Treasure [Chapter 7]

Treasure

Art by Irish posterfanfictiondesign.wordpress.com

Treasure

By Fanita

Main Cast : Lovelyz’ Mijoo & Infinite Woohyun – OC’s Lee Goseul

Cast : Bestie’s Haeryung – Lovelyz’ Jisoo – etc

Genre : Family – Sad – Hurt/Comfort || Rating : PG-15 || Type : Chapter

“Where your treasure is, there will your heart be also”

.

..

.

“Maafkan kami Lee Goseul..” Kedua anak laki-laki yang menyebabkan Goseul harus berbaring di rumah sakit datang menjenguknya. Mereka meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Goseul karena tak sengaja mencelakakannya. Melihat kehadiran dua orang yang Goseul kenal sebagai biang kerok dari kelas tetangganya, Kim Jihoon dan Park Seungwoo, entah kenapa Goseul tidak merasa marah sedikitpun. Mereka memang telah membuat ibunya cemas dan khawatir, namun kejadian ini malah disukai oleh Goseul karena sang ibu bisa dekat dengan paman Woohyun yang sebelumnya tidak suka bila Goseul bersamanya.

“Aku maafin kok..” balas Goseul.

“Su..sungguh??! Kami dimaafkan?” Pekik Seungwoo gembira.

“Ssttt di rumah sakit tidak boleh berisik!” Ucap Goseul memperingatkan.

“Bukan hanya wajahmu yang secantik malaikat, ternyata hatimu juga Goseul-ah..” puji Jihoon.

“Hahahhaa kalian berlebihan..” kekeh Goseul.

Mijoo yang melihat sang anak menanggapi santai kedua bocah yang telah mencelakakannya hanya bisa bernapas legah. Sepertinya niat Mijoo yang hendak menindak tegas masalah ini jadi memudar. Lebih baik dia menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan dibandingkan jalur hukum seperti rencananya di awal.

.

Woohyun seperti biasa menjalankan tugasnya di kantor apalagi begitu banyak pekerjaan yang menumpuk karena Woohyun tinggal selama beberapa hari ini. Mengetahui Goseul sudah semakin membaik, perasaan gundah Woohyun telah hilang dan diapun bisa fokus bekerja.

Tok..tok..tok..

“Masuk!”

Seseorang masuk ke ruang kerja Nam Woohyun setelah diberi izin olehnya. Ternyata yang masuk adalah sekretaris pribadi Woohyun.

Sajangnim malam ini Anda ada rapat bersama pihak dari perusahaan MJ Hon di Grand Hotel”

“Malam ini?”

“Ya sajangnim

Kalau dia ada rapat malam ini, itu artinya rencana Woohyun untuk menjeguk anaknya jadi tertunda.

“Kalau begitu kosongkan acaraku sore ini karena saya harus pergi ke suatu tempat”

“Baik sajangnim,”

Setelah mengatakan apa yang ingin dia informasikan, sekretaris pribadi Woohyun pergi meninggalkan ruangan bosnya. Sore ini Woohyun harus mengunjungi Goseul namun sebelumnya dia akan pergi membelikan kado untuk sang anak.

.

Krek.. Woohyun membuka pintu ruang di mana Goseul di rawat. Mengetahui siapa yang datang berkunjung, Goseul berlihat gembira dan langsung menyapa paman kesayangannya.

“Paman! Aku pikir paman datangnya malam!” Seru Goseul.

Woohyun yang telah berada di sebelah Goseul langsung mencubit pipi Goseul dengan gemas dan meletakan kantong belanja yang dia bawa sejak tadi di sebelahnya.

“Malam nanti paman ada rapat jadi tidak bisa datang kemari Goseul-ah..” balas Woohyun.

“Oh gitu..” gumam Goseul.

“Sebagai permintaan maaf paman belikan ini untuk Goseul!”

“Ini apa?”

Goseul membuka bungkus belanjaan itu dan alangkah kagetnya Goseul saat tahu isi dari pemberian Woohyun adalah MacBook berwarna emas rose! Goseul menjerit senang sampai-sampai sang ibu yang baru saja keluar dari toilet terkejut karenanya.

“Goseul-ah kenapa?” Tanya Mijoo.

“Ibu! Lihat ini! Paman Woohyun memberikannya untukku!”

