Treasure [Chapter 11]

Treasure

Art by Irish posterfanfictiondesign.wordpress.com

Treasure

By Fanita

Main Cast : Lovelyz’ Mijoo & Infinite Woohyun – OC’s Lee Goseul

Cast : Bestie’s Haeryung – Lovelyz’ Jisoo – etc

Genre : Family – Sad – Hurt/Comfort || Rating : PG-15 || Type : Chapter

“Where your treasure is, there will your heart be also”

.

..

.

Lee Goseul melihat anak-anak di sekelilingnya yang sedang mempersiapkan diri untuk audisi. Hari ini Goseul sengaja izin dari sekolah untuk melakukan audisi di salah satu agensi yang dia inginkan. Sebetulnya Goseul bisa saja melakukan audisi menggunakan kesempatan street casting yang dia dapatkan berpuluh-puluh kali, tapi Goseul memilih untuk melakukan audisi secara fair karena dia yakin dengan kemampuannya.

“Peserta nomor 37. Lee Goseul?”

Ne!!”

.

Goseul telah berhadapan dengan juri-juri yang akan menilai kemampuannya. Mula-mula Goseul menari ketika musik secara otomatis dibunyikan. Goseul mengikuti irama dari lagu tersebut, walaupun dia baru beberapa minggu berlatih tari, entah kenapa dia merasa lincah-lincah saja melakukannya. Kalau kata ayahnya sih, Goseul menuruni kemampuan ibunya yang pandai menari.

“Siapa namaku, nak?” Tanya salah satu juri.

“Goseul. Lee Goseul.” Jawabnya.

“Sekarang kau bisa menyanyikan sebuah lagu kesukaanmu.”

.

Ehem.. Goseul mempersiapkan dirinya untuk bernyanyi. Dia tidak percaya diri dengan kemampuan menyanyinya, tetapi ayahnya bilang penjiwaan Goseul dalam menyanyi sangat baik. Woohyun pun mengusulkan sang anak untuk menyanyikan lagu ballad.

“Ijeseoya malhaneyo
Love u kkok hanbeon haejugo sipdeon mal
I love u heunhaedo hanbeoneul mot haejun geu mal
Gakkai isseoseo neul gwaenchantago malhaeseo
Geuraedo doeneun jul arasseo
For you, yeotaekkeot batgiman haesseoseo
Song for you, gosaenghan dangsinkke deuligo sipeun
Bogo sipeodo, deutgo sipeodo
Neul geureoteusi neujeonneyo (INFINITE – Mom)”

Goseul sengaja membawakan lagu Ibu. Dia ingin berterima kasih kepada ibunya yang telah bersusah payah membesarkannya seorang diri. Goseul sadar bahwa ibunya kualahan menjaganya sejak kecil, apalagi Goseul dilahirkan saat ibunya masih belia. Setengah hati Goseul selalu merasa bersalah karena dia dilahirkan dan membuat ibunya kehilangan masa-masa indahnya, tapi di sisi lain dia bersyukur dilahirkan dari rahim seorang Lee Mijoo.

.

Prok..prok..prok.. Tepuk tangan yang gemuruh diberikan kepada Goseul setelah dia menyelesaikan audisi menyanyinya. Air matanya jatuh begitu saja setelah dia menyanyikan lagu ibu itu. Air mata ini adalah air mata kebahagiaan karena pada akhirnya Goseul bisa menyanyikan lagu tersebut di audisinya. Ya walaupun belum tahu hasilnya nanti, yang terpenting Goseul legah karena menyelesaikan audisinya tanpa ada perasaan gugup.

“Lee Goseul-ssi daebak!”

“Aku jadi merindukan almarhumah ibuku.” Celetuk salah satu juri.

“Wajah yang cantik, dance yang keren, penghayatan yang sangat baik ketika menyanyi, apa kau memiliki bakat lain nak?”

Isseoyo!” Jawab Goseul riang.

“Apa itu?!”

.

“Hiksss kenapa kau meninggalkan aku sendiri? Aku membutuhkanmu!”

