[Oneshot] Maknae

Maknae

Maknae

Story by Hwayoungiee

LOVELYZ Jeong YeinBTS Jeon Jungkook | Romance | Oneshot | General

I just own the poster and storyline. I don’t get any advantages from this fic.

.

Happy reading!

Hari ini adalah evaluasi bulanan LOVELYZ. Aku dan unnie-unnieku yang lain akan berkumpul di uang rapat Woolim dan membicarakan beberapa hal dengan CEO dan manajer-oppa. Biasanya INFINITE-sunbaenim juga ikut bersama kami, tapi hari ini mereka mempunyai jadwal sendiri-sendiri sehingga tidak bisa hadir.

“Cha, kita mulai ya,” kata manajer-oppa sambil membetulkan posisi duduknya.

Aku memperhatikan pesan-pesan CEO kepada kami dari awal sampai akhir. Dia mengucapkan selamat karena LOVELYZ sudah mendapatkan peringkat pertama di acara musik. Beliau juga berpesan agar kami lebih giat dalam mempersiapkan comeback berikutnya.

“Oh iya, Jeong Yein, aku dengar kau mendapat tawaran duet,” ujar manajer-oppa kepadaku.

Aku terkejut, “Ne? Duet?”

“Mm, duet dengan, ah, siapa itu maknaenya BTS?”

“Jungkook-sunbaenim?” tebakku. Manajer-oppa memang orang yang pelupa kalau urusan nama-nama artis.

Dia mengangguk, “Nah, Jungkook. Lebih lengkapnya kita bicarakan di dorm saja.”

“Ne,”

Satu-persatu member keluar dari ruangan itu. Biasanya setelah evaluasi bulanan kami bebas melakukan apapun. Ada yang latihan, ada yang bermain game di dorm, ada pula yang pergi keluar mencari makanan. Aku adalah termasuk kategori terakhir. Mencari makanan seperti tteokbokki di jalanan Seoul sangat mengasyikkan.

“Bibi, tteokbokki pedas manis ya,” ujarku pada bibi Jung, penjual tteokbokki langgananku.

Bibi itu mengangguk, “Sudah lama kau tidak kesini, wae gurae?”

“Aku mau membuat bibi kangen padaku,” gurauku.

Aku menopang daguku ke meja. Berduet dengan Jungkook-sunbaenim? Membayangkannya saja sudah deg-degan. Kenapa harus aku? Myungeun-unnie mempunyai suara yang lebih bagus dariku. Kei-unnie dan Sujeong-unnie juga. Yang aku tahu suara Jungkook-sunbaenim sangat indah.

“Yein-a, ini tteokbokkimu,” bibi Jung meletakkan sepiring tteokbokki ke atas mejaku. Ia juga memberiku sebotol cola.

“Bibi, tteokbokki seperti biasa ya!” seorang pria dengan masker dan kacamata yang menutupi wajahnya datang dan duduk di meja sebelahku. Melihat caranya memesan, sepertinya dia pelanggan setia di sini.

“Aigoo, kenapa kau datang sendirian? Kalau ketauan fansmu bagaimana?” tanya bibi Jung pada pria itu. Fans? Dia seorang idol juga?

“Aku bosan. Manajer sedang keluar kota menemani Namjoon-hyung.”

Eh? Namjoon? Kim Namjoon BTS itu? Berarti dia adalah member BTS juga, tapi siapa? Tunggu, sepertinya aku kenal rambut itu.

“Jungkook-sunbaenim?” panggilku pelan.

Binggo! Orang itu menoleh, lalu terkejut ketika melihatku, “Jeong Yein?”

“Annyeonghaseyo sunbaenim,” sapaku sambil membungkukan badan. Bagaimanapun dia lebih berpengalaman dariku sehingga aku harus sopan padanya.

Jungkook-sunbaenim melepas alat samarnya, kini terlihat wajahnya yang kelelahan, “Kau sedang apa disini?”

