[Series] Dosmestic Partnership – Lone

taeyeon-baekhyun-2-540x537

Dosmetic Partnership

– Lone–

Main Cast : Joshua & Kei

Genre : Romance / Fluff || Type : Series || Rating : pg-17

Waktu senggang di hari Minggu pagi dimanfaatkan Jiyeon untuk menggosok pakaian yang telah dia cuci kemarin. Ada banyak bajunya dan Joshua yang menumpuk karena belum digosok, akhir-akhir ini Jiyeon cukup sibuk jadi urusan rumah sedikit terbengkalai. Sambil menyetrika baju, Jiyeon membayangkan hal-hal indah yang hendak dia lakukan besok bersama Joshua. Ya, besok adalah tanggal 20 Maret yang berartikan hari ulang tahun Kim Jiyeon. Ada banyak hal yang ingin Jiyeon lakukan bersama Joshua, “Ah.. Aku mau merayakan ulang tahun seharian dengan Joshua di rumah. Apa aku harus memasak yang banyak?” gumam Jiyeon.

.

            Saat  Jiyeon sedang menyiapkan makan siang, ia membuka kulkas untuk mengambil bahan yang tertinggal. Jiyeon melihat sesuatu berbentuk kotak terbungkus di dalam kulkas dan juga ada sebuah note yang ditinggalkan di sana. Pastinya pelakunya adalah Joshua, bukan? Hanya Jiyeon dan Joshua yang tinggal di apartemen kecil ini.

Kei-ya
Jangan dibuka ya..
Kalau kau membuka kotak ini akan timbul bau busuk di tempat kita
Abaikan saja bungkusan ini
Xoxo, Joshua~

Betul dugaan Jiyeon, ternyata pelakunya adalah Joshua. Tak mau berpikir panjang tentang barang  ‘terlarang’ itu Jiyeon kembali melakukan aktivitasnya mencari bahan makanan yang belum lengkap.

.

            Kim Jiyeon tersenyum bahagia setelah memasak sup ayam yang dia buat sendiri. Sengaja dia membuatkan sup sebagai menu makan siang hari ini karena kemarin Joshua memberikan kode untuk dibuatkan sup oleh Jiyeon. Baru saja Jiyeon ingin menutup sup yang dia buat dengan tudung saji, tiba-tiba saja bunyi pintu terbuka mengejutkan seorang Kim Jiyeon. Datanglah Joshua yang berlari tergesah-gesah ke kamar mereka. Jiyeon yang penasaran apa yang terjadi pada kekasihnya langsung menghampiri Joshua Hong.

.

            “Josh?! Kau mau ke mana?” Baru saja Jiyeon masuk ke dalam kamar dia melihat Joshua tengah sibuk mengeluarkan baju-bajunya dari lemari. Jiyeon menghampiri Joshua lalu bertanya lagi kepadanya apa yang terjadi sehingga Joshua sibuk membenahi pakaiannya dan memasukannya ke dalam koper.

“Joshua ada apa?” tanya Jiyeon.

“Jiyeon-ah apa kau lihat celana levis yang sering aku pakai itu?” tanya balik Joshua tanpa menggubris pertanyaan Jiyeon barusan.

“Y..ya aku baru saja menggosoknya. Kenapa Shua-ya?” heran Jiyeon.

“Bisa kau ambilkan? Waktuku tidak banyak.” balas Joshua.

Walaupun bingung dengan tingkah Joshua saat ini, Kim Jiyeon tetap menuruti permintaan Joshua layaknya seorang istri yang mengabdi pada suaminya. Mungkin Jiyeon akan mendapatkan penjelasan dari Joshua setelah mengambilkan celana kesukaannya.

.

            Jiyeon memberikan celana yang dipinta oleh Joshua kepadanya. Joshua menerima celana itu dan tanpa banyak omong ia langsung memasukannya ke dalam koper kuning miliknya. Jiyeon sendiri hanya bisa diam di tempatnya sambil melihat Joshua yang sedang sibuk sendiri. Pikiran Jiyeon jadi kalut tak karuan. Apa Joshua mau kabur dari rumah ini? Joshua ingin meninggalkannya? Joshua tidak suka hidup dengannya? Banyak sekali hal negatif memenuhi isi kepala Kim Jiyeon karena perbuatan Joshua saat ini.

