Me You [Chapter 1]

“Lihat anak kucing itu lucu sekali,” ucap Myungeun ketika melihat anak kucing yang berada di balik kaca klinik hewan peliharaan.

Pemuda yang berdiri disebelah Myungeun meliriknya sebentar lalu memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana. “Tidak. Aku lebih suka anak anjing.”

“Ah.. Aku jadi ingin memelihara anak kucing itu. Dia benar-benar membuatku jatuh hati.” Wonwoo melirik Myungeun dan menghela napas. “Apa kau gila? Kita ini tinggal di asrama. Tidak boleh memelihara hewan di asrama. Kau mau dipindahkan dari asrama regular?” Myungeun cemberut mendengar ucapan Wonwoo. Dia sangat tahu peraturan itu. Tidak diizinkan membawa atau memelihara hewan peliharaan di area sekitar asrama regular. Jika ketahuan, Kepala sekolah tidak akan segan untuk memindahkannya ke asrama khusus. Dimana berisi siswa-siswi pembuat onar bahkan memiliki sifat aneh. Tinggal disana sama saja tinggal di rumah sakit jiwa.

“Aku akan tetap memelihara anak kucing itu. Untuk izin, hal itu bisa dipikirkan nanti.” Gadis itu masuk ke dalam toko hewan meninggalkan Wonwoo dengan dahi mengerut. Bingung harus bagaimana lagi dengan kekeras kepalaan gadis itu.

.

.

.

me-you-pinkanas-artfantasy-semingyu

Me You : Anak Kucing

© 2016 pinkanas

starring Park Myungeun and Jeon Wonwoo  duration Chaptered rating Teen genre Friendship, School-life and Romance

Terinspirasi dari anime Sakurasou no pet na kanojo

credit: semingyu 2016 @ ArtFantasy

.

.

.

Sudah seminggu lebih Myungeun tinggal di asrama khusus. Tidak semenyeramkan yang ia bayangkan. Di asrama khusus hanya ada 2 siswa, 4 siswi—termasuk dirinya—dan 2  guru perempuan. Mereka tidak aneh menurutnya, hanya saja memiliki kepribadian unik dan juga alasan tersendiri mengapa mereka bisa berada di asrama khusus. Contohnya, kak Sungjae dan kak Namjoo, murid tingkat 3 tinggal di asrama khusus karena ingin selalu bersama. Padahal mereka tidak mempunyai hubungan khusus, hanya sebatas sahabat sejak kecil.

Contoh lainnya yaitu Jennie Kim, teman seangkatan Myungeun, ia dipindahkan karena ketahuan keluar asrama pada malam hari dengan memanjat pagar asrama. Oh atau Sujeong, murid tingkat pertama,  yang tidak betah sekamar dengan temannya lalu mengajukan permintaan kepada kepala asrama untuk dipindahkan ke asrama khusus. Berbeda dengan Sujeong, untuk Mingyu alasannya sangat sederhana. Tertangkap basah sedang berada di asrama regular untuk perempuan.

Di asrama khusus, penghuni asrama mempunyai tugas masing-masing. Dalam seminggu, Myungeun mendapat tugas memasak pada selasa pagi dan minggu sore. Untuk tugas membersihkan asrama dilakukan bersama. Setiap sarapan pagi dan makan malam, semua penghuni asrama akan berkumpul di ruang makan. Myungeun ingat pada malam pertama ia baru saja pindah, mereka membuat jamuan makan untuk menyambutnya. Dengan menu makanan yang terhidang di atas meja bulat, mereka habiskan dalam semalam. Apalagi dihiasi canda dan tawa. Ia tahu bahwa apa yang dilihatnya tidak seperti apa yang didengarnya dari orang-orang  tentang penghuni asrama khusus.

.

.

.

Suasana asrama khusus hari ini tidaklah seperti biasanya. Terlalu hening untuk penghuni asrama yang selalu saja heboh walaupun berada di dalam kamar. Mungkin karena hari ini adalah hari minggu, dimana  orang-orang lebih memilih bangun siang. Tidak mau ambil pusing, Myungeun memilih  menyiapkan susu dan makanan untuk kucing peliharaannya.

Baru saja meletakkan mangkuk berisi susu di lantai, terdengar suara gaduh dari halaman depan asrama. Mari aku jelaskan bahwa asrama khusus hanya sebuah rumah bertingkat dua dengan banyak ruangan yang dihuni oleh sedikit orang yang silih berganti karena sudah melewati masa sekolah menengah atas. Jadi jangan heran jika penghuni asrama khusus sangat dekat seperti keluarga.

