Treasure [Chapter 6]

Treasure

Art by Irish posterfanfictiondesign.wordpress.com

Treasure

By Fanita

Main Cast : Lovelyz’ Mijoo & Infinite Woohyun – OC’s Lee Goseul

Cast : Bestie’s Haeryung – Lovelyz’ Jisoo – etc

Genre : Family – Sad – Hurt/Comfort || Rating : PG-15 || Type : Chapter

“Where your treasure is, there will your heart be also”

Na Haeryung gelisah karena Woohyun tak kunjung pulang. Sudah pukul 3 subuh tetapi Woohyun belum juga sampai di rumah. Haeryung jadi takut kalau sesuatu terjadi pada suaminya apalagi teleponnya tak aktif sejak siang itu, “Oppa di mana sih?” Lirih Haeryung.

.

Jisoo memutuskan untuk pulang ke rumah dan esok dia akan kembali ke rumah sakit. Hanya ada Woohyun dan Mijoo yang berjaga di tempat ini. Mijoo sadar bahwa Nam Woohyun seharusnya pulang ke rumah tetapi hati kecilnya memaksa Woohyun untuk tetap di sini. Maka dari itu keduanya kini duduk bersama, mana tahu suster menyuruh mereka untuk mengambil obat atau apapun itu.

“Mijoo-ya tidurlah..” kata Woohyun.

Aniya oppa aku-“

“Tidurlah..”

Woohyun meletakan kepala Woohyun di bahunya. Mijoo sungguh merindukan bahu tersebut. Ia hanya terdiam saat Woohyun kembali menyuruhnya. Perlahan mata Mijoo pun terlelap dan ia tidur di samping orang yang begitu dia rindukan,

.

Setelah 4 jam tertidur Mijoo pun akhirnya terbangun. Hari sudah pagi dan beberapa orang berlalu lalang di hadapannya. Mijoo melirik ke samping dan terkejut saat melihat sosok Woohyun yang saat ini tidur.

“Jadi ini nyata?”

Mijoo pikir dia hanya bermimpi. Ternyata Woohyun memang berada di sampingnya dan tangan Woohyun mengenggam tangannya sejak ia tertidur.

“Aku merindukanmu..” lirih Mijoo.

“Eeungg..”

Perlahan mata Woohyun terbuka. Matanya yang sipit semakin kecil saat ia bangun dari tidur. Mijoo segera melepaskan genggaman tangan Woohyun dari tangannya.

“Oppa..” panggil Mijoo.

“Ya Mijoo-ya? Apa ada kabar dari dokter?”

Mijoo menggelengkan kepalanya,  “Tidak. Oppa sebaiknya kamu pulang..”

“Kenapa? Aku bisa-“

“Tidak oppa kamu harus pulang. Apa kamu tidak memikirkan istrimu? Dia pasti bingung ke mana oppa pergi karena semalaman tidak pulang” potong Mijoo

Woohyun terdiam mendengarnya. Ia melupakan Haeryung apalagi semalaman tak memberikan kabar kepadanya. Ya Tuhan, rasa cintanya yang terpendam terhadap Mijoo membuatnya melupakan istri sahnya yang ada di rumah.

“Baiklah kalau begitu aku pulang tapi aku akan mengunjungi kalian lagi. Kalau ada apa-apa jangan ragu untuk menghubungiku Mijoo-ya…”

Pria bermarga Nam itu membelai rambut Mijoo dengan sangat lembut. Mijoo hanya bisa mengangguk kepalanya. Perlakuan Woohyun saat ini membuat Mijoo malah tidak bisa mengontrol perasaannya. Pergilah secepat mungkin, pergilah.

“Sampai jumpa lagi Mijoo..”

“Ya, sampai jumpa..”

.

Pada akhirnya Woohyun pulang ke rumah terlebih dahulu untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Haeryung yang sedang memanggang kue di dapur menghampiri Woohyun begitu mendengar suara langkah kaki seseorang berlari tergesa-gesa.

“Oppa!” Panggil Haeryung.

Langkah tungkai Woohyun terhenti begitu mendengar suara Haeryung memanggilnya. Ia membalikkan badan lalu tersenyum kepada istrinya.

“Ya Haeryung-ah?”

Oppa kamu kenapa tidak pulang sih?”