Ya sudah aku bilang jangan mengangguku lagi!”

“Ta…tapi aku sangat mencintaimu.”

“Cinta? Bulshit! Tidak ada yang namanya cinta di dunia ini bhahahah semua manusia sampah, aku juga sampah!”

Baru saja Goseul menunjuk kemampuan aktingnya dihadapan juri-juri. Dia memerankan 2 karakter dalam waktu yang bersamaan. Jangan tanya dari mana Goseul pandai berakting, karena jawaban untuk pertanyaan itu adalah drama. Goseul suka menirukan adegan-adegan yang ada di drama malam yang sering ibunya tonton sejak kecil, maka dari itu dia dengan mudah melakukannya.

“Hahaha kau terlihat menakjubkan nak!” Puji juri,

Kamsahamnida..” ucap Goseul riang.

“Kami harap bisa bertemu denganmu lagi, nak Goseul!”

“Saya juga hehe..” kekeh Goseul.

Juri-juri tertawa karena kepribadian Goseul yang riang. Kini proses audisi telah selesai dan Goseul pun diperkenankan untuk pulang.

.

Sudah dua mingguan Goseul uring-uringan menanti hasil audisi. Katanya pengumuman hasil audisi diberitahukan satu minggu setelah audisi, tapi kenyataannya hingga kini Goseul masih menunggu kabar. Setidaknya Goseul ingin mendapatkan kepastian, apa dia lulus atau tidak. Bila dia tidak lulus audisi Goseul mau bekerja lebih keras lagi untuk bisa menjadi idol seperti yang dia cita-citakan.

“Goseul-ah!!”

.

Goseul mendengar Mijoo memanggil namanya dari luar. Buru-buru Goseul keluar dari kamarnya, kalau tidak pasti Mijoo akan mengomelimya karena tidak pernah mendengar kalau dipanggil oleh orangtua.

“Ada apa bu—ibu mau ke mana?”

Mijoo berpakaian rapi sekali sehingga Goseul terkejut melihatnya. Ibunya bahkan memakai heavy make up padahal sehari-hari dia hanya memakai make up yang natural.

“Ibu kau ke mana?” Tanya Goseul.

“Cepat ganti bajumu! Kita diundang makan malam sama bibi Jisoo dan paman Myungsoo.”

“Kenapa harus semewah itu?” Tanya Goseul lagi.

“Goseul ibu suruh ganti baju, jangan banyak pertanyaan!” Oceh Mijoo.

“Iya..iya..”

Terpaksa Goseul kembali masuk ke kamarnya dan mengganti baju daripada ibunya marah lagi. Susah ya ibu-ibu, bawaanya mau ngomel melulu.

.

Setelah berganti baju dan memoles wajah cantiknya dengan sedikit make up, Goseul menghampiri ibunya. Ternyata sudah ada Woohyun yang duduk di ruang tengah bersama dengan Lee Mijoo. Goseul pun dengan penuh riang menghampiri ayahnya dan menunjukan penampilannya di hadapan sang ayah.

“Ayah ini baju yang ayah belikan. Bagaimana menurut ayah?”

Woohyun memberikan kedua ibu jarinya kepada Goseul lalu memuji sang anak, “Goseul yang terbaik!” Puji Woohyun.

“Tentu!” Ucap Goseul bangga.

“Ya sudah daripada kita terlambat lebih baik pergi sekarang.” Celetuk Mijoo.

“Okee!!”

.

Ternyata acara makan malam yang diadakan Jisoo dan Myungsoo merupakan acara makan malam untuk mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Jisoo akan menikah dengan Myungsoo bulan depan. Goseul yang sejak awal menanti kabar bibi tersayangnya menikah sangat senang dengan pengumuman ini. Tak henti-hentinya Goseul bertepuk tangan dan memberikan ucapan selamat kepada Jisoo dan juga Kim Myungsoo.

“Bibi Jisoo sudah menikah dengan paman Myungsoo yang ganteng dan juga kaya. Ibu kapan menyusul bibi Jisoo?”

.

