F4 Season 2 [Chapter 1]

F4 Seaason 2 (2)

F4
Season 2

By Fanita

Main Cast : Lovelyz Yein – Ikon Chanwoo

Casts : WB Youngtaek – Astro Moon Bin – Myteen Yuvin – WG Soyoon – WJSN Cheng Xiao – ETC..

Genre : School Life – Romance – Friendship – Fluff || Type : Chapter || Rating : PG-15

“Tuan, nona, di sini tempat Anda bersekolah.” Seorang pak tua yang ditugaskan untuk mengantarkan kedua majikan muda ini ke sekolah baru memberitahu bahwa mereka telah sampai. Pak tua yang bernama Kwon Jinyoung memberhentikan mobil mereka tepat di depan pintu masuk sekolah elit itu agar kedua majikannya tak perlu berjalan lagi dari gerbang depan. Berhubung mereka memiliki kartu pas VVIP yang memperbolehkan mobil berhenti di tepat di depan pintu masuk, Kwon Jinyoung bebas memberhentikan mobil mewah yang dia bawa ini di depan pintu tersebut.

“Sekolah yang bagus.” celetuk majikan muda yang tertua.

“Biasa saja.” balas adiknya.

Mendengar pertikaian kecil majikannya, pak Kwon hanya bisa tersenyum tipis. Ia kembali menjelaskan mengenai sekolah ini kepada kedua tuannya.

“Nona Yein dan tuan muda Jaehyun langsung saja masuk ke kelas. Semua administrasi telah saya urus jadinya nona dan tuan tidak perlu repot lagi mengurusnya ke TU.” kata Pak Jinyoung.

“Terima kasih paman!” balas Jaehyun.

“Baguslah.” kata Yein singkat.

Nona muda yang memiliki nama lengkap Jung Yein ini langsung membuka pintu lalu keluar dari mobilnya. Begitu dia menginjakan kakinya untuk pertama kali di atas lantai granit SMA Woollim ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru sekolah.

“Hah… masih enakan di Hartford.” keluhnya.

“Sudahlah tidak perlu mengeluh, sekarang kau di Seoul bukan di Hartford lagi.” celetuk Jaehyun yang juga telah turun dari mobil.

“Hah.. terserah..” ucap Yein malas lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam sekolah.

.

            Jung Yein memperhatikan keadaan sekitar sekolah yang mana siswa-siswi di sini sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada begitu banyak tipe orang di tempat ini. Yang pertama sepengelihatan Jung Yein, ia melihat seorang gadis yang tengah sibuk memamerkan barang mewah yang dia punya ke teman-temannya. Lalu juga ada seorang pria yang sibuk berjalan melewati koridor dengan hoverboard yang dia bawa.

“Cih.. sekolah apaan ini? Masa ada orang yang membawa hoverboard dibolehkan.” batin Yein.

Saat Yein berjalan lagi ia mendengar suara teriakan yang berasal dari gerombolan perempuan. Mereka melihat  sesuatu di ponsel mereka sehingga berteriak histeris dan memekikan telinga Yein.

“Oh gila!! Mereka tampan sekali!”

“Aku kemarin datang juga ke pesta itu dan melihat F4 di sana. Mereka sangat tampan! Melebihi ketampaan yang ada di foto ini, ini mah bukan apa-apa!”

“Aish Shinhye kenapa kau bisa masuk ke pesta privat itu?!”

“Karena ayahku berpengaruh hahahha.”

“Sialan. Ayahku juga sama hebatnya denganmu tapi dia tidak bisa mendapatkan undangan ke pesta itu!”

“Sudahlah Jieun-ah.. Kau harus mengakui bahwa keluargaku lebih hebat dibandingkan keluargamu!”

Ckckckck.. Pagi-pagi sudah menyombongkan diri, batin Yein. Apa semua orang yang tinggal di Korea bertingkah aneh seperti orang-orang yang baru saja dilihat oleh Yein? Ia jadi merasa tidak akan sanggup hidup di negara ini lebih dari satu minggu karena lingkungan di Seoul sangat berbeda dengan tempat tinggalnya dulu.

.

            Setelah menemukan ruangan kelasnya Jung Yein tanpa mengucapkan salam langsung masuk. Tak perlu memberikan salam juga orang-orang tidak akan memperdulikan kedatangannya. Tapi setelah masuk ke dalam kelas Yein jadi bingung. Di manakah tempat kosong untuk dia duduk?

