Treasure [Chapter 12 End]

Treasure

Art by Irish posterfanfictiondesign.wordpress.com

Treasure

By Fanita

Main Cast : Lovelyz’ Mijoo & Infinite Woohyun – OC’s Lee Goseul

Cast : Bestie’s Haeryung – Lovelyz’ Jisoo – etc

Genre : Family – Sad – Hurt/Comfort || Rating : PG-15 || Type : Chapter

“Where your treasure is, there will your heart be also”

.

..

.

2 years later….

Sinar mentari masuk melalui celah jendela kamar sepasang suami istri yang masih tertidur lelap. Pasutri itu adalah Nam Woohyun yang saat ini sedang mendekap sang istri, Lee Mijoo dengan penuh kehangatan. Pasangan yang sudah meresmikan pernikahan mereka selama 1,5 tahun ini hidup berdua di sebuah rumah minimalis yang dibeli Woohyun khusus untuknya dan Mijoo. Mengenai rumah lamanya bersama mantan istri, Woohyun memutuskan untuk menjualnya setelah mantap untuk menikahi belahan jiwanya.

.

“Hmm sudah pagi” Mijoo lah yang terbangun terlebih dahulu. Dia langsung melepaskan diri dari pelukan Woohyun dan bergerak untuk turun dari ranjang. Dia harus membereskan rumah seperti hari-hari sebelumnya.

Srak!

Oppa.. bangunlah.”

Lee Mijoo membuka lebar gorden yang menutupi cahaya matahari yang seharusnya menyinari terang pagi mereka. Hal yang dilakukan Mijoo barusan sukses membuat mata sipit Woohyun semakin mengecil karena sinar matahari begitu terang menerpa wajah tampannya.

“Sudah pagi?” Tanya Woohyun dengan suara parau.

“Ya bahkan kesiangan. Apa aku harus menyiapkan air hangat untuk oppa?” Tanya balik Mijoo.

“Tidak perlu, air biasa saja. Kamu siapkan sarapan saja, oke?”

Mijoo menganggukan kepalanya setelah itu dia bergerak untuk melakukan tugasnya sebagai istri yang harus menyiapkan sarapan untuk suaminya di pagi hari.

.

Mijoo sudah memasakan nasi goreng serta menghangatkan beberapa lauk pauk yang tersisa semalam. Di rumah ini hanya ada Woohyun dan Lee Mijoo. Mereka sengaja untuk tidak mempekerjakan pembantu rumah tangga karena bagi Mijoo, dia bisa merapikan rumah ini. Tempat singgah mereka saat ini tidak berbeda jauh besarnya dengan rumah Mijoo dulu bersama Goseul.

“Nanti malam kita akan ke pesta Sohye?” Tanya Woohyun.

“Iya oppa jangan lupa pesta Sohye nanti malam.” Jawab Mijoo.

“Tidak terasa dia sudah 2 tahun ya..”

“Ya, uri Sohye sudah tumbuh besar dan cantik seperti ibunya.”

“Dia juga menurunkan gen ayahnya.”

Oppa Jisoo dan Myungsoo oppa pasangan yang sempurna. Wajar bila anak mereka cantik.”

“Sama seperti uri Goseul kan?”

Mijoo terkekeh pelan lalu menganggukkan kepalanya. Ya, Goseul juga menuruni superior gen yang dimiliki Woohyun dan Mijoo sehingga saat ini dia dikenal sebagai pendatang baru yang akan menjadi The Next It Girl.

“Malam nanti aku akan jemput Goseul di tempat dia syuting. Jadi oppa langsung saja ya ke restauran yang sudah dibilang Jisoo, oke?”

“Hmm baiklah. Oh sayang apa hari ini kamu ke butik?”

Sudah satu tahun belakangan ini Mijoo membuka butik di kawasan ternama. Tokonya yang dia besarkan bersama-sama dengan Jisoo tidak lagi dioperasikan. Lagi pula Seo Jisoo juga sibuk mengurusi suaminya serta ikut hadir ke acara yang harus dihadiri Myungsoo. Menjadi istri seorang pengusaha betul-betul sulit untuk Jisoo, untung saja Mijoo punya suami seperti Woohyun yang malas pergi ke tempat seperti itu kecuali kalau tidak terdesak. Katanya sih dia lebih suka berduaan dengan Mijoo di rumah. Ehem….

