengalami perkembangan yang besar, atau karena alasan pribadinya.

Kata orang dulu, cinta bisa hadir karena perasaan terbiasa akan eksistensi satu sama lain.

“Baiklah, Jisoo.”

.

.

.

It was winter, three years ago. When I opened my eyes and found myself lost in that cruel darkness. I heard my mother crying so loud, said that everything’s gonna be okay but I was not sure about it. Until I heard another voice, like honey in a cup of morning tea. ‘Is she an angel that want to take my life? Am I going to die right now?’ My mind kept thinking about that.

 

And now, I can say that she is really an angel. The one that didn’t take my life, but makes my life better.

 

Thank you, Kei. Thank you for be patient, thank you for always cheer me up.

 

Thank you for your love, too.

 

FIN

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet] Thank You

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s