Mijoo melihat benda yang sedang dipegang oleh anaknya. Ia kaget barang semahal itu dapat disentuh dengan Lee Goseul.

Oppa untuk apa membelikan Goseul barang seperti itu?” Tanya Mijoo ketus.

“Goseul pasti bosan berada di rumah sakit jadi aku membelikannya MacBook agar Goseul bisa senang berada di sini,” jawab Woohyun.

“Tapi tetap saja-“

“Ah ibu pelit! Paman Woohyun kan niatnya baik membelikan aku ini..”

“Lee Goseul!”

Goseul memanyunkan bibirnya. Daripada dia pusing karena omelan ibunya lebih baik Goseul memainkan MacBook barunya.
.

Oppa aku tidak suka kalau kamu memanjakan Goseul seperti itu,” Mijoo mengajak Woohyun berbicara di luar untuk membahas masalah hadiah Woohyun untuk Lee Goseul. Dia sudah membelikan Goseul handphone baru beberapa waktu yang lalu jadi terlalu berlebihan bila anaknya mendapatkan gadget yang tidak terlalu berguna untuknya.

“Tidak masalah Mijoo. Aku ingin melihat Goseul senang,”

“Oppa-“

“Mijoo-ya saat dia kecil aku tidak bisa membelikannya mainan seperti anak-anak yang lain, jadi sekarang inilah waktuku untuk memanjakannya Mijoo,”

Mijoo menutup mulutnya saat mendengar jawaban dari Nam Woohyun. Dia jadi teringat bagaimana malangnya Goseul kecil yang tidak bisa membeli mainan impiannya karena saat itu Mijoo tidak punya uang lebih untuk membelikannya. Dan juga saat Goseul menangis di toko mainan karena iri melihat ayah dari anak lain memanjakan mereka, tidak seperti dirinya.

“Mijoo-ya?” Tegur Woohyun.

“Hmmm terserah oppa saja kalau begitu,” balas Mijoo lalu kembali masuk ke ruangan Goseul.

.

“Bibi!!” Goseul berteriak gembira saat melihat Jisoo datang dan membawa pizza pesanannya. Saat Jisoo berada di sampingnya lalu membuka pizza itu, Goseul menghirup aroma lezat pizza itu dan langsung memakannya.

“Jisoo-ya..” panggil seseorang.

Pluk! Pizza yang dipegang oleh Goseul terjatuh saat melihat seorang pria tampan masuk ke dalam ruangannya. Laki-laki yang memakai pakaian serba hitam itu memiliki wajah menawan yang membuat ABG Goseul tergila-gila karenanya.

Oppa tampan ini siapa bi?” Tanya Goseul yang masih memusatkan pandangannya kepada pria itu.

Annyeong Goseul! Nama paman Kim Myungsoo, pacarnya bibi Jisoo!” Sapa Myungsoo sambil memamerkan lesung pipinya yang begitu menggoda.

“Daebak!” Gumam Goseul tak percaya.

“Ini pacar bibi. Sudah bibi tunjukan pacar bibi, kan? Gimana? Ganteng?”

Goseul menganggukan kepalanya penuh semangat! Dia sangat memuji kegantengan yang dimiliki oleh Kim Myungsoo. Dia akui selera Jisoo memang di atas rata-rata dan dia juga hebat karena bia mendapatkannya.

“Paman-ah! Susah sekali memanggil orang seganteng ini paman!” Rengek Goseul.

“Terus bagaimana dengan paman Woohyun? Pantas dipanggil paman karena paman sudah tua?” Celetuk Woohyun yang baru saja masuk ke ruangan.

“Hehehe bukan begitu paman..” kekeh Goseul.

Aigu Lee Goseul jangan coba-coba menggoda pacar bibi yang ganteng!” Geram Jisoo.

Goseul memanyunkan bibirnya kesal. Huft dia hanya ingin bermain dengan oppa tampan, bukannya menggodanya.

.

Malam harinya Mijoo terus menguap karena ia sangat mengantuk malam ini. Sudah berhari-hari dia kekurangan tidur jadi wajar bila badannya tidak mampu untuk menahannya lagi. Goseul yang sedang memainkan MacBook miliknya menyadari kalau sang ibu mulai lelah. Ia mengatakan sesuatu kepada ibunya agar segera beristirahat.

“Bu sebaiknya itu pulang ke rumah dan tidur yang nyenyak. Tidur di sini tidak nyaman kan? Kalau ibu sakit bagaimana?” Celetuk Goseul.