“Sama seperti yang sunbae lakukan,” jawabku sambil menunjuk tteokbokki yang belum aku sentuh sejak tadi.

“Oh, mian, aku jadi mengganggu acara makanmu. Silakan dilanjutkan,”

Aku mengangguk sopan, “Ne,”

Baru aku memakan dua suap tteokbokki, bibi Jung datang sambil membawa pesanan Jungkook-sunbaenim dan berkata, “Hari ini tokoku kedatangan 3 artis. Tadi pagi Kim Ahyoung yang cantik itu kemari,”

“Yura-sunbaenim? Ya, bibi kenapa tidak minta tanda tangannya? Aku fansnya juga!” rengek Jungkook-sunbaenim. Aku tersenyum ketika mengetahui fakta bahwa dia adalah fanboy Girls Day.

Tiba-tiba Jungkook-sunbaenim pindah duduk di depanku. Memang ada dua bangku berhadapan untuk setiap meja, “Aku boleh duduk disini, kan?”

“Eh? Ne, tentu saja sunbae,” jawabku canggung. Seharusnya aku tidak boleh begini karena aku harus bekerja sama dengan dia nantinya, tapi bagaimana lagi, wajahnya itu membuatku salah tingkah. Dia ternyata lebih tampan kalau tanpa polesan make up.

“Kau sudah mendengar kalau kita akan duet, kan?”

Aku tidak menyangka dia akan membahas pekerjaan disini. Aku kan datang kesini untuk makan, tapi karena rasa sopanku, aku harus menjawab pertanyaannya.

“Ne, manajer-oppa memberitahuku tadi,”

Dia tersenyum, “Kau tidak keberatan, kan?”

“Aniyo, tentu saja aku senang bisa duet dengan Jungkook-sunbae,” jawabku tegas.

Jungkook-sunbaenim tertawa, “Aigoo, kita hanya beda satu tahun. Jangan panggil aku seperti itu. Aku jadi merasa tidak enak.”

“Lalu, aku harus memanggil apa?” tanyaku sambil memakan sepotong tteok.

“Mmm— oppa?”

“Uhuk!”

Aku tersedak tteokbokki yang sedang aku kunyah. Untung dia tanggap dan segera menyodorkan air minumnya kepadaku. Aku segera menelan air itu untuk mendorong gumpalan tteok ini masuk ke dalam tenggorokanku.

“Mian, kau pasti terkejut,” ujarnya sambil menepuk pundakku.

Aku menggeleng pelan, “Aniyo, ini juga salahku berbicara sambil makan. Mianhaeyo, sunbae, air minummu jadi habis.”

“Kau masih memanggilku sunbae?”

Aku melongo, “Eh? Tidak, o—oppa,” jawabku salah tingkah. Benarkah aku boleh memanggilnya oppa sekarang?

“Nah, begitu. Ayo dimakan lagi tteokbokkinya,”

Aku segera menyelesaikan tteokbokkiku secepat mungkin. Bersamanya lama-lama disini membuat kerja jantungku jadi tidak normal.

“Jangan buru-buru, nanti tersedak lagi,” Jungkook-oppa mengingatkan aku sambil meneguk air mineralnya.

Aku berusaha mencari alasan, tidak mau terlihat grogi dihadapannya, “Aku sedang lapar,”

Tiba-tiba Jungkook-oppa tertawa. Aku tidak tahu apa yang ia tertawakan sampai akhirnya dia menunjuk pipiku, “Ada saosnya, tuh.”

Aku segera mengusapnya, tapi ternyata aku mengusap sisi yang salah. Dari mana aku tahu? Dari tangan Jungkook-oppa yang bergerak untuk membersihkan bagian yang sebenarnya. Sistem kerja tubuhku jadi semakin berantakan.

“Kau sudah selesai? Ayo kita pulang,”

Apa dia mengajakku pulang bersama? Pertanyaanku terjawab ketika ia memberikan kacamata dan masker kepadaku, lalu tersenyum.

