Treasure [Chapter 9]

Treasure

Art by Irish posterfanfictiondesign.wordpress.com

Treasure

By Fanita

Main Cast : Lovelyz’ Mijoo & Infinite Woohyun – OC’s Lee Goseul

Cast : Bestie’s Haeryung – Lovelyz’ Jisoo – etc

Genre : Family – Sad – Hurt/Comfort || Rating : PG-15 || Type : Chapter

“Where your treasure is, there will your heart be also”

.

..

.

“A..yah..”

Ayah. Satu kata yang selama ini Woohyun ingin dengar. Selama ini dia mendambakan seseorang kelak memanggilnya ayah. Hari ini apa yang dimimpikannya telah nyata di saat Lee Goseul memanggilnya ayah. Tidak pernah Woohyun duga kalau Goseul mampu mengucapkan kata itu kepadanya.

“Goseul.. Apa yang terjadi?” Tanya Woohyun.

Ia mengusap air mata anaknya lalu mencoba untuk meminta penjelasan dari sang anak.

“Kenapa ayah jahat sekali? Kenapa ayah berpura-pura sebagai orang lain? Hiks.. Kenapa tidak dari awal mengakui kalau ayah adalah ayah kandungku? Hiks.. aku kangen ayah,” isak Goseul.

Ia kembali menangis tersedu-sedu. Seumur hidupnya dia ingin merasakan apa rasanya memikiki seorang ayah. Dan hari ini semua rahasia telah terbongkar, pada akhirnya Mijoo memberitahukan identitas asli sang ayah.

.

“Jangan bicara seperti itu Lee Goseul! Kalau ayahmu tahu pasti dia sangat kecewa!”

“Tapi ayah tidak ada di sini bu. Ayah sudah meninggalkanku dari lahir!”

“Aniya Goseul. Ayahmu kembali, ayahmu sudah kembali bersama kita,”

“Huh? Ibu ngomong apa sih?”

“Apa yang akan kamu lakukan kalau tahu paman Woohyun adalah ayahmu?”

“Ibu jangan bercanda. Aku memang menyukai paman Woohyun tapi kalau-“

“Dengarkan ibu baik-baik. Nam Woohyun adalah ayah kandungmu, sayang..”

“Ibu..”

Tahu bahwa anaknya tidak akan muda mempercayai semua itu Mijoo mengeluarkan sesuatu yang dapat membuat Goseul percaya bahwa Woohyun adalah ayahnya.

“Lihatlah, nak…”

Goseul menerima sebuah foto yang diberikan oleh ibunya dan alangkah kagetnya saat melihat objek yang ada di gambar tersebut. Seorang bayi mungil yang Goseul sadar bahwa itu dirinya sedang dicium oleh pria yang tak bukan adalah Woohyun. Wajahnya masih sama namun dibandingkan sekarang sang ayah jauh lebih manly dan berkarisma.

“Bu… i..ini sungguhan?” Tanya Goseul tak percaya.

Mijoo mengusap kepala sang anak lalu menganggukan kepalanya.

“Ya itu dulu saat ayahmu belum meninggalkan kita,”

“Bu..”

Air mata telah berjatuhan dari pelupuk mata Lee Goseul. Jadi selama ini Woohyun telah bertemu dengan ayahnya? Paman Woohyun yang sangat baik serta terus memperhatikannya adalah bapak kandung yang Lee Goseul rindukan.

“Bu.. aku mau bicara sama ayah,”

.

“Makan yang banyak biar cepat sembuh,” Woohyun menyuapkan sesendok nasi kepada Lee Goseul yang harus makan agar dapat meminum obatnya. Walaupun dia sudah berumur 14 tahun, Goseul sangat suka dimanja seperti ini apalagi sang ayah yang memperlakukannya bak seorang putri. Memiliki ayah memang hal terindah yang pernah ada. Selama ini Goseul hanya mendengar cerita dari temannya namun mulai sekarang dia dapat merasakannya.

“Aaaa…”

Goseul membuka lebar mulutnya saat Woohyun menyuruhnya. Ini berkah terindah baginya.

“Enak?” Tanya Woohyun.