Keempat orang dewasa yang awalnya tertawa melihat tingkah Lee Goseul malah mendadak diam. Mijoo melirik ke arah Woohyun yang juga melihatnya. Pandangan mata mereka pun bertemu namun buru-buru mereka alihkan ke tempat lain. Jisoo yang menyadari kekikukan di antara Mijoo dan Woohyun pun berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Goseul-ah makan malam ini bukan acara bibi dan paman Myungsoo saja loh!” Celetuk Jisoo.

“Huh? Apa ada acara lain bi?” Tanya Goseul.

“Ada, untuk Goseul.” Celetuk Woohyun.

Nam Woohyun mengeluarkan sesuatu dari saku texudo hitamnya. Itu adalah secarik kertas yang telah dia bawa sejak tadi. Woohyun pun memberikan kertas itu kepada anak gadisnya.

“Ini apa yah?” Tanya Goseul.

Ia perlahan-lahan membaca isi dari kertas. Begitu Goseul sadar dengan tinta yang tercetak di kertas tersebut, dia memekik bahagia. Ya untungnya ruangan ini VVIP sehingga teriakan Goseul barusan tidak menjadi pusat perhatian.

“O..omo! Ini benaran yah? Bu?” Jeritnya tak percaya.

Woohyun menganggukan kepalanya. Mijoo yang duduk di sebelah Lee Goseul langsung mengusap pucuk kepala sang anak penuh dengan kasih sayang setelah itu dia mengucapkan selamat kepada Goseul dengan tulus.

“Selamat anakku.” Ucap Mijoo.

“Hiks…”

Goseul menangis haru. Tidak dia percaya di audisi pertamanya ia diterima di agensi yang dia inginkan pula.

“Hiks aku harus bekerja keras untuk menjadi superstar.” Kukuh Goseul disela tangis bahagianya.

“Goseul adalah superstar untuk kita semua!!”

.

Setelah mendapatkan email notifikasi bahwa dia diterima menjadi trainee di agensi yang Goseul inginkan, ia bersama ibunya mendatangi agensi tempat Goseul akan menjadi seorang trainee. Karena dia masih di bawah umur, Goseul pun harus ditemani oleh wali yang sah untuk menandatangani kontrak.

“Lee Goseul-ssi mari saya antar ke ruang sajangnim.”

.

Goseul dan Mijoo masuk ke dalam ruang kerja CEO perusahaan ini. Bagi Mijoo mendatangi tempat ini membuatnya bernostalgia masa mudanya. Mijoo yang pernah menjadi trainee ketika dia berumur 19 tahun merasa deg-degan bila anaknya harus berlatih keras untuk debut. Persaingan untuk menjadi idola seperti yang diinginkan orang-orang tidaklah mudah, Mijoo takut kalau anaknya terluka. Akan tetapi ketika melihat raut gembira dari Goseul ketika dia bilang ingin menjadi selebriti membuat Mijoo luluh dan merestui cita-citanya.

“Lee Goseul—huh? Lee Mijoo?”

“Hyuk oppa?!”

.

Tidak disangka-sangka Mijoo akan bertemu lagi dengan Hyuk. Hyuk yang berstatus sebagai seorang CEO di agensi miliknya ini merupakan manager Mijoo saat dia hampir debut sebagai anggota girl group. Hyuk sangat syok saat tahu bahwa Goseul adalah anak dari Mijoo yang dahulu pernah dia asuh dan dianggap sebagai adiknya sendiri.

“Wah.. Dia sudah besar ya.” Kata Hyuk membuka topik pembicaraan.

“Ya dan dia tumbuh dengan baik.” Balas Mijoo sambil tersenyum tipis.

“Lama tidak bertemu Mijoo-ya. Apa kabarmu?” Tanya Hyuk.

“Aku baik, sangat baik. Bagaimana dengan oppa? Aku tidak menyangka oppa bisa menjadi CEO yang sukses.”

Hyuk tertawa atas ucapan yang dilontarkan oleh Mijoo barusan. Dia juga butuh proses untuk menjadi presdir sukses di agensi yang dia bangun dari keringatnya sendiri.