“Hari ini aku menyerahkan semuanya pada Jiyeon. Sekalian biar dia belajar untuk membangun bisnisnya sendiri.”

Aigoo sayangku tidak takut kehilangan pegawai sebaik Kim Jiyeon?”

“Jiyeon juga harus berkembang seperti aku.” Jawab Mijoo, “Oppa bukannya sudah telat? Kenapa mengajakju ngobrol terus?” Gerutu Mijoo.

Woohyun melihat jam yang telah terpasang di pergelangan tangannya. Ia menepuk jidatnya karena saat ini dia memang terlambat untuk pergi ke kantor! Bos macam apa yang melanggar aturan perusahaannya sendiri?!

“Aku terlambat! Terima kasih sarapannya sayang.”

Woohyun memakai jas hitamnya setelah itu berdiri dari kursi. Sebelum benar-benar pergi, tidak lupa Woohyun meminta morning kiss dari istrinya seperti biasanya.

“Aku pergi dulu sayangㅡchu.”

Setelah mencium Mijoo, Woohyun dengan cepat mengambil tasnya yang ada di atas meja makan. Keduanya pun berjalan keluar dari rumah, seperti rutinitas tiap hari.

.

Oppa..” panggil Mijoo. Woohyun yang hendak membuka pintu mobilnya langsung mengurungkan niatnya dan menatap sang istri penuh tanda tanya.

“Kenapa?”

“Tunggu sebentar!”

Mijoo menyusul Woohyun dengan berlari kecil. Begitu dia berada di hadapan suaminya, tangan Mijoo dengan terampil membenarkan dasi Woohyun yang sedikit acak-acakan.

“Sekarang jauh lebih rapi.” Kata Mijoo.

Woohyun hanya bisa tersenyum tipis mendapatkan perhatian dari istrinya. Ia menghadiahkan sebuah kecupan hangat di kening Lee Mijoo lalu kembali berpamitan dengannya.

“Sampai jumpa malam nanti, sayang.”

“Sampai jumpa oppa.”

.

“Hwaaaa hari ini kita kedatangan tamu istimewa.”

“Nugu..nugu?”

“Kamu tidak tahu idol yang menarik perhatian karena penampilan di acara chuseok kemarin?”

“Ah! Dewi es krim!!”

“Maja! Kita hadirkan the trendy idol saat ini Nam Goseul dari girl group Violet!”

Tepuk tangan yang gemuruh diberikan untuk Goseul yang memasuki studio rekaman. Hari ini dia ada jadwal untuk membintangi acara Always Together untuk mempromosikan grupnya yang baru saja mengeluarkan album terbaru. Grup Goseul yang bernamakan Violet itu debut pada tahun 2017, menandakan bahwa hampir 1 tahun Goseul debut menjadi idol dengan masa trainee selama 6 bulan.

Annyeong haseyo Violet Nam Goseul imnida! Mohon bantuannya!”

MC menyambut Goseul dengan hati yang riang dan mempersilakan dia untuk duduk.

.

“Goseul-ssi bagaimana perasaanmu bisa dikenal oleh publik? Iklan es krimu di mana-mana. Huaaa memang dewi es krim!”

Goseul tersipu malu saat seorang MC membawakan topik mengenai iklan es krimnya yang viral. Saat debut bersama Violet, Goseul mendapatkan tawaran menjadi bintang CF dari sebuah produk es krim ternama. Di iklan itu Goseul melakukan pekerjaannya dengan baik. Apalagi saat video menampilkan dia memakan es krim dengan sangat menggiurkan namun memberikan vibe yang polos untuk anak seusianya.

“Aku sangat sangat berterimakasih terutama untuk julukan itu. Memberku juga sering menggodaku dengan julukan itu hehe, tapi aku senang karena orang mengenalku dan aku harap mereka juga menyukai Violet.” Jawab Goseul.

“Ah Goseul.. namamu Nam Goseul kan?” Tanya MC Dara.

Goseul menganggukan kepalanya dengan semangat. Saat ini dia telah merubah namanya secara legal.