“Kei-ya pesawatku menuju L.A akan terbang dua jam lagi.” celetuk Joshua tiba-tiba.

Joshua mengunci rapat kopernya lalu berdiri dan menghadap kepada Jiyeon yang senantiasa menanti Joshua menyelesaikan urusannya. Melihat sang kekasih yang tampak bingung karena pernyataannya barusan, Joshua menghela napas secara perlahan dan berusaha untuk menjelaskannya kepada Jiyeon apa yang telah terjadi sebenarnya.

“Aku harus kembali ke L.A, Kei. Ayahku sakit dan saat ini sedang dioperasi. Ini sungguh mendadak jadi maafkan aku.” sesal Joshua.

.

            Mendengar penjelasan Joshua barusan membuat Jiyeon bingung harus bereaksi seperti apa. Di satu sisi dia ikut prihatin karena ayah Joshua saat ini sedang sakit dan berada di ruang operasi sementara Joshua masih berada di Korea, namun di sisi lain Jiyeon tak ingin Joshua pergi. Besok adalah hari ulang tahunnya. Jiyeon ingin merayakan hari terpenting dihidupnya bersama dengan orang yang penting pula. Tapi kenapa Joshua Hong malah pergi?

“Aku minta maaf Kei kalau membuatmu kaget dengan keputusan mendadak ini. Aku juga baru tahu jadi Kei maafkan aku—”

Ucapan Joshua terpotong tatkala Kim Jiyeon memeluknya dengan erat. Tangan Joshua perlahan terangkat untuk memeluk balik sang kekasih bertubuh mungil ini dan mencium pucuk kepalanya penuh dengan kasih sayang.

“Aku tahu besok hari ulang tahunmu jadi maafkan aku, Jiyeon-ah…” lirih Joshua.

Gwenchana, Josh. Aku baik-baik saja. Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku. I am alright.” balas  Jiyeon.

Joshua melepaskan pelukannya dari Kim Jiyeon lalu memandang senduh sang kekasih dengan mata rusanya, “Kau baik-baik saja bila aku tinggal sendiri?” tanya Joshua memastikan.  Jiyeon dengan tegas menganggukan kepalanya lalu—memaksakan diri untuk—tersenyum kepada Joshua, “Aku baik-baik saja. Dan aku juga harap kau baik-baik saja Josh selama dalam penerbangan ke L.A dan aku doakan ayahmu cepat sembuh.” doa Jiyeon. Chu~ Joshua tanpa memberikan aba-aba lagi langsung mengecup bibir mungil Jiyeon dan mengusap pipi chubby milik gadis itu, “Baiklah. Aku akan kembali dan merayakan belated birthday-mu, Kei-ya. Aku janji padamu!” janji Joshua.

.

            Malam harinya tak ada yang bisa dilakukan oleh Jiyeon selain berdiam diri di kamar sambil merenungkan nasib tak ada orang yang bisa diajak merayakan ulang tahunnya. Jiyeon sempat menghibur dirinya sendiri dengan cara mengajak Haein untuk merayakan ulang tahunnya bersama akan tetapi Haein bilang dia tidak bisa. Terang saja Jiyeon kecewa untuk yang kedua kalinya. Jika Joshua tak ada di sini dan Haein tidak bisa merayakannya juga bersamanya, siapa yang akan Jiyeon ajak merayakan ulang tahunnya? Huft.. Daripada pusing mikirin hal itu Jiyeon pun memilih untuk tidur.

.

Kkamppak kkamppak kkamppak WoW!
Ganjil ganjil ganjil WoW!
Kkamjjak kkamjjak kkamjjak WoW!
WoW WoW!

            “Mwoyaaa…” Jiyeon menggerutu tak jelas saat mendengar bunyi alarm ponsel menganggu waktu tidurnya. Biasanya alarm berbunyi pukul 6 pagi, tapi kenapa kali ini terasa lebih awal? Apa karena Jiyeon tidur larut malam semalam? Tapi seingat Jiyeon dia tidur pukul 11 malam, sebelum waktu ulang tahunnya. Lalu kenapa alarm kali ini terasa terlalu dini berdering?