“Hai! Anak baru ya?”

Tiba-tiba saja ada orang yang datang menghampiri Yein. Dia memberikan senyum manis miliknya kepada Yein dan menyapa si anak baru tanpa sungkan—sementara anak yang lain sama sekali tak memperdulikan eksistensi seorang Jung Yein.

“Uhmmm ya?” balas Yein kikuk.

Catat, Yein tidak suka berkenalan sama orang baru. Dan orang yang ada di depannya saat ini malah bersikap terlalu ramah kepadanya. Yein merasa risih karenanya.

“Di sana ada tempat duduk kosong. Itu di pojok kanan!” celetuknya.

Yein otomatis melihat arah yang ditunjuk gadis itu. Sebuah tempat yang memang kosong—karena tak ada tas atau orang yang duduk di sana. Jung Yein tersenyum tipis pada perempuan ini lalu melangkah pergi ke tempat duduk yang ditunjuk olehnya.

.

            Setelah sampai di tempat duduknya Jung Yein langsung duduk dan menghela napas panjang. Tanpa Yein sadari sejak tadi ada orang lain yang tengah memperhatikannya. Seorang gadis cantik berkatamata sejak tadi mengamati gerak-gerik Yein saat berbicara dengan seseorang di depan kelas.

“Hai?” sapa orang itu.

“Ya?” balas Yein sambil melihat ke sampingnya.

“Anak baru?” tanyanya santai.

Anak baru? Jelas-jelas Yein baru pertama kali menginjakan kakinya di kelas ini. Kenapa dia repot-repot bertanya Yein anak baru atau bukan?

“Bukan.” jawab Yein asal.

“Ah? Sepertinya aku memang tidak terlalu mengenal teman di sini ya. Aku lupa mengingat wajahmu.” celetuknya.

Bolehkah Yein mentertawakan perempuan ini detik ini juga? Kenapa dia percaya kalau Jung Yein bukanlah murid baru di SMA Woollim? Apa dia sungguhan tidak memperdulikan orang-orang di kelas sampai-sampai dia mempercayai omongan Yein barusan.

“Aku bercanda. Aku baru pindah hari ini.” kata Yein.

“Oh… anak baru. Siapa namamu?” tanyanya lagi.

“Yein Jung. How about you?” tanya balik Yein.

“Cheng Xiao but you can call me Seongso. Nice to meet you!” balasnya.

Ah alright Seongso-ya.” gumam Jung Yein.

.

            Bel tanda pelajaran pertama di mulai telah berbunyi. Semua anak duduk santai di tempatnya masing-masing sembari menunggu guru yang masuk datang ke kelas. Di saat anak-anak yang lain pada sibuk dengan urusannya masing-masing, Jung Yein juga sibuk sendiri memainkan smartphonenya sambil bertukar pesan dengan salah satu temannya yang ada di Hartford. Daripada tidak ada yang bisa dikerjakan lebih baik merusuh dengan temannya itu melalui aplikasi Skype.

.

Vernon            : so tell me about your new school, Junia???

Yein                 : meh.. boring af

Vernon            : why? I miss Korea tho..

Yein                 : then come here and replace me. I dont want to be hereeeeeee

Vernon            : come on Junia~ I love Hartford

Yein                 : I miss Hartford T_T

Vernon            : I miss you too

Yein                 : Ew.. I miss my hometown not you

Vernon            : Pls Jung Yein. Hometownmu itu di Korea bukannya di sini

Yein                 : tapi aku lahir di sana Choi Hansol :/

Vernon            : Okay whatever. Lebih baik kau fokus sekolah daripada bermain ponsel terus-terusan.

Yein                 : yayaya bye!

Bertukar pesan dengan salah satu sahabatnya yang tinggal di sana membuat Jung Yein jadi lebih rindu tempat tinggalnya dulu. Dia adalah Vernon Chew—atau yang memiliki nama lokal Choi Hansol. Dia tinggal di Hardfort sejak dia berusia 10 tahun dan menjadi teman Yein karena mereka pernah satu sekolah. Berbeda dengan Junia Jung—alias Yein yang sepenuhnya berdarah Korea tapi lahir di Hartford. Vernon sendiri lahir di New York lalu dibesarkan di Korea sebelum akhirnya pindah bersama keluarganya ke Connecticut saat ia berusia 10 tahun.