“Aku baik sekali Mijoo. Begitu banyak yang berubah dari kita ya..”

Mijoo mengangguk pelan. Ya, sangat banyak. Mijoo yang dahulu hanya seorang gadis berusia 20 tahun kini telah menjadi seorang ibu dari Lee Goseul. Begitu pula dengan Hyuk yang dahulu hanya seorang manager untuk artis di agensi lamanya kini menjadi CEO tersukses di tahun 2016.

“Kenapa waktu itu kamu tiba-tiba pindah Mijoo tanpa memberitahu oppa?” Tanya Hyuk penasaran.

“Aku tidak ingin merepotkan oppa lebih banyak. Aku berutang banyak padamu. Oppa sudah membayar uang untuk biaya operasiku dan juga membelikan peralatan bayi untuk Goseul padahal saat itu gajimu dipotong karena aku.” Lirih Mijoo.

.

Karena kehamilannya Mijoo merugikan pihak agensinya. Debut yang sudah direncanakan terpaksa ditunda dan posisi Mijoo digantikan oleh trainee lain. Dampak kerugian tidak hanya dirasakan oleh Mijoo, karena dianggap lalai menjalankan tugasnya, Hyuk pun diinterogasi oleh CEO mereka dan gajinya terpaksa dipotong untuk mengangguk kerugian. Mengingat masa lalu yang kelam itu membuat Mijoo menitihkan air matanya.

“Jangan menangis Lee Mijoo. Anggap saja itu ujian untuk mengukur batas kesabaranmu. Karena kau melalui masa-masa itu, kau bisa membesarkan anakmu dengan kerja keras kan?”

Mijoo mengangguk, “Ya.. setiap kali aku mengingat masa lalu itu aku menjadi lebih kuat dan sanggup bertahan untuk membesarkan Goseul seorang diri.”

“Hmm.. lalu bagaimana dengan pria itu?” Tanya Hyuk penasaran walaupun sebenarnya dia tak sampai hati untuk menanyakan luka mendalam Mijoo.

“Dia baik.” Jawab Mijoo.

“Ne?”

“Goseul sudah bertemu dengan ayahnya. Saat tahu siapa ayahnya Goseul sangat senang.”

“Syukurlah. Lalu apa kamu menikah dengan pria itu?”

Blush. Mendengar kata menikah membuat pipi Mijoo memanas. Sekali pun tidak pernah Mijoo bayangkan di benaknya untuk menikah dengan Nam Woohyun. Sekedar berhubungan baik untuk membesarkan Goseul saja sudah membuat Mijoo bersyukur.

“Kami tidak menikah.” Balas Mijoo.

“Kenapa? Ya kalau begitu aku doakan kamu mendapatkan pendamping yang baik, dan yang terpenting dia bisa menerima Goseul ya.”

Mijoo menganggukan kepalanya. Dia mengusap air matanya yang lengket di pipi setelah itu tersenyum pada Hyuk.

“Terima kasih banyak oppa. Oh ya, tolong bimbing Goseul dengan baik ya. Aku tidak meminta oppa memperlakukannya secara khusus, kalau dia nakal oppa boleh memarahinya seperti oppa mengomeliku dulu.” Cerocos Lee Mijoo.

Hyuk tertawa mendengarnya, dia jadi ingat betapa galak dan cerewetnya dia kepada Lee Mijoo. Mungkin hal menyebalkan itu membekas di hati Mijoo sampai-sampai dia mengingatnya sampai sekarang.

“Tentu saja. Aku akan menjadikan Goseul sebagai bintang yang bersinar di antara idol lainnya!” janji Hyuk.

“Terima kasih banyak oppa, kalau begitu aku pamit dulu.”

“Baiklah, sampai jumpa lagi Lee Mijoo.”

.

1 bulan kemudian..

Betapa cantiknya Seo Jisoo dibalut dengan wedding dress yang sengaja dirancang khusus untuknya. Mijoo sangat bangga karena pada akhirnya sahabatnya bisa mengucapkan janji sehidup semati bersama belahan jiwanya di depan altar.