Gwenchana Goseul-ah,” balas si ibu.

“Bu aku bakalan baik-baik saja sendiri. Aku bisa ke toilet sendiri dan sesekali dokter akan memantauku, kan? Lebih baik itu pulang saja!” Bujuk Goseul.

Mijoo berpikir sejenak. Sebenarnya dia memang merasa tidak nyaman tidur di rumah sakit. Dia juga belum membersihkan rumah dan harus mengambil beberapa baju ganti untuk Lee Goseul. Apa semuanya akan baik-baik saja bila dia tinggal?

“Bu pulang lah!” Rengek Goseul.

“Kamu ini jahat sekali mengusir ibu sendiri,” cibir Mijoo.

“Hehehehe..”

Pada akhirnya Mijoo memilih untuk menuruti apa kata Goseul. Setelah membereskan barang yang telah selesai dipakai Mijoo pun pamit dan pergi meninggalkan Goseul sendirian di ruangannya.

.

Krek.. Goseul yang memainkan MacBook miliknya dengan sangat serius tidak menyadari kalau ada seseorang yang membuka pintu kamarnya. Orang itu lantas menutup lagi pintu secara kasar dan tak lupa mengunci pintu ruangan dari dalam.

“Si..Siapa?” Tanya Goseul yang terkejut dengan orang asing yang datang ke kamarnya dengan cara tak baik. Goseul meletakan MacBook nya di balik bantal lalu berusaha untuk berdiri. Tapi sayang, begitu si penyusup yang tak lain adalah Na Haeryung telah menghampirinya, istri sah seorang Nam Woohyun tersebut langsung mendorong Goseul lagi dan membuat gadis kecil itu terlempar di kasurnya.

“A..anda siapa?” Tanya Goseul takut.

“Aku harus membunuhmu!” Ucap Haeryung datar tanpa menggubris pertanyaan Goseul barusan.

“Tolong-huk

Tangan Haeryung mencekik leher Lee Goseul sampai membuatnya sulit bernapas. Goseul berusaha payah untuk melepaskan tangan Haeryung yang mencekiknya tapi apa daya tenaga Goseul tidak sepadan dengan kuatnya tenaga Haeryung yang berakar dari amarahnya.

“To…lo..ng” lirih Goseul.

“Kamu dan ibumu sama sama! Kalian mau merebut suamiku dari tanganku? Tidak akan kubiarkan! Kalau kamu mati Woohyun oppa tidak akan peduli lagi dengan ibumu yang menjijikan itu!” Teriak Haeryung melampiaskan amarahnya.

“Hah…”

“Kenapa anak sepertimu harus lahir di muka bumi ini hah?!”

Goseul sulit untuk bernapas karena cekikan Haeryung semakin kuat kepadanya. Wajahnya telah memerah menahan rasa sakit ini. Siapapun tolong, tolong aku..

.

Mijoo telah sampai di halte bus yang ada di depan rumah sakit tempat Goseul dirawat. Saat Mijoo mengecek lagi isi dompetnya, ia menepuk jidat karena menyadari kelalaiannya yang meninggalkan T-money miliknya di laci. Mijoo pun memutuskan untuk kembali ke rumah sakit untuk mengambil kartunya yang tertinggal.

.

Setelah keluar dari lift Mijoo berjalan dengan santai menuju ruang rawat anak yang ditempati oleh Lee Goseul. Begitu sudah berada di kamar nomor 3 itu Mijoo membuka pintu tapi pintunya tidak bisa terbuka.

“Apa-apaan Goseul ini,” dumel Mijoo.

Mijoo mengetuk pintu berulang kali sambil memanggil nama anaknya. Tapi dari dalam dia tidak mendapatkan jawaban dari sang anak. Mijoo pun akhirnya berusaha mengintip dari jendela kecil yang tidak tertutupi oleh tirai. Begitu Mijoo melihat apa yang terjadi di dalam, matanya membulat tak percaya dan Mijoo pun mendorong-dorong pintu kamar Goseul agar segera terbuka.

“Goseul-ah! Goseul-ah! Tolong!!!” Teriak Mijoo.

Seorang perawat pria yang mendengar teriakan Mijoo langsung datang menghampirinya.

“Ada apa-“

“Anakku mau dibunuh dengan seseorang! Cepat buka pintunya!” Teriak Mijoo.

