Posted in Ficlet, General / G, Hurt/Comfort, LFI FANFICTION, Rosé Blanche

[Ficlet] Last Wish

lastwish

Last Wish

story by Rosé Blanche

Jeon Jungkook [BTS] & Jung Yein [Lovelyz]

Hurt/Comfort

G

Ficlet

.

I have a last wish for you.

.

Yein tahu, sebentar lagi adalah saatnya.

Ia mengedar pandang, sambil sesekali melirik ke arah luar jendela kaca besar kafe tempatnya berada. Tak banyak mobil yang melintas, pula dengan pejalan kaki. Suasana kafe pun tak ramai, paling hanya sekedar beberapa orang yang sedang mengobrol dan sedikit suara denting peralatan makan.

Ini sudah cangkir ketiga dari kopi yang sedari tadi diseruputnya, namun rasa gelisah itu belum juga hilang. Berkali-kali pula ia menatap jam kecil yang melingkar di pergelangannya sembari menghela napas berat.

Bukan, bukan salah pemuda itu bila Yein harus menunggu hampir tiga puluh menit lamanya, karena Yein-lah yang terlampau awal dari waktu perjanjian.

“Oh, Yein?”

Pandangan Yein teralih, dan seketika dua pasang mata itu bertemu. Senyum manis namun agak dipaksakan langsung terukir di bibir sang gadis.

“Kupikir aku kepagian, tapi ternyata kau sudah datang. Apa kau menunggu lama?” tanya seorang pemuda sambil mendudukkan diri di hadapan Yein.

“Tidak juga,” jawab Yein berbohong. “Untunglah tidak, karena kau juga datang lebih awal.”

Tawa kecil Yein mengundang senyum dari pemuda itu.

Entah mengapa, rasanya canggung. Begitu canggung bila dibandingkan dengan kedekatan mereka selama beberapa tahun terakhir. Yein merasa kikuk sendiri, padahal sang pemuda terlihat biasa saja.

“Jadi, ada apa?”

Yein berhenti menyeruput kopinya.

Teringatlah kembali beberapa kata-kata yang sempat dilontarkan pemuda itu beberapa hari silam. Yang menyatakan kalau waktu mereka tinggal sedikit lagi. Yang menyatakan bahwa ia harus benar-benar pergi. Yang menyatakan jika mereka mungkin memang tidak ditakdirkan untuk bersama.

Takdir, huh? Memikirkannya saja membuat Yein muak.

Matanya kembali menatap pemuda itu. Ia tahu, waktunya tersisa dua puluh empat jam. Ia pun tahu, bertemu secara diam-diam seperti ini juga salah. Namun, rupanya sang hati nurani terkalahkan dengan persetujuan dari sang pemuda.

“Sebenarnya aku juga bingung. Tapi karena mengingat bahwa hari ini adalah hari terakhir kita sebelum kau memenuhi permintaan ibumu, biarkan aku mengajukan permintaan terakhir padamu, Jungkook.”

Kedua mata Jungkook membola, lalu ia mendengus tawa. “Hei, kau mengatakannya seakan aku adalah pasien penyakit akut yang sebentar lagi akan dipanggil Tuhan.”

“Bukankah justru sebaliknya?”

“Baiklah, terserah padamu. Tapi … ayolah, Yein. Aku hanya akan pindah ke Amerika dan kita hanya akan terpisah oleh jarak, bukan dua alam yang berbeda.”

Yein pun mengulum senyum sambil meletakkan kembali cangkirnya yang kini telah kosong. “Aku tahu. Kau akan pindah ke Amerika, dan juga sekaligus berpindah ke pelukan wanita lain. Ya, aku tahu.”

“Yein ….”

Beberapa sekon terjadi keheningan. Jungkook tahu ia tidak akan bisa menyalahkan perkataan Yein. Lontaran tajam sang gadis pun dianggap wajar, mengingat kalau Yein pastilah merasakan sakit yang sama seperti dirinya.

Namun, tentu saja ia juga tidak menginginkan perjodohan ini. Harus meninggalkan Yein, wanita yang begitu dicintainya sejak lama hingga rasanya begitu sulit.

Tetapi, ada perusahaan keluarganya yang harus diselamatkan pula.

Sial.

Jungkook mengembuskan napas kasar, lalu tahu-tahu menyahut, “Baiklah. Apa permintaanmu itu?

Bila Yein meminta sebuah ciuman atau pelukan terakhir, Jungkook pasti tak akan segan memenuhinya. Bila Yein ingin menangis di dekapannya, ia akan menerima dengan sepenuh hati. Bila Yein mau kencan terakhir hari ini juga dan minta dibelikan barang-barang bermerk—kendati Jungkook tahu itu bukan tipikal Yein sama sekali—Jungkook tidak akan keberatan.

Karena, Jungkook benar-benar mencintai Yein. Waktu-waktu yang tersisa, pasti akan ia gunakan sebaik mungkin sebelum ucapan sakral dengan wanita lain itu terlontar dari bibirnya. Apa pun permintaan itu, apa pun keinginan Yein, Jungkook akan lakukan.

Ya, pasti.

.

.

.

 “Bantu aku melupakanmu. Bisa?”

fin.
-oOo-


debut-fic with Yein!♥
buat yang sudah baca, jangan lupa tinggalkan jejak dan mohon kritik sarannya^^

rachel.

Advertisements

10 thoughts on “[Ficlet] Last Wish

  1. di pikiranku: “yaudah, jedukin aja si yein biar amnesia”

    heu mau marah rasanya. mau nyalahin jungkook karena ninggalin yein, eh tapi yang bikin dia pergi kan karena perusahaan.
    mau nyalahin yein karena terlalu cinta sama jungkook, ehhh kan namanya juga cinta emang bisa dibantah? yaudah, jadinya aku mencak2 sendiri /kok curhat

    aku awalnya ngira yein bakal mati;-; tapi dengan konsep ‘waktu yang tersisa sedikit di pergelangan tangan’ hehe ngerti ga maksud aku?’-‘ gajelas deh emang, maafin ya u,u

    debut-fic yang keren! aku ga percaya ini dibuat author line00:’) semangat terus, chel~😘

    Liked by 1 person

    1. Aaaa kanight❤
      Jangan jedukin kak kalo benjol nanti kasian yeinnya:”)
      Semuanya jadi serba salah ya kak?😂
      Ngerti sih, maksudnya kayak yein bentar lagi udah menjemput ajal gitu kan ya?:”) wkwkwkw bukan kok kakk
      Anyway thanks for reading kak!^^ dan tolong percayalah chel 00 line:”)

      Liked by 1 person

  2. Pertama mampir karena liat ada Jung-In … Holaaaa… Daku shipper berat Jungkook-Yein kyaaa /gananya

    Ini ficnya simpel, but kata2nya ngalir bgt terus ngena bgt… Dan.. Permintaan Yein tuh ga biasa ya tapi greget bgt unch… Jungkook itu tanggung jawab ntar kalo anak orang baperin dirimu gegara kangen…

    Nice fic! Keep writing ya 🙂

    Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s