.

            “Sebelum pelajaran kita mulai, hari ini kita kedatangan murid baru. Jung Yein-ssi perkenalkan dirimu!” Guru sasta Bahasa Inggris yang kebetulan juga wali kelas dari 2—2 membicarakan Jung Yein di depan kelas. Wajar bila guru berniat untuk memperkenalkan murid barunya. Namun berbeda dengan anak-anak yang ada di kelas karena bagi mereka berkenalan dengan orang tidaklah penting apabila tak menguntungkan bagi mereka. Maklum, rata-rata mereka semua dididik untuk mencari ‘koneksi’ bukan ‘teman sejati’.

“Jung Yein ke marilah!” seru Pak Bae.

Mau tak mau Yein menuruti perkataannya dan maju ke depan kelas. Setelah berada di depan kelas dia memasang tampang datar lalu memandang semua teman-teman barunya.

“Silakan perkenalkan dirimu, Yein-ssi.” kata Pak Bae.

Yein mengangguk lalu mulai buka suara untuk memperkenalkan dirinya, “Junia Yein Jung.” ucapnya singkat.

Krik.. Pak Bae kebingungan karena perkenalan Yein yang sangat singkat. Namun sepertinya hanya Pak Bae yang mempermasalahkan itu, soalnya anak-anak lain juga sibuk dengan urusannya masing-masing tanpa memperdulikan perkenalan Jung Yein.

“Y—ya ini Yein. Nama inggrisnya Junia ya? Wah artinya bagus.” kata Pak Bae berbasa-basi, “Oh ya sekarang apa ada yang ingin bertanya pada Yein? Ayo silakan tanyakan tentang Yein kepadanya.” seru beliau.

Tak butuh waktu seseorang pun mengangkat tangannya untuk mengajukan pertanyaan kepada Yein. Pak Bae mempersilakan orang itu untuk memberikan pertanyaannya agar dijawab oleh si anak baru.

“Apa bisnis keluargamu?” tanyanya.

Seseorang mengacuhkan tangannya lagi dan langsung bertanya kepada Yein tanpa dipersilakan terlebih dahulu oleh Pak Bae.

“Keluargamu kaya, kaya sekali, sangat kaya, atau kaya raya?” tanyanya.

Pertanyaan bodoh macam apa itu semua, batin Yein. Kenapa semua orang di sini menanyakan masalah keluarganya dibandingkan menanyakan “Dari mana Yein berasal?”, atau “Kenapa pindah ke SMA ini?”. Dugaan Yein memang benar kalau sekolah ini tidak jelas dan berisikan anak-anak menyebalkan yang tak akan bisa Yein jadkan teman.

Mind your own business. Why would you ask me such a stupid ass question like that for?” omel Yein di depan kelas.

Semua orang tercenggang karena mendengar Yein mengumpat di depan kelas dengan menggunakan Bahasa Inggris. Okay, mengumpat memang tak sepenuhnya menggambarkan isi pertanyaan Yein barusan. Jung Yein mengucapkan sesuatu yang sebetulnya tak pantas untuk dikatakan di depan gurunya. Untung saja Pak Bae tidak terlalu paham dengan Bahasa Inggris sehingga dia hanya tercenggang ketika mendengar Yein berbicara dengan bahasa yang telah menjadi bahasa sehari-harinya—selain Bahasa Korea.

“Oh Yein pandai berbahasa Inggris. Wajar saja karena dia berasal dari Amerika, iya kan haha?” kekeh Pak Bae.

Tiba-tiba saja ada seorang perempuan yang mengangkat tangannya lagi. Bukannya mengajukan pertanyaan untuk Jung Yein, gadis itu malah memarahi Yein karena dia kesal dengan etika yang ditunjukan oleh Yein di hari pertamanya bersekolah.

Ya sekaya apa dirimu itu, huh? Jangan belagu anak baru! Memangnya sehebat apa dirimu sampai beraninya bersikap kasar seperti tadi? Kau belum tahu ya kami ini siapa?” ocehnya.

Well… I can buy your life, gurl.” jawab Yein santai.

Brug! Gadis bernama Hwang Sinbi itu menggebrak mejanya karena kesal sementara Yein hanya tersenyum miring karena merasa menang dalam perdebatan ini. Bukankah kalau seseorang telah merasa dipojokan akan marah-marah sendiri seperti yang dilakukan oleh Sinbi barusan?