“Urgh..” desah Jiyeon.

Kim Jiyeon membuka mata sebelah kanannya untuk mematikan alarm yang bunyi dari ponselnya. Setelah Jiyeon sukses mematikan sumber suara yang sukses membuatnya terbangun itu, Jiyeon hendak tidur lagi apalagi dia tidak melihat sesuatu yang mengejutkannya.

“Hah? Jam 12?!” kagetnya.

Jiyeon membuka lebar kedua matanya lalu memastikan bahwa dia tak salah lihat. Tertulis di ponselnya sekarang masih pukul 00.00. Jiyeon tak pernah ingat memasang alarm pada pukul segitu di ponselnya.

.

Dddrrrttt..

Ponsel Jiyeon kembali berbunyi namun kali ini bukan bersumber dari alarm lagi. Melainkan sebuah video call masuk ke dalam ponsel Jiyeon, dan panggilan itu berasal dari Joshua Hong. Tanpa basa-basi Kim Jiyeon langsung mengangkat panggilan videonya Joshua. Baru saja Jiyeon mau menyapa Joshua, laki-laki itu duluan yang membuka mulutnya.

Happy birthday to you my sweetheart!” seru Joshua dari seberang sana.

“Josh! Kau sudah sampai di L.A?” tanya Jiyeon penasaran.

“Ya aku baru saja sampai di hometownku. Aigoo mukamu kusut sekali, pasti kau baru bangun tidur.” goda Joshua.

“Shua-ya!” rengek Jiyeon.

Tanpa sebab yang jelas tiba-tiba saja Jiyeon menangis di hadapan Joshua. Dia ingin sekali berjumpa dengan Joshua saat ini dan juga memeluknya. Berada di tempat ini tanpa Joshua menjadi sangat hampa. Apa ini efek karena mereka telah tinggal bersama lebih dari 6 bulan lamanya?

“Kenapa kau menangis, Kei? Hey honey, aku di sini.” sahut Joshua.

“Josh.. hiks.. aku merindukanmu!” rengek Jiyeon.

“Aku juga merindukanmu. Baru setengah hari saja tidak berjumpa rasanya aku mau mati.” celetuk Joshua.

“Huh.. jangan berlebihan Josh!” rutuk Jiyeon sambil menyeka air matanya.

“Ha.. aku senang kau bangun jam segini. Alarm yang aku nyalakan berarti berfungsikan?” tanya Joshua.

“Ye? Yang menyetel alarm jam 12 itu kau Josh?” tanya Jiyeon tak percaya.

Dari seberang sana Joshua Hong dengan santainya menganggukan kepala sambil tersenyum pada Kim Jiyeon. Memang semuanya sudah diatur oleh Joshua karena dia ingin selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat kepada kekasihnya.

“Josh…” lirih Jiyeon.

“Hmm alarm saja belum cukup Kei. Bisakah kau memeriksa kulkas?” sahut Joshua.

“Kulkas? Kenapa?”

“Ambil bungkusan yang aku tulis note itu. Kau pasti sudah melihatnya, kan?” tanya Joshua yang diberikan anggukan oleh Jiyeon, “Bawalah ke ruang tamu. Tapi hati-hati Kei, nanti bisa saja rusak.” lanjutnya.

“Kau bilang itu akan menimbulkan bau busuk, kenapa menyuruhku membukanya?”

“Kau akan paham setelah melihatnya, Jiyeon-ah..”

.

            Seperti yang diperintahkan oleh Joshua, Jiyeon langsung menuju dapur dan mengambil bungkusan kotak yang ada di dalam kulkas. Jiyeon membawanya secara perlahan-lahan menuju ke ruang tamu. Setelah berada di sana, Jiyeon langsung meletakannya di atas meja dan kembali fokus pada ponselnya.

“Josh aku sudah mengambilnya. Lalu aku harus apa?” tanya Jiyeon.

“Buka Kei dan lihatlah isinya.”

