[Prolog] Hidup Sempurna

1475689486099

Hihehe Sempurna

Sujeong — Jiae — Oc’s Euntis ; family, friendship, sad, slice of life, idk ; T ; Chaptered

Sorry4typo

Inspirasi datang ketika aku melihat. Dan cerita ini lahir dari inspirasi dan pikiranku. 

Aku juga ingin  hidupku sempurna!

.

.

Prolog—

“Aku ingin hidupku sempurna. Memiliki keluarga yang menyenangkan, hidup yang sukses, sahabat yang selalu ada, dan kekasih idaman yang membahagiakan. Tapi…”

“Hah? Tapi apanya? Bahkan kau sudah hampir memiliki itu semua, bodoh! Lihat dirimu! Paras cantik dan keluarga yang menyenangkan. Apa yang tidak kudapat ada pada dirimu!”

Bukan, bukan itu yang Sujeong ingin katakan pada sahabat karibnya ini. Lebih dari yang ia sebutkan, sesungguhnya banyak yang ia belum ia dapatkan di kehidupannya. Antara memang ia belum mendapatkannya, ia yang kurang bersyukur kepada Tuhan, atau memang hasrat manusia yang selalu tidak puas dengan yang didapatkan sekarang; Sujeong tak mengerti. Euntis selalu mengatakan bahwa kehidupannya begitu sempurna. Apa yang tak Ryu Sujeong dapatkan dalam kehidupannya yang terbilang sudah lengkap ini? Apa? Coba katakan.

Sudahlah, biar Sujeong saja yang mengatakannya. Dalam hati, hehe.

Sungguh, apa yang dikatakan Euntis barusan bukanlah yang sebenarnya. Paras cantik? Memang ia akui. Namun bicara soal keluarga yang menyenangkan… cukup Sujeong bungkam saja. Kekurangan dalam hidupnyalah yang lengkap. Bukan harta yang melimpah, melainkan sayang yang tak terhingga yang Sujeong butuhkan. Kasih sayang yang sempurna, bukan kebohongan yang kentara cirinya.

Yeah, intinya Sujeong ingin hidupnya sempurna. Lengkap. Bukan hanya paras cantik yang ia punya, tetapi yang lain—yang benar-benar membentuk kehidupannya.

—–;

Kalau Jiae ditanya apakah ia memiliki masalah dalam hidupnya, tentu jawabannya adalah punya. Gadis murah senyum ini tak pernah betul-betul menampakkan kekurangan hidupnya ke lingkungan sekitarnya. Yang orang-orang tahu hanyalah keceriaan Jiae yang terlihat seakan tak akan pernah ada habisnya. Semua beranggapan bahwa Jiae memiliki hidup sempurna. Keluarga sederhana yang saling menyayangi, teman dan wawasan yang luas. Siapa yang tidak mau itu?

“Aku mendapatkannya, kok! Kalian bertanya apa, sih? Berikan aku pertanyaan yang lebih berbobot, dong!” begitu tuturnya ketika sedang diwawancarai oleh Euntis—salah seorang jurnalis sekolahnya.

Benar, Jiae memang mendapatkan keluarga dan teman yang bahagia juga menyayanginya. Tetapi sesuatu mengganggu kebahagiaan hati yang telah ia dapatkan di kehidupannya. Tak jarang senyuman manisnya luntur karena ‘sesuatu’ itu datang menghampiri secara tiba-tiba hingga menimbulkan rasa tak nyaman yang sangat.

Jadi intinya, kehidupan Yoo Jiae belum sempurna. Atau mungkin tidak akan sempurna.

—–;

Aku cinta hidup. Aku menyukainya. Bersyukur, itu yang selalu orangtuaku ajarkan padaku sejak aku masih berada di taman kanak-kanak. Katanya, bersyukur akan terus membuat hidup seseorang menjadi berkah dan selalu diberkati Tuhan. Ya, begitulah yang kudengar dari orangtua dan orang-orang alim di sekitarku. Aku suka bersyukur.

Mengamati kehidupan orang lain adalah kesukaanku. Menatap orang-orang dari kejauhan lalu mengamatinya. Atau mengetahui masalah kehidupan mereka untuk mencari makna kehidupan dan berlanjut dengan bersyukurnya diriku kepada Tuhan. Ini menyenangkan. Tak sulit menemukan masalah-masalah hidup agar mendapatkan maknanya. Kehidupanku yang jauh dari kata sempurna ini pun tengah kuamati. Sakit hingga pilunya aku hayati hingga sepercik makna yang kupaksa untuk muncul di antara masalah yang ada bisa kudapatkan.