“Aku dengar nama aslimu bukan itu? Lalu apa?”

“Sebenarnya aku lahir dengan nama Lee Goseul, tapi dua tahun belakangan ini aku mengganti namaku menjadi Nam Goseul.”

“Kenapa kalau boleh tahu?” Sahut MC Jaeseok.

“Karena aku telah menemukan ayahku. Jadi aku ingin hidup dengan marga ayah.” Jawab Goseul tegas.

“Ah Goseul-ssi debut diusia muda sangat sulit, kan? Apalagi harus berpisah tempat tinggal dengan orangtuamu dan jarang bertemu. Kami memberikan kesempatan untukmu mengirimkan love call untuk mereka.”

“Huh? Boleh?”

Semua MC menganggukan kepalanya. Kini tatapan Goseul tertuju pada kamera yang sedang ON untuk menyampaikan pesan yang ingin dia katakan kepada ibu dan ayahnya.

“Ayah.. ibu.. ini aku, Goseul. Aku merindukan kalian setiap hari. Maaf kalau aku jarang menghubungi ibu dan ayah. Aku dan member hidup dengan baik di dorm. Kami tidak melewatkan makan walaupun harus diet. Ibu.. ayah.. saranghae. Aku akan lebih sering menghubungi kalian mulai dari sekarang, saranghaeyo..

Goseul mengakhiri love call dengan tanda heart menggunakan kedua tangannya. Dia sangat senang memiliki kesempatan untuk menunjukan rasa sayangnya kepada ibu dan ayahnya di televisi. Kesempatan ini sangat jarang didapatkan oleh rookie sepertinya, kan?

“Hari ini kita akhiri acara kita dengan tepuk tangan yang meriah!”

Prok..prok..prok…

“Goseul-ssi semangat untuk promo bersama Violet!”

Kamsahamnida.”

Dan acara pun berakhir setelah MC melakukan closing acara.

.

“Hoamm..” Goseul kembali ke ruang tunggunya dengan wajah mengantuk. Karena dia sibuk promosi dan berlatih, dalam sehari dia hanya bisa tidur selama 3 jam saja. Miris bukan? tapi itulah realita semua idola yang debut di industri hiburan apalagi kalau kau populer. Jangan harap bisa tidur lebih dari 5 jam dalam sehari!

Oppa apa jadwalku sudah selesai? Aku ngantuk mau cepat sampai dorm.”

“Malam ini kamu tidak pulang ke dorm, Goseul-ah.”

“Huh? Aku akan kerja sampai pagi?” Kaget Goseul.

Manager oppa tidak bisa menahan tawanya saat melihat respon Goseul yang sangat berlebihan. Memperkerjakan anak di bawah umur memiliki batas waktu menurut hukum. Jadi mana mungkin Goseul diperkerjakan hingga larut malam bahkan pagi seperti dugaannya.

“Bukan begitu tapi-“

“Goseul-ah!”

“Huh?! Ibu?” Pekik Goseul tak percaya.

Goseul berlari menghampiri ibunya lalu memeluknya dengan sangat erat. Sudah 2 bulan dia tidak bertemu dengan Mijoo dan itu membuat Goseul merasakan kangen yang mendalam kepada ibunya. Begitu juga Mijoo yang rindu dengan sang anak yang telah menjadi superstar.

“Ibu ada apa ibu ke mari?!” Tanya Goseul.

“Kamu lupa? Hari ini ulang tahunnya Sohye.” Jawab Mijoo.

“Aish.. aku melupakannya.”

Nam Goseul melupakan hari ulang tahun adik kesayangannya. Dia sangat kesal pada dirinya sendiri apalagi dia belum menyiapkan kado untuk Sohye. Kakak macam apa dia?

“Ibu aku lupa beli kado untuk Sohye.” Kata Goseul cemberut.

“Tidak masalah, kita bisa membelinya di jalan kan?”

.

Mijoo dan Goseul baru saja keluar dari toko penjualan peralatan balita yang ada di pinggir jalan. Ibu dan anak yang sudah menyiapkan kado untuk anak Jisoo dan Myungsoo kembali melanjutkan perjalanannya untuk pergi ke halte bus dengan santainya. Goseul tidak peduli kalau ada orang yang akan mengenalnya saat ini, yang dia inginkan adalah kebebasan menghabiskan malam bersama ibunya setelah sekian lama.