“Sinbi-ssi jangan melakukan hal seperti itu!” tegur Pak Bae.

“Ta—tapi dia yang duluan—”

“Sudah jelas yang marah-marah kau, Sinbi-ssi!” potong Pak Bae sebelum Sinbi menyelesaikan ucapannya.

Sinbi hanya bisa terdiam di tempatnya lalu memilih duduk. Ia mengutuk Jung Yein di dalam hatinya karena sudah berani membuatnya marah di pagi hari.

“Kalau tidak ada lagi yang mau bertanya—“

“Ha! Pak! Aku ada satu pertanyaan untuk Jung Yein!” seru anak cewek lainnya.

Pak Bae mempersilakan orang itu untuk bertanya sebelum akhirnya menutup sesi perkenalan anak baru ini. Pak Bae takut kalau akan ada siswa atau siswi yang marah-marah lagi seperti Hwang Sinbi barusan.

“Jadi gini…, Jung Yein-ssi siapa anggota F4 favoritmu?” tanyanya dengan lantang.

.

            Ditanyakan oleh seseorang tentang F4 membuat Yein tak mengerti. F4? Yang ada di keyboard itu? Seaneh-anehnya pertanyaan tentang kekayaan keluarganya, pertanyaan tentang F4 lebih tidak dimengerti oleh Yein. Menyadari bahwa Jung Yein tampak kebingungan, seseorang langsung mencela pembicaraan ini dan membuat Yein jadi tambah pusing.

You dont know them? Jung Chanwoo, Moon Bin, Song Yuvin, and Son Youngtaek? Seriously?” herannya.

Yeah I dont know anything about F4, F5 or whatever.” balas Yein dengan malasnya.

Huh? What a joke! They’re so famous but she said she doesnt know them? Maybe you live in another world before? Hahahaha.” ledek seseorang.

Persetanlah, batin Yein. Dia memang merasa tinggal di dunia yang berbeda dengan manusia-manusia yang ada di kelas ini. Yein tinggal di bumi sementara mereka tinggal di alam mimpi, dunia yang Yein masukin tiap malamnya lalu dia lupakan setelah bangun tidur. Sepertilah itu mereka di mata Yein.

“Baiklah selesai sesi pertanyaannya. Sekarang kita lanjutkan lagi pelajaran! Jung Yein-ssi boleh kembali ke tempat duduknnya.”

Jung Yein mengangguk lalu melangkahkan kakinya hendak kembali ke tempat duduknya. Akan tetapi belum Yein sampai ke tempat duduknya, ada sesuatu yang membuat Yein menghentikan langkah kakinya dan atensinya teralihkan karena seseorang mengetuk pintu kelas.

.

Tok..tok..tok..

            Ketika seseorang mengetuk pintu kelas, semua anak memalingkan wajah mereka ke arah sana. Masuklah seorang pria tampan dengan santainya ke kelas itu lalu menghadap kepada Pak Bae yang tegak di depan kelas. Laki-laki itu berbicara kepada Pak Bae namun karena suaranya begitu pelan tak ada satupun yang mendengar pembicaraan mereka. Walaupun begitu kehadiranny sukses membuat siswi-siswi yang ada di kelas menjerit bahagia.

“Jung Chanwoo sekolah!”

“Akhirnya Chanwoo masuk juga!”

“Hiks Chanwoo tampan sekali. Lama tidak berjumpa!”

“Apa anggota F4 yang lain sekolah juga ya hari ini?”

Ah.. Akhirnya Yein mengerti apa itu F4 dan siapa Jung Chanwoo yang sempat disebut oleh orang-orang di kelas ini. Ternyata Chanwoo itu si bertubuh tinggi dengan rambut hitam acak-acakan yang baru saja masuk ke kelas ini.

.

Karena spontan melihat sosok Chanwoo saat dia masuk ke kelas tadi, tak sengaja Yein melakukan kontak mata. Chanwoo yang hendak duduk di tempatnya juga tidak sengaja melihat Yein yang sedang memandangnya. Namun beberapa detik kemudian keduanya kembali sadar dan mengalihkan pandangan ke tempat lain. Mereka berjalan menuju tempat duduk masing-masing yang mana kebetulan sekali seorang Jung Chanwoo duduk di bangku yang ada di depan seorang Jung Yein.

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s