Haeryung berlari menghampiri Woohyun dan langsung memeluk suaminya. Woohyun hanya diam, tak berniat sedikitpun membalas pelukan Na Haeryung.

Oppa semalam oppa tidur di mana?” Tanya Haeryung.

“Semalam aku ada urusan mendadak ke luar kota jadi saat aku pulang karena sudah mengantuk aku memilih untuk tidur di hotel Haeryung-ah..” dusta Woohyun.

“Kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?”

Haeryung melepas pelukannya dan menatap Woohyun dengan seksama.

“Ah.. ponselku habis baterai dan aku terlalu lelah jadi aku
tertidur tanpa menyentuh ponselku..” bohong Woohyun lagi.

Mendengar jawaban suaminya Haeryung tak langsung percaya begitu saja. Dia tahu Woohyun menyembunyikan sebuah kebohongan di belakangnya.

“Sebaiknya oppa mandi sekarang. Apa mau aku siapkan air hangat?” Tanya Haeryung.

“Tidak perlu Haeryung-ah..”

Woohyun berlalu meninggalkan Haeryung yang terdiam di tempatnya. Pokoknya dia harus mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya karena Haeryung memiliki firasat buruk kalau Woohyun menyembunyikan sesuatu di belakangnya.

.

Mijoo duduk di sebelah ranjang Goseul sambil mengenggam tangan mungil anak kesayangannya. Sejak di operasi Goseul masih belum sadarkan diri. Pokoknya Mijoo tidak ikhlas anaknya mengalami kecelakaan seperti ini di sekolah. Dia harus menuntut pihak sekolah dan juga anak yang mendorong Goseul sehingga Goseulnya terluka dan mengalami mimpi buruk seperti ini.

“Goseul-ah bangun sayang..” lirih Mijoo.

Air mata Mijoo telah kering karena menangis semalaman. Mijoo berharap Goseul segera membuka mata dan di saat itu juga Mijoo akan memuji sup yang dibuatkan Goseul untuknya.

“Goseul..” lirih Mijoo.

Mijoo meletakan kepalanya di atas ranjang. Sejujurnya dia lelah dan kurang istirahat tapi sebagai ibu Mijoo harus berada di samping Goseulnya selama 24 jam penuh saat ini.

.

Ketika Mijoo terlelap tangannya yang masih mengenggam tangannya Goseul merasakan suatu pergerakan. Mijoo terbangun dan langsung melihat bahwa Goseul saat ini telah membuka kedua matanya.

“Go..goseul-ah…”

“I…bu…”

Mijoo bersyukur karena Goseul sudah sadarkan diri. Dia tersenyum sumringah dengan air mata kebahagiaan yang keluar dari pelupuk matanya.

“Tunggu sayang, ibu panggilkan dokter, okay?

Goseul mengangguk kecil dan saat ini dia kembali memejamkan matanya. Semuanya terasa berat, sakit dan nyeri.

.

“Kita harus bersyukur bu karena Goseul telah sadarkan diri. Karena kondisinya sudah mulai membaik kita akan memindahkannya ke kamar biasa.” Mijoo membungkukan badannya mendengar penjelasan dokter mengenai kondisi Goseul saat ini. Dia bersyukur saat ini karena Goseul sudah sadar dan melewati masa kritisnya.

“Kalau begitu kami akan segera menyiapkan kamarnya bu”

“Terima kasih songsaengnim. Terima kasih banyak..” ucap Mijoo lagi.

.

Mijoo tiba-tiba teringat dengan Woohyun. Dia harus memberikan kabar bahagia ini kepadanya. Mijoo mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi nomor ponsel Woohyun yang telah dia catat di kontaknya.

“Yeoboseyo Mijoo apa terjadi sesuatu?”

“Oppa.. Goseul sudah sadarkan diri dan sebentar lagi dipindahkan ke ruangan biasa”

“Sungguh? Aku segera ke sana!”

“Ya oppa. Hati-hati..”

Pik. Sambung telepon telah putus. Mijoo kembali memusatkan perhatiannya kepada sang anak. Goseul pun juga melihat sang ibu. Ia penasaran siapa yang baru saja di telepon oleh ibunya.

“Bu siapa yang ibu hubungi?”

“Paman Woohyun, sayang..”

“Paman Woohyun? Tapi bukannya ibu-“

“Sstt untuk saat ini jangan banyak bicara dulu, oke?”