.

“Nam Goseul!”

“Goddess!”

“Huaaaaa ibu Goseul sangat cantik.”

Setelah sampai di halte bus orang-orang mengerubungi Goseul dan Mijoo untuk mengambil gambar mereka. Walaupun dulu bercita-cita sebagai selebriti, entah kenapa saat ini Mijoo sangat tidak suka seseorang mengambil gambarnya secara sembarangan. Mijoo tidak bisa berkata apapun dan hanya memilih untuk menundukan kepalanya. Goseul yang sadar kalau ibunya tidak nyaman dengan atensi orang-orang kepada mereka pun angkat bicara.

“Selamat malam semuanya. Kalian boleh memotretku tapi aku mohon jangan ambil dan sebarkan gambar ibuku, ya? Aku mohon maaf sama kalian semua. Maaf..” sesal Goseul.

Ia membungkukan badannya 95° lalu tersenyum kepada para penggemarnya. Seperti yang dipinta oleh Goseul tadi, orang-orang tidak lagi memotret Lee Mijoo dan memilih untuk mengabadikan gambar Goseul dan beberapa ada yang mengajaknya berselfie. Melihat keramahan anaknya pada penggemar membuat Lee Mijoo tersenyum tipis. Dia harap anaknya akan terus rendah hati dan terus mencintai orang-orang yang saat ini mencintainya dengan tulus.

.

“Bu maaf ya kalau ibu tidak nyaman. Harusnya kita naik taksi saja tadi.” Nam Goseul menyenderkan kepalanya di bahu Lee Mijoo dan memeluk erat lengan ibunya. Goseul sadar kalau ibunya tidak suka menjadi pusat perhatian, harusnya mereka naik taksi saja daripada menggunakan transportasi umum seperti bus.

“Tidak apa, ibu senang melihatmu ramah kepada para penggemar.”

“Tapi ibu dengar tidak? Mereka muji ibu cantik loh!”

“Ya tentu saja. Kalau anaknya secantik ini, ibunya jauh lebih cantik kan?”

“Ibu!” Rutuk Goseul.

Mijoo hanya tertawa karena kemarahan Goseul kepadanya. Ia merangkul anaknya terus memeluk Goseul dengan sangat erat.

“Ibu sayang menyayangi Goseul.”

“Aku juga sayang ibu.” Balas Goseul tulus.

.

Semuanya telah berkumpul di restauran tempat di mana anak Myungsoo dan Jisoo merayakan ulang tahunnya. Mereka merayakannya di sebuah ruangan VVIP yang telah di booking oleh Kim Myungsoo. Sebenarnya acara ini tidak bisa disebut sebuah pesta yang meriah karena yang merayakannya hanyalah dua keluarga kecil yang memiliki persahabatan erat dalam beberapa tahun belakangan ini. Keluarga itu adalah keluarga Kim dan Nam.

“Goseul lama tidak bertemu!” Sapa Myungsoo.

“Paman!!” Pekik Goseul senang.

“Ehem..”

Woohyun memberikan kode kepada Goseul kalau saat ini ada seorang ayah yang belum disapa oleh anaknya.

“Ayah apa sih? Iri aja!” Ledek Goseul.

“Ayah merindukan Goseul.”

Goseul mendatangi tempat duduk ayahnya lalu memeluk Woohyun dengan sangat erat. Dia sangat sangat sangat merindukan ayahnya yang tampan ini.

“Capek habis syuting?” Tanya Woohyun.

Goseul mengangguk tapi dia tersenyum karena baginya syuting itu menyenangkan, “Capek sih tapi tidak masalah untukku yah.” Adu Goseul.

“Goseul-ah main sini sama Sohye!” Seru Jisoo.

Okay bi!!”

.

“Happy birthday Sohye.. Happy birthday sohye.. Happy birthday happy birthday happy birthday Sohye!”

Jisoo dan Myungsoo mewakili baby mereka untuk meniup lilin yang berangka 1 itu. Semua orang yang ada di dalam ruangan bertepuk tangan dan baby Sohye juga ikut menepuk tangannya sambil tertawa gemas.