Myungeun yang penasaran dengan suara gaduh itu melangkah menuju halaman depan. Dapat Myungeun lihat dari pintu, Sungjae sedang memperbaiki pagar ditemani Guru Kwon yang hanya asik menonton pekerjaan Sungjae.

“Eh, Myungeun, sudah bangun rupanya,” ucap Guru Kwon yang menyadari keberadaan Myungeun.

Myungeun menganggukan kepalanya. “Selamat pagi,” balasnya disertai senyum.

“Tumben sekali diperbaiki, ada apa?” tanya Myungeun penasaran. Guru Kwon yang mengerti arah pertanyaan Myungeun membalasnya dengan senyuman aneh, menurut Myungeun. Gadis berkuncir satu itu mengernyit.

“Hari ini kita akan menyambut penghuni baru. Aku pikir akan lebih baik jika kita memperbaiki kerusakan yang ada di asrama ini. Biar enak dilihat saja,” jelas Guru Kwon.

“Apa aku dan kak Namjoo harus memasak menu penyambutan?”

Sungjae menghentikan aksi memukul palu, menatap Myungeun penuh arti. “Ayo adakan pesta penyambutan.” Pemuda yang sedari tadi diam itu mulai membuka suara. Menimbulkan atensi dari dua perempuan yang ada dihadapannya.

.

.

.

Namjoo sibuk memotong sayuran dengan telaten, sesekali dirinya sibuk mengaduk kari yang sedang dihangatkan. Keadaan dapur saat ini hanya dipenuhi kegiatan memasak yang dilakukan Namjoo seorang diri. Tadinya Myungeun membantunya membuat hidangan ikan saus pedas dan samgyetang, namun setelah selesai dengan pekerjaannya ia harus menggantikan pekerjaan Guru Jung membersihkan lantai atas. Sedangkan Jennie, ia tidak bisa memasak, jadi jangan berharap banyak padanya. Yang lain pun tidak bisa diminta bantuan karena sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

“Masih lama?” tanya Jennie yang baru saja  turun dari tangga. Tangannya mengambil sebuah apel dari counter meja dapur, mengigit apel itu dan mengunyahnya. Namjoo menoleh sedikit menghadap ke arah Jennie sambil tangannya sibuk mengaduk kari. “Tidak, tinggal memasukkan potongan sayuran dan tunggu hingga matang,” jawab Namjoo. Jennie mengangguk singkat mendengar jawaban kakak kelasnya tersebut. Gadis bercepol satu itu mendudukan dirinya dikursi konter dapur dengan masih memakan apel yang ada digenggamannya.

“Aneh. Kenapa Guru Kwon dan Guru Jung membuat pesta penyambutan sepertinya lebih spesial dari biasanya?” Jennie mempertanyakan pemikirannya.

“Yang kudengar sih, akan ada dua cowok dari angkatanmu yang pindah kesini.” Namjoo menjawab seraya mematikan kompor.

“Lantas?” tanya Jennie belum mengerti. Apa istimewanya dua makhluk cowok dari angkatannya, yang Jennie belum tahu siapa, harus diperlakukan istimewa oleh penghuni asrama khusus. Aneh saja, pikir Jennie.

“Salah satu cowok itu, keponakan Guru Kwon.” Suara Myungeun menjawab pertanyaan Jennie. Entah darimana asalnya dan sejak kapan Myungeun sudah berdiri disamping Jennie. “Mingyu yang memberitahu,” tambah Myungeun.

Jennie menautkan dahinya, masih belum mengerti perkataan Myungeun. Ingin bertanya tapi takut berakhir dengan perdebatan tidak jelas. Jennie tidak membalas perkataan Myungeun, ia malah asik menghabiskan apel yang tinggal sekali gigit habis tersebut. Myungeun sendiri sibuk membantu Namjoo yang sedang membersihkan dapur kotor akibat acara masak-memasak.

Tidak ada yang berniat membuka pembicaraan hingga Sujeong datang bersama Sungjae dari halaman belakang. “Ayo bergegas, sudah jam lima sore nih. Mereka tiba sekitar jam setengah tujuh,” ucap Sungjae melewati para gadis berada, berjalan menuju kamarnya.