Perawat tersebut tanpa bertanya lebih lanjut lagi langsung mendobrak pintu kamar Goseul. Kini di sekeliling Mijoo pun telah ramai orang yang datang karena penasaran kenapa ada orang yang berteriak histeris di rumah sakit ini.

.

Brak!

Pintu berhasil terbuka. Begitu Mijoo melihat kondisi Goseul nya yang sudah tidak sadarkan diri, lantas Mijoo menghampiri Goseul dan menangis dihadapannya.

“Goseul-ah.. Goseul-ah..” isak Mijoo.

Beberapa security yang sudah berada di lokasi langsung mengamankan Na Haeryung. Tak terima tertangkap basah karena sudah melakukan percobaan pembunuhan kepada Goseul, Haeryung pun memberontak.

“Lepaskan!! Anak itu harus mati!” Teriak Haeryung.

Mendengar umpatan Haeryung terhadap anaknya Mijoo pun langsung menghampiri Haeryung dan menatapnya nanar. Air matanya telah jatuh membasahi pipi. Tangan Mijoo bergetar hebat, dia ingin sekali menampar wanita itu namun keramaian membuat Mijoo harus mengontrol dirinya.

“Kamu apakan anakku? Apa salah Goseul? Apa????!” Pekik Mijoo.

Beberapa orang berusaha menenangkan Mijoo dengan cara menahannya sementara di belakang dokter bersama tim perawat mulai memindahkan Goseul untuk memberikan pertolongan kepadanya.

“Hiks.. jangan sakiti anakku!” Isak Mijoo.

“Woohyun oppa tidak boleh punya anak dari siapapun. Andwae! Pokoknya dia tidak bisa memiliki seorang anak kalau bukan dari rahimku!” Teriak Haeryung.

Security memilih untuk mengamankan Haeryung di ruangan mereka dan Mijoo sendiri menangis meratapi Goseulnya yang malang.

“Hiks Goseul-ah maafkan ibu yang lalai menjagamu!” Tangis Mijoo yang membuat orang di sekitarnya merasa iba.

.

Di tengah-tengah rapat yang sedang dijalankan oleh Woohyun dia mendapatkan panggilan dari nomor yang tidak dikenal. Panggilan itu sungguh mengganggu kenyamanannya karena beberapa pasang mata kini tengah memperhatikannya.

“Woohyun-ssi kalau itu panggilan penting lebih baik diangkat!” Tegur salah satu kolega.

Woohyun pada akhirnya memilih untuk mengangkat panggilan itu lalu keluar dari ruangan rapat agar tidak mengganggu pekerjaan yang lainnya.

.

“Yeoboseyo?”

“Apa benar ini dengan bapak Nam Woohyun?”

“Ya dengan saya sendiri. Anda siapa ya?”

“Kami dari pihak pengamanan di Rumah Sakit Asan mau memberitahukan kalau istri anak, ibu Na Haeryung telah membuat keributan di tempat ini”

“Mwo? Apa yang dia lakukan?”

“Melakukan percobaan pembunuhan kepada pasien yang bernama Lee Goseul,”

“A..anda tidak bohong kan?”

“Tidak pak maka dari itu kami mohon agar Anda segera datang ke tempat ini sekarang juga,”

“Baik saya akan segera ke sana!”

Setelah panggilan terputus Woohyun terjatuh di lantai karena dia terlalu syok mendengar kabar ini. Bagaimana bisa Haeryung mengetahui tentang anaknya? Itulah yang menjadi pikirannya Woohyun saat ini.

Sajangnim apa Anda baik-baik saja?” Tanya seorang pegawai yang mau memastikan keberadaan Woohyun karena terlalu lama berada di luar.

“Saya harus pergi, tolong beritahukan Direktur Park untuk menggantikan posisi saya!”

Woohyun segera berdiri dari keterpurukannya lalu berlari meninggalkan gedung ini untuk pergi ke rumah sakit. Ia bersumpah bila terjadi sesuatu kepada anaknya, Woohyun tidak akan pernah memaafkan Haeryung karena telah mencelakakan Goseulnya!

.