Tidaklah sendirian. Aku memiliki teman yang juga memiliki masalah hidupnya masing-masing. Tujuan mereka sama; mendapatkan hidup yang sempurna agar mendapatkan klimaks kebahagiaan yang tahan hingga akhir kehidupan mereka. Kami bertiga—aku dan dua temanku—sama-sama menginginkan hidup yang sempurna.

Sempurna. Sempurna.

“Aku juga ingin hidupku sempurna!”

Tbc—

.

.

HAEEE

HEUHEU LAMA TAK JUMPEU KAWAN.

NAMEU SAYEU UPIN DAN INI ADIK SAYEU, IPIN

.g

Long time no seeh wankawan yg tak kukenal/? Aku… Lama sekali nggak ngepost dsini. Event jg lewat mele 😦 kurindu semuanyah. Dan aku kembali, membawa kulit manggis kini ada ekstraknya.g

Kutaktahulah, cuman hasil liatan mata doang jdi inspirasi dan kutulis. Heuheu makin alay dirikoeh.g

Makasih yg sudah baca dan rindu padaku entah siapalah. Heu tinggalkan pesan rindumu padalu lewat komenlah plis :”v atau review, kritik, saean apalah yg bermakna getoh. Lama gk nulis bisi ada yg salah2 :v hehe

Tengseeuuuuuu —nnafbjnr

Btw itu posternya gk modal bgt cumn tulisan2 doang 😦

[Ficlet] Senyum yang Memikat Itu

image
Pic from PicsArt; @xglitzerkugelx

Senyum yang Memikat Itu

Sujeong & Taehyung — sad, angst, hurt, romance/? — ficlet — Pg-15

by Nnafbjnr


“Aku mencintaimu, Tae.”


Senyum yang memikat itu menarik tubuh langsing seorang gadis  untuk mendekat, menangkup wajahnya agar bisa saling bertatap muka. Tak ada penolakan yang diserukan gadis itu meski hatinya berteriak, memaksa tubuh lumpuhnya untuk memberontak.

Bertolak belakang, tubuh sang gadis sangatlah terbuai akan tarikan itu, seakan anginlah yang mendorongnya untuk terus mendekat. Semakin terasa hangat tangkupan di pipi gadis itu, bersamaan dengan matanya yang mulai terpejam, menikmati segala buaian yang menenangkan suasana.

Mau tak mau hati pun mengalah, membiarkan tubuh gadis itu bermain bersama hasrat yang mulai terasa menyenangkan.

Tirai mata milik sang gadis terbuka dengan efek slow motion, menatap dalam si pelaku dengan sendunya. Bibirnya bergerak membentuk kurva tipis dilanjut dengan kalimat yang terdengar seperti bisikan.

“Aku mencintaimu, Tae.”

Tangan yang dimiliki sosok bernama Tae itu pun mengelus surai lebat gadis tadi dengan penuh kasih sayang, tak mau ada satupun helainya yang melayang atau pun tercabut sia-sia.

Senyum yang memikat itu menarik tubuh sang gadis ke dalam pelukan yang lebih erat, menyalurkan kehangatan tanpa batas apapun. Jari-jari sang lelaki pun menggelitik di leher bagian belakang si gadis selagi bibir mereka bersatu, saling melampiaskan cinta hingga nafas keduanya sedikit lebih sesak dari cara bernafas normal.

“Ikutlah denganku.”

Anggukan pun mengiyakan tawaran tersebut.

Senyum memikat itu masih saja menjadi tali untuk menarik si gadis terus mendekat kala si lelaki sedikit menjauh, seolah menuntut untuk dikejar. Rasa cinta telah mendorongnya agar terus mengikuti tali tersebut hingga ia kembali ke dalam rengkuhan hangat si lelaki.

Gadis itu menolehkan kepalanya ke belakang.

Kali ini senyumnyalah yang sangat memikat bagi kaum Adam lainnya. Namun senyumannya itu tak mendapat balasan positif selain tangis juga tatapan bersedih, seakan senyum itu adalah lambaian tangan sebagai wakil kalimat pamit darinya.

Tak mengerti juga tak peduli. Ryu Sujeong melengos. Berjalan mesra bersama sang pujaan hati, pergi bersama pria si pemilik senyum yang memikat.