Jiyeon membuka kotak yang dilapisi oleh plastik hitam itu. Setelah membuka plastiknya Jiyeon bisa melihat gambar kotak yang ada lalu mengerutkan keningnya heran. Begitu dia membuka kotak tersebut terpampanglah kue ulang tahun yang cantik yang telah disiapkan oleh Joshua hanya untuk kekasihnya. Ya, itu adalah kue ulang tahun yang sempat dibeli oleh Joshua sebelum dia pergi ke Los Angeles. Joshua sudah mempersiapkan kejutan ini dari subuh tadi, sebelum Jiyeon terbangun di pagi hari.

“Shua-ya..” lirih Jiyeon.

“Birthday cake untukmu Kei. Kau suka?” seru Joshua.

Kim Jiyeon menunjukan wajahnya di layar ponsel agar Joshua tahu bahwa saat ini dia sangat senang. Jiyeon tidak dapat menyembunyikan senyumannya karena Joshua telah mempersiapkan kejutan ulang tahun untuknya walaupun dirinya berada di negara yang berbeda saat ini. Ulang tahun yang Jiyeon anggap bakalan suntuk karena dirayakan tanpa Joshua malah terasa sangat berkesan karena Joshua Hong memberikan kejutan yang mendebarkan jantungnya.

“Thank you so much, my prince!” ucap Kei tulis.

“You’re welcome, my pretty princess. Sekarang letakan dan nyalakan lah lilinnya. Jangan lupa ambil piring dan juga pisau di dapur!”

Alright Josh! Wait for a minute.”

Jiyeon meletakan ponselnya di atas meja setelah itu berlari untuk mengambil apa-apa yang telah disebutkan oleh Joshua tadi.

.

            Setelah mengambil piring, pisau dan juga pematik api Kim Jiyeon kembali ke ruang tamu. Tak lupa pula dia mematikan lampu tengah agar suasana menjadi lebih gelap namun karena semuanya tiba-tiba Joshua yang berada di seberang sana menjadi panik.

“Kei? Kau baik-baik saja? Apa yang terjadi?” tanya Joshua.

Gwenchana Josh! Aku sengaja mematikan lampu. Tunggu sebentar!” seru Jiyeon.

Jiyeon buru-buru kembali ke tempatnya lalu menyalakan lilin di kue ulang tahunnya. Cahaya pun sedikit demi sedikit membuat ruangan ini kembali terang—walaupun tak seterang dengan lampu yang semestinya.

“Whoaaa kuenya sangat cantik Josh! Kau mau melihatnya?” tanya Jiyeon.

“Ya boleh.” jawab Joshua.

Kim Jiyeon mengganti fokus layar menjadi ke kamera belakang lalu menunjukan kue ulang tahun yang diberikan oleh Joshua untuk melihat betapa cantiknya kue itu ketika dihidupkan lilinnya.

“Ah.. pilihanku tidak salah. Ini sangat cantik Kei. Kau menyukainya kan?” tanya Joshua.

Fokus kamera kini kembali fokus kepada Jiyeon dan gadis dengan nickname ‘Kei’ itu mengangguk kepada Joshua.

“Aku sangat menyukainya Josh. Terima kasih banyak.” ucapnya tulus.

“Sama-sama Kei-ya. Apapun akan aku lakukan demimu. Maaf karena aku tidak ada di sampingmu saat ini, aku menyesalinya Jiyeon-ah.”

“Tak apa Josh. Kau juga pergi karena sesuatu yang mendesak, bukan? Aku doakan ayahmu segera sembuh Josh. Dan juga kembalilah ke Korea dengan keadaan sehat, ya?” pinta Jiyeon.

“Tentu saja Kei. Aku akan segera kembali.” janji Joshua.

“Shua-ya… I love you.” aku Jiyeon.

“I love you more and once again happy birthday to you darling.” balas Hong.

You’re welcome my number one!

..fin..

 

YaY!! Happy birthday to Lovelyz’ flower, Kim Jiyeon!
Semoga panjang umur dan sehat selalu hohoho~

Long time no see readers..
Setelah berbulan-bulan lamanya akhirnya ‘Dosmestic Partnership’ ngeluarin cerita baru hohoho dan kali ini bertepatan sekali dengan ultahnya Kei!

Yaa wish di ultah Jiyeon moga aja JoshKei punya unforgettable momen ya this year.
JoshKei shipper butuh momen real untuk ngeship mereka berdua, bukan hanya sekedar loveteen bersama-sama hahaha :”)

 

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s