O..oppa tanganku diborgol oleh mereka!” Begitu melihat suaminya masuk ke ruangan ini Haeryung langsung berteriak kepada Woohyun untuk membukakan borgol yang mengunci pergerakan tangannya. Woohyun yang mendengar teriakan Haeryung hanya merespon dengan lirikan tajam setelah itu dia memusatkan perhatiannya kepada security yang mengamankan istrinya.

“Mohon maaf atas keributan yang sudah dilakukan oleh istri saya,”

Woohyun membungkukan badannya 45○ untuk menebus segala rasa bersalahnya. Melihat suaminya hanya meminta maaf tanpa bertanya kabarnya membuat Haeryung geram.

Oppa harusnya kamu menanyakan keadaanku bukannya meminta maaf!” Pekik Haeryung.

“Saya akan membawanya pulang sekarang juga!” ujar Woohyun gak memperdulikan ucapan Haeryung barusan.

Salah satu petugas keamanan membuka borgol yang mengunci tangan Haeryung. Setelah tangannya bebas lagi Haeryung langsung berdiri dan memeluk lengan Nam Woohyun karena ketakutan.

Oppa aku-“

Grap! Woohyun menarik paksa tangan Haeryung untuk segera membawanya pulang ke rumah.

.

Setelah Woohyun sampai di rumahnya ia mengerem mobilnya dengan mendadak sehingga tubuh Haeryung terpental ke depan. Haeryung menatap Woohyun sinis namun pria itu tak memperdulikan tatapannya Haeryung untuknya. Tak mau berlama-lama di mobil, Woohyun keluar dari sana dan menutup pintu dengan sangat kencang sehingga Haeryung yang berada di dalam menjadi sangat tersiksa. Melihat Haeryung yang tak kunjung keluar dari dalam mobil, Nam Woohyun berjalan ke pintu sebelah untuk memaksa Haeryung keluar.

“Keluar!” Titah Woohyun.

Haeryung diam tak bergeming. Melihat istrinya begitu keras kepala, mau tak mau Woohyun pun bertindak kasar dengan cara menarik Haeryung keluar dari mobil dan-

Brug!

Haeryung terjatuh di lantai. Walaupun istrinya merintih kesakitan Woohyun tak peduli, lantas dia menarik Haeryung agar segera berdiri lalu masuk ke rumah mereka.

.

Oppa kamu-“

Plak! Ucapan Haeryung terhenti tepat saat tangan suaminya menampar pipi kanannya. Tubuh Haeryung bergetar hebat dan tangannya mengusap pipinya yang memerah akibat tamparan Nam Woohyun barusan. Tsh. Sebulir air mata jatuh dari pelupuk mata Haeryung. Selama mereka menikah baru kali ini Woohyun bertindak kasar padanya. Rasanya sakit di hati lebih mendominasi daripada hasil tamparan Woohyun barusan. Tak dia duga bahwa sang suami bisa bertindak sekejam ini kepadanya.

“Apa kamu sudah gila Haeryung? Kenapa kau datang ke rumah sakit dan hendak membunuh Goseul?” Bentak Haeryung.

“Aku mau membunuh anak haram itu!” Balas Haeryung tak kalah kencangnya.

Woohyun mengangkat tangan kanannya begitu Haeryung mengucapkan kata terlarang itu di depan mukanya. Tapi mengingat bahwa dia sudah terlalu berlebihan, Woohyun pun mengurungkan niatnya.

“Jadi oppa setuju kalau aku menyebut anak itu anak haram? Hahahahahaha” tawa Haeryung.

“Kamu sudah keterlaluan Haeryung! Aku sungguh tidak bisa menoleransi apa yang sudah kamu perbuat!”

“Apa yang sudah aku berbuat hah? Aku hanya tidak mau oppa bahagia di atas penderitaanku! Di saat aku terpuruk atas vonis dokter yang mengatakan kalau aku mandul apa bisa aku rela begitu saja karena tahu suamiku punya anak dari wanita lain?”

“Anak itu sudah ada jauh sebelum aku menikahimu Na Haeryung!”

“Aku tidak peduli! Aku hanya tidak suka melihatmu memiliki anak apalagi begitu peduli padanya! Kamu harus merasakan penderitaan aku rasakan, oppa!

“Kamu memang keterlaluan. Aku tidak bisa lagi menghadapimu Na Haeryung!”

Wae? Kamu mau bercerai dariku oppa?”

“Ya ayo kita bercerai!” Jawab Woohyun sambil menatap tajam Na Haeryung.

•tbc•

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s