“Bu saat ulang tahunku yang pertama, ibu merayakannya bagaimana?” Tanya Goseul penasaran.

“Ibu hanya membuatkan sup rumput laut instan untukmu.”

“Huh?”

Semua orang tertawa mendengar jawaban Mijoo barusan. Goseul tahu kalau dulu dia hidup tidak berkecukupan tapi masa iya sup rumput laut instan? Baby Goseul sangat malang.

“Huh pokoknya kalau aku punya adik, adikku harus dirayakan dengan meriah bu!” Kata Goseul.

“Ya nanti kita akan merayakannya bersama-sama.”

“Huh kamu berbicara seperti punya saja Mijoo.” Ledek Jisoo.

Mijoo hanya tersenyum penuh arti dan memotong steak makanannya dengan santai. Melihat senyum mencurigakan Mijoo barusan membuat Nam Woohyun teringat sesuatu.

“Tidak mungkin.. jadi alasanmu telat akhir-akhir ini karena…”

Woohyun, Jisoo, dan Myungsoo menghentikan aktivitas makan mereka. Lain cerita dengan Goseul yang sibuk bermain dengan Kim Sohye, karena dia lagi dalam masa promosi Goseul tidak boleh banyak makan.

“Mijoo-“

“Sudah 7 minggu.”

Omo!!!! Mijoo!!!”

Seo Jisoo beranjak dari tempatnya untuk memeluk sang sahabat. Dia ikut senang mendengar kabar bahagia ini. Selama 1,5 tahun menikah inilah yang dinantikan oleh Woohyun dan Lee Mijoo.

Congrats hyungnim.” Ujar Myungsoo memberikan selamat kepada Woohyun.

Woohyun menangis haru di tempat duduknya mendengar kabar bahagia yang dia dapatkan malam ini. Selama membina rumah tangga, hal ini adalah hal yang sangat membahagiakan baginya. Istrinya mengandung anaknya dan mereka akan membesarkan bersama-sama. Betapa menyesalnya Woohyun karena tidak bisa melihat Goseul tumbuh dan berkembang dari kecil. Tapi sekarang dia tidak akan melewatkan untuk yang kedua kalinya, bukan?

“Ada apa sih?” Tanya Goseul yang tidak paham.

“Mulai dari sekarang kami akan memanggilmu ‘kakak Goseul’.” Celetuk Woohyun sambil mengusap air matanya.

“Kakak? Aku?” Ulang Goseul.

“Ya, sebentar lagi kamu akan jadi anak sulung Goseul-ah.” Balas Mijoo.

Ekspresi bingung Goseul barusan berubah menjadi ekspresi kebahagiaan sekaligus ketidakpercayaan. Dia tidak tahu bahwa malam ini akan mendapatkan sebuah kejutan yang selama ingin dia dengar.!

Daebak! Aku harus memberitahu member Violet nanti!” Seru Goseul. “Kyaaaa aku senang sekali!”

Melihat Goseul bahagia, tentunya menjadi suatu hal yang indah bagi orangtuanya. Woohyun dan Mijoo saling bertukar pandang dan tersenyum satu sama lain.

Gomawo..” ujar Woohyun tanpa bersuara.

Mijoo mengangguk lalu mengusap perutnya yang masih datar.

.

Entah bagaimana Nam Woohyun harus mendeskripsikan malam indah ini. Berkumpul dengan istri serta anaknya, merayakan kebahagiaan kerabat dekat mereka, dan juga kabar bahwa dia akan memiliki anak lagi dari Lee Mijoo. Semuanya seperti sebuah keajaiban untuk Nam Woohyun. Dia senang memiliki orang-orang terkasih seperti mereka. Woohyun berjanji bahwa sampai akhir hayatnya nanti dia akan melindungi Mijoo, Goseul, dan cabang bayinya. Dia akan berubah menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya dan menjadi panutan yang baik sebagai kepala keluarga.

.


Karena bagi Woohyun di mana kebahagiaannya berada, di situlah hartanya. Di mana hartanya ada, di situlah hatinya. Di mana hatinya berada, di sanalah kebahagiaannya -Saint Augustine.


•THE END•

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s