“Pakailah, kalau kepergok Dispatch bahaya,” guraunya.

Aku tertawa sebentar, “Terus oppa pakai apa?”

Jungkook-oppa mengeluarkan masker dari kantung jaketnya, “Aku selalu berjaga-jaga,”

“Bibi! Jangan bilang-bilang kalau kami makan disini berdua!” kata Jungkook-oppa pada bibi Jung, membuatku sedikit salah tingkah. Dia bertingkah seperti kita sedang kencan.

“Kajja Yein-a,”

Kami berdua memilih jalanan yang sepi agar tidak menarik perhatian orang-orang. Aneh kan kalau ada dua mahkluk bermasker keluar malam-malam seperti kami? Sampai di jalanan yang lumayan sepi, kami berdua melepaskan masker yang kami pakai.

“Kau—“

“Oppa—“

Aku segera mengatupkan bibirku saat tahu Jungkook-oppa memanggilku pada waktu yang sama ketika aku memanggilnya.

“Kau dulu,” ujarnya setelah sebelumnya kami berdua merasa canggung.

Aku menelan ludahku, “Oppa kenapa mau mengantarku?”

“Bahaya kalau maknae LOVELYZ pulang sendiri malam-malam begini,” ujarnya santai. Apa dia jujur? Kenapa terlihat enteng sekali menjawab pertanyaanku.

“Oh, oppa tadi mau bicara apa?” tanyaku.

Jungkook-oppa menoleh ke arahku, membuat aku ikut menghadap wajahnya, “Kau sudah punya pacar?” tanyanya tiba-tiba. Aku segera memalingkan wajahku, takut kalau ketauan wajahku memerah sekarang.

“Ngg— belum, wae?” aku balik bertanya.

“Syukurlah. Kalau kau sudah punya pacar, bisa-bisa pacarmu cemburu saat kau duet denganku nanti,” jelasnya.  Aku hanya tertawa kecil.

Lewat jalan memutar seperti ini membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai ke dorm. Kakiku lama-lama terasa pegal. Aku juga mulai kedinginan. Tidak biasanya musim panas sedingin ini.

“Yein-a, kau tidak capek?” tanya Jungkook-oppa seolah dia bisa membaca pikiranku.

Aku takut dia akan mengejekku kalau aku bilang capek, “Aniyo, aku hanya kedinginan,”

“Hmm.. apa yang dilakukan seorang pria kalau ada gadis kedinginan di sebelahnya?” Jungkook-oppa pura-pura berpikir dengan meletakkan jari telunjuk di dagunya.

Aku tiba-tiba teringat adegan di drama Korea, “Memberinya jaket?”

“Ya, yang lain, aku hanya memakai kaos tipis!” tolak Jungkook-oppa, membuatku tersenyum kecil. Aku tidak menjawab karena tidak tahu jawabannya lagi.

Tiba-tiba aku merasakan kehangatan menghampiri telapak tanganku. Ternyata Jungkook-oppa menggenggamnya, erat sekali. Wajahku segera memerah seketika.

“Jangan dilepas. Biasanya di drama-drama mereka begini,” ujarnya sambil menatap lurus ke depan. Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Ingin sekali aku bersandar di bahunya, tapi aku rasa itu terlalu berlebihan.

“Jeong Yein,” Jungkook-oppa berujar lagi. Apa pria itu tidak capek bicara terus sejak tadi?

“Ne?”

“Jangan memotong perkataanku ya,” pintanya. Aku hanya mengangguk, isyarat agar ia melanjutkan bicaranya.

“Saat LOVELYZ debut, aku melihat-lihat profile kalian. Lalu aku terkejut mendapati ada salah satu member yang mirip denganku. Awalnya aku kira hanya delusiku saja, tapi beberapa minggu kemudian para fans sudah membicarakan member LOVELYZ yang mirip denganku, bahkan mereka mengedit foto-foto kami.”

Aku tertegun. Apa dia membicarakan aku? Aku sering mendengar bahwa kami mirip.