Tirai tertutup. Dari baliknya tangisan maupun raungan menggelegar di tengah hujan yang deras tak terelakkan. Raungan itu ingin sekali menyaingi suara guntur yang ikut lara bersama semua hati yang bersedih di sana.

Jari yang berkerut itu dengan nekat menggenggam tanah yang menggunduk lalu melemparkannya ke sembarang arah. Tatkala ujung kuku lancipnya telah banyak terselipkan tanah basah, tangan lain menahannya untuk melanjutkan kegiatan menggali dengan tangan kosongnya itu.

Masih meraung, si penggali tanah dengan tangan kosong itu berseru marah hingga urat ehernya menonjol.

“BODOHNYA KAU RYU SUJEONG! SUNGGUH BODOHNYA DIRIMU, WAHAI ANAKKU!”

Sekali lagi ia meremas tanah basah itu sekuat tenaga. Lagi, ia berseru bagai raja hutan yang tengah marah besar akan rakyatnya.

“BILA KAU INGIN MATI BIAR KUBUNUH SAJA! BUKANNYA IKUT MENGUBURKAN DIRIMU BERSAMA MAYAT ITU, BODOH!”

Tak ada yang berani menyahut teriakan amarah itu. Semua nyali para manusia yang berada di sana telah hilang, larut bersama air hujan yang terserap ke dalan tanah.

Semuanya pun gelap.

Senyum memikat itu tak pernah luntur.

Hingga akhirnya—

Fin.

======

A-yo wassup! Ntis is here!

Udh lama gk post fd disini. Wwk sekali kambek malah bawa ff yg beginian wkwk /timpuk ntis/

Komennya atuh. Likenya atuh wkwk

[Drabble] Fake

 

image
Picture by : PicsArt @ongrlwhtsvn
Edited by : My self

Sujeong

Sad, drama, dll.

Ficlet – T – Monolog

Warning! Ini mengandung unsur kealayan dan kegalauan seorang Nanaf yang sedang galau! Harap jangan di tiru!


Aku tahu, ini hanyalah dunia palsu, fake world.


Setelah menangis sekitar sepuluh menit dengan air mata yang kelewat sedikit, aku memandangi ponselku dengan sendu. Pesan singkat yang baru saja kuterima kemarin sebagai jawaban, pernyataan bahwa kita memiliki hubungan, sekarang tinggalah kenangan yang memenuhi memory pikiran mau pun ponselku. Kalimat itu singkat. Terkesan dingin, itulah gayamu.

image

Aku mencintaimu meski nama milik oranglah yang kamu pakai seolah itu nama aslimu. Aku mencintaimu meski di dalam dunia palsu. Ini baru permulaan. Aku baru memulainya kemarin lusa, dan sehari selanjutnya kita berhubungan. Ini memilukan, tapi aku tak bisa apa-apa.

Aku tahu, ini hanyalah dunia palsu, fake world. Tapi, haruskah kamu memberikan perasaan palsu kepadaku? Aku mencintaimu tanpa ada unsur kepalsuan apapun!

Beberapa menit yang lalu, untuk yang pertama kalinya kamu memanggilku dengan embel-embel sayang. Namun detik selanjutnya kamu menghilang. Secepat itukah? Lihatlah! Namamu tidak tertera di atas sana! Kamu hilang! Apa-apaan ini?

image

image

Sial. Aku baru merasakan apa yang orang lain rasakan saat memasukin dunia palsu ini. Dan semuanya benar. Semuanya yang di katakan oleh Admin Official Account di Timeline LINE itu benar.


Aku hanya ingin bilang;

image

🙂


Hyaaaa!!!!

Long time no post fanfict here/? !!! Yeaahhh!! Nanaf is comeback!! Yeaah!!

Oke ini cuman curhatan aku doang sih. Kan baru main rp, trus dapet couple, trus couple ku tiba-tiba deak 😦 padahal coupleku itu biasku lhooo~ hehee ternyata main rp tuh, menambah level kealayanku ya 🙂 abaikan diriku yg makin hari makin alay 🙂 i just wanna be happy :v dakuh alay sekaleh wkwkwk lumayankan, maen  bisa jdi ff kek gini. Meringankan pikiran 🙂

Okeh, nanaf yg ucul ijin pamit! See u!  😘

Yang udah baca, makasih banget lho~ tinggalkan komen??

image

[Ficlet] Crazy Things in School Life—Sujeong vers.

image

CTISL

Ryu Sujeong—Lovely, and others. • school life, friendship, (failed) comedy • General • Drabble

Disclaimers : baca sampai akhir, disclaimers sesungguhnya ada di akhir cerita/?