“Jisoo-ya aku akan merindukan masa-masa lajangmu.” Canda Mijoo sambil memeluk sahabatnya.

“Lee Mijoo cepat susul aku!” Rengek Jisoo.

Mijoo melepaskan pelukan mereka lalu melontarkan tatapan sewot kepada Jisoo. Menyusul? Dia saja tidak punya calon.

“Aku akan menikahi diriku sendiri.” Celetuk Mijoo.

“Apa-apaan itu. Menikah lah dengan Woohyun oppa.” Celetuk Jisoo.

“Huh apa katamu? Woohyun oppa?” Ulang Mijoo.

Sebenarnya Mijoo mendengar dengan sangat jelas, tapi dia berpura-pura saja tidak mendengar apapun. Jisoo sangat aneh karena memintanya untuk menikah dengan Nam Woohyun.

“Ya Woohyun oppa. Ada yang salah?” Tanya Jisoo.

“Aku dan Woohyun oppa tidak memiliki hubungan apa-apa Seo Jisoo. Hentikan omong kosongmu itu.” Celetuk Mijoo.

“Ya ampun kamu ini bodoh atau apa sih Mijoo? Kamu bukan remaja lagi yang membina hubungan dengan cara pengakuan. Gelagat kalian menggambarkan kalau kamu dan Woohyun oppa memiliki hubungan spesial tahu.”

Lee Mijoo hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar celotehan Jisoo barusan. Dia tidak mengerti jalan pikiran sahabatnya saat ini.

“Sudahlah tuan putri. Aku keluar ya dan menunggu di sana. Aku harap pemberkatan ini berjalan dengan lancar!”

“Amin! Ingat kata-kataku tadi Mijoo, segera menyusul aku!”

“Ckckckc mulai lagi.”

.

Semua tamu bertepuk tangan dengan riang setelah Seo Jisoo dan Lee Mijoo dinyatakan resmi sebagai suami istri. Tangis haru tak bisa dibendung oleh Lee Mijoo karena sang sahabat telah meninggalkannya. Tentu saja meninggalkan bukan dalam konotasi negatif, melainkan Jisoo meninggalkannya karena dia telah menjadi istri orang lain dan harus menuruti perkataan sang suami yang tidak lain adalah Kim Myungsoo sehingga Jisoo tidak bisa bebas seperti masa-masa pacarannya

“Kamu sangat senang sahabatmu telah menikahi belahan jiwanya?” Celetuk Woohyun yang melihat Mijoo menangis. Dia memberikan sapu tangan miliknya kepada wanita itu.

Kini Mijoo mengusap air mataya dengan sapu tangan pemberian Woohyun. Dia mengangguk sembari tersenyum bahagia.

“Ya aku sangat senang.” Balas Mijoo.

“Haruskah kita melakukannya juga?”

“Ne?”

Mijoo melihat Woohyun dengan tatapan tak percaya. Tidak peduli dengan reaksi terkejut Mijoo barusan, Woohyun pun kembali melanjutkan ucapannya.

“Haruskah kita bertukar cincin dan menikah seperti Jisoo dan Myungsoo, Mijoo-ya?” Tanya Woohyun.

Blush. Mijoo tertunduk malu. Apakah baru saja seorang Nam Woohyun melamarnya? Tsk tidak romantis sekali melamar seorang wanita di tengah-tengah acara pernikahan seseorang.

“Mijoo kamu paham tidak dengan ucapanku barusan?” Tanya Woohyun.

“Apa oppa?” Gumam Mijoo.

“Barusan aku melamarmu loh. Aku ingin kamu menjadi istri sahku.” Lanjut Woohyun lagi.

Ya, tentu saja Mijoo sangat paham dengan ucapan Woohyun barusan. Walaupun malu-malu, sebenarnya Mijoo mau. Ia juga berharap kalau seorang Nam Woohyun benar-benar melakukan ucapannya barusan menjadikan dirinya sebagai istri sah seorang Nam Woohyun, yang tak lain adalah cinta pertama dan juga ayah kandung dari darah dagingnya.

•TBC•

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s