“Aku jadi tertarik dengan member itu. Saat Taehyung-hyung mendapat tawaran MC dengan member LOVELYZ, aku cemburu. Aku ingin aku saja yang menjadi MC-nya, tapi aku sadar kalau Taehyung -hyung lebih baik dari aku,”

Jadi dia membicarakan Sujeong-unnie?

“Syukurlah ternyata partner MC-nya bukanlah gadis yang aku sukai. Aku sedikit lega. Saat LOVELYZ comeback, gadis itu terlihat semakin cantik, dia juga sering menempati center. Aku melihat MV kalian berulang kali disela-sela latihan. Gadis itu bagaikan penyemangatku saat aku sedang kecapekan dan stress memikirkan BTS,”

Yang sering menjadi center di setiap penampilan kami adalah aku, Sujeong-unnie, dan juga Kei-unnie.Kalau itu bukan Sujeong-unnie, apakah Kei-unnie?

“Aku meminta kepada produser untuk membuat debut duetku dengannya. Aku juga meminta bibi Jung untuk memberi tahuku kalau gadis yang aku sukai itu datang ke tempatnya. Untungnya mereka berdua mau menuruti permintaanku,”

Jadi gadis yang dimaksudnya benar-benar aku? Dia berbicara tentang aku?

“Kau tahu siapa gadis itu?” tanya Jungkook-oppa. Aku bingung harus menjawab apa.

“Pasti dia gadis yang sangat cantik dan baik hati,” jawabku pelan. Butuh waktu 20 detik untuk memikirkan jawaban itu.

Jungkook-oppa tersenyum, “Kau benar, dan nama gadis itu adalah— oh kita sudah sampai!”

Aku tertegun. Sejak kapan ada member LOVELYZ bernama Oh Kita Sudah Sampai? Memangnya ada nama seperti itu? Bukannya Oh Jin Hee atau Oh Se Hun? Aku menoleh ke kanan, ternyata maksudnya kita sudah sampai di dorm LOVELYZ. Betapa bodohnya aku sampai gagal paham.

“Masuklah, katanya kedinginan,” ujar Jungkook-oppa sambil melepaskan genggamannya dari tanganku.

“Oppa— tadi, siapa nama gadisnya?” tanyaku penasaran walaupun aku sudah menebak siapa dia.

Jungkook-oppa tersenyum, lalu mengacak rambutku.

“Bukannya kau sudah tau?”

FIN.

Hello! Apa ff-nya gantung? Semoga enggak ya^^ atau butuh sekuel?

Please comment after reading. I really really appreciate your words.

With Love,

Hwayoungiee

Advertisements

5 thoughts on “[Oneshot] Maknae

  1. Ah.. Yein kenapa polos sekali, itu yang dimaksud jungkook itu kamu. Dan Jungkook kenapa harus pakek banyak kode segala, bikin gemes aja. Butuh sequel kak, bikin kelanjutannya saat jungkook benar” nyatain perasaannya ke Yein atau saat kalaborasi. Maaf jika komen ini terlalu panjang sampai lupa memperkenalkan diri ini, annyeong kak, aku dina reader baru disini dari 02 line , salam kenal^_^

    Liked by 1 person

  2. ahhh, si yein mahh pura2 gatauu nih. padahal dalem hati udah jingkrak2 ga jelas tuhh!! 😳😳😳 si kue kardus mah bisa ajaa ngekodeinnyaaaa, mau lahh kook dikodein jugaaak!! hehehe😂😂😂
    MAUUUUULAH SEQUELNYAAAAA!!! 😳😳😳😳 ditungguuu yakk!

    Like

  3. Annyeong😊 salam kenal new reader nih ijin baca yaa, cerita nya lucu yein astaga masih polos bener haha si jungkook udh kode keras tuh😁😁
    Mau buat sequel kaah aah ditunggu yaa penasaran klo mereke ngelanjutin hubungan nya jadi gimana😊😁

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s