.

.

Kelas antah berantah yang paling di cinta oleh Sujeong melakukan hal yang selalu mengundang guru untuk menaikkan tensi darahnya. Bukan bermain petasan di dalam kelas atau pun merayakan hari ulang tahun dengan telur dan tepung—dilakukan di kelas juga. Ini mungkin hasil revisi dari sebuah permainan ketika ia masih duduk di sekolah dasar dulu. Hasil revisi menjadi lebih seru. Sujeong tertawa melihat tingkah teman-temannya yang konyol.

“Tae! Oper padaku!” teriak Mingyu pada Taehyung yang sedang memegang bola, bingung untuk memberikannya pada siapa.

Bukan bola kasti atau bekel yang menjadi permainan saat sekolah dasar dulu. Beda tingkat, naik pula level bolanya. Yang di gunakan sekarang adalah—

“Tae, oper saja bola basketnya padaku!” teriak Sujeong yang bangkit dari kursinya dan ikut untuk bergabung dalam permainan konyol ini.

 

Yap, bola basket yang daya pantulnya lebih besar di bandingkan bola bekel. Bermain bola basket di dalam kelas menjadi pengisi acara setiap jam pelajaran kosong atau saat tak ada guru, Oper-mengoper hingga lelah. Meski ramai, gerakan yang lincah tak pernah terhentikan. Beberapa kali kursi dan meja tersenggol saat berlari dan menimbulkan keributan, namun si pembuat ulah hanya tertawa tak peduli.

“Jangan oper pada Mingyu! Aku pihakmu, Tae!” teriak Sujeong sekali lagi, berharap Taehyung memberikannya bola oranye bergaris hitam tersebut.

“Aku juga pihakmu, Ta—”

Prang!

Entah siapa yang bodoh dan siapa yang salah, bola menembus kaca jendela kelas Sujeong. Gempar, seluruh siswa mendekati sumber suara jatuhnya pecahan kaca tersebut. Yang bersangkutan dengan permainan lempar bola basket tersebut berubah pucat pasi wajahnya, menggantikan wajah ceria mereka saat mengoper bola tadi—terutama Taehyung, Sujeong, san Mingyu. Pemain lain kabur, pura-pura tak tahu, ketiga siswa-siswi itu saling bertukar pandang berbagi rasa cemas satu sama lain.

“SIAPA YANG MEMECAHKAN KACA INI?!”

Suara khas Miss Garber—guru bahasa Inggris sekaligus wali lelas mereka—membuat bulu kuduk ketiga pemain bola basket inti tadi berdiri. Diam mematung, sedang mata seluruh murid di kelas tertuju pada mereka bertiga. Berusaha melawak dan mencairkan suasana, Sujeong memberikan cengiran khasnya pada Miss Garber.

“Miss, I’m so sorry. But not me! Not me do this!” kata Sujeong dengan Bahasa Inggrisnya yang amburadul.

“Yes, miss! Taehyung do that! Me and Sujeong just tell Tae—” Begitu juga Mingyu, berusaha menjelaskan menggunakan Bahasa Inggrisnya yang asal-asalan.

Taehyung tertunduk. Mengutuk kedua temannya yang menyalahkan dirinya—padahal memang ia yang salah.

“Ikut Miss ke kantor sekarang!” titah Miss Garber. Langsung saja tiga murid 8–B itu mengikuti langkah sang wali kelas.

Bertukar pandang sambil menahan tawa, ketiganya sama sekali tak merasa bersalah. Permainan bodoh yang membawa mereka menghadap pintu kantor—atau sampai ruang kepala sekolah—masih mereka anggap itu sebuah candaan. Siap-siap saja gendang telinga mereka disumpali ceramahan guru yang meminta mereka untuk merubah diri. Ah, masih untung hanya mendapat ceramah panjang lebar, tidak sampai di keluarkan dari sekolah. Bila sudah kerja nanti, bermain bola basket di ruang kerja dan memecahlan komputer atau lampu disana bisa langsung dipecat.

Ketiganya menghela nafas lega. Masih untung.

.

.

Fin?

.

What’s next?

Oke, inilah diskelmernya :v

Ah tidak,just kidding. Typo bertebaran, cerita gaje, subhanallah~ yah anak kelasku di sekolah maen bola kasti di kelas :v

image
Anggap aku sebagai Rina Suzuki *kena timpuk swallow*