Goseul hanya bisa menganggukan kepalanya untuk menuruti perintah sang ibu agar dirinya tidak banyak bicara terlebih dahulu.

.

Alangkah bahagianya Woohyun mendapatkan kabar dari Mijoo bahwa Goseul sudah sadar dan keadaannya membaik. Woohyun meninggalkan segala pekerjaannya di kantor untuk segera pergi ke rumah sakit. Tanpa Woohyun sadari seseorang sudah bersiap untuk mengikutinya pergi karena mendapatkan mandat dari orang yang memberikannya banyak uang untuk mengikuti Woohyun bila dia keluar dari kantornya.

.

“Saat ini Tuan Woohyun berada di Rumah Sakit Asan..”

Haeryung mengerutkan keningnya heran dengan laporan yang diberikan oleh seorang pegawai di kantor Woohyun yang telah dia bayar untuk mengikuti Woohyun kalau dia meninggalkan kantor. Siapa yang sakit memangnya?

“Untuk apa dia di sana?”

“Dia mengunjungi ruang VIP khusus anak..”

Mwo? cepat cari tahu siapa yang dilihat olehnya!”

“Algeuseumnida”

Pik. Haeryung langsung mematikan panggilannya. Siapa sih yang dilihat Woohyun di sana? Apa semalam dia juga ke rumah sakit makanya Woohyun tidak pulang?

Barusan saja mengecek pasien di kamar itu.
Yang sedang dikunjungi Tuan Woohyun adalah Lee Goseul

Alangkah terkejutnya Haeryung saat membaca sms dari orang suruhannya. Kalau pasien itu Goseul berarti yang sakit adalah anak suaminya? Sialan. Sepertinya Haeryung harus memusnahkan anak itu dari muka bumi karena semenjak tahu tentang Goseul dan ibunya hidup Haeryung jadi tidak tenang.

.

“Goseul-ah.. Paman datang” Woohyun datang sambil membawa parsel buah dan sebuket bunga yang sengaja dia beli untuk Lee Goseul. Melihat kedatangan Woohyun yang mengunjunginya Goseul pun tersenyum lalu berterimakasih kepada Woohyun atas buah dan bunganya.

“Paman terima kasih banyak”

“Tak masalah Goseul-ah..” balas Woohyun.

Entah kenapa melihat ibunya bersama Woohyun membuat hati Goseul jadi tenang. Ia merasakan suatu perasaan yang selama ini hilang dari dirinya. Apalagi Woohyun saat ini mengusap lembut pipinya. Tangan itu terasa begitu hangat, Goseul tidak mau kehilangan sentuhan lembut dari Nam Woohyun.

“Mijoo-ya apa kamu sudah makan?” Tanya Woohyun tiba-tiba.

Mijoo menggelengkan kepalanya. Dia belum sempat sarapan dan makan siang pun dia lewatkan juga.

“Kamu harus makan, kalau kamu sakit siapa yang akan menjaga Goseul? Iya kan Goseul?”

“Betul paman..” celetuk Goseul.

“Goseul-ah kamu ikut-ikutan memojokan ibu?” kesal Mijoo.

“Wek..”

Goseul menjulurkan lidahnya kepada Mijoo yang saat ini tambah kesal karenanya. Woohyun tertawa keras karena Lee Goseul memihaknya untuk memojokan Mijoo.

“Bagus Goseul..” kekeh Woohyun.

“Tentu paman!” Seru Goseul.

Dibalik rasa dongkol Mijoo, ada suatu perasaan yang menyentuhnya ketika melihat Woohyun dan Goseul begitu akrab. Bagaimana pun ayah dan anak tidak harus dipisahkan. Mijoo jadi berpikir apa yang akan Goseul pikirkan kalau tahu Nam Woohyun adalah ayah kandungnya bukan hanya sekedar paman Woohyun yang selama ini Goseul kenal?

“Bu pergilah ke kantin lalu makan sesuatu!” Titah Goseul.

“Astaga! Iya ibu pergi, tidak sabaran sekali..” gerutu Mijoo.

“Makan yang banyak Mijoo-ya..” pesan Woohyun.

Mijoo tersenyum tipis dan dia segera pergi meninggalkan kamar Goseul sebelum kedua orang itu memarahinya lagi.

•tbc•

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s