“Jennie, Sujeong, mandi duluan sana,” perintah Namjoo. Kedua orang yang disebutkan namanya langsung berjalan ke lantai atas, tempat kamar perempuan berada. Myungeun dan Namjoo pun mempercepat gerakan mereka membersihkan sisa-sisa sampah. Setelah selesai mereka meninggalkan ruang dapur.

.

.

.

Waktu sudah menunjukkan sepuluh menit lagi akan tiba pukul setengah tujuh malam tapi belum ada tanda-tanda bahwa Guru Kwon beserta dua penghuni baru datang. Mereka semua sudah berkumpul di meja makan, termasuk Jennie dan Guru Jung yang jarang ikut berkumpul seperti ini. “Sial, lama sekali Guru Kwon datang. Aku sudah mengantuk.” Celetuk Mingyu.

Dengan diam-diam tangannya mengambil sepotong gurita rebus yang ada di meja. Sujeong yang sedang berbincang dengan yang lain tanpa sengaja melihat aksi Mingyu mencubit pinggang pemuda tersebut.

“Mingyu! Sudah dibilang jangan dimakan dulu. Bisa gak sih sih diam sebentar.”

Mingyu meringis akibat cubitan Sujeong yang tidak main-main sakitnya. Sujeong kalau sudah kesal selalu tidak bisa manis sedikit saja. Padahal dia cewek yang terlihat anggun dari luar, tapi kalau sudah diusik beringasnya luar biasa.

“Hanya menyicip satu masa tidak boleh? Lagipula aku yang sudah susah memasak,” bela Mingyu. Dirinya masih mengutuk Sujeong karena cubitannya masih terasa sakit.

Sungjae yang menyaksikan perdebatan kecil Mingyu dan Sujeong hanya terkekeh kecil. Sungjae pun menatap Myungeun yang disebelahnya. Seketika teringat hal yang membuatnya penasaran sedaritadi. “Tumben Wonwoo tidak berkunjung hari ini, kemana dia?”

Myungeun yang merasa pertanyaan tersebut tertuju untuknya menoleh menghadap Sungjae, ”Kau bertanya padaku?” Sungjae menaikkan alisnya. “Tentu saja, diantara kita semua kau yang paling dekat dengannya.”

“Ah benar, Wonwoo hyung hari ini tidak datang padahal akhir pekan biasanya dia selalu berkunjung.” Mingyu menyahut diantara perbincangan Sungjae dan Myungeun. Menatap Myungeun penuh keingintahuan.

Myungeun bingung untuk menjawab pertanyaan mereka seperti apa. Sebenarnya Myungeun juga tidak tahu mengapa Wonwoo hari ini tidak datang berkunjung, dihubungi saja sulit sekali. Padahal Wonwoo sudah berjanji akan menemaninya pergi belanja bulanan untuk kebutuhan di asrama. Ingkar janji. Memikirkan tentang cowok itu membuat Myungeun berubah jadi kesal.

“Tidak tahu. Mungkin sedang kencan.” Jawab Myungeun acuh dan kembali memusatkan perhatiannya pada ponselnya. Sungjae dan Mingyu yang melihat Myungeun saling tatap dan mengerutkan kening.

“Lho, bukannya kau itu pacarnya ya?” goda Mingyu. Ucapan Mingyu barusan membuat Myungeun meliriknya tajam. Mingyu dan Sungjae hanya tertawa menyebalkan melihat reaksi Myungeun yang terbilang lucu.

“Kau gila ya? Aku-“

“Aku pulang.”

Belum menyelesaikan ucapannya yang sayangnya harus terputus, mereka yang ada di meja makan menoleh ketika mendengar suara Guru Kwon yang muncul dari pintu masuk diikuti dua lelaki dibelakangnya.

Seketika Myungeun melotot tak percaya. Apa yang dilihatnya sekarang pasti hanya imajinasinya saja. Terlalu terkejut untuk percaya.

“JEON WONWOO!”

.

.

.

tbc

author’s note :

project tahun 2016 yang baru sekarang dipost :”) semoga kalian suka dan jangan lupa comment dan like-nya. thankseu♡

Advertisements

6 thoughts on “Me You [Chapter 1]

  1. Duh, kenapa aku suka banget kalo Myungeunku dipasangin sama aa Wonu 😍 ..
    Mereka sama-sama ngegemesin.

    Jangan lama-lama ya author-nim. Aku menunggumu hihihi

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s