Lee Goseul menganggukan kepalanya sambil memberikan ibu jarinya. Sangat enak karena Woohyun yang menyuapinya!

.

Karena Woohyun membutuhkan sebuah file yang tertinggal di rumah ia terpaksa menginjakan kaki lagi ke rumah ini. Saat Woohyun membuka pintu besar rumahnya ia terkejut menyaksikan kondisi rumah yang seperti kapal pecah. Selama berhari-hari lamanya ini yang dilakukan Na Haeryung? Keterlaluan!

“Haeryung keluar!!!” Teriak Woohyun.

Pembantu rumah tangga yang hendak menyambut kepulangannya Woohyun terkejut karena tuan rumahnya marah besar melihat kekacauan yang terjadi.

“Di mana Haeryung bi?” Tanya Woohyun sambil menahan amarahnya.

“Su..sudah beberapa hari nyonya Haeryug mengurung diri di kamarnya tuan,” jawab bibi itu takut.

Mwo? Lalu kenapa rumah sangat berantakan?”

“Aanu.. nyonya melarang kami membersihkan kalau tidak kami akan dipecat Tuan,” jawabnya.

“Sekarang bersihkan rumah. Jangan takut dengan ancamannya. Mengerti bi?”

“Baiklah tuan..”

Setelah memberikan mandat Woohyun langsung menghampiri kamarnya karena dia harus berjumpa dengan istrinya.

.

“Na Haeryung kau-” Lidah Woohyun mendadak keluh saat menyaksikan istrinya terbujur kaku dengan darah yang membanjiri sekitarnya. Tidak, jangan bilang ini nyata. Na Haeryung mencoba untuk menghabisi nyawanya sendiri?!

“Haeryung-ah!!!!”

.

“Maaf tapi istri Anda sudah pergi sebelum sampai ke rumah sakit, tuan. Istri Anda kehabisan darah karena memotong urat nadinya sendiri,”

Tsh. Sebulir air mata jatuh dari pelupuk mata kiri Nam Woohyun. Tolong katakan bahwa ini hanya sebuah mimpi. Tak mungkin Haeryung meninggalkannya dengan cara sekeji ini. Haeryung, wanita yang selama ini dia kenal baik-baik bisa memiliki pikiran untuk mencelakakan orang lain serta membunuh dirinya sendiri. Kenapa bisa dia melakukan hal seperti itu?! Kenapa?!

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya istri Anda,” ucap sang dokter lalu perlahan meninggalkan Nam Woohyun seorang diri.

.

Woohyun berjalan di koridor rumah sakit setelah mengurus segala hal yang berhubungan dengan jazadnya Haeryung. Dia merasa bersalah kepada Haeryung dan juga almarhum ayahnya yang begitu menyayangi Haeryung seperti anaknya sendiri. Walaupun nantinya mereka bercerai,  Woohyun berencana untuk tetap menjaganya sebagai seorang kakak dan juga menepati janjinya pada sang ayah. Namun takdir berkehendak lain, kini Haeryung telah pergi meninggalkannya.

Oppa kembai ke sini?”

.

Saat mendengar suara yang tak asing di telinganya, Woohyun memandang ke depan dan tersenyum lirih ketika Lee Mijoo datang menghampirinya. Rumah sakit yang dia kunjungi adalah rumah sakit yang sama dengan tempat Goseul di rawat. Wajar bila dia bisa berjumpa dengannya.

“Kenapa tidak langsung ke kamar Goseul-“

Grap~

“Mijoo-ya..”

Woohyun memeluk erat sang pemilik hati lalu membenamkan wajahnya di pundak wanita itu. Air mata yang sejak tadi dia tahan pun berjatuhan. Mijoo terkejut karena Woohyun menjadi sosok yang berbeda padahal tadi dia berbahagia karena Goseul sudah tahu bahwa ia adalah ayah kandungnya.

Oppa ada apa denganmu?” Tanya Mijoo heran.

“Haeryung..” lirih Woohyun.

“Kenapa dia?”

“Dia meninggal dunia,”

“Mwo?!!”

.tbc.

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s